
Keesokan paginya.
Kediaman keluarga Anson sudah ribut padahal matahari baru saja menampakkan dirinya.
" Gak !! ini punya Lena!! " teriak Lena
" ini punya Arthur !! " teriak Arthur tak mau kalah.
kedua bocah yang hanya beda 6 bulan itupun terus saja memperebutkan sebuah mainan yang baru dibeli Angela waktu perjalanannya kemarin..
padahal mereka sendiri sudah punya banyak sekali mainan yang Angela belikan setiap ia berpergian..
" sudah sudah.. Lena , berikan sama adikmu ya .. nanti mama belikan yang baru " Viona membujuk sang putri yang masih enggan melepaskan mainan itu.
" Tapi .. ini kan punya Lena ma " rengek Lena pada sang mama..
" Arthur , berikan pada kakakmu " ucap Angela tegas.
Sontak Arthur pun langsung memberikan mainan itu dengan wajah sedih..
" nanti mami ganti mainan itu .. ya sayang " ucap Angela lembut pada putra tercinta nya itu..
" benar ya mi ! " ucap Arthur .
" iya.. dan sesuai janji mami waktu itu.. hari ini kita keluar jalan-jalan ya.. terserah Arthur mau kemana " ucap Angela.
" ASYIIKK !! ARTHUR SAYANG SAMA MAMI !! " teriak Arthur girang..
" aunty " Lena memanggil pelan Angela
" iya , ada apa cantik ? " tanya Angela lembut
" Lena boleh ikut gak ? " tanya Lena memasang wajah imutnya.
' ya ampun kak.. lihat anakmu .. benar-benar mirip kau kalau mau minta sesuatu ' Batin Angela menatap sang kakak yang asyik dengan sarapannya..
" aunty sih boleh.. tapi Lena harus minta izin sama papa dan mama dulu.. ya cantik " ucap Angela lembut
" papa mama ,, boleh ya Lena ikut aunty sama Arthur " ucap Lena kembali memasang wajah imut plus puppy eyes nya..
' paket komplit mu ' batin Viona dan Angela menatap Leon
" boleh.. tapi " ucap Leon melihat raut wajah sang putri.
" tapi papa ikut " sambungnya..
Persyaratan Leon mampu membuat wajah Lena berseri-seri..
##
Di waktu yang sama namun tempat yang berbeda..
Perusahaan Reiki yang semula berpusat di kota DA kini berpindah pusat ke metrocity.
Pagi itu , semua karyawan tampak sibuk berbenah diri karena informasi dadakan yang di beritahukan semalam..
' Besok semua karyawan harus datang 1 jam sebelum jam 8 karena BIG BOSS akan datang jam 8 besok pagi '
itulah isi pesan yang masuk secara serentak ke setiap ponsel para karyawan ..
Jam 8 tepat.
semua karyawan sudah berbaris rapi di lobi utama menunggu kedatangan bos besar yang tak pernah muncul bertahun-tahun ini..
Sebuah mobil hitam berhenti di depan pintu utama , di susul dengan 2 buah mobil Van hitam
Seluruh bodyguard yang ada di van itu turun sebelum sang bos turun
" yan.. kan sudah kubilang . jangan dibuat heboh. " keluh Reiki karena Diyan melupakan pesannya semalam.
" kau telat kasih infonya " ucap Diyan membela diri..
" kau siap ? " tanya nya.
" hah.. siap tak siap .. harus " jawab Reiki menghela nafas berat.
Diyan hanya tersenyum kecil mendengar jawaban sahabatnya itu..
Diyan turun terlebih dulu lalu Reiki pun keluar setelah Diyan membukakan pintu untuknya.
" Selamat Datang Tuan Adinson " seru para karyawan nya itu.
Reiki terus saja berjalan masuk tanpa menjawab seruan karyawan nya itu ..
beberapa karyawan wanita terpesona melihat Reiki yang berjalan masuk di ikuti Diyan dan beberapa bodyguard dibelakangnya..
para karyawan pun langsung bubar , kembali ke pekerjaan mereka masing-masing setelah melihat sang atasan masuk ke lift khusus .
#
Di dalam ruang Presdir
" sekarang , kau tanda tangani berkas-berkas ini.. aku mau istirahat dulu " ucap Diyan menjatuhkan dirinya ke sofa setelah memberikan setumpuk berkas ke Reiki.
" lalu kapan kau mau beritahu aku dimana istriku ? " tanya Reiki sambil membuka sebuah berkas.
" setelah kau selesaikan itu dulu " ucap Diyan memejamkan matanya.
setengah jam kemudian..
" hei , mau sampai kapan kau tidur disini ? " tanya Reiki menendang sofa tempat Diyan tidur.
" hmmm.. hoam.. ya ya .. aku bangun sekarang " ucap Diyan.
" ah oke . kita pulang " ucap Diyan berdiri lalu membenahi pakaian nya..
Keduanya pun turun setelah memberi perintah pada staff sekretaris.
#
Di dalam sebuah mobil .
setelah pertengkaran antara kedua bocah .
Akhirnya mobil pun tiba di tempat tujuan.
" Lena , Arthur sayang .. kita udah sampai .. sekarang baikan ya " ucap Angela lembut pada kedua bocah di kursi belakang..
" kak.. Arthur minta maaf " ucap Arthur
" Lena juga minta maaf.. kita baikan ya " ucap Lena menunjukkan jari kelingking nya..
Arthur dengan senang hati mengaitkan jari kelingking mereka lalu tertawa bersama..
" yaudah , ayo keluar " ucap Leon mematikan mesin mobil setelah terparkir sempurna.
Yang terdengar hanya suara tawa dari kedua bocah yang senang diajak pergi ke taman bermain..
Arthur dan Lena terus mencoba berbagai macam wahana permainan yang diperbolehkan..
" kak.. makasih " ucap Angela berdiri di samping Leon yang sedang melihat kedua bocah yang sedang naik wahana kereta api.
" untuk apa ? " tanya Leon menatap sang adik
" untuk semuanya , terlebih karena udah sayang sama Arthur dan mau menerimanya " ucap Angela
" huss.. sudah , biarkan yang lalu berlalu.. kakak hanya ingin melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia.. bagi kakak itu udah cukup. lagipula , coba lihat mereka ,, bukannya kita dulu juga sama seperti mereka " ucap Leon mengelus kepala Angela.
" ya , dulu kakak pasti selalu nangis kalau diajak kesini .. takut badut .. hahaha " ledek Angela sekaligus mengenang masa kecil mereka..
" ya .. tapi , sayang masa itu tak bertahan lama " ucap Angela menunduk sedih.
" itu udah berlalu Angel.. ayah dan bunda juga udah tenang disana.. tapi boleh kakak tanya kamu sesuatu ? " tanya Leon
" apa kak ? " tanya Angela penasaran
" kamu , apa masih ada Reiki di hatimu ? " tanya Leon
Angela tak bisa menjawabnya tapi Leon tau jawabannya dari raut wajah sang adik.
" ya sudah.. lupakan saja.. maaf ya " ucap Leon merangkul sang adik
" MAMII !! " teriak Arthur berlari bersama Lena setelah selesai naik wahana itu.
" gimana , udah capek ? " tanya Angela menggendong sang putra
" iya mi.. Arthur capek dan laper " ucap Arthur dengan wajah polos nya
" kita ke kesana aja dulu ya.. nanti main lagi " ucap Leon mengajak ke stand makanan..
Arthur dan Lena berjalan sambil bergandengan tangan dan bernyanyi , sedangkan Angela dan Leon mengikuti dari belakang..
Namun , saat hampir tiba ..
Sebuah insiden yang tak terduga terjadi..
" LARI !! AWAS !! MINGGIR !! " teriak para pengunjung yang berlarian dari arah yang berlawanan..
Angela dan Leon tak sempat menggapai Arthur dan Lena yang semakin terdorong oleh kerumunan orang yang lari karena beruang sirkus mengamuk.
" ARTHUR !! LENA !! " teriak Leon dan Angela mencari keberadaan dua bocah itu..
" hiks.. hiks .. mama , papa.. Lena takut " ucap Lena gemeteran..
" Tenang ada Arthur disini.. Arthur akan jagain Lena " ucap Arthur serius dengan wajah polos nya itu..
saat ini mereka berdua sedang duduk di bawah pohon yang lumayan jauh dari lokasi mereka tadi.
" kalian gak apa-apa ? kenapa bisa ada disini ? " tanya seseorang berjongkok didepan Lena dan Arthur.
" kami kepisah dari mami dan papa om " jawab Arthur berdiri tegak didepan Lena seolah siap jadi garda terdepan jika sesuatu yang buruk terjadi..
" yaudah , mari om bantu cari mami sama papa kalian " ucap nya lagi
" tenang om bukan orang jahat kok..ayo , " ucap orang itu mengajak Lena dan Arthur
" om siapa ? " tanya Lena mengintip dari belakang Arthur
" nama om Reiki.. kalau kalian siapa ? " tanya Reiki tersenyum manis.
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊