YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 58



Ditempat lain.


Tuan Adinson mengajak anak kembarnya untuk pergi makan malam di kantin rumah sakit


sedangkan Nyonya Adinson menjaga putra sulungnya yang masih berada di rumah sakit .


Tuan Adinson sengaja mengajak anak kembarnya untuk makan malam di tempat itu karena lokasinya yang dekat dengan rumah sakit tempat putra sulungnya dirawat.


Selesai makan , ketiganya pun langsung menuju ruang rawat Arthur dan Raya.


" sweety . makan dulu ya " ucap Tuan Adinson membawakan istrinya makan malam juga.


" hem makasih sayang " jawab Nyonya Adinson membuka lalu memakan makanan itu.


entah apa yang akan orang awam pikirkan saat melihat keluarga kalangan atas atau bisa dibilang kaum terpandang di negeri itu makan malam hanya dengan makanan kantin rumah sakit , bisa bisa pingsan orang lain..


back to story


Calista dan Julian kembali ke mansion bersama orang tua nya sedangkan Arthur dijaga puluhan bodyguard yang mengelilingi rumah sakit itu.


#


Keesokan harinya.


hari ini Julian bangun lebih awal dibanding biasanya .


" eh Lian , tumben udah bangun " sapa pagi dari Calista yang tengah mengolesi selai ke roti bakarnya.


" sekalian punya ku juga dong. aku mau manasin motor dulu " ucap Julian lalu menuju garasi.


" MOTORKU JUGA IAN !! " teriak Calista , Julian hanya mengangkat tangan tanda setuju.


cukup 10 menit Julian ada di garasi , kini ia naik lagi dan langsung mengambil roti bakar yang sudah kakak kembarnya itu siapkan.


" mau berangkat bareng atau sendiri ? " tanya Calista telah siap dengan tas kuliahnya.


" hem bareng aja . lagipula aku juga langsung ke kampus hari ini " jawab Julian sambil tetap memakan roti bakar nya.


" yaudah kalau gitu aku tunggu . cepat ganti baju ya " ucap Calista duduk lalu minum susu coklatnya.


Julian berlari kekamarnya dengan mulut yang masih penuh.


" Lian kalau makan tuh habiskan dulu baru lari " tegur Calista tapi tak didengarnya.


15 menit kemudian.


Kedua saudara kembar non identik itu pun berangkat ke kampus dengan 2 buah motor.


#


Lain Calista dan Julian , lain juga Lena dan Bari.


Sudah hampir setahun mereka pacaran tapi bisa dihitung jari keduanya bertemu dan berkencan seperti pasangan lainnya.


" hah ! sampai kapan harus begini .. uuwwoo !! " keluh Lena menempelkan kepala nya ke meja kerjanya sendiri.


Tok Tok


" siapa ? " tanya Lena mendengar ketukan dipintunya.


" saya Nona " jawab asistennya sekaligus putri sulung Diyan.


" masuk " jawab Lena lalu kembali ke posisi profesional nya.


Tampak seorang pemuda ikut berjalan masuk bersama sang asisten.


Lena mengerutkan keningnya karena tak mengenal pria itu bahkan setaunya ia tak punya janji dengan siapapun hari ini.


Seakan mengerti raut wajah Lena , asistennya pun menjelaskan.


" maaf Nona. beliau adalah putra bungsu dari Gubernur saat ini. Beliau ingin berjumpa dan membahas sesuatu dengan Nona secara langsung " jelasnya


" tapi seingatku hari ini jadwalku kosong , benarkan ? " tanya Lena


" benar Nona. hanya saja .. " ucapan sang asisten dipotong.


" Saya sudah meminta izin dari Tuan Anson . karena itu saya kemari " jawab pemuda itu.


Lena tetap memasang wajah datarnya sedangkan dihatinya kesal dengan papanya yang memberi izin orang yang tidak ia kenal.


" Saya kemari karena ingin menawarkan proyek pembangunan kepada perusahaan Anda " jawab pemuda itu sambil duduk di sofa walaupun tidak Lena persilakan.


" tak tau malu " batin Lena melihat itu.


" lalu ? apa ada hal lainnya ? karena jika hanya menyangkut perihal itu , staff anda bisa berdiskusi dengan staff kami lebih dulu , sesuai dengan prosedur yang ada " ucap Lena sopan


" ya memang ada hal lainnya. Saya secara pribadi ingin mengundang Nona Anson untuk makan malam bersama saya . apa Nona bersedia ? " tanya pemuda itu sambil berdiri di depan Lena


" maaf , saya tidak bisa " jawab Lena cepat


" kenapa ? bukannya anda sendiri yang bilang kalau hari ini jadwal anda kosong ? " tanya pemuda itu.


" saya sudah ada janji dengan pacar saya . jadi maaf saya menolak " jawab Lena tegas.


" ah jika begitu , bagaimana jika Anda mengundang pacar anda juga. lebih ramai pasti lebih menyenangkan " ucap pemuda itu tersenyum .


Lena tak tau harus menjawab apa karena sebenarnya ia memang tak ada janji makan malam dengan Bari hanya sebagai alasan karena ia tak suka dengan pemuda didepannya itu.


" maaf tapi bukannya anda sudah mendengar jawaban dari pacar saya bahwa ia menolak. jadi saya harap anda jangan memaksa " suara yang sangat Lena kenal dan Lena rindukan .


wajah Lena kini cerah secerah sinar mentari saat ia melihat sang pujaan hati kini berjalan menghampirinya.


" aku kangen banget " ucap Lena langsung berlari dan memeluk Bari.


Ya , Bari entah kenapa hati nya gelisah dari kemarin karena itu ia langsung pergi ke kota Metrocity dengan motornya walaupun hari sudah malam.


" aku juga kangen sayang " ucap Bari membalas pelukan kekasihnya itu.


sudah 3 bulan mereka tak bertemu karena Bari sibuk merintis usahanya dengan usaha nya sendiri .


" karena semua orang sudah berkumpul. bagaimana jika kita berangkat sekarang ? " tanya pemuda itu merusak suasana.


Bari menatap pemuda itu dengan tajam .


" silakan Anda pergi sendiri. kami sudah punya acara kami sendiri . kak nanti antarkan tamu pergi . kami duluan " ucap Lena meraih tasnya lalu merangkul lengan Bari dengan mesra.


pasangan kekasih itupun keluar meninggalkan tamu itu.


" silakan tuan " ucap sang asisten sopan.


sedangkan pemuda itu hanya tersenyum lalu pergi.


Sementara Bari dan Lena kini berhenti di sebuah rumah makan sederhana.


" maaf ya karena sekarang aku cuma bisa ngajak kamu makan disini bukannya di restoran mahal " ucap Bari membantu Lena melepaskan helmnya.


Lena tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


" aku gak keberatan kok. dimanapun itu yang penting dengan kamu " ucap Lena dengan senyum manisnya.


Bari pun ikut tersenyum mendengarnya.


keduanya pun masuk lalu duduk disalah satu meja setelah memesan makanan.


Belum sampai 5 menit keduanya menikmati waktu berdua.


tiba-tiba datang seorang pengganggu ditengah mereka.


" ah akhirnya sampai juga. ya walaupun ternyata tempatnya tidak seperti yang ku kira ya. tapi tak apalah .. ah laparnya " ucap pemuda yang tak lain putra bungsu Gubernur tadi.


Bari dan Lena menatap tak suka dengan pemuda tak tau malu itu.


" kenapa ? apakah salah kalau aku juga makan disini ? " tanya pemuda itu dengan tatapan polosnya.


" selagi aku masih berbaik hati dan memandang wajah pak Gubernur , sebaiknya Anda cari tempat makan lain dan jangan ganggu kami lagi " ucap Lena kesal mau marah tapi ia ingat pesan papanya yang mengatakan jika Gubernur sekarang itu adalah salah satu teman nya dulu.


" oh big no !! lagipula inikan tempat umum jadi siapapun berhak makan disini " ucap pemuda itu.


Hampir aja tangan Lena melayang ke wajah pemuda itu jika saja tidak di tahan Bari.


" jangan perdulikan dia . kita makan disana aja ya " bujuk Bari dan Lena pun mengangguk .


keduanya pun pindah ke meja yang khusus 2 orang sehingga pemuda tadi pun tak bisa mengikuti mereka lagi dan hanya makan disana sendirian..


to be continue 😘😋🙂