YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
165



Angela menyeringai tepat didepan gadis itu.


Gadis idola bernama Bunga itupun bergidik ngeri merasakan aura membunuh Angela.


" Ampuun.. ampunn nona.. maafkan saya " ucap nya takut.


" ah.. sebenarnya aku mau ini langsung selesai bahkan sebelum kakak ipar ku tau. tapi ya mau gimana lagi. kalau ku lakukan disini , yang ada kasian kakek. " ucap Angela berpikir sebentar.


" Sweety . kenapa gak kita bawa aja dia ke markas pusat . biar mereka yang memberinya pelajaran " ucap Reiki merangkul tunangannya itu.


" gak usah sweety. mereka banyak kerjaan , jangan ganggu mereka . " ucap Angela menggelengkan kepalanya pelan.


" bawa dia ke markas Dragon Eyes aja Angela. biar mereka disana memberinya pelajaran ." ucap Skype.


" jangan . nanti kak Vio bisa tau " ucap Angela


" lalu bagaimana ? " tanya Hyper.


" maafkan saya nona.. saya salah.. saya mohon .. tolong lepaskan saya " ucap Bunga memohon ampun.


" hmm. gini aja. kalian bantu aku ......... " Angela membisikkan sesuatu pada para saudara nya.


" oke.. begitu saja. tapi kamu harus hati-hati " ucap Hyper


" kalau gitu , aku dan Jordan pergi dulu " ucap Johan lalu pergi bersama Jordan membawa 1 mobil box.


" kakak ke kamar dulu ya . kasian kak aurora mu sendirian " ucap Hyper mengecup kening Angela lalu keluar dari kamar itu.


" kakak juga. kalian ingat hati-hati " ucap Skype lalu keluar meninggalkan ketiga orang itu .


" sweety . tolong ambil baju di lemari hitam dikamar ya ." ucap Angela.


Reiki pun mengangguk lalu naik ke kamar Angela.


Tinggal lah Angela berdua dengan Bunga.


" Nona saya salah.. saya minta maaf " ucap nya ketakutan


" Bunga member idol dengan fans terbanyak , memiliki penghasilan diatas rata-rata. " ucap Angela melihat data yang diberikan blue.


" pertanyaan ku , kenapa kau menggoda kakak ku dan kenapa kau tau kakak ipar ku dari desa dan tak punya keluarga.. Darimana kamu tau ? " tanya Angela menatap nya tajam.


" maaf nona.. saya dibayar oleh direktur untuk menggoda Tuan Muda dan direktur juga yang memberikan saya info itu. " ucap nya


" siapa direktur kalian ? " tanya Angela


" pak Dio nona " ucap nya berharap Angela melepaskannya .


" ternyata orang itu masih punya nyali untuk mengganggu keluarga ku " ucap Angela geram.


" nona saya mohon ampun nona.. tolong ampunilah saya .. saya masih mau berkarir , saya punya keluarga yang menanti nafkah dari saya " ucap Bunga menangis tersedu-sedu


Lalu Reiki pun masuk sambil membawa kotak berisi pakaian. setelah itu langsung keluar lagi.


" nona.. ini apa.. nona tolong lepaskan saya .. saya janji tidak akan mengganggu keluarga nona lagi.. saya akan mengikuti semua perintah nona " ucap nya.


" DIAM !! " bentak Angela membuat Bunga menciut.


lalu Angela memakai kan baju itu ke Bunga , setelah itu menyuntikkan sesuatu .


1..2..3..


Bunga pun tak sadarkan diri.


Angela menghubungi Johan.


" gimana kak ? " tanya Angela


" sudah sayang. tinggal eksekusi aja " ucap Johan


" baiklah sampai ketemu disana kak " ucap Angela lalu,memutuskan panggilan itu.


Reiki pun masuk kembali ke kamar itu setelah Angela memakaikan jaket milik Bunga.


" semua udah sweety ? " tanya Reiki. Angela pun mengangguk .


Lalu Angela mendorong Bunga yang kini berada di kursi roda , mereka menuju ke garasi.


Angela memilih mobil box juga sama seperti Johan . bukan tanpa sebab mereka memilih nya namu karena saat ini lebih aman untuk mereka keluar menggunakan mobil box itu ketimbang mobil sport mereka mengingat masih banyak wartawan yang berkumpul diluar.


Reiki dan Angela serta Bunga berada di belakang sedangkan salah satu anak buah Angela yang menjadi supir.


Mobil itu keluar dengan mulus tanpa dicurigai oleh para wartawan.


" masih kejam seperti dulu " ucap ayah Brian melihat mobil kedua itu melaju meninggalkan kediaman Anson.


" ternyata hukuman nya lebih kejam " ucap Raja Alvin


" lebih baik gadis malang itu langsung dibunuh daripada disiksa seperti itu " ucap kakek Tio.


Ketiga pria beda usia itupun hanya bisa menghela nafas berat.


##


Angela dan Reiki pun sampai di sebuah bunker didaerah terpencil .


Anak buah Angela langsung menurunkan Bunga yang masih pingsan dan dibawa masuk ke sebuah ruangan kedap suara.


" ingat ambil gambar dan suara yang bagus . jangan kecewa kan aku " ucap Angela tegas.


" Baik ketua " jawab anak buah nya .


Lalu Angela menyiram air tepat ke atas kepala Bunga.


sedetik kemudian Bunga pun sadar dan kaget dengan keadaannya.


" nona saya mohon.. lepaskan saya.. saya salah.. maafkan saya " ucap nya berlinang airmata.


" ini hukuman ringan dari ku. jika sekali lagi kau mencari masalah dengan keluarga ku maka aku takkan segan lagi untuk melenyapkan semua orang yang berarti bagimu.. paham ?! " ucap Angela dingin mencengkram kedua pipi Bunga..


Bunga mengangguk dan pasrah dengan kondisinya sekarang dan ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dimasa depan tidak akan pernah berurusan dengan keluarga itu lagi..


Tak lama kemudian , Johan dan Jordan masuk bersama Reiki dan 5 orang pria yang bertubuh kekar.


" sekarang nikmati saja waktu santai mu. aku tau kau tak suci lagi jadi nikmati saja " ucap Angela menyindir.


" tugas kalian puaskan gadis itu sampai sepuas-puasnya. bila perlu jangan istirahat " ucap Jordan.


" hehe baik tuan muda. lagi pula tubuh semulus dan seputih itu kan sayang jika harus masuk angin lebih baik kita hangatkan.. hehehe " ucap salah satu pria itu mendekati Bunga lalu meraba lembut paha nya yang terbuka.


terdengar desahan manja yang keluar dari mulut Bunga membuat para pria bertubuh hitam dan kekar itu tertawa puas.


Reiki pun merangkul Angela membawa kekasihnya itu keluar dari ruangan itu..


Johan dan Jordan sedikit lebih lama didalam karena ingin melihat pertunjukan yang jarang mereka lihat itu.


"KAK.. KELUAR GAK ?? KALAU GAK KELUAR AKU LAPORIN SAMA NANA DAN KAK VERO LOH " teriak Angela mengancam kedua kakaknya itu.


Johan dan Jordan pun keluar dengan wajah masam..


Reiki mendekati keduanya lalu membisikkan sesuatu..


Seketika itu pula wajah kedua pemuda kembar itupun kembali ceria lagi..


" terserah kalian aja lah " ucap Angela tak mau ambil pusing urusan ketiga lelaki didepannya.


Angela pergi meninggalkan ketiga pemuda itu , ia berjalan masuk ke dalam mobil box yang dibawa Johan tadi.


Lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang ada di mobil box yang telah di sulap menjadi kamar sederhana lebih tepatnya seperti kamar asrama karena di dalam mobil box itu ada ranjang bertingkat lengkap dengan perlengkapan makan untuk 8 orang.


Melihat Angela yang telah menjemput mimpinya , ketiga pemuda itupun ikut masuk dan membaringkan tubuh mereka ke ranjang yang kosong.


sedangkan Reiki lebih memilih untuk tidur disamping Angela sambil memeluk pujaan hatinya itu.


Ketiga pemuda itupun menyusul Angela ke alam mimpi..


.


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😊😘