
karena lama tak datang ke kantor , otomatis pekerjaan Reiki dan Angela menumpuk .
Walaupun memang ada beberapa yang sudah di handle Diyan dan sekretaris Hyper tapi itu pun hanya sebatas kemampuan dan posisi mereka saja tidak lebih.
Alhasil , baik Reiki dan Angela hampir melupakan waktu janjian mereka.
tok tok tok
" masuk " ucap Angela dari dalam ruangannya.
Sekretaris Hyper pun masuk dan berdiri didepan Angela dengan membawa beberapa berkas yang diminta Angela dari setiap divisi tadi.
" ini laporan dari setiap divisi yang nona minta " ucap sekretaris itu melapor.
" hm. letakkan aja disitu " ucap Angela tanpa mengalihkan perhatian nya dari komputer.
" baiklah nona dan juga nona mau makan apa untuk makan siang nanti ? " tanya Sekretaris itu.
" makan siang ...sekarang jam berapa ? " tanya Angela
" jam setengah 11 nona " jawab sekretaris itu.
Angela kaget dan langsung menyimpan pekerjaan nya.
" nona mau kemana ? " tanya sekretaris itu bingung dengan reaksi Angela
" aku ada janji . kamu awasi perusahaan dulu , kalau ada sesuatu segera kabari aku " ucap Angela mengambil tas ranselnya.
" baik nona " ucap sekretaris itu keluar dari ruangan itu bersama Angela.
Angela turun ke lobby saat ia melihat ada kerumunan di meja resepsionis.
Angela berjalan mendekat ke meja resepsionis karena penasaran.
" apa benar ? "
" entahlah mungkin saja itu salah "
" mau itu benar atau gak , itu juga bukan urusan kita "
" aku gak percaya itu "
makin mendekat , Angela makin mendengar suara-suara karyawannya yang bergosip.
" apa kalian sudah bosan kerja disini ?! " tanya Angela datar berdiri di belakang mereka.
bulu kuduk mereka meremang karena kaget mendengar suara bos besar mereka terlebih lagi sosok itu berada tepat di belakang mereka.
" maaf... Nona.. kami akan kembali bekerja " ucap salah satu karyawan lalu langsung ngibrit sambil menarik temannya.
satu per satu karyawan itu pun membubarkan diri.
" hah.. sudahlah " ucap Angela pelan lalu berjalan keluar gedung.
" silakan nona " ucap security mengambilkan motor Angela.
" makasih " ucap Angela lalu melajukan motornya keluar dari area gedung HADK Techno II
Angela melajukan motornya melewati jalanan sepi sebelum akhirnya tiba di jalan utama.
Sebelum ke perusahaan Reiki , Angela mampir lebih dulu sebuah toko di pinggir jalan.
#
Sementara di gedung Adinson Corp.
Reiki menemani Arthur bermain konsol game saat Diyan masuk ke ruang kerja nya itu.
" kayaknya asyik banget ya .. aku ikutan dong " ucap Diyan memaksa duduk diantara ayah dan anak itu.
" Diam !! " bentak Reiki dan Arthur serempak membuat Diyan diam mematung sesaat.
PLATAK .
" KAU !! BERANI KAU BENTAK AKU.. MAU JADI SAHABAT DURHAKA KAU SAMA AKU HAH !! " bentak Diyan menjitak kepala Reiki
" apaan sih yan .. orang lagi serius juga . yah yah yah.. kan kalah " keluh Reiki .
" horeee !! Arthur menang !! papi kalah !! " teriak Arthur girang.
" yo jagoan kecil hebat ya " ucap Diyan mengusap kepala Arthur.
" oke .. sekarang ngapain kau kesini ? jangan bilang kau kesini cuman mau buat aku kalah " ucap Reiki menyelidik Diyan.
" ya gak lah oon.. aku kesini mau ngajak Arthur makan siang " ucap Diyan
" makan siang ..?!! WAA !! Yan cepat siapkan makan siang . menu nya oriental food sama jus apel terus cokelat juga ya " ucap Reiki panik saat melihat jam sudah hampir jam makan siang.
" gak sempat lah oon.. toh kau juga biasanya makan menu di kantin juga kan " ucap Diyan
belum sempat Reiki bilang .
asisten Diyan masuk dengan wajah panik.
" bos di bawah ada yang lagi buat keributan " ucapnya membuka pintu.
" siapa ? " tanya Diyan.
" gak tau bos. kayaknya belum pernah kesini, tapi dia bilang mau ketemu Presdir " ucap asisten itu.
" ayo turun . aku gak mau Angel lihat keributan ini waktu dia datang " ucap Reiki lalu menggendong Arthur.
Ting !
lift pun terbuka karena sudah di lantai dasar.
" apa yang terjadi ? " tanya Diyan membelah kerumunan itu.
" maaf bos. orang itu mau menerobos masuk " ucap seorang karyawan.
" MAMI !! " ucap Arthur turun dari gendongan Reiki dan langsung memeluk orang yang tengah diributkan itu.
Mendengar Arthur memanggil mami , sontak beberapa karyawan yang tadi memaki dan bahkan ada yang mendorong Angela jadi keringat dingin.
" sayang .. maaf mami telat .kamu udah makan ? " tanya Angela menggendong Arthur.
" belum . Arthur nungguin mami " ucap Arthur tersenyum manis.
" sejak kapan kamu sampai sweety ? dan kenapa bajumu ? " tanya Reiki mengambil alih tas ransel Angela.
" ya ada sedikit masalah tadi sama mobilnya jadi aku pakai motor . hehe " ucap Angela
" yaudah , ayo naik " ucap Reiki merangkul pinggang Angela.
" hem.. yaudah , ayo " ucap Angela sebenarnya juga malas menanggapi keributan karyawan di perusahaan suaminya itu.
Mereka bertiga pun berjalan menjauh dari kerumunan.
" apa itu si J***** itu ? "
" ih ku kira cantik . ternyata , mirip laki-laki gitu "
" iya , kenapa tuan Adinson mau sama j***** yang bentukannya kayak gitu ya "
dan masih banyak lagi cibiran-cibiran dari karyawan-karyawan di yang memprovokasi Angela tadi.
Angela menyeringai kecil karena masih bisa mendengar semua gunjingan itu walaupun kini jaraknya cukup jauh.
" aku di tinggalin lagi " ucap Diyan memilih berjalan dibelakang.
#
di dalam ruangan Reiki.
Angela mengeluarkan makanan yang ia beli tadi sebelum ke perusahaan Reiki.
keluarga kecil itu makan dengan bahagia bahkan sambil bercanda.
hingga mereka selesai makan.
Reiki meminta Arthur mengambilkan sebotol air yang ada di kulkas kecil yang tak jauh dari Arthur untuk mami nya .
" mami minum " ucap Arthur menuangkan air ke gelas Angela lalu Reiki.
" uuhh.. pintarnya jagoan mami " ucap Angela mencium pipi Arthur.
waktu makan siang itu mereka habiskan dengan bercanda dan bermain game.
tak disangka , Arthur yang biasanya tak bisa tidur siang kini tertidur pulas di pangkuan Reiki.
" bentar , aku mindahin Arthur ke ranjang dulu " ucap Reiki menggendong pelan Arthur lalu membawanya ke kamar istirahatnya.
" sweety " panggil Reiki langsung berbaring di pangkuan Angela.
" hm. kenapa ? " tanya Angela mengelus lembut rambut Reiki.
" cantik " ucap Reiki tersenyum menatap wajah istrinya.
" hm . tau " ucap Angela datar.
" aku boleh nanya sesuatu gak ? " tanya Reiki
" apa ? " tanya Angela
" kalau aku ajak pindah ke kota DA , kamu mau ? " tanya Reiki.
" kenapa ? kita kan udah punya rumah disini " tanya Angela
" entahlah , aku cuma merasa . kalau lebih baik kita mulai dari awal lagi ditempat yang bersejarah pula " ucap Reiki.
" lalu Arthur bagaimana ? " tanya Angela .
" sekolah disana juga bagus kok " ucap Reiki
" ya terserah kamu aja. aku ikutin " ucap Angela.
" yaudah , kalau kak Johan atau kak Hyper udah balik . baru kita pindah " ucap Reiki
" hm iya. nanti aku bicarakan sama mereka " ucap Angela.
Reiki pun tak menjawabnya lagi dan memilih memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan istrinya itu.
lama-kelamaan , ia pun tertidur di pangkuan Angela.
Angela hanya tersenyum lalu mengecup kening Reiki.
" tidurlah yang nyenyak. Suamiku " ucap Angela menatap lembut wajah tenang Reiki.
to be continue 🤗😘😊
* Sayangilah dia sebelum kamu kehilangannya