
Terlepas dari rasa kagetnya.
Reiki memilih duduk di samping Arthur yang tertidur.
" Arta.. ngapain kau kesini ? " tanya Reiki sedikit pelan bertanya pada orang yang duduk memakai topeng di depannya itu.
" hehe.. kenapa , apa ada masalah ? toh aku akan ada di bawah label mu. memangnya ada yang salah ? " ucap Arta.
" hah.. aku tau kau seperti apa. katakan, ada apa " ucap Reiki menghela nafas panjang.
" hehehe kau tau aja " ucap Arta cengengesan.
Reiki menunggu Arta mau buat permintaan apa lagi.
Ya sejak Angela menghilang.
Arta pun memutuskan berhenti dari dunia militer dan banting setir menjadi seorang aktor dibawah naungan perusahaan Reiki yang juga bergerak didunia hiburan .
Setahun lalu , tepatnya setelah Jordan dan Nana menikah .
Ayahnya , Tuan Smith mengalihkan semua bisnisnya ke Arta.
karena insiden yang menimpa keluarga, Arta sempat vakum sesaat dari dunia hiburan.
Niatnya datang menemui Reiki hari ini adalah karena ia ingin kembali ke dunia hiburan karena ia sudah sedikit lega sang ayah dan adiknya sudah ditemukan.
" aku mau kembali lagi " ucap Arta
" sudah ku duga " batin Reiki.
sebenarnya , ia juga merasa sedikit aneh dengan hubungannya dengan Arta.
Yang berawal dari musuh saingan cinta , lalu jadi kenalan , dan sekarang mengingat pernikahan Jordan dan Nana . secara tidak langsung mereka juga terikat kekeluargaan jauh.
" lalu apa rencanamu ? " tanya Reiki
" well , aku mau kembali ke dunia hiburan. aku merasa senang menjalaninya. " ucap Arta
" lalu , bagaimana dengan perusahaan ayahmu ? " tanya Reiki karena ia pun tau selama setahun ini Arta menggantikan ayahnya.
" tenang saja. aku bisa keduanya " ucap Arta
" aku heran dengan kau. kau kan bisa jadi model atau apapun lewat perusahaan ayahmu. kenapa kau masih bertahan dengan perusahaan ku ? " tanya Reiki
" ya .. kan gak ada masalah juga. toh ini juga bisnis " ucap Arta .
" ya terserah kamu aja " ucap Reiki malas meladeni Arta yang entah kenapa sejak insiden Angela menghilang dulu kini sikapnya jadi sedikit kekanakan berbeda dengan Arta yang dulu.
" oke kau sendiri yang bilang ya. kalau gitu nanti aku bahas dengan manager ku lagi " ucap Arta
" ya terserah " ucap Reiki lalu melihat Arthur yang masih tertidur.
tubuh kecilnya sedikit menggeliat membuatnya hampir saja jatuh berguling kalau tidak dengan sigap Reiki menahannya .
" untung gak jatuh " ucap Reiki lalu meletakkan beberapa bantal sofa di samping Arthur agar menahannya dari terjatuh.
Arta terus melihat itu dan ia sudah tak bisa tahan lagi.
" hey.. dia anakmu ? " tanya Arta to the point.
" menurut mu ?! " Reiki bertanya balik.
" Kapan kau menikah lagi ? siapa dia ? " tanya Arta bingung.
" istriku hanya satu dan selamanya akan tetap satu. menurutmu siapa ? " tanya Reiki balik sambil tersenyum menang.
Arta tau jawabannya dan kembali hatinya mengingat lagi kejadian dulu. wanita yang ia cintai ternyata sudah ada pemiliknya bahkan jauh sebelum dirinya dipertemukan dengan sang malaikat.
" kapan dia kembali ? " tanya Arta kini nada bicaranya berbeda dengan nada bicara kekanakan nya yang tadi.
" hm. dari awal dia disini gak pergi kemana-mana " jawab Reiki.
" hah sudahlah. aku tak berhak ikut campur masalah kalian.. tapi , apa dia tau kau ayahnya ? / tanya Arta memandang Arthur yang tidur pulas.
" ya dia tau " jawab Reiki
" dan mereka menerimamu lagi ? " tanya Arta
" ya . sejak awal Arthur menerimaku tapi kalau mami nya , perjuangan lagi " jawab Reiki tertawa renyah.
" ya itu kan salahmu sendiri. wajar aja dia gitu " ucap Arta.
" ah sebentar.. " ucap Reiki berjalan ke meja kerjanya.
" yan.. tolong bawakan kesini proposal yang sesuai dengan Arta ya " ucap Reiki lewat intercom.
" ah thank you " jawab Arta
" hey ki.. apa kau tau mau biarkan Arthur jadi artis. aku jamin , dia ajan jadi mega bintang ." ucap Arta
" no no.. bisa bisa aku digantung sama maminya. " ucap Reiki menolak tawaran Arta
" sayang banget.. ah sudahlah , aku masih ada janji . aku pergi dulu " ucap Arta melihat ke arah jam tangannya.
" ya ya.. pergi sana " ucap Reiki setengah bercanda.
Sebelum Arta pergi , Diyan memberikan beberapa naskah film maupun produk iklan yang mungkin Arta tertarik membintanginya..
mengingat wajah Arta di dunia hiburan sudah tak diragukan lagi.
#
Disisi lain.
suasana hening dan mencekam menyelimuti seluruh sudut ruang rapat itu
seluruh ketua divisi yang ikut rapat itu tak bisa bergerak , bernafas saja mereka takut-takut.
Mereka takut karena terlihat jelas emosi yang tersirat dari raut wajah sang pimpinan besar mereka .
beberapa orang yang duduk dilantai pun merasa seakan-akan hendak ditelan hidup-hidup.
" apa kalian tau apa kesalahan kalian ?! " tanya Angela dingin .pandangannya tajam dan menusuk hingga ke tulang membuat mereka tak berani bersuara.
" APA KALIAN SEMUA BISU ?! AKU TANYA APA KALIAN TAU APA KESALAHAN KALIAN ?! " ucap Angela tambah menyeramkan.
" maaf.. maafkan kelalaian.. kami.. bos " ucap ketua divisi perencanaan.
" kenapa bisa sial begini.. masih pagi tapi rasanya kayak udah mau mati " batin mereka .
" hah kalian hebat juga ya.. bisa lolos dari kakak-kakakku selama ini.. tapi sayangnya , tidak denganku " ucap Angela meremehkan orang-orang yang tengah duduk di lantai.
" bodohnya aku , kenapa bisa ketahuan sih " batin seseorang yang duduk dilantai.
FLASHBACK ON
Setelah melihat Reiki dan Arthur berangkat .
Angela pun berangkat ke perusahaan nya ,lebih tepatnya anak cabang.
Tapi tanpa diduga , mobil yang ia kendarai tiba-tiba berhenti mendadak di area yang bisa dibilang sepi.
Angela pun keluar untuk melihat apa yang rusak.
saat Angela baru membuka kap mobil.
ada beberapa orang berbaju hitam mengepung dirinya.
" Siapa yang mengutus kalian ? " tanya Angela datar.
" cantik , tidak ada gunanya kamu tau. toh kau akan mati " ucap seseorang yang sepertinya ketua mereka.
" hah .. waktuku gak banyak.. sebaiknya kalian katakan selagi aku masih sabar " Angela memberi mereka kesempatan menyimpan nyawa mereka.
" hahaha .. cantik , sebaiknya kau siapkan dirimu. karena aku gak akan membunuhmu sebelum aku puas menikmati mu .. hahaha .. SERANG !! " ucapnya seketika itu juga orang berbaju hitam yang berjumlah 10 orang itu pun maju menyerang Angela.
" seharusnya aku tadi gak pakai rok begini. menyusahkan " gumam Angela menaikkan rok nya hingga paha mulus nya terekspos.
BUGH BUGH BUGH PLAK PLAK.. BUGH.. BUGH..
Ketua penjahat itu melongo kaget karena semua anak buahnya jatuh terkapar di tanah hanya dalam hitungan menit.
" sebaiknya kau katakan siapa atau nyawamu jadi taruhannya " ucap Angela menatap tajam pria yang ketakutan itu.
" baik.. baik.. akan saya katakan.. " ucapnya ketakutan
" orang itu .. ini orangnya .. ampuni kami.. kami hanya dibayar " ucap nya menyerahkan foto orang yang menyuruh mereka.
seorang pria gendut botak dan seorang wanita .
Angela menyeringai melihat latarbelakang foto itu.
" kau ikat mereka " ucap Angela pada pria yang ketakutan itu.
dengan patuh ia mengikat seluruh anak buah yang ia bawa tadi .
" kak aku pinjam motor mu " ucap Angela menelpon Leon.
" memang mobilmu kemana ? " tanya Leon.
" mogok.. ah dan juga sekalian pinjam beberapa anak buahmu ya sekalian jangan lupa sebuah mobil box " jawab Angela , Leon paham maksud adiknya itu.
" oke .. bentar lagi mereka sampai.. " ucap Leon lalu memutuskan panggilan itu.
" kau salah bermain-main denganku " ucap Angela menatap tajam foto itu.
dan benar saja sebuah mobil van , sebuah motor ducati dan sebuah mobil box berhenti didepan Angela.
" Nona besar " ucap seseorang yang mengendarai motor Ducati itu.
" suruh orang bawa mobil ku pulang dan juga bawa mereka semua ke perusahaan " ucap Angela datar.
" baik Nona Besar.. dan ini pesan dari Tuan Muda " ucap orang kepercayaan Leon itu memberikan sebuah paper bag.
" ah iya hampir lupa " ucap Angela pelan.
ia melihat sekeliling dan untung saja ada sebuah toilet umum disitu .
" kalian boleh bawa mereka dulu. aku gak lama " ucap Angela.
orang itu mengangguk mengerti.
Angela pun berganti pakaian didalam toilet umum itu .
sementara para anak buah Leon sudah pergi lebih dulu tapi mereka gak ngebut sekalian menunggu sang nona besar.
" kita lihat , apa kalian masih bisa bermain-main " ucap Angela membuat tanda merah foto itu.
.
.
.
to be continue 🤗😊😘