
Seminggu telah berlalu setelah hari dimana Reiki menyatakan statusnya ke Arthur walaupun bocah itu tak begitu paham maksud ucapan Reiki..
Tapi Reiki tak mempermasalahkan itu.
ia berjuang untuk mengambil kembali hati Angela serta Arthur tentunya..
sama seperti hari-hari sebelumnya , pagi ini Reiki sudah datang ke kediaman kakek tio.
" nona .. diluar ada tuan Adinson " ucap kepala pelayan memberi tahukan kedatangan Reiki pada Angela yang kini sedang duduk di meja makan hendak sarapan.
" suruh dia masuk " ucap kakek Tio
" baik tuan " jawab kepala pelayan lalu pergi .
" kek kenapa ? " tanya Angela
" kenapa apa ? " kakek Tio balik bertanya
" Angel.. Reiki datang jam segini pasti dia belum sarapan " ucap Leon seolah membela kakek Tio
" tapi... " ucap Angela tak selesai
" mami , memangnya kenapa kalau om iki ikut sarapan dengan kita ? memangnya om iki gak punya uang untuk makan ? " tanya Arthur dengan wajah polosnya..
" bukan gitu sayang.. om punya uang kok ..yaudah , mami gak ribut tentang itu lagi " ucap Angela tau maksud dari pertanyaan sang putra
Tak lama kemudian
Reiki pun bergabung di meja makan bersama mereka.
" hai jagoan.. mau kemana hari ini ? " tanya Reiki mengusap lembut kepala Arthur lalu menarik kursi kosong di samping Angela .
" Arthur mau pergi sekolah om " jawab Arthur
" Sayang .. habiskan makanan mu , lalu kita berangkat " ucap Angela
" iya mami " jawab Arthur
" kau juga habiskan sarapanmu " ucap kakek Tio pada Reiki
" baik kek " jawab Reiki dan entah kenapa Lena menatap bingung pada 2 orang didepannya itu.
" Lena , kenapa sayang ? " tanya Viona yang melihat perubahan ekspresi sang putri.
" mama , kenapa wajah Arthur mirip dengan om itu .. apa om itu papinya Arthur ya ? " tanya Lena dengan wajah polosnya bahkan ia tak sadar ucapan polosnya itu membuat Angela tersedak saat mendengarnya.
" uhuk uhuk uhuk "
" MAMI KENAPA ? MANA YANG SAKIT ?! " Arthur panik karena sang mami tiba-tiba tersedak
" sweety , kamu gak apa-apa ? " tanya Reiki yang juga tak kalah panik nya dengan Arthur
" minum ini " ucap Reiki memberikan segelas air minum.
Angela langsung meminumnya sedangkan Reiki mengelus pelan punggung Angela
" Mami.. mami gak apa-apa kan ? " tanya Arthur khawatir
" iya sayang.. mami cuma sedikit keselek aja tadi "ucap Angela lembut
" syukurlah " ucap Arthur dan Reiki bersamaan.
" hmm kek.. apa perlu aku turun tangan ? " bisik Leon
" kita lihat kondisi saja dulu . jangan gegabah seperti dulu " ucap kakek Tio seolah tak ingin mengulang kesalahan yang pernah diperbuat
skip.
mereka baru selesai sarapan .
tiba-tiba Angela mendapat sebuah telepon.
" iya ada apa ? " tanya Angela to the point begitu panggilan itu terhubung.
" kami sudah menemukan lokasi barang itu master " lapor orang diseberang sana
" baik , aku segera kesana " ucap Angela langsung memutuskan panggilan itu.
" sayang , maafkan mami ya .. kayaknya hari ini mami gak bisa nganterin Arthur ke sekolah.. maafin mami ya sayang " ucap Angela merasa bersalah pada sang putra
" tapi , mami kan udah janji sama Arthur " ucap Arthur dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" iya sayang.. tapi , mami gak bisa hari ini.. maafin mami ya .. mami janji deh bakal antar jemput Arthur tapi bukan hari ini ya sayang " ucap Angela sebenarnya tak tega.
" mami udah gak sayang sama Arthur lagi .." ucap Arthur sedih
" gak sayang.. mami sayang banget sama Arthur.. Arthur itu sayang mami selamanya.. " ucap Angela
" mami bohong.. buktinya , Mami gak pernah antar atau jemput Arthur.. mami selalu pergi kalau habis nerima telepon .. mami bahkan gak mau kasih tau siapa papi Arthur.. Arthur gak apa-apa kalau selamanya gak ketemu papi.. Arthur cuma mau sama-sama dengan mami.. Arthur selalu diejek karena gak pernah diantar atau dijemput mami.. selalu papa Leon atau mama Vio.. Mami gak pernah nganterin Arthur.. " keluh Arthur menangis
" Arthur .. " Angela tak bisa berkata apa-apa .
" Arthur , gimana kalau om aja yang anterin kamu ke sekolah hari ini ya .. mau kan ? " tanya Reiki menggendong Arthur
" Arthur mau sama mami " ucap Arthur di tengah tangisnya.
" Angel.. memangnya kamu mau kemana ? " tanya Leon
" kakak pasti tau tujuanku " ucap Angela
" kalau gitu aku bakal anterin kamu kesana .. tapi , setelah kita nganterin Arthur.. mau ? " tanya Reiki paham mau kemana tujuan Angela
Angela tampak berpikir sesaat.
" baiklah.. tapi antar aku langsung kesana " ucap Angela melihat raut wajah Arthur
" sayang.. maafin mami ya .. mami sayang sama Arthur " ucap Angela pelan membelai lembut pipi Arthur menghapus sisa air matanya.
" hmmm.. yaudah , sebaiknya kalian berangkat sekarang.. sebelum kalian telat " ucap kakek Tio.
" kek.. kami pergi dulu " ucap Angela.
" kek uyut.. Arthur sekolah dulu .. jangan kangen ya " ucap Arthur tertawa kecil.
skip.
Reiki dan Angel mengantar Arthur ke sekolahnya
ya.
Leon juga mengantar Lena ke sekolah yang sama dengan Arthur
" papa.. om itu papinya Arthur ya ? " tanya Lena
" kalau iya kenapa ? " tanya Leon menggoda Lena
" kalau benar , berarti om itu paman Lena.. tapi , kenapa papi nya Arthur baru datang sekarang ? " tanya Lena
" Lena cantik.. ada saatnya kamu tau sebabnya.. sekarang kamu fokus sekolah ya jangan nakal.. oke cantik " ucap lembut Leon pada putri kecilnya itu
" iya papa " jawab Lena tersenyum.
##
" om .. boleh gak Arthur panggil om , Papi ? " tanya Arthur hati-hati .
" tentu boleh sayang.. " ucap Reiki mengelus lembut kepala Arthur yang memang duduk di sampingnya.
" kamu gak keberatan kan ? " tanya Reiki melirik Angela yang duduk di kursi belakang..
' kayaknya dia gak dengar .. hah ' batin Reiki melihat Angela fokus dengan ponsel nya dan kerjaannya.
" mami.. " panggil Arthur karena dari Angela diam.
" ada apa sayang ? " tanya Angela tanpa mengalihkan perhatian nya dari pekerjaan.
" mami ingatkan besok hari apa ? " tanya Arthur
" iya .. mami ingat sayang " ucap Angela menatap lembut sang buah hati..
ckiit..
" jagoan.. kita udah sampai " ucap Reiki begitu mobil berhenti di depan sekolah paud itu
" mami papi.. Arthur sekolah dulu ya.. cup cup " ucap Arthur mencium pipi Reiki lalu pipi Angela..
Arthur pun masuk ke sekolah bersama Lena yang sudah menunggunya..
" sweety , pindah depan dong " ucap Reiki pada Angela
Angela pun pindah kedepan karena malas berdebat.
Reiki pun menjalankan mobilnya walau tak terlalu laju.
" aku boleh nanya ? " tanya Reiki
" mm "
" apa Arthur gak tau tentang 'kristal' ? " tanya Reiki
" ya " jawab singkat Angela
" kenapa ? " tanya Reiki
" aku gak mau , anakku mengalami pahitnya perjuangan yang ku rasakan dulu .. cukup dia tumbuh seperti anak pada umumnya... bermain , belajar , makan , tidur .. aku gak mau ia merasakan kerasnya hidup ku dulu " ucap Angela panjang lebar
" aku ngerti itu. tapi kamu juga ngertikan .. kalau memang kamu gak mau dia terjun ke jalan ini.. maka jangan biarkan orang lain tau kalau dia putra dari sang 'kristal' karena bisa aja hal itu dimanfaatkan oleh musuh-musuh mu " ucap Reiki
" ya aku tau itu.. aku dan Leon memang sepakat tentang hal itu .. peraturan itu berlaku juga untuk Lena " ucap Angela
" dan juga , masih adakah kesempatan untukku .. untuk kita kembali bersama lagi ? " tanya Reiki memberhentikan mobil nya tepat di tanah lapang .
" berikan aku waktu " ucap Angela
" apa 5 tahun ini belum cukup ? " tanya Reiki
" berikan aku sedikit waktu lagi untuk memikirkannya " ucap Angela
" baiklah.. aku akan tetap menunggu dan berusaha merebutmu lagi ." ucap Reiki
" itu hak mu.. aku pergi dulu .. terima kasih jemputannya " ucap Angela keluar dari Mobil.
" apapun yang kamu kerjakan sekarang.. selalu berhati-hati ya.. kami menunggumu dirumah " ucap Reiki lalu pergi.
" apa maksudnya ? " Angela bertanya-tanya maksud perkataan Reiki tadi...
" ah sudahlah.. mereka sudah lama menungguku " ucap Angela.
.
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊