YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
100



" Perkuat pertahanan .. Master akan segera tiba " ucap viona ke seluruh anggota pasukan bayangan yang bertempur menghadapi aliansi penyerang...


Karna markas utama Pasukan Bayangan berada di bawah tanah sebidang tanah lapang .. lokasi itupun tepat di depan kantor pusat Anson Grup..


Leon yang mendapat laporan ada sebuah perkelahian didepan kantor pusat pun sore itu langsung kembali ke metrocity..


Leon mengerahkan anggota Dragon Eyes untuk membantu Anggota Pasukan Bayangan yang notabene nya pasukan bentukan angela waktu kecil..


" kita bantu Anggota Pasukan Kristal itu sampai ketua nya datang " perintah Leon ke seluruh anggota nya..


Suara rentetan peluru pun terdengar sangat nyaring..


pihak polisi yang mendapat laporan tentang itupun segera mengevakuasi warga yang tinggal disekitarnya..


bahkan menutup akses ke daerah itu..


" Master sudah datang.. semua nya bersiap " ucap viona memberitahukan ke seluruh rekan nya dilapangan saat melihat pesawat jet angela mendekat..


Dor dor dor dor dor dor.. boom boom


Reiki menembakkan timah panas dan angela melemparkan granat nya..


Sontak nyali para penyerang pun ciut seketika saat tau sang master nya telah datang..


" MUNDUR ... SEMUANYA MUNDURR.. !! " teriak sang komando aliansi itu..


" kau saja yang mundur.. aku takkan mundur,, kita sudah kepalang tanggung .. Semuanya jangan ada yang mundur .. hari ini kita musnahkan mereka !!! " sorak salah satu ketua geng dari aliansi itu.. terjadilah perdebatan antara mereka..


pada akhirnya , aliansi itupun pecah.. 3 dari 10 geng memilih mundur sedangkan sisa nya tetap maju menyerang..


" Aku gak punya waktu meladeni kalian.. " ucap angela emosi..


" vi.. suruh semuanya mundur " perintah angela tegas


duk duk duk duk.. genderang khusus pun di pukul tanda mereka disuruh segera mundur..


" aku temenin " ucap reiki memegang tangan angela.


angela menganggukkan kepalanya..


" jangan biarkan 1 orangpun lolos malam ini " ucap angela serius..


Sring byaar..


Angela menarik pedang nya dan membuat geng penyerang ketakutan saat melihat api biru keluar dari pedang itu..


Aura membunuh yang mencekam menyelimuti angela..


begitu juga reiki.. kini ia hanya menggunakan pedang nya ..


suasana di tanah lapang itu pun kian mencekam..


kala kedua nya mulai menari kan pedang mereka..


Sring Sring sring sring sring brak


Suara pedang mereka kiat terdengar membuat polisi yang sedang meng evakuasi warga pun makin ketakutan dan bergegas pergi menjauh dari lokasi itu..


Byaarr byaar brak brak.


BUGH BUGH bugh Brag..


sring sring..


Angela yang daritadi sudah emosi pun makin menjadi jadi..


menebas setiap musuh yang dilihat nya..


reiki pun dengan lihai nya mengayun kan pedang biru yang tertutup lapisan es itu..


keduanya makin menggila ..


dalam waktu setengah jam .. anggota musuh itupun habis tak tersisa.. sebagian hangus oleh api biru angela.. dan yang lain nya beku lalu hancur berkeping-keping karna pedang es reiki..


" Hhahahaha.. ketua geng yang terkenal selama ini ternyata tak ubah nya seorang iblis.. hahaha " sindir si ketua aliansi itu..


" dan kaulah yang membangunkan iblis ini " ucap angela dingin berjalan mendekati ke 10 ketua geng itu..


" hahaha.. sini sini.. ayo kesini.. aku tak takut padamu .. toh kau juga pasti berdarah.. hahaha " racau nya membuat angela tambah kesal..


" kau bang*at ..diam lah.. ini semua karna kau.. kalau kau mau mati.. mati aja sendiri . jangan bawa bawa aku.. " protes teman nya..


" banyak bacot loe " teriak nya langsung menikam teman nya itu hingga tewas..


" well , giliran siapa lagi sekarang ? " racau nya sambil menjilat belati yang berlumuran darah itu..


Angela memberi kode ke reiki dan reiki menganggukkan kepalanya tanda setuju..


Syuuttt....


Reiki mengeluarkan Es nya membentuk perisai yang melindungi nya ..


" kau.. ternyata lebih dari seorang iblis.. seharusnya dari dulu ku lenyap kan kau.. " ucap reiki emosi maju mendekat ke orang itu..


" hahahahha.. kau.. gimana ya rasanya darah mu.. hmm pasti lebih nikmat dari dia.. secara kau kan berilmu tinggi .. hahahah aku tak sabar mencicipi darah mu " racau nya melompat kegirangan..


syuuttt..


tanpa banyak bicara lagi.. reiki melemparkan tombak es nya .. tepat mengenai kaki orang itu..


" hahaha.. darah ku tambah enak karna ini .. makasih ya tukang es " ledek nya sambil mencabut tombak es dikaki nya lalu menjilat darah yang keluar dari luka di kaki nya..


" ayo kemari .. hahahaha " ucap nya makin menggila..


tombak es yang dilempar reiki tadi pun sudah mencair..


" sekarang !! " ucap angela di earphone telinga reiki..


reiki pun langsung membuat perisai yang berlapis untuk nya dan anggota yang lain nya..


Sedangkan angela yang tadi sudah membuat sebuah batas ditanah segera membakar tanah disekitar orang itu..


Api makin membesar dan semakin mendekati orang itu hingga orang itu pun ikut terbakar..


" hahaha.. aku senang sekali.. " racau nya dalam keadaan terbakar..


hingga akhirnya , orang itu hangus tak bersisa..


Angela berjalan mendekati 8 ketua geng yang masih tersisa..


" tolong .. ampunin aku.. aku hanya diajak oleh orang itu.. saya sebenarnya juga gak mau menyerang anda .. tapi orang itu membunuh 1 keluarga saya agar saya ikut. maaf kan saya " ucap salah satu dari ketua yang memilih mundur tadi sambil berlutut memelas..


Angela menatap tajam ke 8 orang itu..


" bawa mereka ke isolasi..!! " tegas angela langsung di jalankan anak buah nya.. ke 8 orang itu pun dibawa ke sebuah banker dan di masukkan ke sel isolasi menunggu keputusan dari angela..


" kamu gak apa apa ? " tanya angela khawatir dengan kondisi reiki..


" aku lelah.. " ucap reiki manja..


" yaudah.. kita pulang aja.. " ucap angela memapah reiki..


" ekhmm.. kalian mau kemana ? " tanya Leon Tegas menghadang angela yang memapah reiki..


reiki langsung melepaskan tangan nya dari bahu angela dan berdiri tegak bagaikan prajurit yang bertemu komandan nya..


" kakak.. kapan datang kesini ? " tanya angela kaget melihat Leon..


" dari sore tadi kakak udah disini.. bantuin mereka .. sekalian jagain kamu.. takut dimakan musang " ucap Leon menatap tajam Reiki yang salah tingkah..


" yaudah.. karna kita disini.. kita pulang yuk kak.. " tawar angela ke Leon


" kita berdua ? bocah itu ? " tanya Leon melihat reiki


" dia.. pasti ikut donk " ucap angela nyengir..


" hmm terserah kamu " ucap leon berjalan duluan..


" vi.. urus semua nya ya.. jika komandan polisi datang.. bilang aja aku yang tanggung semua kerugian disini.. cari aja aku jika ada masalah lagi.. " ucap angela ke viona lewat earphone nya..


" baik master " jawab viona


" kita mau kemana sweety ? " tanya reiki sesaat setelah masuk ke mobil ..


" pulang " ucap angela dengan raut wajah yang tak bisa dibaca..


Mobil pun melaju meninggalkan lokasi itu.. mobil Leon mengikuti dibelakang mobil yang dikendarai oleh reiki..


hingga akhirnya sampai di sebuah bangunan yang disebut angela ' rumah' ..


Leon turun dari mobil melihat dengan wajah yang juga tak bisa dibaca ..


" ini beneran dek ? " tanya leon berdiri menatap rumah itu..


" iya kak.. kita pulang " ucap angela sedih . berdiri disamping kakak nya


" kakak disini sayang.. kakak akan selalu ada buat kamu.. jangan sedih ya.. kakak juga ikut sedih " ucap leon memeluk adik nya..


Sedangkan Reiki hanya diam mengikuti kakak beradik itu masuk ke dalam rumah 'Bara Anson'..


ya rumah yang ditinggali angela saat masih bersama orangtuanya dan dirumah itu juga lah keduanya pergi untuk selamanya.. rumah itu dibangun lagi oleh angela setelah ia kembali dari Athan, dibangun semirip mungkin dengan yang dulu ..


saat angela dan Leon sibuk nostalgia di rumah yang telah dibangun lagi oleh angela itu..


Reiki menunggu nya di dapur sambil memasakkan makan malam.. karna semua bahan makanan udah tersedia..


saking asyik nya reiki memasak.. ia tak tau ada orang lain yang mendekati nya..


" anda siapa ? " tanya orang itu dingin tepat dibelakang reiki


" aakkkkhhhh " teriak reiki kaget karna pada dasarnya reiki itu penakut dalam hal yang mistis..


Mendengar teriakan reiki dari arah dapur , angela bergegas menghampiri nya..


" ekhmm.. " leon berdehem menyadarkan reiki ..


sedangkan angela terdiam melihat reiki ditindih seorang perempuan..


Reiki yang tersadar pun langsung mendorong gadis berambut merah itu menjauh dan langsung menghampiri angela di pintu dapur..


" sweety.. aku gak ngapa ngapain dia.. aku juga gak kenal dia.. tiba tiba aja dia ada dibelakang aku buat aku kaget.. jadi aku tadi jatuh gak tau kenapa dia bisa diatas aku.. aku beneran gak ada apa apa sama dia " bela reiki , perasaan nya bimbang melihat angela yang masih diam..


lalu angela pun berjalan mendekati gadis itu..


" sejak kapan kau disini ? " tanya angela sedikit tak suka dengan gadis itu..


" ohh ayolah .. Nona Anson yang terkenal.. kenapa , apa aku tak boleh datang kesini lagi ?" ucap nya sombong..


" segera kau pergi dari sini.. aku tak mau melihat mu lagi .. pergi !! " bentak angela emosi


" huuh.. okelah aku pergi.. tapi , aku gak jauh dari mu loh.. " ucap nya berlalu sambil menyenggol bahu kanan angela


" manis.. kita akan sering sering ketemu loh.. muach " ucap nya ganjen membuat sinyal kecupan untuk reiki..


syuutt bruk


Angela yang sudah emosi , menendang gadis itu hingga keluar dapur..


" jangan hiraukan dia.. kalau aku lihat kamu macam-macam dengan dia.. jangan harap ketemu aku lagi " ucap angela menatap tajam reiki seolah tak ingin dibantah..


reiki menelan ludah nya berdiam diri tak berani bergerak..


" kau dengar kan apa kata adik ku.. jangan harap akan ada kesempatan lagi.. camkan itu " ucap Leon dingin menepuk bahu reiki lalu keluar memeriksa keadaan gadis yang ditendang angela..


to be continue๐Ÿ˜Š๐Ÿค—


maaf lama.. saya ada urusan mendadak di rumah.. jadi buat naskah ini saya cicil sedikit demi sedikit..


maaf ya ๐Ÿ˜ซ