
Malam itu menjadi salah satu malam yang berdarah dalam hidup Adinson bersaudara.
Pertempuran itu baru selesai saat matahari mulai menampakkan tanda kehadirannya.
Pasukan musuh yang masih tersisa pun segera mundur dan pergi dari lokasi itu.
Sedangkan para anggota The Dark Knight membersihkan area sekitar dan ada pula beberapa diantaranya yang sibuk mengobati luka mereka.
Tak terkecuali Calista yang tadi sempat sedikit lengah , jika bukan karena Julian yang menembak mati pasukan musuh mungkin saat ini Calista lah yang ada di dalam tanah.
Namun tetap saja , Calista terkena sayatan pisau dan juga sebutir peluru sehingga ia langsung dilarikan ke ruang medis.
#
Tiga hari berlalu.
Bari melamun di kamar asrama nya , kejadian tiga hari yang lalu terus saja berputar didalam kepala nya.
" inilah alasannya kenapa kami sangat susah membuka diri untuk orang luar. karena sekali saja identitas asli kami terungkap , maka semua orang yang berhubungan dengan kami akan dijadikan target bahkan skenario terburuk ialah dilenyapkan. maaf karena baru sekarang kamu tau tentang ini "
Ucapan Arthur serta raut wajah nya terus melintas di kepala Bari yang kini tengah gundah.
" ternyata hidupmu lebih berat dari hidupku. aku yang harus bertahan hidup tanpa bertaruh nyawa setiap saat sering mengeluh padamu yang ternyata harus bertahan hidup dari segala macam ancaman yang mungkin merenggut nyawa.. ah!!! kenapa aku payah sekali sih !! " Gerutu Bari sendirian didalam kamar asramanya.
Sementara Arthur yang harus tetap datang ke HADK Techno mengurus perusahaan itu selama kedua orang tua nya pergi ke kerajaan para kakek nya.
Arthur juga merasa takut dan gundah . ia memikirkan bagaimana keadaan Bari setelah kejadian malam itu.
" apa dia masih mau berteman denganku ya ? " gumam Arthur
" siapa yang gak mau berteman denganmu lagi ? memangnya ada apa ? " tanya SAM yang ditunjuk menjadi asisten sekaligus pengawal Arthur.
" ah paman Sam. bukan apa-apa kok " jawab Arthur menutupi kekagetannya karena salah satu orang kepercayaan keluarganya itu datang dan menghilang bak hantu.
" baguslah jika begitu. Ketua menitip pesan untuk anda Tuan Muda " ucap Sam
" pesan apa paman ? " tanya Arthur
" ketua berpesan agar Tuan Muda segera mengambil keputusan tentang markas di negara ATHAN " ucap Sam.
" ya aku paham. hanya saja , baik Julian maupun Calista tidak bisa ku kirim kesana . mereka berdua itu sepaket " ucap Arthur
" Tuan Muda , sekedar saran saya dari saya. apa tidak sebaiknya tuan muda bertanya pada kedua paman Tuan Muda. karena biar bagaimana pun , mereka berasal dari sana " ucap Sam
" hmm . baiklah , paman tolong siapkan mobil ya . aku berangkat " ucap Arthur mengambil jas nya.
" baik Tuan Muda " ucap Sam lalu memberi perintah ke bawahannya.
#
15 menit kemudian.
Arthur pun tiba di perusahaan milik pamannya , Jordan LU.
Kedatangan nya yang tiba-tiba langsung mengundang perhatian.
Arthur langsung naik menuju lantai teratas tempat ruangan kantor pamannya itu.
Cklek
" paman . apa paman punya waktu sebentar ? " tanya Arthur
" ah Ar.. tumben ada apa ? " tanya Jordan sambil mengkode karyawannya untuk pergi.
" Ar mau nanya sesuatu . apa paman lagi sibuk ? " tanya Arthur
" sebenarnya gak terlalu sibuk. kemarilah Ar , duduk sini " ucap Jordan .
" paman , Ar mau bahas tentang sesuatu di Athan. paman sudah dengar beritanya ? " tanya Arthur
" kemungkinan begitu paman. Tapi Ar juga belum pasti tentang keadaan yang sebenarnya terjadi disana " ucap Arthur
" hmm begini Ar..alih-alih menyuruh kedua adikmu ataupun salah satu dari kalian yang pergi kesana . apa gak sebaiknya kamu utus seseorang yang bisa dipercaya untuk melihat dan mengamati keadaan yang sebenarnya disana , dengan begitu kamu bisa mengirim orang yang tepat untuk mengatasinya . " ucap Jordan
" iya paman. kalau gitu nanti Ar pertimbangkan lagi siapa orangnya " ucap Arthur
" ya . jadi , bagaimana keadaan Calista sekarang ? " tanya Jordan yang sudah mendengar Tentang Calista.
" hah.. tuh bocah keras kepala. udah ku bilang istirahat total dulu . eh malah gak didengerin. mau ku ikat , entar malah Ar yang di paketin mami " ucap Arthur menghela nafas panjang.
" haha.. memangnya adikmu itu kemana ? " tanya Jordan..
Di lain tempat.
Orang yang tengah di bicarakan malah sibuk makan mie goreng di kantin kampus nya.
Ya , Calista bersikeras tetap pergi ke kampus karena tak ingin terlalu ketinggalan pelajaran.
Tapi bukan Arthur namanya kalau enggak memaksa Calista buat setuju dengan syarat darinya.
" kalian gak lapar ? gak mau makan atau minum apa gitu ? " tanya Calista pada ketiga orang pengawalnya.
" tidak terima kasih Nona.. selamat menikmati hidangan anda Nona " ucap salah satu pengawalnya.
" ya sudahlah kalau gak mau.. " ucap Calista
Setelah semua kelas nya dihari itu selesai.
Calista yang hendak pulang malah dijemput seorang pria dan pergi dengan pria itu , tak terkecuali para pengawal yang tetap mengawal Nona mereka itu.
" jadi disini tempatnya ? " tanya Calista
" ya ini butiknya. ayo masuk , kita lihat gaun dan jas nya apa udah jadi atau belum " ucap pria itu mengajak Calista masuk.
sementara dari kejauhan , Gani yang juga mengikuti Calista melihat nya masuk bersama pria lain ke sebuah butik .
" siapa lagi pria itu. ? apa dia orangnya ? lalu Julian itu siapa ? " gumam Gani
Kaca butik itu cukup transparan sehingga Gani bisa melihat dengan jelas saat Calista mencoba sebuah gaun putih.
" itu.. bukannya itu gaun pernikahan !! " gumam Gani kaget
padahal yang sebenarnya terjadi didalam sana adalah Calista mencoba gaun putih hanya karena dimintai tolong oleh desainer nya .
" wah anda cocok sekali nona.. terima kasih karena sudah membantu saya " ucap desainer itu.
" haha.. iya sama-sama . saya juga suka dengan model gaun nya . indah " ucap Calista
" iya indah " ucap Mike pelan.
ya pria yang bersama Calista sekarang adalah Mike , kakak kedua Raya .
Sebenarnya Mike datang ke butik itu karena diminta Raya untuk mengecek persiapan gaun pertunangannya .
karena tak ingin datang sendiri dan juga karena ia pun kurang paham tentang itu , ia pun mengajak Calista setelah meminta izin Arthur tentunya.
Gani yang melihat kedekatan Calista dan Mike itu pun harus menahan emosinya.
Setelah Mike dan Calista pergi , barulah Gani masuk ke butik itu dan mencari informasi tentang apa yang dilakukan Calista.
Namun , jawaban dari pegawai butik membuatnya marah dan sedih.
" oh , mereka datang untuk mengecek gaun dan jas untuk pertunangan. soalnya mau dipakai minggu depan ". jawaban dari pegawai itu terus saja terngiang di kepala Gani.
" maafkan aku karena sudah menghancurkan kepercayaan mu. maafkan aku " gumam Gani.
to be continue 😘😊🤗