YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 25



Tak lama kemudian , Bari dan Luna pun tiba.


Ketiganya saling bantu membawa Arthur turun ke parkiran.


Karena buru-buru dan juga panik sehingga Raya mengambil kunci mobil yang salah . ia mengambil kunci mobil balap Arthur yang hanya muat untuk dua orang saja.


" gimana sekarang ? " tanya Raya panik


" Ra , tenang . dengarkan aku, sekarang kamu ikut dengan Luna. Biar aku yang nyetir mobil ke Rumah sakit , oke ? " ucap Bari sembari menahan Arthur dipunggungnya.


" oke , cepat ya " ucap Raya lalu naik motor bersama Luna.


Bari pun melajukan mobil itu setelah dirinya dan Arthur masuk.


Luna dan Raya yang berada di depan pun membuka jalan aga memudahkan Bari menyetir dengan cepat ke Rumah Sakit.


Melihat Tuan Muda Pertamanya tak sadarkan diri dan dibawa ke Rumah Sakit , salah satu anggota The Dark Knight yang berjaga pun melapor pada sang ketua.


Di jalan pun tak jauh berbeda.


karena sebuah Motor dan mobil yang terlalu ngebut membuat heran para pengemudi lainnya.


tak terkecuali didalam salah satu mobil hitam.


" itu bukannya mobil Arthur , kenapa buru-buru gitu " gumam Jordan yang berada didalam mobil dalam perjalanan pulang.


" ah urusan anak muda , orang tua seperti ku gak boleh terlalu ikut campur " gumamnya lagi lalu melanjutkan perjalanan.


Sementara itu, Raya serta Luna tiba lebih dulu di Rumah Sakit.


dan langsung saja Raya menarik salah satu ranjang dorong yang memang untuk keadaan darurat.


melihat itu , beberapa suster pun menghampiri Raya dan Luna sembari bertanya.


Namun belum sempat pertanyaan mereka dijawab , mobil merah itu berhenti tepat didepan pintu unit gawat darurat.


dibantu beberapa suster , Bari meletakkan Arthur yang masih pingsan ke ranjang itu lalu suster pun membawanya untuk diperiksa.


Karena Rumah Sakit itu bukanlah Rumah Sakit keluarga Adinson , jadi mereka tak tau jika pemuda yang terbaring tak sadarkan diri itu adalah putra sulung keluarga Adinson.


" maaf apa kalian keluarga pasien ? " tanya dokter yang baru saja selesai memeriksa keadaan Arthur


" iya dok . kami teman-temannya. gimana keadaannya ? " tanya Bari


" mohon maaf tapi sepertinya teman kalian memiliki kondisi tubuh yang spesial " ucap dokter karena dirinya juga gak tau kenapa pemuda yang baru saja ia periksa itu seolah ada sesuatu yang tak bisa ia pahami.


" apa maksudnya Dok ? " tanya Bari.


" apa anda bisa ikut saya ke ruangan sebentar ? " tanya dokter itu pada Bari setelah melihat Raya yang menatap dalam pintu ruang pemeriksaan itu.


" baik dok " jawab Bari paham maksud dokter itu.


Lalu si dokter pun berjalan meninggalkan ketiga anak muda didepannya itu.


" maaf tapi silakan ikut saya ke administrasi " ucap suster.


hati Raya seperti teriris melihat kekasihnya terbaring tak sadarkan diri bahkan kini tubuhnya menjadi pucat.


" Lun. pakai ini aja " ucap Raya memberikan kartu kredit yang pernah diberikan orang asing waktu itu.


" oh oke " jawab Luna lalu pergi bersama suster tadi ke bagian administrasi.


" Ra , aku ke ruangan dokternya dulu ya . jangan kemana-mana , kalau ada sesuatu cepat telepon aku . oke " ucap Bari


Raya pun mengangguk.


kini tinggallah Raya dan Arthur yang masih tak sadarkan diri.


" Ar , bangun. jangan begini , jangan buat aku takut Ar hiks hiks " lirih Raya menggenggam tangan Arthur yang tidak diinfus.


Sementara Bari kini keluar dari ruangan dokter itu.


ia terus tak percaya dan juga syok saat dokter mengatakan kemungkinan terburuk dari kondisi Arthur saat ini.


" teman anda mengalami syok berat dan itu berpengaruh pada otaknya sehingga penyebabkan dirinya tidak sadarkan diri hingga saat ini. untung kondisi lainnya , semuanya normal . jadi saran saya , biarkan teman anda dirawat disini hingga besok agar mendapat penanganan medis " ucap dokter itu


" lalu apa teman saya bisa sembuh dok ? " tanya Bari


" untuk itu saya belum pasti , kita akan tau setelah melakukan pemeriksaan pada kepalanya. tapi dilihat dari kondisinya saat ini , kemungkinan terburuknya adalah keadaan koma " ucap Dokter .


Sementara disebuah rumah .


seseorang sedang memainkan sebuah barbel didalam kamar tidurnya.


" bagaimana apa kau berhasil membawanya ? " tanya orang itu menurunkan barbelnya.


" hampir saja. tapi sayangnya ia berhasil melarikan diri " ucap pemuda itu


" hah sudahlah yang penting dia baik-baik saja " ucap orang itu.


Tok tok


" masuk " ucap Orang itu.


" katakan ada apa ?! " tegas orang yang duduk di pinggir ranjang pada bawahannya .


" maaf Tuan-Tuan. Nona memakai kartu kreditnya " ucap bawahan itu melaporkan tagihan yang baru saja masuk.


" oh lalu kenapa ? biarkan dia belanja sepuasnya " ucap pemuda berambut Hitam


" maaf tapi ini tagihan dari Rumah Sakit " ucap bawahan itu.


PRANG


Suasana menjadi hening akibat gelas itu pecah karena sang empunya kaget.


" siapkan heli , kita berangkat kesana sekarang . sekarang juga . aku gak mau ada yang lambat " ucap orang itu bangkit dari duduknya lalu berjalan ke sebuah lemari.


" kak. ngapain kau bawa itu ? * tanya pemuda berambut hitam itu kaget saat orang yang adalah kakak lelakinya itu mengeluarkan pistol .


" untuk jaga-jaga. jangan bilang kau tak tau kalau itu adalah wilayah kekuasaannya seseorang . jika terjadi hal yang tak diinginkan maka kita hanya bisa bertindak " ucap kakaknya itu.


" terserahlah. aku ikut tapi dengan heli ku sendiri bye " ucap pemuda berambut hitam itu lalu keluar dari kamar kakaknya.


5 menit kemudian , 2 buah helikopter pun lepas landas dari lapangan terbang itu.


waktu yang mereka butuhkan adalah sekitar 45 menit dari lepas landas hingga tiba di kota DA.


Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi dengan keluarga Adinson.


Dimana Reiki dan Angela sedang mengunjungi Hyper bersama Leon Anson saat mereka mendapat laporan dari anggotanya tentang putra sulung mereka.


" sweety, kita terlalu jauh dari rumah , sebaiknya hubungi Shiro atau Sam lebih dulu " ucap Reiki.


" sudah tapi 1 jam mereka baru tiba disana " ucap Angela khawatir.


" Dek , tenang oke.. rileks , Lena sudah berangkat kesana dan mungkin sudah tiba sekarang jadi tenang oke " ucap Leon menenangkan sang adik.


Walaupun mereka menggunakan pesawat , tapi waktu yang dihabiskan di udara sekitar 3 jam . itulah yang membuat hati sang ibu menjadi sangat khawatir.


" ini gak mungkin terjadi kalau gak ada penyebabnya. aku harus cari tau penyebabnya " ucap Angela .


#


Sementara Lena baru tiba di rumah sakit dan langsung menghubungi Bari.


Bari membawa Lena ke ruang rawat Arthur.


tapi keduanya tidak jadi masuk karena melihat Raya yang duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Arthur sembari mengajaknya bicara.


" kenapa dia bisa sampai begini , apa yang terjadi ? " tanya Lena


" entahlah , tadi siang dia gak apa-apa . tiba-tiba aja Raya menghubungi ku tadi malam. kata dokter ia syok berat " jelas Bari


" ya mungkin karena ada seseorang yang membuatnya marah disaat ia sedang kalut . itu bisa membuatnya sangat stress " ucap Lena.


Bari dan Lena berjaga diluar ruangan itu.


Bari ingin bertanya tapi ia takut menyinggung Lena.


" kenapa ? " tanya Lena karena Bari terus menatapnya


" sebenarnya .. itu apaan ? " tanya Bari menunjuk koper berukuran sedang yang di bawa Lena.


" oh ini .. hanya untuk berjaga-jaga " ucap Lena


Bari pun mengangguk lalu keduanya kembali diam..


Hingga ada rombongan yang datang..


to be continue 😊😘🤗


kira-kira siapa yang tiba duluan ya ?? 🤔😎🤔🙂