
Malam itu , Arthur menyelesaikan misi A yang diterima geng besar itu.
" tugas kami sudah selesai " ucap Arthur menghubungi sang papi.
" oke . permintaan mu juga sudah papi urus. sekarang apa rencanamu ? " tanya Reiki
" jemput Raya " jawab Arthur
" ingat , jangan terlalu terbawa emosi , mau bagaimanapun mereka tetap keluarga nya " ucap Reiki
" iya. akan ku coba tahan . ku hubungi lagi nanti " ucap Arthur lalu panggilan pun di hentikan.
Arthur dan Lena berkumpul dengan anggota pasukan kecil itu di sebuah bar .
" misi ini terselesaikan dengan baik , kalian semua bisa bebas pesan apapun . aku yang traktir " ucap Arthur
" terima kasih ketua !! " ucap mereka serempak.
Malam itu , mereka habiskan dengan melepaskan penat dan lelah.
#
Keesokan harinya .
Pagi itu di mansion The Dark Knight.
Calista dan Julian sudah duduk di meja makan menyantap sarapannya.
" berangkat bareng atau gak ? " tanya Julian ke Calista
" aku mau coba pergi sendiri aja deh. males lihat lu terus " ucap Calista mengejek Julian
" oke oke . terserah kamu lah. ini masih pagi , jangan mulai ya " ucap Julian
" kenapa , kau takut ? " tanya Calista menggoda adik kembarnya itu.
" takut ? padamu ?? hoho siapa bilang " ucap Julian mulai terpancing.
" benarkah ? kau takut karena aku lebih kuat darimu kan " goda Calista
" hoho benarkah ?? coba lihat , aku yang lebih kuat dari kau " ucap Julian mengeluarkan Api biru dari tangannya
" kau yang minta ya " ucap Calista langsung mengeluarkan tombak es nya.
Syut !!
PLEETAK PLETAAK !!
" AAAAW ! siapasih !! " ringis sikembar memegangi kepala mereka.
Mereka langsung diam saat melihat sang mami berdiri sambil berkacak pinggang.
" oh sekarang udah pinter ya , udah berani main-main dengan spirit kalian.. apa latihan kalian kurang " ucap Angela menahan jengkel
" WAAA ampun mi.. " rengek keduanya
" udah Cepat habiskan sarapan kalian , lalu berangkat ke kampus sebelum terlambat " ucap Angela
tanpa banyak kata , Calista dan Julian langsung menyambar tas mereka Dan lari ke garasi.
#
Beberapa saat kemudian , Baik Julian maupun Calista sudah tiba di universitas tujuan mereka itu.
Namun , Calista dan Julian harus terpisah karena tak satu jurusan.
keduanya juga berpisah kendaraan , masing-masing dengan motornya sendiri.
Julian berbelok ke kiri fakultas bisnis sedangkan Calista ke kanan fakultas Teknologi.
Hari pertama itu berjalan dengan lancar , bahkan keduanya juga sudah punya teman baru.
siang harinya.
Calista dan teman barunya pergi makan ke kafetaria digedung utama.
tanpa sengaja Calista menabrak seseorang yang juga tengah mengantri hingga minuman orang itu tumpah ke bajunya.
" ah maaf maaf. saya tak sengaja " ucap Calista memberikan saputangan ke orang itu.
" ya gak papa , apa anda terluka nona ? " tanya orang itu yang ternyata seorang pemuda.
" tidak , saya baik-baik saja. ah maaf sekali lagi maaf saya tidak sengaja , kalau gitu biar saya ganti minumannya " ucap Calista merasa bersalah.
Pemuda itu tersenyum kecil melihat tingkah Calista yang menurutnya lucu.
" jangan repot-repot nona , saya senang kalau boleh tau nama nona " ucap pemuda itu.
" ah , namaku Calista " ucap Calista
" nama yang indah , saya Gani . salam kenal " ucap pemuda bernama Gani itu mengulurkan tangannya
" ya salam kenal " ucap Calista menerima uluran tangannya.
Lalu keduanya pun berbincang .
Sementara Julian bersama Roy teman barunya duduk dimeja yang tak terlalu jauh dari tempat Calista dan Gani.
" ian ,kau kenal dengan gadis itu ? " tanya Roy karena Julian terus menatap ke arah meja Calista.
" ya bisa dibilang begitu " jawab Julian karena keduanya sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka untuk sementara waktu.
" kenapa ? " tanya Julian mengalihkan wajahnya ke Roy
" well kau tak tau siapa pemuda itu kan .. biar ku beritahu. orang itu senior kita di jurusan Bisnis ini " ucap Roy
" lalu kenapa ? " tanya Julian
" dia putra bungsu rektor kita yang baru , rumornya sih dia itu gak suka lawan jenis , kau paham kan , jadi ku sarankan jangan dekat-dekat dengan orang itu " ucap Roy.
" lalu apa hubungannya dengan gadis itu ? " tanya Julian kembali melihat ke arah Calista yang kini tertawa karena candaan Gani.
" ada yang bilang kalau setiap gadis yang dekat atau didekati si Gani itu pasti bakal berujung hancur " ucap Roy
" ha kau pasti bercanda kan " ucap Julian
" no no . berita ini ufah jadi rahasia umum di fakultas kita kalau gak percaya tanya aja ke senior yang lain " ucap Roy.
Julian melihat orang disekeliling menatap iba Calista dan menatap tak suka ke Gani.
" gak boleh terjadi apapun pada saudaraku " batin Julian
@
Sore hari , Julian menun Calista di parkiran motor karena memang mereka sengaja memarkir motor bersebelahan.
Dari kejauhan Julian bisa melihat Calista .
dengan sedikit sabar , ia menunggu hingga Calista berdiri di samping motornya.
" pulang bareng ya. motorku bocor " ucap Julian memasang wajah memelas.
" ah okelah , tunggu bentar " ucap Calista setuju setelah melihat ban motor adiknya itu.
Tanpa diduga , Gani muncul dan menyapa Calista tanpa melihat ke arah Julian yang sedang duduk tepat disamping Calista.
" hai Lis , mau pulang bareng gak ? " tanya Gani memberhentikan motornya didepan Calista.
" maaf Gan , kayaknya gak deh. tapi makasih tawarannya " jawab Calista karena merasakan perubahan suasana hati dan suhu disampingnya .
" oh baiklah , kalau gitu aku duluan ya " ucap Gani kembali melajukan motornya.
Calista berpindah pada Julian.
" ni kuncinya , gak bagus kalau dilihat orang cewek yang boncengin cowok " ucap Calista memberikan kunci motornya.
Tanpa banyak kata lagi, keduanya pun meninggalkan area kampus.
Sesampainya di rumah , Julian langsung mengurung diri dikamarnya.
Calista yang tak tau apapun hanya diam tak mau ikut campur masalah adiknya sebelum adiknya itu yang bicara lebih dulu.
#
Sementara Arthur , kini ia berhenti didepan sebuah gedung perusahaan di kota KN itu.
dengan langkah pasti , ia masuk dan langsung naik ke lantai teratas.
" maaf anda mencari siapa ? " tanya sekretaris
" Rean ada didalam kan " ucap Arthur
" maaf tapi anda siapa ? apa sudah buat janji ? " tanya sekretaris itu
" Arthur . saya Arthur " ucap Arthur
lalu sekretaris itu pun memberi kabar ke Rean yang ada didalam ruangannya itu.
" silakan masuk tuan Arthur " ucap sekretaris membukakan pintu untuk Arthur.
Arthur masuk dengan gagahnya walaupun saat ini dalam pakaian non formal.
" ada perlu apa kau kesini ? dan juga bagaimana kau tau ini perusahaan ku ? " tanya Rean karena selama ini ia tak pernah muncul ke publik walaupun bisa dibilang perusahaan nya saat ini masuk dalam daftar 10 perusahaan berpengaruh di negara itu.
" Aku kesini untuk menjemput Raya " ucap Arthur
" hahaha . kau .. apa yang bisa kau kasih ke adikku ? hah ! lihat dirimu , kau bukan lagi artis besar seperti dulu . dengan apa kau bisa menjamin hidup adikku " ucap Rean meremehkan Arthur
" aku punya 1001 cara untuk membawa Raya kembali . tapi aku masih punya sopan santun karena itu aku kesini untuk mengatakan itu padamu " ucap Arthur
" ha gini aja, kau boleh berhubungan lagi dengan Adikku tapi dengan syarat " ucap Rean
" apa syaratmu ? " tanya Arthur
bruk .
Rean melempar ke atas meja sebuah map besar .
" aku mau kau dapatkan tender itu untuk perusahaan ku . ya bisa dibilang ini perusahaan mendiang orangtua kami " ucap Rean
Arthur tersenyum kecil saat membaca isi map itu.
" baiklah ku harap kau tak menarik kembali ucapanmu itu " ucap Arthur memberikan map itu ke Rean lalu pergi dari tempat itu.
" kita lihat kemampuanmu " gumam Rean setelah Arthur tak terlihat lagi.
to be continue 😘😊🤗
maaf ya karena telat update , soalnya author lagi ada urusan keluarga yang gak bisa ditinggal..
sekali lagi maaf dan terima kasih 😘🤗