YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 48



Raya berencana menemui teman-temannya , tapi ia dilarang pergi sendiri baik oleh Rean maupun Arthur.


Karena itu , ia mengundang teman-temannya untuk datang ke cafe tempat biasa mereka istirahat saat lelah menyiapkan acara pameran Raya waktu lalu.


Satu per satu sudah tiba dan saling mengobrol.


Tak lama kemudian , Raya pun juga datang lengkap dengan orang pengawal yang berjaga di pintu luar cafe.


" Maaf aku terlambat. haha.. padahal aku yang ngajak ketemu , tapi malah aku yang terakhir datang.. haha " ucap Raya sedikit canggung.


" udah gak apa-apa kok Ra. yang penting kamu udah datang kan .. ayo duduk , kamu mau minum apa " tanya Pras menarik kursi untuk Raya.


" aku kesini mau ngomong sesuatu sama kalian " ucap Raya memilih duduk di sebelah Luna bukan di kursi yang ditarik oleh Pras.


" udah deh Pras. cari cewek lain aja " bisik Toni.


" mau ngomong apa Ra ? " tanya Pras malah duduk dikursi yang ia tarik tadi.


" apaan sih Ray.. kasih tau dong ada apaan " ucap Tia yang paling kepo


" iya Ra . kalau ada masalah , kita bisa sama-sama cari solusinya kan " ucap Yuni yang paling dewasa diantara mereka berenam.


" hmm sebenarnya aku ngajak kalian ketemu disini karena mau ngasih kabar gembira " ucap Raya seraya mengeluarkan 5 buah amplop silver


masing-masing dari mereka mengambil satu amplop itu.


...INVITATION PERTUNANGAN...


...ARTHUR PUTRA A. (ARTHUR) & JUWITA TRI ADJAYA (RAYA)...


Mereka kaget sekaligus senang saat membaca undangan dari Raya.


" wah !! selamat ya Ra.. aku senang kamu bisa bahagia dengan Arthur " ucap Tia


" hehe .. makasih Tia. ingat kamu harus datang ya " ucap Raya


" Ra . Juwita , itu nama asli mu ? " tanya Luna


" ya dan satu hal lagi. aku udah ketemu dengan keluarga asli ku Lun.. jadi aku gak sebatang kara lagi " ucap Raya menahan air mata bahagianya.


" iya Ra. udah dong jangan nangis " ucap Luna memeluk sahabatnya itu.


saat ketiga gadis itu memberi ucapan selamat ke Raya.


Pras dan Toni malah diam tanpa suara.


Hingga sore pun tiba , satu per satu dari mereka mulai pamit pulang.


kini yang tersisa hanya Pras , Luna dan Raya.


" Ra . kamu pulang dengan siapa ? mau bareng aku aja gak ? " tanya Luna


" hmm kayaknya skip aja deh Lun.. maaf ya " ucap Raya


" terus kamu pulang nya gimana ? " tanya Pras karena saat ini mereka bertiga sudah keluar dari cafe itu.


" bentar lagi kakakku datang jemput kok. kalian tenang aja " ucap Raya tersenyum


" oh yaudah , kalau gitu aku pulang duluan ya Ra.. ingat kapan-kapan kenalin aku ke keluargamu ya " ucap Luna menggoda Raya


" iya iya.. udah sana gih , entar mamamu malah nyusul kesini " ucap Raya balik menggoda Luna


" hahahaha.. bye " ucap Luna menjalankan mobilnya.


Saat mobil Luna sudah tak terlihat lagi.


kini hanya tinggal Raya dan Pras.


" Ra , jadi kamu serius dengan si Artis itu ? " tanya Pras


" iya aku serius. dan lagi aku gak pernah main-main dengan urusan hati " ucap Raya


Raya sedikit kaget mendengar ucapan Pras itu. walaupun Arthur sudah mengingatnya untuk menjaga jarak dari Pras tapi Raya tak menyangka ini alasannya.


" maaf Pras . aku senang kita bisa berteman seperti ini. tapi maaf , aku sudah menemukan kunci hatiku. maaf dan terima kasih untuk semua yang kamu lakukan untukku selama ini .. kuharap suatu saat nanti kamu juga akan menemukan gadis yang tulus denganmu " ucap Raya


Pras memilih langsung pergi tanpa menjawab ucapan Raya tadi.


Raya memandangi salah satu temannya itu pergi menjauh.


" kenapa ? gak rela orang itu pergi ? " tanya Mike yang muncul tiba-tiba dibelakang Raya


" AAA !! " teriak Raya kaget , refleks melayangkan tinjunya .


" huu.. untung sempat " ucap Mike sempat menghindar dari tinjuan sang adik .


" KAN UDAH KU BILANG JANGAN MUNCUL TIBA-TIBA , JANGAN NGAGETIN AKU , AKU KAN REFLEKS JADINYA !! " teriak Raya marah ke kakaknya itu.


" iya iya. maaf , lagipula . dek kebiasaan mu itu harus di hentikan deh. gak baik kalau nanti kamu kaget didepan orang tua Arthur lalu tiba-tiba ninju putra nya kan " ucap Mike


" iya maaf " ucap Raya.


" yaudah , udah sore juga. yuk pulang " ucap Mike membuka pintu mobil untuk adiknya.


Mereka pun pergi dari lokasi itu.


sementara dari kejauhan , tampak Gani yang sedari tadi mengikuti Mike karena penasaran.


dan akhirnya ia melihat Mike menjemput gadis lain.


" kukira kau pria baik. ternyata kau playboy. aku gak akan biarkan kau mendekati Calista lagi. dasar playboy " gerutu Gani lalu juga pergi dari tempat itu.


#


Sementara Arthur baru saja tiba di mansion keluarganya.


ia lelah karena harus mengambil alih seluruh pekerjaan sang mami , walaupun ia juga sedikit terbantu karena pekerjaan papi nya di tangani Julian dan Calista.


" huaa !! kaget aku !! " teriak Arthur melangkah mundur karena kaget melihat Bari yang berjongkok didepan pintu kamarnya.


" kenapa ? aku gak boleh datang kesini lagi , gitu ? " tanya Bari berdiri.


" haha. bukan gitu . aku cuma kaget aja lihat ada yang duduk diam didepan kamarku . lagian ngapain sih kau duduk disitu kayak sembunyi " ucap Arthur karena lokasi kamar Arthur memang di pojok lorong.


" huss .. jangan berisik . tadi dua bocah itu kayaknya berantem. mana yang saling tunjuk senjata apa lah gitu. ihh serem banget tuh bocah " ucap Bari


" oh , bukannya berantem. tapi lagi latihan. itu biasa kok dan kalau segitu mah cuma dasar pelatihan aja .. udah ah. masuk dulu yuk " ucap Arthur membuka pintu kamarnya.


Bari duduk di sofa , sedangkan Arthur masuk ke walk in closet.


" nih minum . biar agak tenang " ucap Arthur memberikan air minum ke temannya itu.


" jadi , bisa kau ceritakan semua tentang kalian ? " tanya Bari


" tergantung , apa kau siap mendengarnya atau tidak " ucap Arthur


Bari pun mengangguk.


" ha.. dari luar keluarga kami memang tampak seperti keluarga pengusaha sama seperti kebanyakan pengusaha. tapi salah satu faktor yang mampu melindungi kami adalah kemampuan dunia bawah " ucap Arthur lalu menjelaskan semua yang ia tau.


Beberapa saat kemudian


" jadi maksudmu , selain kau dan Lena. dua bocah itu juga punya sesuatu itu ? " tanya Bari


" ya dan itu akan terus menurun ke garis keturunan berikutnya. tapi karena orang tua ku memiliki elemen yang berbeda , makanya elemen Calista dan Julian juga berbeda. " ucap Arthur.


" ok aku paham. dan aku masih tak menyangka ini benar ada di dunia ini..maaf karena sebelumnya aku takut dengan kalian. tapi sekarang aku mengerti dan paham kondisi kalian " ucap Bari.


" thanks ya Bar .. Lena juga pasti senang mendengarnya " ucap Arthur


to be Continue 😘😊🤗