
Calista kembali menjadi normal setelah bercerita tentang hubungan asmara nya pada sang mami.
" kau yakin mau ikut ? " tanya Julian pada Calista
" ya iya lah. lagian aku juga gak sabar mau ketemu dan berkenalan secara resmi dengan calon kakak ipar kita " ucap Calista memakai sepatunya
" yaudah kalau gitu cepatlah . aku tunggu dibawah " ucap Julian lalu keluar dari kamar Calista
Beberapa saat kemudian , Calista menyusul Julian kebawah.
dan ternyata semua orang sudah siap dan hanya menunggu dirinya.
" lah . kak Arthur mana mi ? " tanya Calista
" kakak mu pergi duluan. udah yuk berangkat " ucap mami nya.
Satu keluarga itu berangkat menuju lokasi yang di pesan Arthur.
Disisi lain , Arthur menunggu didepan pintu ruangan yang ia pesan .
dalam hatinya ia merasa sangat gundah , cemas , takut, grogi.
" padahal udah beberapa kali ketemu . tapi kok aku grogi ya " gumam Arthur
" itu wajar nak. papi dulu juga grogi waktu datang melamar mami mu " ucap Reiki baru datang bersama istri dan 2 anaknya.
" gitu ya pih. ah gak bisa gini.. papi sama mami masuk aja dulu nunggu didalam. aku ke toilet sebentar " ucap Arthur langsung lari ke toilet.
Angela hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putra sulung nya itu.
" yaudah , kita tunggu didalam dulu. sebentar lagi mereka datang " ucap Angela masuk ke ruang VVIP.
#
Dikediaman nya , Rean dan Raya sudah siap berangkat dan hanya tinggal menunggu Mike.
" kalian duluan aja !! entar aku nyusul sebentar lagi " teriak Mike dari kamarnya.
" oke .. jangan terlalu lama ya !! " teriak Rean lalu berangkat berdua dengan Raya.
#
Sesampainya di hotel Lotus.
Dua kakak beradik itu pun diantar ke ruang VVIP atas nama Arthur.
" silakan Tuan dan Nona . ini ruangan nya " ucap pelayan membukakan pintu.
baik Rean maupun Raya kaget dan tak tau harus bagaimana saat melihat Tuan dan Nyonya Adinson duduk didalam ruangan itu bersama 2 anak mereka.
" benar ini ruangannya ? " tanya Rean
" benar Tuan. silakan masuk " ucap pelayan itu.
" wah kakak ipar udah datang !! " teriak Calista senang lalu langsung menarik Raya masuk ke dalam ruangan.
" kakak ipar ? " cicit Raya
" iya kakak ipar . salam kenal dari adik iparmu yang cantik ini ya " ucap Calista .
" senang bertemu dengan anda lagi , nona manis . eh salah kakak ipar " ucap Julian bergaya ala pangeran dari kerajaan.. eh salah dia kan memang salah satu pangeran hehe..
" ah itu , maaf sepertinya kami salah ruangan " ucap Rean.
" maaf mengganggu waktu Tuan dan Nyonya" ucapan nya lagi .
" tidak salah kok. memang benar ini ruangannya. ayo silakan duduk . " ucap Nyonya Adinson .
Dengan canggung , Rean pun duduk sedangkan Raya sudah di culik Calista yang memperlihatkan hadiah yang ia siapkan.
" Lian . susul kakak mu " ucap Tuan Adinson.
" baik pih " ucap Julian menyusul Arthur yang masih berada diluar entah dimana.
Beberapa saat ruangan itu hening .
hanya Calista seorang yang terus berceloteh tentang kakak sulung nya.
Tak lama kemudian , Mike yang baru datang pun juga diantar pelayan masuk ke ruangan itu.
" suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Tuan dan Nyonya Adinson secara langsung " ucap Mike sopan dan Formal.
" senang bisa berjumpa anda Tuan " ucap Tuan Adinson juga formal.
" silakan duduk. kami harap saat ini jangan lah kalian merasa sungkan . kami juga hanya manusia sama seperti kalian.. jadi jangan terlalu tak enak hati " ucap Angela.
" baik Nyonya " ucap Mike
Para pelayan pun datang membawa hidangan.
" silakan dimakan " ucap Tuan Adinson.
" maaf kalau boleh tau . ada hubungan apa Tuan dan Nyonya dengan Arthur tunangan Adik saya itu ? " tanya Mike
" Bocah itu belum bilang sama kalian ? " tanya Nyonya Adinson
" kayaknya pernah. tapi saya pikir itu hanya candaan " ucap Raya menunduk.
" itu bukan candaan cantik. yang dia bilang memang benar. dia putra sulung kami " ucap Nyonya Adinson
" hanya saja ia lebih memilih untuk hidup diluar dan berkarir di dunia entertainment " ucap Nyonya Adinson.
" pi. nih kakak " ucap Julian masuk bersama sang kakak yang malah diam mematung saat melihat pujaan hatinya memakai gaun warna biru muda duduk dengan anggun bersama Calista.
" yo kak !! Bumi memanggil Arthur !! " teriak Julian mengagetkan Arthur.
" apaan sih " ucap Arthur. lalu berjalan mendekati Raya.
" sayang.. maaf membuatmu lama menunggu " ucap Arthur berjongkok satu kaki didepan Raya.
" gak apa. yang penting kamu disini sekarang " ucap Raya tersenyum.
Arthur pun ikut tersenyum manis .
" ehem.. Ar ! duduk sini " ucap Nyonya Adinson.
" baik mi. ayo pindah sana " ucap Arthur mengulurkan tangannya.
" baiklah. karena semua orang sudah disini. kita bicarakan hal penting lebih dulu " ucap Tuan Adinson.
Lalu perbincangan tentang pesta pertunangan dan juga segala hal tentang pernikahan antara Arthur dan Raya pun berjalan lancar walaupun sempat beberapa kali Tuan Adinson maupun Nyonya Adinson berbeda pendapat dengan Rean dan Mike.
" ehem. karena sudah ada keputusan tentang hal yang penting itu. maka mari makan !! " ucap Calista riang mencairkan suasana yang sempat tegang dan serius.
" silakan dimakan. jangan malu-malu.. kita kan sudah menjadi satu keluarga .. ayo makan " ucap Tuan Adinson.
" baiklah.. mari makan " ucap Rean.
dua keluarga itu pun menyantap hidangan yang ada tanpa melihat perbedaan status mereka..
Beberapa saat acara makan itu berlangsung, Calista izin keluar sebentar.
" kok Lista lama ya " gumam Julian.
" bentar lagi juga balik ian " ucap Nyonya Adinson
" ya mungkin " ucap Julian menunggu dengan gelisah.
@
Sementara Calista yang hendak kembali ke ruangan terpaksa berhenti karena dihadang seseorang.
" Lista . tunggu sebentar . kita perlu bicara " ucap Gani menghadang Calista
Calista hanya diam berjalan melewati Gani.
" Lista !! tunggu !! pacarmu masih bicara denganmu " ucap Gani menahan lengan Calista
" maaf siapa pacar saya ? pacar saya sudah pindah ke wanita lain. " sindir Calista
" Lis . please , jangan begini.. kasih aku satu kesempatan lagi. biarkan aku jelaskan semua nya " ucap Gani.
" lepaskan tanganku ! " tegas Calista
Gani pun terpaksa melepaskan genggaman nya.
" saya sibuk .permisi " ucap Calista lalu pergi menjauh dari Gani yang menatap sendu punggung Calista yang kian menjauh.
bukannya langsung kembali , Calista bersembunyi di salah satu sudut restoran sembari meratapi hubungan asmara pertamanya.
" pria yang tak bisa menjaga dan menghargai seorang wanita bukanlah pria sejati.. jangan pernah tangisi orang itu " ucap Mike yang melihat semua yang terjadi.
" kau melihatnya ? " tanya Calista
" ya tapi bukannya sengaja " ucap Mike
" begitu.. haha.. sudahlah. lebih baik kau kembali ke ruangan Kak Arthur. " ucap Calista
" hah.. sudahlah.. terlanjur ketemu juga. mendingan bareng aja " ucap Mike ikut duduk di samping Calista yang duduk di pojokkan.
" terserah " ketus Calista.
" sini. mumpung masih free " ucap Mike menepuk bahunya.
" playboy " gerutu Calista lalu berdiri dan berjalan menuju Ruangan VVIP.
" yah ditinggal lagi " gumam Mike lalu menyusul Calista.
to be continue.. ,😘🤗😊
maaf kalau sangat lelet ya..
ada satu dua hal yang tak bisa di tinggalkan dan mengharuskan saya buat mengerjakannya dulu baru update lagi..
sekali lagi mohon maaf lahir dan batin..
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏