
Malam berganti pagi.
Reiki masih setia berada disamping Angela yang masih tak sadarkan diri.
" bagaimana keadaannya sekarang ? " tanya Hyper masuk ke kamar Angela dan Reiki dengan membawa troli berisi sarapan Reiki.
" masih sama " ucap Reiki sedih
" kita hanya bisa bersabar . terakhir kali ia koma , ia bangun tepat saat markas diserang waktu itu " ucap Hyper mengingat saat Angela koma waktu itu.
" ya aku tau itu. tapi aku takut " ucap Reiki pelan
" takut apa ? " tanya Hyper
" aku takut jika ia lebih memilih tidur selamanya . aku takut itu " ucap Reiki .
" percaya padanya. ia akan segera bangun. dan sebaiknya kau isi tenaga mu dulu. apa kau mau saat Angel bangun nanti ia sedih melihat keadaanmu ini ? " tanya Hyper.
" tapi aku gak lapar " ucap Reiki
" kau harus makan.. jika bukan untukmu setidaknya demi Angel. jika kau juga sakit , siapa yang menjaga Angel. " ucap Hyper
Sesaat Reiki berpikir . lalu ia mengambil piring yang dibawa Hyper.
Hyper tersenyum kecil karena baru tau sifat Reiki hampir sama dengan Angela
Dibujuk sedikit langsung mau makan .
" cepat sadar dek . Jordan juga udah baik-baik aja . kami menunggu mu " ucap Hyper pelan lalu mencium lembut kening sang adik
Hyper pun keluar dari kamar itu dan menuju ruang tengah dimana semua orang sudah berkumpul untuk 'sidang' Alinko tingkat 1 yang bilang Jordan sudah meninggal.
" sweety.. kenapa kamu betah sekali tidur begini , apa kamu gak kangen sama aku. sweety , apa kamu tau , film yang pengen kamu tonton waktu itu sekarang udah rilis di bioskop. " ucap Reiki menggenggam tangan Angel
" sweety. ku mohon bangun sayang. aku gak kuat melihatmu seperti ini terus . sayang , aku mohon " ucap Reiki menangis pelan sambil mengelus rambut yang menutupi wajah Angela.
Sudah 2 hari ini Angela belum sadarkan diri.
sedangkan Shiro pun belum datang karena serumnya belum siap.
Leon yang baru mendengar apa yang terjadi di markas The Dark Knight pun juga belum datang.
Leon dilema , di hatinya ia ingin segera terbang ke Mansion adiknya tapi disisi lain ia harus menjaga istri dan calon anaknya.
" kamu pergilah , biar Viona tinggal disini. ada kakek yang menjaga cucu dan calon cicit kakek ini " ucap Kakek Tio mengelus perut Viona yang sudah membesar.
" iya sayang. pergilah. aku gak apa-apa disini. tenang saja disini aman sayang " ucap Viona
" iya ayah. aku baik-baik aja diperut mama " ucap Viona menirukan suara anak kecil sambil mengelus perutnya.
" haha .. iya anak ayah. ayah pergi . tapi ayah janji gak akan lama kok. setelah aunty mu sadar , ayah akan segera pulang " ucap Leon mengusap lembut perut istrinya.
" baik-baik dirumah ya. kalau butuh sesuatu bilang aja sama pelayan biar pelayan yang ambilkan.. oke " ucap Leon mengingatkan Viona
" iya aku janji . sekarang pergilah , Angela membutuhkan mu disana dan mungkin Reiki juga butuh Lina " ucap Viona
" ya sudah ku beritahu ke Skype dan mungkin sebentar lagi mereka sampai sini . nanti baru berangkat bareng dari sini " ucap Leon
tak lama kemudian , Skype dan Lina pun datang.
setelah pesawatnya siap , mereka langsung terbang menuju mansion Angela di kota DA.
#
Mansion Angela
' tuan . ada pesawat yang mendekat dan meminta izin untuk mendarat ' lapor Blue pada Hyper
" siapa ? " tanya Hyper
' belum terdata tuan ' jawab Blue
" tampilkan " ucap Hyper
' maaf tuan , mereka sudah mendarat , mereka telah mencocokkan kata sandi dan telah diverifikasi bahwa itu tuan Leon ' lapor Blue
" hah.. baiklah " ucap Hyper Hyper Blue pun menghilang lagi.
beberapa saat kemudian.
" dimana mereka ? " tanya Relina khawatir .
" di kamar " jawab Hyper lalu Relina langsung berlari ke kamar Reiki dan Angela.
" sayang , pelan-pelan " ucap Skype
" ki ! " panggil Lina begitu masuk ke kamar itu tak perduli dengan hawa dingin dari Reiki
" kakak " ucap Reiki pelan.
" sudah sudah . dia akan baik-baik aja. kamu tenang ya " ucap Lina memeluk adik lelaki nya itu
" huuuaaa.. kenapa dia gak mau bangun kak..aku takut " ucap Reiki lirih di tengah tangisannya.
" sudah jangan cengeng lagi. kamu harus tegar " ucap Lina .
" bro. bisa cairkan dikit gak . kasian Lina " ucap Skype ke Leon
Perlahan , jari Angela pun bergerak sedikit.
tapi tak satupun dari mereka yang menyadarinya.
hingga Angela mulai membuka matanya.
" sweety.. sayang. gimana ada yang sakit atau kamu haus ? " tanya Reiki yang tau Angela mulai sadar.
" aku haus " ucap Angela pelan
" akan ku ambilkan " ucap Reiki dengan cepat mengambil teko lalu menuangkan air ke gelas.
" pelan-pelan " ucap Reiki dengan perlahan membantu Angela minum.
" kapan kakak datang ? " tanya Angela saat melihat Lina serta Skype dan Leon
" baru aja . yaudah kami keluar dulu ya " ucap Lina mengajak Skype keluar.
Setelah Lina dan Skype keluar , Leon yang masih mengamati keadaan Angela pun memikirkan sesuatu.
" ki. aku mau bicara " ucap Leon serius ke Reiki yang tengah menyuapi Angela .
" bicara disini aja kak " ucap Reiki enggan pergi dari sisi istrinya.
" baiklah. kakak to the point aja. kakak mau kalian pergi berlibur dulu untuk sementara waktu hitung-hitung honeymoon . gimana , mau ? " tanya Leon
" aku sih gak keberatan kak asal Reiki nya juga mau " ucap Angela
" boleh lah kak. tapi nanti tunggu kondisinya Angel membaik " ucap Reiki.
" kalau gitu kalian rencana kan lah mau kemana kalian pergi dan untuk biaya akan kakak tanggung anggap aja hadiah dari kakak " ucap Leon
" terima kasih kak " ucap Angela
" selagi kamu bahagia , kakak juga senang. jaga diri baik-baik ya jangan kayak gini lagi " ucap Leon mengelus kepala Angela
" tapi , Jordan .. " ucap Angela sedih.
" aku kenapa ? " tanya Jordan baru membuka pintu kamar Angela
" kamu baik-baik aja ? " tanya Angela .
" iya bawel.. kakakmu ini kuat , sebutir peluru rendahan gitu mana bisa melukaiku .. hehe " ucap Jordan menghibur Angela lalu duduk di tepi ranjang .
" syukurlah " ucap Angela tak bisa menahan air matanya
" aduh duh.. jangan nangis dong.. nanti aku dibakar atau di jadikan es serut ni " ucap Jordan menghapus air mata sang adik
" hihi.. kalau gitu mau pilih yang mana ? " tanya Angela bercanda
" pilih mobil keluaran terbaru , boleh ? " tanya Jordan dengan muka polos
Keduanya pun tertawa bersama.
" syukurlah kamu sadar queen . kalau gak , aku gak bisa bernafas lega karena aku , kamu jadi gini " ucap Jordan pelan menundukkan kepalanya.
Angela memeluk sang kakak dengan begitu erat.
" aku udah gak apa-apa . yang penting sekarang kita semua udah baik-baik aja .. udah jangan nangis dong. cup cup cup " ucap Angela menepuk-nepuk pundak Jordan
" Angel sekarang kakak pulang dulu . kasian kak Viona mu tinggal di rumah sama kakek . kakak khawatir " ucap Leon
" ya terserah kakak. kalau memang begitu.. " ucap Angela
" kalau kalian udah sepakat mau kemana dan kapan . cepat beritahu kakak . Biar kakak urus semuanya kalian tinggal menikmati nya aja .. oke " ucap Leon
" iya iya.. aku paham kok " ucap Reiki
" yaudah .. jaga diri ya sayang.. jangan buat pangeran es mu ini membekukan mansion mu . bye kakak pulang ya " ucap Leon berdiri di ambang pintu.
selangkah ia keluar dari kamar Angela kemudian sesaat kemudian ia berlari masuk lagi.
" kakak sayang sama kamu . jangan tinggalkan kakak lagi .. kakak gak rela jika kehilanganmu " ucap Leon memeluk erat Angela.
" Angel juga sayang dengan kakak.. tapi sekarang kak Viona dan debay juga butuh kakak .. jadi kakak harus selalu menjaga keluarga kecil kakak juga .. itu baru kakak ku . paham " ucap Angela
" iya kakak paham itu.. kamu juga hati-hati ya . kakak pulang " ucap Leon sebenarnya enggan melepaskan sang adik tapi kenyataan nya kini bukan adiknya seorang yang harus di perhatikan melainkan keluarga kecilnya juga.
Malam itu juga Leon dan Skype kembali ke Metrocity. sedangkan Relina memilih tinggal bersama sang adik.
.
.
.
.
.
..
to be continue 🤗😘😊
Well , ada saran gak.. kira" harus kemana Reiki dan Angela honeymoon nya ya ??