
Setelah hari itu , selama beberapa hari Julian selalu menyempatkan diri untuk pergi ke ' gubuk ajaib ' Layla. Entah itu setelah kuliah ataupun sebelum ia berangkat kuliah.
Sama seperti hari ini , kebetulan Lian tidak ada kelas mata pelajaran kuliah nya , ia menunggu Layla di depan gubuk itu. Mereka sudah berjanji akan jalan-jalan keluar hari ini.
" kau sudah siap ? mau kemana hari ini ? " tanya Julian saat Layla berdiri di samping mobil.
" ehmm.. kemana ya , soalnya aku mau beli stok isi kulkas terus alat-alat keperluan di kamar mandi juga udah menipis sih. ya pokok nya banyak lah yang mau dibeli . kira-kira kemana ya ? " tanya Layla
" aku tau tempatnya . ya udah ayo masuk dulu " ucap Lian , kedua nya pun masuk ke mobil van milik Arthur itu.
Ya mobil yang tengah di pakai Lian adalah milik Arthur , ia meminjam nya atau lebih tepat nya bawa kabur . karena ia takk ada bilang secara langsung ke sang kakak sulung nya itu. Meminjam lewat pesan.
Tanpa keduanya sadari , sebenarnya ada seseorang yang mengikuti Julian selama beberapa hari terakhir ya orang itu adalah Anggota Pasukan Bayangan yang bertugas menjaga Julian dari jauh.
Orang itu tetap mengikuti kemana arah yang dituju keduanya.
Tak lama kemudian , mobil Van itu pun berhenti di parkiran.
" kita kesini ? " tanya Layla melihat tempat yang menjual segala macam barang . tempat favorit kaum emak-emak. dimana lagi kalau bukan pasar.
" iya , kenapa ? kita bisa cari barang-barang yang kamu butuhin disini , lumayan lengkap kok dan juga gak akan ada yang perduli dengan status kita disini " ucap Lian
" oh " jawab Layla menatap Lian penuh selidik.
" eh jangan salah paham ya. aku tuh kesini gak sama orang luar kok.. aku kesini kalau gak sama kak Ar ya sama Lista. Aku juga pertamanya diajak kak Ar . beneran deh " ucap Lian spontan .
" ya ya. toh aku gak bilang apa-apa tuh. tenang aja ya pak playboy " goda Layla lalu berjalan masuk ke pasar mendahului Lian
" hey !! tungguin dong !! " seru Lian mengejar langkah kaki Layla .
sedangkan orang yang mengikuti mereka pun memberi laporan kepada Shiro selaku orang kepercayaan yang bisa secara langsung menghubungi sang ketua .
" tetap ikuti mereka. jangan sampai mereka terkena masalah dengan orang luar , tapi ingat jangan sampai kau ketahuan. jangan keluar jika bukan keadaan yang terdesak . paham !? " ucap Shiro dari seberang telepon.
" Baik Tuan " jawab nya lalu panggilan pun terputus.
Dari kejauhan tampak Julian dan Layla tengah asik dengan sebuah stand mainan.
" hahaha kayak nya aku yang bakalan menang.. kamu kalah jadi ingat harus traktir aku selama sebulan loh " ucap Lian menggoda Layla karena skor nya lebih tinggi.
" iihh kamu tuh curang. ganti permainan ah . aku gak mau main itu lagi " ucap Layla baru ingat kalau permainan yang mereka mainkan itu adalah permainan kesukaan Lian , permainan menembak zombie.
" hahaha .. okelah , sekarang mau main apa ? " tanya Lian .
Sesaat Layla melihat sekeliling nya , mencari tempat permainan lainnya , tapi sayang yang namanya pasar ya syukur-syukur ada satu stand mainan karna biasanya kan gak ada.
" ah udah deh. gak ada lainnya juga. belanja aja yuk " ucap Layla
" okelah. ayo , kemana dulu " ucap Julian mengangguk.
Ya dan jadilah Julian beralih fungsi jadi tukang angkat barang belanjaan nya si Layla.
Hampir 2 jam Julian mengikuti Layla yang kebanyakan hanya melihat lalu pergi tanpa niat membeli.
" udah semua nya belom ? " tanya Julian
" hem.. belom , tapi kayaknya barangnya gak ada disini . cari kemana ya ? " tanya Layla memeriksa belanjaan yang di pegang Julian.
" emang nya cari apaan lagi sih ? " tanya Lian tak paham karena ia pikir belanjaan sebanyak ini udah cukup.
" pangeran berkuda putih ku gak ada " jawab Layla senyum kecil.
" haha ku kira apaan.. udah ah. makan dulu yuk. laper ni " ucap Julian
Keduanya pun pergi dari pasar itu , sepanjang jalan layla melihat keluar jendela mencari tempat makan.
" didepan sana aja Lian " ucap Layla menunjuk ke depan salah satu persimpangan.
Julian mengangguk lalu memarkir mobilnya di depan tempat makan itu.
" kamu duluan aja. aku angkat telepon ini bentar " ucap Julian pada Layla
" oh oke " jawab Layla lalu masuk ke tempat makan itu duluan.
Sedangkan Julian menerima panggilan dari Calista yang menyuruh nya segera pulang.
" iya bentar lagi. aku lagi makan dengan Layla. bentar lagi pulang kok " jawab Lian tanpa tau kalau sebenarnya panggilan itu dapat terdengar ke seluruh orang di ruangan yang sama dengan Calista
Ya , Calista dan Arthur udah ketahuan kalau keduanya tau posisi terkini keberadaan Layla karena itu pula secara tidak langsung Julian juga ketahuan.
dan para orang tua sengaja menyuruh Calista untuk menelepon adik kembarnya itu dan tanpa di sangka Julian sendiri yang mengekspos dirinya.
" dasar bodoh " gerutu Calista dan Arthur pelan.
" udah ya kak. kami makan dulu , bye " ucap Julian lalu memutuskan panggilan itu dan menyusul Layla.
Sementara di ruang keluarga lantai 1 mansion The Dark Knight , suasana semakin suram tapi juga lega karena Layla baik-baik aja.
" mi maaf " ucap Calista
" kami tau kami salah karena menyembunyikan masalah ini . maafkan kami , papi mami , om tante . maaf " ucap Arthur selaku anak tertua.
" KALIAN !! " geram mami nya
" ah sudah lah dek. yang terpenting Layla baik-baik aja. itu sudah lebih dari cukup bagi ku " ucap Aurora sebagai ibu dari Layla.
" ya karena kami sudah tau posisi anak itu , biar kami yang urus dari sini " ucap Hyper mengeluarkan ponsel nya.
" maksud mu apa kak ? " tanya Angela mami nya Adinson bersaudara.
" ya biar tunangan nya yang menjemput Layla , tunangan nya itu juga khawatir sekali dengan keadaan Layla " jawab Hyper.
" TIDAK !! JANGAN !! " teriak Calista tapi sayang panggilan itu sudah tersambung.
" ya om , ada perkembangan ? saya dan rombongan baru tiba di kota DA " jawab seorang di seberang telepon.
" langsung ke alamat yang saya berikan ya . saya tunggu disini " ucap Hyper.
" baiklah om , kami langsung kesana " jawab orang itu lalu panggilan pun terputus.
" jangan sampai Julian terluka lagi " gumam Calista pelan tapi terdengar ke mami dan papi nya.
" apa maksudmu Lista ? " tanya Mami nya.
" ya Layla bisa membuat Julian membuka hatinya lagi mi " ucap Calista menunduk.
Semua terdiam mendengar ucapan Calista.
Sedangkan dibandara , ada sebuah rombongan yang baru saja turun dari sebuah pesawat hijau berlogo sayap.
Rombongan itu berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada di bandara , terlebih dengan mobil-mobil yang datang menjemput rombongan itu..
siapa mereka ???
to be continue 😘😊🤗