YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 93



Rean kembali dengan raut wajah yang sangat tak enak di pandang.


Dan saat ini hanya ada dirinya dan para pekerja yang berada di rumah.


Hingga malam hari , Mike dan Raya pulang bersama namun mereka tidak melihat keberadaan kakak mereka padahal motornya sudah ada di garasi.


" si tua itu kemana ? " tanya Mike


" sejak kembali siang tadi , Tuan Besar mengurung diri di kamarnya dan belum keluar sampai sekarang Tuan " jawab kepala pelayan khawatir karena ia sudah sangat lama sekali melayani Rean dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri.


" kenapa ? bukannya perusahaan baik-baik aja " ucap Mike.


" bukan perusahaan. Tapi cewek itu yang bermasalah " ucap Raya paham dengan keadaan yang terjadi.


Disaat Rean tengah merasakan kecewa , Jordan dan Johan kini dihadapkan dengan masalah yang terjadi.


Bukan hanya Jordan dan Johan saja , tapi Leon dan Angela pun tengah menghadapi situasi yang kurang bagus.


Bagaimana tidak , informasi tentang keberangkatan mereka berenam bocor ke pihak musuh.


" si*lan.. cepat sekali mereka mengejar kita.. lebih cepat dong !! " gerutu Hyper.


" fokus aja dengan selongsong lu bawel !! " gerutu Jordan tetap memegang stir mobil van itu.


Mereka berenam memang pergi dengan mengendarai 1 mobil van .


Angela dan Leon tetap tenang dengan pistol di tangan mereka.


Reiki pun juga ikut menghalau musuh yang terus saja menembaki mereka dengan mesin pembunuhnya.


Sedangkan Johan dan Hyper yang sedari tadi menggerutu juga sibuk menyiapkan beberapa kotak peluru yang memang mereka persiapkan sebelum berangkat.


aksi Kejar-kejaran yang dibumbui suara desingan peluru pun terus berlanjut bahkan hingga mereka memasuki area pusat kota Metrocity.


" ngapain kau ke sini Dan ?! " teriak Angela


" sorry , salah jalur jadi gimana sekarang ? " tanya Jordan.


" usahakan jauhi tempat publik , jangan terlalu melibatkan warga sipil " ucap Johan menjawab pertanyaan Jordan mewakili Angela .


Warga yang ada di sekitar jalan raya jadi kaget dan takut mendengar suara tembakan yang terus menerus.


Polisi pun dibuat kalang kabut dengan apa yang terjadi , seluruh personel diturunkan untuk mengamankan area dan mengungsikan warga sipil , ada juga beberapa personel khusus yang ikut mengejar 2 mobil yang menjadi biang kerok keributan itu.


" ah aku gak tau lagi , kita ke kantor polisi aja . biar mereka langsung ditangkap " gerutu Hyper.


" daripada kantor polisi . lebih baik kita langsung ke markas lama " ucap Johan.


" oke kita ke markas lama ! " ucap Jordan banting stir tak perduli dengan polisi yang mengejar mereka.


" Hey !! kalau belok bilang-bilang dong !! " teriak Leon karena hampir saja jatuh sewaktu Jordan berbelok.


" ya ya . maaf " ucap Jordan .


Musuh yang menyerang mereka pun sedikit kaget dengan manuver dadakan dari target mereka.


" cepat kejar mereka , jangan lengah " Bentak pimpinan musuh itu.


Mobil abu-abu itu pun terus mengikuti jejak mobil van yang sedari tadi mereka serang . Namun mobil van yang dikendarai Jordan hilang secara mendadak.


Tak ayal , mereka pun kehilangan jejak mobil van biru itu.


Sementara Jordan dan Reiki membuka jalan menuju markas lama mereka . Jalan yang dulu lapang dan lenggang itu kini berubah menjadi semak belukar yang dipenuhi beraneka macam rumput.


Sedangkan Johan dan Leon serta Angela dan Hyper membawa persenjatan dan perbekalan mereka.


Memakan waktu sekitar 1 jam hingga akhirnya mereka melihat bumbung yang sedikit tertutup dedaunan.


" Sudah lama ya kita gak kesini " ucap Johan


" Ya kalau gak salah terakhir kali kita kesini itu waktu kalian balikan " ucap Jordan.


" Ya kayaknya sih " jawab Angela.


" Siapa diantara kita yang bisa menghubungi orang di markas ? " tanya Hyper tiba-tiba.


" Lebih baik kita masuk dulu . lalu susun rencana selanjutnya " usul Leon menyimpan kembali ponselnya.


Mereka pun mengangguk secara serempak.


Walaupun mereka harus membersihkan lebih dulu rumah kecil yang dulu menjadi markas tersembunyi mereka , Tapi mereka tidak menurunkan kewaspadaan mereka sedikit pun .


#


Sementara orang-orang di markas Dragon Eyes kalang kabut karena mendapat berita yang sangat menghebohkan tadi terlebih tak ada satu pun dari mereka yang tau keadaan para ketua kelompok itu.


Terlebih saat ini kursi ketua sedang kosong karena Lena pun masih diluar kota menjalankan misi nya.


Dan kondisi di markas The Dark Knight dan Pasukan Bayangan juga tidak berbeda jauh dengan markas Dragon Eyes , beda nya hanya karena disini masih ada Calista dan Julian yang memimpin sementara.


" kak , ada berita buruk " ucap Lian menghubungi kakak nya melalui panggilan video.


" ada apa ?" tanya Arthur sedangkan Lena juga ikut mendengarkan.


" hah . Mami sama Papi diserang di metrocity dan sekarang kita belum bisa menemukan jejaknya " ucap Lian.


Hening Sejenak...


" jaga markas baik-baik. kakak akan coba hubungi paman di sana " ucap Arthur .


" Mami sama Papi pergi dengan paman tua , dan juga paman JJ dan ayahnya kak Layla " ucap Lista ikut angkat suara karena ia baru menerima berita itu.


Arthur yang biasanya tenang kini ekspresi nya berubah.


" jaga semua markas baik-baik , terus cari jejaknya. ingat tetap waspada karena bisa jadi pengkhianat itu akan terus merusak kelompok dari dalam. untuk sementara ini , minta Layla dan Edward tinggal dengan kalian . mengerti ? " ucap Arthur memberi arahan kepada dua adiknya itu.


" satu lagi , karena paman JJ ada di metrocity otomatis aunty LU dan dua putri mereka juga ada disana. pastikan mereka ada ditempat yang aman dulu. sekarang Kondisi The Darkness di Athan juga kurang baik. jaga diri kalian , mengerti ! " ucap Lena.


Lista dan Lian pun mengangguk lalu panggilan itu pun berakhir.


Sesuai dengan apa yang dikatakan kakaknya , Lian langsung pergi menjemput Layla setelah menghubungi nya lebih dulu.


" apa mau ku jemput Edward sekalian ? " tanya Lian.


" gak , dia udah dijalan kok. tetap hati-hati , kita gak tau apa tikus-tikus got itu mengenali kita atau gak " ucap Lista.


" iya aku paham. aku juga udah berjaga-jaga kok. aku berangkat ya. " ucap Lian menunjukkan isi bagasi dan kursi belakang mobilnya , lalu mulai menyalakan mobil merahnya.


Lista hanya melihat mobil merah sang adik keluar gerbang.


##


Di satu sisi , Arthur dan Lena mengubah rencana mereka yang awalnya ingin menyiksa lebih dulu semua yang berani mengkorupsi uang proyek dan membuat nama perusahaan di cap jelek.


Tapi begitu mendengar berita dari si kembar rencana itu pun berubah total.


" semua nya sudah disini kan ! kalau gitu malam ini juga kita eksekusi mereka semua tanpa terkecuali " tegas Arthur .


Hawa membunuh dan mencekam menyelimuti Arthur membuat bawahannya tertekan dan juga takut.


" kenapa harus nanti malam. sekarang saja , lebih cepat lebih baik " ucap Lena yang baru selesai menelpon Ibunya.


" oke . tunggu apa lagi !! cepat !! " bentak Arthur.


Sementara itu , Ayana dan Anggita sedikit bingung dengan yang dilakukan ibu mereka.


" ma , ngapain pakai baju gitu . terus itu bukannya pistol beneran ? " tanya Anggita dengan polosnya.


" sayang sekarang kamu pakai baju ini ya , kamu juga ya Ana " ucap Lily memberikan baju anti peluru pada dua gadis itu.


Sedangkan Nana , ibu Ayana juga bersiap setelah ia menghubungi kakaknya.


" kita gak bisa lebih lama lagi disini , sebentar lagi kakak bunda akan menjemput kita . jadi sebaiknya kalian simpan lagi barang-barang yang tadi kalian keluarkan. ya " ucap Nana lembut .


Ayana dan Anggita pun menurut walaupun ada berjuta pertanyaan dibenak mereka.


Baik Lily maupun Nana juga belum bisa menjelaskan apa yang terjadi karena Jordan dan Johan pun tidak pernah membahas tentang dunia bawah tanah mereka.


To Be Continue 😊😘🤗