
Jordan mendekati pak TI yang terduduk di lantai sambil memegangi kepalanya yang berdarah..
" JANGAN MENDEKAT !! ATAU AKAN KU GUNCANG EKONOMI KERAJAAN " ancam nya karena takut melihat seringai Jordan
" ah.. kan kau sendiri yang bilang kalau aku orang luar yang tak jelas asal usul nya bahkan orangtua ku sendiri .. jadi aku tak perduli dengan kau yang bukan siapa-siapa ku " ucap Jordan tersenyum manis
" KAU !! YANG MULIA !! HENTIKAN DIA !! " teriak nya meminta raja Alvin menghentikan Jordan
" Dan.. lanjutkan " ucap raja Alvin yang memang sudah jengah dengan kelakuan keluarga TI yang memprovokasi keluarga-keluarga lainnya.
" hehehe.. sebenarnya aku udah janji dengan seseorang kalau aku gak akan membunuh lagi " ucap Jordan ikut berjongkok di depan pak TI
" ya itu bagus.. " ucapnya cepat .
Jordan tersenyum lalu..
Kreek
" AAAKKKKHHH .... " teriak rintih pak TI saat kaki kanan nya dipatahkan Jordan
" tapi aku gak janji buat gak lakuin ini " ucap Jordan tersenyum
" KAU !! " ucap pak TI marah
" atau ini " ucap Jordan mematahkan kaki yang satu lagi..
kreek
" AAAKKHHHH !! " teriak pak TI
" oh maaf.. sakit kah ? sini ku obati " ucap Jordan memasang wajah bersalah
kratak
" AAAKKKHHH " teriak pak TI
diruangan itu hanya terdengar teriakan dan rintihan kesakitan pak TI yang seluruh tulangnya keras nya sudah patah karena Jordan.
wajah para kepala keluarga yang mengikuti ajakan pak TI untuk ke istana pun langsung memucat melihat penyiksaan itu..
lain hal nya dengan Angela , Johan dan Leon . wajah mereka seakan menanti yang lebih..
" berapa lama dia bisa bertahan dengan mode itu ? " tanya Leon
" 5 menit lagi " ucap Johan
" ayo taruhan.. yang kalah siap-siap serahin mobil terbaru ya " ucap Angela
" jangan curang dek.. sebutkan dulu waktumu .. kalau aku bilang 10 menit lagi " ucap Leon
" aku ... sekarang " ucap Angela bersamaan dengan pak TI yang menghina Jordan
" KAU !! kau iblis dan seluruh keluargamu iblis .. bahkan istrimu juga iblis keluarga istrimu juga iblis " ucap pak TI terbakar emosi .
" apa kau bilang !! " ucap Jordan menatapnya tajam
" ya sekarang waktunya " ucap Angela
" kau iblis , keluarga mu iblis .. istrimu iblis . !! " teriak pak TI
" aku berjanji pada seseorang kalau gak akan membunuh lagi.. tapi apa kau tau... kalau orang itu sudah gak ada jadi janji itu juga selesai " ucap Jordan mencengkram leher pak TI.
" maaf.. maafkan aku.. ku mohon.. ampuni aku .. akan ku lakukan apapun yang kamu perintahkan " ucap pak TI mulai merasa sesak
" baiklah aku akan maafkan .. tapi , kau harus jadi pelayan istriku di sana " ucap Jordan menyeringai
" JANGAN .. KU MOHON.. MAAF ... " teriak pak TI terlambat
kreek
Braak
" nana sayang.. ku kirimkan seorang pelayan untukmu disana biar kamu gak susah " ucap Jordan menatap sendu cincin nikah di jarinya setelah meremukkan leher pak TI lalu melemparkan nya begitu saja.
" apa ada yang mau menyusulnya ? " tanya Jordan berbalik menatap wajah para kepala keluarga yang lainnya..
dengan cepat mereka langsung bersujud ,memohon ampun pada raja Alvin
" hah.. sudahlah Jordan.. mereka tak bersuara daritadi.. hanya tikus itu yang terus mencicit " ucap raja Alvin
" iya paman " jawab Jordan dalam mode kalem
Jordan pun berjalan menghampiri ketiga saudaranya
" makasih kakakku sayang..karena dapat dua , satu untukmu dan satu untukku ya " ucap Angela memberikan kunci mobil yang ia dapat karena menang taruhan dari Leon dan Johan
" hah.. okelah .. " ucap Jordan mengerti arti raut wajah Leon dan Johan itu.
" baiklah ,, jika kalian masih punya keluhan , silakan utarakan sekarang " ucap raja Alvin pada para kepala keluarga yang tersisa
mereka saling lempar pandang satu sama lainnya.
" maaf Yang Mulia .. sebenarnya kami datang selain karena pak TI juga karena ingin mengadukan perihal bandit-bandit yang akhir-akhir ini merampok desa kami " ucap salah satu kepala keluarga
" dari mana asalmu ? " tanya raja Alvin
" Yang Mulia saya dari keluarga Chi desa pero " jawabnya sopan..
" desa pero .. desa di atas bukit lopu " ucap raja Alvin
" benar Yang Mulia.. bandit-bandit itu terus menyerang desa kami dan juga desa disekitar bukit lopu.. tapi , mereka hanya merampok orang-orang kaya dan tidak menyakiti perempuan serta anak-anak.. mereka juga melepaskan rakyat jelata " ucap pak Chi
mendengar penuturan pak Chi . Angela , Leon , Johan dan Jordan pu jadi tertarik dengan bandit-bandit gunung itu..
" apa kau tau ciri-ciri mereka ? " tanya Leon
" maaf pangeran.. mereka memakai baju merah serta menutup wajah mereka.. namun satu yang dapat di pastikan , pimpinan mereka seorang wanita " ucap pak Chi
" menarik " ucap Johan mendengar kata wanita
" ingat vero dirumah.. mau kena piring terbang lagi kau " ucap Jordan memperingati Johan yang sudah memperistri Vero alias Lily nya itu..
" ya aku tau.. " ucap Johan
" lalu apa ada korban jiwa ? " tanya Angela
" tidak ada tuan putri.. walaupun orang-orang kaya itu melawan namun mereka hanya mengalami luka ringan.. bahkan beberapa orang kaya yang dikenal sering berbagi hanya dimintai sedikit oleh bandit-bandit itu " ucap pak Chi
" dimintai ? " ucap Johan
" iya.. bandit-bandit itu datang ke orang kaya yang sering berbagi dengan sopan santun bahkan membawa oleh-oleh berupa daging binatang buruan " ucap pak Chi
Angela berpikir sejenak menyusun setiap penuturan yang disampaikan pak Chi
" jadi bagaimana menurut kalian ? " tanya raja Alvin
" paman , kami kesini karena dua hal dan paman pasti mengerti kan alasan kedatangan kami " ucap Jordan
" paman , kami akan mengeceknya . tapi , setelah tujuan awal kami selesai.. apa boleh begitu ? " tanya Angela
" ya . paman mengerti.. lagipula , sepertinya bandit-bandit itu tidak berbahaya untuk rakyat " ucap raja Alvin
" untuk sementara akan ku kirimkan beberapa penjaga untuk berpatroli didesa-desa sekitar bukit lopu.. jika keadaannya sudah diluar kendali , kalian bisa datang kesini " ucap raja Alvin
" baik Yang Mulia.. terima kasih " ucap pak Chi mewakili semua kepala keluarga.
Akhirnya , mereka pun keluar dari istana..
tak ketinggalan juga , jasad pak TI.
Jordan sendiri yang mengantarkan sampai kerumahnya bersama Angela dan Johan.
setelah diskusi panjang . akhirnya keluarga TI pergi dari kerajaan Phoenix meninggalkan semua usaha mereka karena ancaman yang disebutkan pak TI mengarah langsung ke keluarga kerajaan terekam jelas di ponsel Johan.
tapi , mereka pergi dengan membawa uang karena Jordan mengambil alih semua usaha keluarga TI.
#
Malam hari.
entah kenapa , dari pagi sampai malam.
Reiki tak mau pisah dari Arthur.
ya karena suatu alasan.
Reiki takut Arthur mengadukan dirinya ke Angela tentang dirinya yang pura-pura mati dulu.
sebenarnya bukan pura-pura.. tapi , dokter yang salah memasang alat monitor detak jantung. karena posisi jantungnya berbeda dari orang pada umumnya.
jadi dokter mengira dirinya meninggal , padahal tidak .
dan Angela pun tak tau tentang hal itu.
to be continue 🤗😘😊