
Beberapa hari setelah kejadian itu.
Reiki mengajak Arthur dan Angela pergi bertamasya ke sebuah taman kota.
Angela memilih spot yang tak terlalu mencolok untuk mereka .
saat ia menata bekal yang dibawa di atas sebuah tikar piknik, Reiki dan Arthur bermain layang-layang sama seperti apa yang dilakukan orang-orang disana.
Keduanya melupakan sesaat siapa mereka dan berbaur dengan masyarakat biasa .
Walaupun begitu , tapi tetap saja ada beberapa orang yang mengenali mereka berdua namun enggan untuk menyapa.
" Papi , Arthur capek " ucap Arthur karena sudah 1 jam bermain dengan Reiki dibawah teriknya matahari.
" yaudah , ayo samperin Mami " ucap Reiki menurunkan layang-layang itu lalu mengikuti Arthur dari belakang.
" Mami ! " teriak Arthur dengan wajah gembiranya.
" Jagoan kecil mami , udah mainnya ? " tanya Angela mengelus kepala Arthur
" udah . tapi sekarang Arthur lapar mi " ucap Arthur manja
" hm kita makan dulu ya . kalau udah capek kita pulang aja " ucap Angela membuka kotak bekal yang ia siapkan.
Arthur tak mendengar perkataan mami nya dan langsung mengambil makanan di kotak bekal itu karena ia sudah lapar sekali , padahal sepanjang jalan mereka menuju taman , Arthur terus memakan cemilannya didalam mobil.
" pelan-pelan sayang. " ucap Angela gemas melihat putranya makan dengan lahap.
" untukku mana sweety ? " ucap Reiki memasang wajah imutnya.
Pfft !
Arthur menyemburkan air didalam mulutnya karena kaget melihat sang papi memasang wajah seperti itu.
" Papi jelek ah kalau kayak gitu.. geli aku " ucap Arthur pura-pura geli.
" apa ! dasar kamu ini ya.. siapa yang jelek ? kalau papi jelek ,berarti kamu juga jelek dong " ucap Reiki menggelitik putranya itu..
" hahahaha ! ampun Papi ! hahaha ! mami tolong ! " ucap Arthur tak mampu menahan geli .
Angela hanya diam melihat candaan dari pasangan ayah-anak itu.
sebuah senyum terbit dari bibirnya , ia bahagia dan berharap kebahagiaan seperti ini akan selalu ada dikeluarganya.
Tak terasa , siang berubah sore.
Reiki membereskan tempat mereka tadi sementara Angela mengantar Arthur ke toilet umum.
Tiba-tiba ada orang menghampiri Reiki.
" maaf mengganggu . apa benar anda tuan Adinson ? " tanya orang itu sontak Reiki langsung menoleh ke sumber suara.
" maaf , anda siapa ? " tanya Reiki sopan karena yang bertanya itu ternyata sepasang kakek dan nenek.
" ah maaf . kami hanya orang biasa . yang kebetulan ada disini . apa tuan sedang sendirian ? " tanya Nenek itu melihat sekelilingnya.
" maaf tuan dan Nyonya . saya tidak sendiri , saya bersama keluarga saya " jawab Reiki sopan
" ah ternyata begitu , sebenarnya sudah lama saya ingin bertemu dengan anda . saya kagum dengan anda yang masih muda , tampan tapi sudah mapan dan berpengalaman. " ucap si nenek
" terima kasih pujiannya nyonya " ucap Reiki masih berusaha mengingat siapa pasangan didepannya ini.
" begini saja , karena sudah bertemu disini . jadi tolong terima ini tuan Adinson " ucap kakek memberikan sebuah kartu undangan kepada Reiki
" maaf Tuan . ini apa ? " tanya Reiki bingung
" jika berkenan , silakan datang . itu acara ulang tahun pernikahan kami . Acaranya diadakan besok malam . kami akan sangat senang jika tuan bersedia hadir " ucap kakek itu memberi penjelasan.
" terima kasih tuan dan Nyonya... " ucap Reiki terpotong karena teriakan dari seseorang.
" Ayah ibu !! kenapa kalian gak angkat telepon dariku ? " tanya seorang wanita menghampiri kakek dan nenek didepan Reiki itu.
" mana , ayah gak tau " ucap kakek itu cuek.
" ayaaah " ucap wanita itu merajuk.
Reiki hanya mengernyitkan dahinya melihat ketiga orang didepan nya itu.
" tuan Adinson . kalau gitu kami permisi dulu . kami harap tuan menerima undangan dari saya " ucap kakek itu
" ya hati-hati tuan Nyonya " ucap Reiki sopan.
lalu pasangan kakek dan nenek itu berjalan lagi meninggalkan putri mereka yang masih merajuk itu.
" Awas kau ! " ucap wanita itu menatap tak suka ke Reiki.
Sedangkan Reiki cuek dan tak perduli toh dia juga tak mengenal mereka.
Wanita itu pergi dengan kesal karena dicuekin pria asing didepan nya itu.
" semoga lena gak kayak gitu " batin Reiki.
Tak lama kemudian , Angela dan Arthur kembali.
lalu ketiganya pulang kerumah pribadi mereka bukannya ke mansion kakek Tio.
Hari pun berganti malam.
Angela masuk ke kamarnya setelah memastikan Arthur telah tidur.
" sweety .. " ucap Reiki menepuk tepi ranjang disampingnya
" ya .? " tanya Angela lalu duduk.
" tadi di taman ... - " lalu Reiki menceritakan kejadian ditaman tadi secara lengkap pada istrinya.
" hm . lalu , mana undangannya ? udah dibuka belum ? " tanya Angela setelah selesai Reiki bercerita.
" ini " ucap Reiki menunjukkan kartu undangan yang masih terbungkus rapi itu.
Angela membuka kartu undangan itu dan membacanya bersama sang suami .
" 50 tahun.. waah lama juga ya " ucap Angela melihat keterangan di kartu undangan itu.
" tapi , siapa ya ? kok aku gak pernah dengar nama keluarganya ya " ucap Angela heran
" entahlah. tapi , gimana sweety . mau datang atau enggak ? " tanya Reiki
" ya tentu kita harus datang lagipula tempat acaranya di ballroom hotel " ucap Angela
Namun Reiki tak mendengarkan jawaban istrinya itu .
ia sudah mabuk karena mencium harum tubuh istrinya.
Tanpa kata , Reiki memeluk Angela lalu mencium bibirnya dengan lembut.
Angela paham maksud suaminya , dan ia pun membalas permainan sang suami.
Sementara permainan lidah berlangsung , tangan Reiki tak tinggal diam.
tangan itu berhasil menarik tali baju tidur Angela.
sehingga terpampang jelas di depannya tubuh putih sang istri.
tak menunggu lama , Malam yang panjang pun mereka nikmati bersama.
#
disisi lain
Jordan yang masih berada di Athan pun setia menunggu Nana siuman.
entah harus berapa lama lagi ia menunggu . tapi ia akan tetap menunggu.
demi cintanya , demi buah hati nya .
Johan yang juga berada di Athan saat ini sedang memeluk erat Vero , istrinya.
Baik Jordan maupun Johan memilih untuk tinggal mandiri setelah mereka menikah.
Ayah Brian dan ibu Mariana terpaksa harus melepaskan ketiga anaknya untuk hidup mandiri mengingat mereka sudah punya tanggung jawab masing-masing sekarang.
" ayah , kapan kita ke metrocity ? udah lama gak ketemu Arthur kecil. " ucap ibu mariana .
" secepatnya sayang , sabarlah sebentar . biarkan pangeran kecil kita menikmati waktunya bersama sang ayah " ucap ayah Brian.
" hah.. beginilah kita sekarang.. tinggal berdua di rumah sebesar ini.. pantas ayah dan ibu memilih tinggal di rumah tua yang gak terlalu besar. ternyata begini rasanya " ucap ibu mariana pada sang suami.
" ya begitulah " jawab ayah Brian cari aman.. hehehe.
#
Hal yang sama juga dirasakan kakek Tio.
di mansion miliknya , ia merasa sepi walaupun sebenarnya Leon masih tinggal disitu.
tapi , akhir-akhir ini kesehatan kakek Tio mulai menurun.
ia tambah kesepian karena Reiki mengajak Arthur dan Angela pulang bersamanya.
" ternyata kalian masih langgeng sampai sekarang. syukurlah " ucap Kakek Tio setelah membaca sebuah undangan beserta sebuah surat.
" ya andai kami seperti kalian.. mungkin rumah ini gak sepi seperti ini " ucap kakek Tio melihat foto lama.
" sayang .. tunggu aku " ucap kakek Tio mengelus foto mendiang istrinya , nenek dari Leon dan Angela.
To be continue 🤗😘😊