YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 015



Johan dan Jordan tiba di kerajaan Phoenix namun mereka harus melanjutkan perjalanan ke istana phoenix menggunakan kuda ataupun kereta karena istana sendiri sedang tidak dalam kondisi yang bagus..


entah ada hal apa yang sangat mengganggu rakyat sehingga mereka berbondong-bondong datang ke istana untuk mengajukan protes ke raja Alvin.


Johan dan Jordan menunggang kuda hanya berdua saja karena Jordan tak mau terlalu mencolok.


dan memang saat mereka lewat di pasar , orang-orang hanya memandang sekilas lalu sibuk lagi dengan urusan masing-masing..


hal itu juga wajar , mengingat saat ini Jordan dan Johan memakai baju biasa dan menutup wajah mereka dengan topi bundar.


Mereka terus menunggang kuda nya hingga tiba di gerbang istana..


" tumben jadi ketat gini ya ? " tanya Johan heran karena penjagaan disini yang berlipat-lipat dari terakhir mereka datang..


" entahlah..mungkin ada sesuatu " jawab Jordan tak mau ambil pusing.


" Berhenti !! kalian siapa dan dari mana asal kalian ?! " ucap seorang penjaga memberhentikan kuda mereka..


Jordan mengikuti sang kakak yang berhenti didepan nya..


" kenapa ? " tanya Johan bingung


" kalau tidak berkepentingan, dilarang masuk ! " tegasnya lagi..


" udahlah kak.. aku capek , mau istirahat " ucap Jordan turun dari kudanya..


" saya Jordan dari negera ATHAN " ucap Jordan membuka topinya.


Penjaga itu terdiam sesaat karena ia tau nama itu dan ia juga tau kalau orang didepannya ini bukanlah orang sembarangan ..


" ah maafkan teman saya pangeran.. silakan masuk " ucap penjaga lainnya yang kebetulan melihat insiden kecil itu..


" hah.. terima kasih " ucap Jordan lalu berjalan masuk sambil menuntut kudanya..


" kenapa kamu kayak gitu tadi dengan penjaga itu ? " tanya Johan yang tak mau turun dari kudanya.


" aku malas berdebat .. lagipula mereka hanya menjalankan perintahkan jadi itu kewajiban mereka sekaligus beban untuk mereka . jadi aku gak mau tambah beban mereka " ucap Jordan menatap kedepan dengan tatapan kosong..


" HEY !! ayolah , aku tak suka melihat tatapan itu.. kalau sekali lagi kau begitu didepanku , akan ku bawa Arthur pergi " ucap Johan


" terserah .. lagipula , itupun kalau kau bisa lolos dari Angel dan Reiki .. " ucap Jordan tersenyum mengejek kakak kembarnya itu.


Johan hanya mendengus kesal lalu diam sepanjang jalan..


" selamat datang pangeran " ucap perdana menteri menyambut kedatangan mereka berdua didepan pintu.


" dimana yang lainnya ? " tanya Johan


" tuan putri dan pangeran Leon berada di aula pertemuan . Pangeran Reiki dan Putri Viona berada di ruang dalam " jawabnya.


" kau mau kemana ? " tanya Johan saat Jordan hendak pergi.


" ketemu Arthur " jawabannya singkat lalu pergi meninggalkan Johan.


" aku nyusul Angel sama Leon " ucap Johan , Jordan hanya melambaikan tangannya tanda mengerti..


setelah beberapa saat berjalan , Johan pun membuka pintu aula pertemuan.


krieet


Semua mata langsung tertuju padanya..


mata Johan mencari keberadaan Leon dan Angela maupun raja Alvin.


Johan terus melangkah menuju Angela dan Leon tanpa memperdulikan tatapan tajam yang tertuju padanya .


Johan berdiri disamping Angela yang juga sedang berdiri sedangkan Leon dan raja Alvin duduk di singgasana mereka.


" apa yang terjadi disini ? " tanya Johan berbisik ke Angel


" ada tikus-tikus yang mencoba menggulingkan pemerintahan paman sekarang " ucap Angela juga berbisik tapi ekor matanya melirik ke sekumpulan orang yang berdiri didepan mereka saat ini..


Johan mengerti maksud Angela.


" sekarang apa lagi yang mau kalian sampaikan ? " tanya Leon dengan nada dingin


" maafkan saya yang rendah ini Pangeran.. tapi , Yang Mulia sebagai raja haruslah mempunyai keturunan untuk meneruskan garis keluarga kerajaan . agar kerajaan kita tidak mendapatkan karma " ucap salah satu kepala keluarga


" benar Yang Mulia Pangeran.. kami hanya khawatir jika Yang Mulia mangkat namun tak memiliki keturunan yang 'SAH' " ucap salah seorang yang lainnya menekankan kata 'sah' sambil menatap tajam Johan


Johan hanya diam tapi tangannya memegang tangan Angela


" Yang Mulia.. janganlah mengangkat seseorang sebagai pangeran hanya karena orang itu dekat dengan Tuan putri dan Pangeran mahkota " ucap yang lainnya


" apa kalian sudah selesai ? jadi , kalian datang kesini hanya untuk menghina putra-putra ku " Raja Alvin memandang mereka seolah siap menerkam.


" Yang Mulia !! " ucap mereka serempak sedikit takut.


" lalu , apa maksud kalian sebenarnya ? " tanya raja Alvin


" Yang Mulia , kami berharap anda bisa memilih seorang ratu dan mempunyai keturunan yang sah " ucap kepala keluarga TI


" benar Yang Mulia , maka izinkanlah kami menawarkan putri kami " ucap yang lainnya


" bagaimana pendapat mu han ? " tanya raja Alvin memandang Johan


" itu hak paman.. kalau paman memang mau menikah , kami gak masalah.. dengan catatan ... " ucap Johan menggantung


" apa kalian tak butuh aku disini ? " tanya Angela sedari tadi diam..


" maaf Tuan Putri . tapi , ini adalah urusan para kaum pria . mohon tuan putri untuk tidak terlibat terlalu jauh " ucap kepala keluarga TI


" benarkah ? lalu apa hak kalian menilai kakak-kakak ku ? " ucap Angela maju kedepan .


" maafkan kami Tuan Putri .. kami hanya mengungkapkan fakta yang sebenarnya " ucap kepala keluarga TI


" jika kalian memang peduli dengan fakta dan kelangsungan kerajaan .. lalu dimana kalian saat istana diserang , dimana kalian saat satu-satunya pangeran harus turun kemedan perang dan raja serta ratu terdahulu harus gugur.. kemana kalian saat putri Diana , bundaku di tawan bahkan hampir kehilangan nyawanya .. dimana kalian saat krisis itu ? " tanya Angela panjang lebar..


" maaf tuan putri .. sebaiknya anda jangan mengungkit masa lalu lagi " ucap kepala keluarga TI sedangkan kepala keluarga yang lainnya hanya diam karena takut dengan 3 sosok didepan mereka saat ini ..


" beruntung lah kalian karena Jordan gak ikut kesini.. kalau dia kesini dan mendengarkan ocehan kalian . aku tak bisa menjamin kalian keluar dari sini dalam keadaan utuh " ucap Johan tambah membuat takut orang-orang itu.


" paman.. ku tarik ucapan ku tadi.. aku gak setuju kalau paman nikah hanya untuk politik .. paman ngerti maksudku kan ? " ucap Johan


belum sempat ada yang bersuara lagi sampai pintu pun kembali terbuka..


krieet


keringat dingin mengucur dari semua kepala keluarga yang sedang berkumpul itu saat melihat sosok yang berjalan masuk dengan santai.


" ada apa ini.. ngapain sih kalian lama banget disini ? cepat kasih tau aku biar aku sendiri yang mencincang mereka " ucap Jordan berdiri didepan Johan dan Angela


wajah para kepala keluarga bertambah pucat saat mendengar pernyataan Jordan.


" kamu bukanlah orang kerajaan sini.. kamu hanya anak yang tak tau asal usul nya ..untuk apa kamu membuat perpecahan disini . sebaiknya kamu pergi menjauh dari kerajaan kami " ucap kepala keluarga TI menatap tajam Jordan


Jordan yang sedari awal emosinya tak stabil pun naik pitam mendengar hinaan orang tua didepannya itu.


" apa katamu !! " ucap Jordan mengepalkan tangannya.


" kamu dan saudara mu itu.. kalian hanya orang luar yang bahkan tak tau dari mana asal usul nya.. siapa orangtua kalian aja kalian tak tau makanya kalian menempel pada keluarga kerajaan " celoteh orang tua itu..


" aku gak lihat.. " ucap Johan saat Jordan menatapnya


" terserah kamu aja " ucap Angela saat Jordan juga menatapnya


raja Alvin dan Leon hanya menatapnya seolah tak sabar menunggu .


" jangan ada yang ikut campur .. aku gak bisa jamin keselamatan kalian kalau ikut campur " ucap Jordan memberi peringatan.. Johan , Angela dan Leon mengangguk tanda mengerti..


syuut


" KAU !! APA YANG KAU LAKUKAN !! " teriak kepala keluarga TI kaget saat tiba-tiba dengan cepatnya Jordan sudah berdiri didepannya dan mencengkram kerah bajunya .


" membunuhmu ! " ucap Jordan dingin sambil mengangkatnya tinggi-tinggi


" KAU TAK BISA LAKUKAN ITU.. KELUARGA KU YANG MENJALANKAN 40% RODA EKONOMI KERAJAAN .. JIKA KAU MEMBUNUH KU , MAKA KELUARGAKU TAKKAN MELEPASKANMU DAN MENGHANCURKAN KELUARGA KERAJAAN " teriak nya lagi


" oh ya ? " tanya Jordan mengangkat lebih tinggi lagi orang itu ..


BRAAK


Jordan melemparkan orang itu bagaikan bola kastil yang sering ia lempar ke dinding.


" KAU !! " teriak pak TI memegang kepalanya yang berdarah akibat benturan


" ha .. lemah " ucap Jordan memandang rendah pak TI


" huuuu.. masa cuman gitu , penonton kecewa " ucap Angela manyun


" tentu saja ini belum berakhir " ucap Jordan menyeringai ...


to be continue ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜Šโžกโžก