YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 37



Arthur menatap tajam orang asing yang tengah kesakitan itu.


Sedangkan orang itu langsung mundur dan agak menjauh dari Raya dan Arthurr.


" jangan mendekat !! berhenti !! " ucap orang itu ketakutan melihat Arthur berjalan mendekatinya.


tanpa kata-kata , Arthur terus melangkah dan semakin mendekat.


" jangan mendekat , lihat saja dari sini " ucap Mike menahan Raya yang hendak berdiri.


" tapi Arthur kak " ucap Raya khawatir.


" kamu percayalah padanya. dia pasti baik-baik aja " ucap Mike.


Raya pun kembali duduk dan menatap cemas Arthur yang semakin mendekati gerombolan itu sendirian.


" maafkan kan kami. tolong ampuni kami " ucap gerombolan itu sadar akan identitas Arthur.


" siapa yang mengutus kalian ?! " tegas Arthur menatap bagai malaikat maut.


" kami tidak tau " jawab ketua gerombolan itu.


KREEKK !!


" AAKKKHHHH !! " teriakan itu sangat jelas terdengar kala Arthur menginjak kaki orang itu hingga patah.


" kau tau kan apa akibatnya jika berani menyinggung aku. dan sekarang kalian juga berani menyentuh wanitaku " Ucap Arthur geram.


ketua rombongan itu kini terpojok sudah dan tak ada lagi pilihan lain.


" semuanya , serang dia !! habisi dia disini , jangan sampai 'mereka' tau !! " teriak ketua rombongan itu memberi perintah ke anak buahnya.


" SERANG !! "..


10 orang maju bersama menyerang Arthur dan juga tak tanggung-tanggung.


Mereka semua mengeluarkan senjata tajam yang mereka bawa.


BUGH BUGH BUGH BRAK BRUUK PRANGG .


Pertarungan 1 lawan 10 yang membuat ngeri pun tak bisa terelakkan lagi.


Tapi yang membuat orang awam termasuk Raya dan Mike kaget ialah hasil dari pertarungan itu.


diantara orang-orang yang jatuh tumbang , Arthur masih berdiri tegak tanpa luka hanya sedikit berantakan.


" inilah akibatnya kalian berani menggangguku " ucap Arthur melihat satu per satu lawannya.


" maafkan kami !! tolong !! ampunilah kami " ucap salah satu yang masih sadar.


Belum sempat Arthur menjawab , datang Sam membawa beberapa orang anggota The Dark Knight.


" urus mereka , cari sampai dapat siapa yang berani mengganggu wanitaku " perintah Arthur


" baik tuan muda " jawab Sam lalu memberi kode ke anak buahnya untuk membawa gerombolan itu masuk ke mobil box.


Dari sorot matanya , terlihat jelas kalau Raya sangat mengkhawatirkan keadaan kekasihnya itu.


tapi disatu sisi , ia juga merasa bahwa kekasihnya itu seperti orang lain dan bukannya Arthur yang ia kenal.


" maafkan aku .. karena aku yang lemah " ucap Arthur berdiri di depan Raya sambil menuduk.


tapi perasaannya pada Arthur sudah terlanjur berakar dan tumbuh subur di hatinya dan membuat langkah kakinya melangkah menuju Arthur.


" bukan. ini bukan salahmu . aku yang salah karena sudah menyeretmu dalam masalah keluargaku . aku lega kalau kamu gak terluka." ucap Raya mengangkat wajah Arthur.


" aku bersyukur karena memilikimu dihidupku ." ucap Raya menatap dalam manik biru Arthur.


" aku lebih bersyukur karena hadirnya dirimu " ucap Arthur.


Raya memeluk Arthur dan menenggelamkan wajahnya di dada sang kekasih.


Hanya beberapa saat mereka menikmati waktu seperti Itu sebelum Sam menyela kemesraan mereka.


" maaf mengganggu tapi ada sesuatu yang mau saya sampaikan " ucap Sam


" ah maaf paman.. ada apa ? " tanya Arthur harus rela melepas pelukan sang kekasih.


Sam melirik Raya yang artinya itu hal rahasia.


" ah kalau gitu aku sama kak Mike pulang duluan. nanti kabari aku ya " ucap Raya lalu menghampiri Mike.


Kedua kakak-beradik itu pun kembali ke panti asuhan dengan dikawal anggota The Dark Knight , sedangkan para bodyguard Mike sebelumnya sudah di bawa ke Rumah Sakit.


Setelah Raya dan Mike pergi , barulah Sam menyampaikan pesan dari Tuan Besarnya.


" ada apa paman ? " tanya Arthur


" ada pesan dari Tuan besar . kalau Tuan Muda Pertama harus kembali ke Metrocity " ucap Sam


" ha ! kok mendadak sih ! " Arthur kaget karena belum lama ini ia baru kembali dari Metrocity .


" hanya itu pesan dari Tuan Besar dan juga Ketua sudah setuju dengan pilihan Tuan Muda selagi itu yang baik " ucap Sam


Malam itu Arthur tak jadi ikut makan malam di panti asuhan , ia kembali ke markas The Dark Knight sekaligus 'rumah'nya.


#


Julian yang baru pulang dari kantor cabang Adinson Corp pun langsung masuk ke kamarnya dan beristirahat.


Calista yang baru saja selesai masak heran dengan kedua pemuda yang mengurung diri dikamar masing-masing.


" ayo bangun dulu ! makan malam !! " teriak Calista menggedor-gedor pintu kamar Julian hingga terdengar jawaban dari sang adik.


Namun ia tak punya keberanian untuk melakukan hal yang sama terhadap sang kakak sulung.


tok tok tok


" kak " ucap Calista lembut memanggil sang kakak dari depan pintu kamarnya.


Beberapa kali ia memanggil Arthur , akhirnya ada jawaban dari dalam


" iya lis. kenapa ? " tanya Arthur dari dalam .


" makan malam dulu yuk . udah ku masakin " ucap Calista


" iya bentar. kalian duluan aja , kakak nyusul bentar lagi " jawab Arthur lalu Calista langsung beranjak dari situ menuju ruang makan.


Malam itu , mereka bertiga makan malam bersama.


dan seperti biasanya , Baik Julian dan Calista pasti menceritakan tentang kegiatan mereka pada Arthur.


" ya kakak tau itu pekerjaan yang berat. tapi kalau bukan kita siapa lagi yang bantu papi sama mami.. ya kan ? " ucap Arthur karena Julian menceritakan hari panjangnya dikantor cabang.


" kalau kakak gimana ? lancar hari ini ? " tanya Calista


" ya .. semuanya lancar. kakak senang bisa melihat anak-anak itu gembira hari ini. Dan Raya juga , senyumnya bagai mentari yang menghangatkan. kami pergi belanja ke pasar lalu.... " Arthur tak melanjutkan ceritanya .


" jangan tanya lagi " bisik Julian menghentikan Calista yang hendak bertanya.


" kenapa ? " bisik Calista


" kakak lagi marah . pasti ada sesuatu yang terjadi " bisik Julian.


Calista pun mengerti dan langsung berhenti .


tring


Arthur melihat pesan dari sang mami.


" mulai besok dan beberapa hari kedepan . kalian harus jaga diri. besok kakak akan pergi ke metrocity . ingat jaga diri kalian. " ucap Arthur


" baik kak " jawab keduanya serempak.


Setelah itu mereka pun beristirahat di kamar masing-masing..


#


pukul 1 malam.


Sebuah suara yang begitu keras membangunkan ketiga bersaudara itu.


Dengan cepat ketiganya memeriksa keadaan di luar.


" kenapa mereka gak kapok-kapok juga sih " gerutu Calista melihat sebuah rombongan mobil dan motor lengkap dengan senjata menyerang markas sekaligus rumah mereka.


" kita lihat sejauh mana mereka bisa bertahan kali ini " ucap Julian.


" jangan pernah meremehkan lawan , sekalipun mereka tampak seperti gadis lemah . tetap waspada " ucap Arthur memperingati kedua adiknya itu.


" baik kak " ucap keduanya.


DOR DOR DOR


BOOM BOOM .


SLAARR BUGH..


Ketiganya hanya menonton dari atas balkon.


menonton para penyerang yang hanya mengantar nyawa ke jebakan yang Adinson Bersaudara buat.


" kalian istirahat saja. biar kakak yang disini " ucap Arthur


" baik kak " ucap Calista membawa Julian masuk kembali.


" apa kalian tidak bisa berhenti mengganggu hidup kami " gumam Arthur melihat ke rombongan penyerang itu.


Tak berapa lama , kelompok penyerang itu mundur hanya dengan 2 buah mobil .


Arthur menghela nafas panjang karena musuhnya itu mundur.


ia pun kembali beristirahat setelah situasi kembali seperti semula


to be Continue 😘😊🤗