
Setelah keluar dari Villa itu .
Arta menjalankan mobilnya ke jalan raya.
" apa masih dingin ? mau ku tambah suhu nya ? " tanya Arta hendak menyetel mesin penghangat udara di dalam mobilnya.
" gak usah , sudah cukup kok " ucap Angela memakai jas Arta menutupi tubuhnya yang basah .
" kau yakin ? " tanya Arta khawatir
" iya , aku udah cukup hangat kok.. fokus ke depan ya . aku gak mau jadi berita lalu lintas besok " ucap Angela bercanda
" baiklah " ucap Arta.
Suasana pun hening kembali.
" kenapa berhenti disini ? " tanya Angela saat Arta memberhentikan mobil di pinggir jalan.
" tunggu sebentar ya . aku gak lama kok " ucap Arta keluar dari mobil sambil berlari kecil.
Angela baru sadar kalau itu adalah tempat pasar malam , disana banyak sekali penjual makanan dan minuman ringan.
Tak lama kemudian , Arta pun kembali.
" maaf lama ya .. aku gak tau kalau harus antri lama " ucap Arta masuk ke mobil membawa beberapa paper bag.
" itu apa ? " tanya Angela
" ah iya.. aku gak tau kesukaan mu . jadi , ku beli aja semua nya satu-persatu " ucap Arta.
" kamu mau yang mana , ambil aja " ucap Arta
" makasih , aku ambil ini aja " ucap Angela mengambil salah satu paperbag berisi gorengan..
Arta pun kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Angela.
Skip.
Mobil yang mereka tumpangi pun memasuki halaman rumah Angela , rumah dimana Arta menjemputnya tadi.
" aku .. aku minta maaf " ucap Arta sebelum Angel membuka pintu
" untuk apa ? " tanya Angela heran
" untuk yang terjadi malam ini.. aku gak tau , kalau .. " ucap Arta langsung di hentikan Angela..
" gak , itu bukan salah mu .. mungkin memang sudah seharusnya malam ini semua nya terbongkar " ucap Angela
" tapi , andai saja aku gak ngajak kamu malam ini .. mungkin hubungan kalian masih baik-baik aja dan kamu gak bakal sedih " ucap Arta
" ku mohon , jangan salahkan dirimu.. semua yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi. lagipula , aku lebih memilih tau sekarang sebelum menyesal . " ucap Angela
" tapi ... "
" kalau kau masih menyalahkan dirimu sendiri lagi , maka jangan temui aku lagi " ucap Angela langsung keluar dari mobil.
" Angel tunggu !! " teriak Arta mengejar Angela yang sudah di depan pintu rumah
" jangan hukum aku kayak gitu ya.. oke deh , aku gak nyalahin diri sendiri.. jadi , jangan larang aku untuk ketemu kamu ya " ucap Arta menahan Angela.
" janji ? " tanya Angel
" iya aku janji " ucap Arta
Angela menghela nafas lega karena usahanya berhasil.
sebenarnya ia tak tau bagaimana caranya menghentikan Arta agar tidak menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian tadi.
" kamu mau masuk dulu ? " tanya Angela karena pintu sudah terbuka.
" kayaknya gak usah deh.. udah malam gak nyaman dengan tetangga mu.. aku langsung pulang aja ya " ucap Arta karena memang hari sudah malam.
" oh , yaudah . makasih udah ngantar aku pulang " ucap Angela
" sama-sama.. besok aku kesini lagi .. jangan lupa , mandi dulu sebelum tidur oke " ucap Arta
" iya iya.. hati-hati di jalan " ucap Angela.
Angela melambai kan tangan saat mobil Arta mulai keluar dari halaman rumahnya.
Angela masuk membawa beberapa paperbag berisi makanan dari Arta .
Seperti yang dikatakan Arta tadi.
Angela mandi terlebih dulu sebelum makan lalu tidur.
tak lupa juga ia membuat beberapa pengaturan keamanan untuk rumah kecilnya itu..
Malam itu , berkat video dari Arta . Angela bisa tidur pulas.
#
Disatu sisi .
malam itu juga pihak bandara tak kalah sibuk nya bahkan lebih sibuk dari hari biasanya.
bagaimana tidak , ada tiga penerbangan VVIP yang mendarat di bandara kecil itu..
ya tak lain dan tak bukan siapa lagi kalau bukan Leon , Hyper , Johan dan Jordan.
" diangkat ? " tanya Leon ke Hyper yang sudah lebih dulu tiba
" masih belum , sekarang gimana ? " tanya Hyper
" kita langsung ke markas Queen . mungkin ia disana " ucap Jordan
" kalian sudah lihat ini ? " tanya Johan memperlihatkan video Reiki menolong Jeni bukannya Angela..
" kau segera urus surat perceraian Angela dan b*****t itu. secepatnya " ucap Hyper marah pada asisten nya.
" baik bos " jawab asisten nya ketakutan
Keempat pemuda itu memasuki mobil mereka masing-masing dengan diselimuti perasaan amarah membuat siapapun takkan berani menyinggung mereka.
Mereka melajukan mobil diatas kecepatan rata-rata.
10 menit kemudian .
Mereka tiba di markas The Dark Knight
" mobilnya ada " ucap Jordan melihat mobil Angela tersimpan rapi di garasi.
" ya tuan " Blue muncul dalam bentuk monitor.
" dimana queen ? " tanya Hyper seraya membuka setiap pintu di lantai 2 dan 3
" dari siang tadi queen belum pulang tuan " jawab Blue
" kemana dia , kenapa mobilnya masih ada " ucap Johan
" Queen pergi dengan nomor 3 " jawab Blue
" nomor 3 .. " gumam Leon memikirkan sesuatu
" motorku " ucap Johan karena setiap motor mereka di beri nomor agar memudahkan data karena saking penuh garasi sampai lupa kendaraan sendiri.
" tapi bukannya motormu gak bisa dipakai karena gak ada kunci ? " tanya Leon
" ya , memang . tapi , siapa yang tau Angel punya kunci cadangannya.
" sudah . kita bahas itu nanti.. sekarang kita cari bocah itu kemana ? " tanya Hyper
" yang pasti dia gak ada di arena balap " ucap Jordan menunjukkan laporan dari bawahannya yang ada di arena balapan.
" Blue bisa kau carikan berita tentang Queen yang tadi " ucap Leon
" baik tuan.. zzrrttt .. ini data nya " lapor Blue menunjukkan semua berita berkaitan kejadian Angel dan Reiki.
" ini .. bukannya itu kakak iparmu ? " tanya Hyper menunjukkan sebuah foto ke Jordan
" sepertinya iya .. itu Arta " ucap Jordan
" kalau gitu , kita tanya dia. kita kerumahnya sekarang " ajak Leon
Keempatnya pun pergi menuju kediaman keluarga Smith.
tok tok tok
" oh tuan muda Jordan . silahkan masuk nona ada didalam " ucap pelayan membukakan pintu untuk Jordan.
" makasih.. tapi , saya kesini mau cari kak Arta .. apa ada ? " tanya Jordan
" Tuan muda pertama ada di kamarnya , Tuan " jawab pelayan.
" baiklah .. terimakasih , ah jangan beritahu nona kalau aku disini ya.. ini udah malam , mungkin dia udah tidur " ucap Jordan.
" baik tuan , silahkan tuan-tuan " ucap pelayan itu mengantar keempat pemuda itu ke arah kamar Arta .
tok tok tok
" sebentar !! " teriak Arta dari dalam
klek.
" eh kalian , mau ngapain ? " tanya Arta kaget karena begitu pintu dibuka , Leon dan Hyper langsung menerobos masuk ke kamarnya.
" maafkan mereka kak.. mereka khawatir dengan Angel. Sekarang Angela dimana ? " tanya Johan
" bukannya sudah pulang . jelas-jelas aku ngantar dia sampai kerumahnya " jawab Arta heran dengan pertanyaan Johan
" gak ada didalam " ucap Hyper keluar bersama Leon
" jelas gak ada .. orang udah ku antar dengan selamat sampai dia masuk ke dalam rumahnya kok " ucap Arta
" ya orang nya gak ada .. yang ada cuma ini " ucap Hyper menunjukkan album full berisi foto Angela.
Arta langsung merebutnya dari tangan Hyper
" sebenarnya apa mau kalian ? " tanya Arta mulai jenuh dan lelah..
" mana adikku ? dan bisa kau jelaskan kejadian ini " ucap Leon menunjukkan berita malam itu.
" baiklah , akan ku jelaskan .. tapi , untuk sementara , sebaiknya berikan Angela waktu sendiri " ucap Arta.
" gak .. disaat kayak gini dia gak boleh sendirian .. katakan , dimana dia !? " desak Hyper
" dia dirumahnya , udah tidur " ucap Arta mengeluarkan ponselnya yang masih terhubung dengan panggilan Angela.
Keempat pemuda itu mendengar dengan jelas suara Angela nafas tertidur.
" syukurlah kalau ia baik-baik aja " ucap Hyper bernafas lega..
DAR DAR DAR DAR DAR
Kelima pemuda itu kaget begitu mendengar suara gaduh dari seberang telepon..
" cepat dimana dia !! " desak Leon
" kita kesana sekarang !! " ucap Arta panik.
Mereka berlima pun langsung melajukan mobil ke rumah yang dikatakan Arta.
" semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk " gumam Arta tambah khawatir karena panggilan telepon nya di putuskan dan ponsel Angela kini tak bisa di hubungi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.to b continue 🤗😊😘
sekedar info.
Sinopsis hanya untuk alur di awal .. sedangkan kelanjutan cerita ini sampai tamat masih rahasia ..
jadi mohon maklum jika makin kesini , sedikit ada perubahan dengan beberapa karakter utama nya ya ..😅🙏🙏