YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 70



Hari ini keluarga Adinson pulang ke kota DA . Karena mereka naik pesawat malam , mereka mendarat di bandara internasional Kota DA pada pagi hari.


Julian dan Calista pun langsung berangkat ke kampus setelah kembali ke mansion sebentar.


" nanti aku pulang duluan atau mau ditungguin ni ? " tanya Julian memarkirkan motornya .


" ya tungguin lah. masa aku harus pulang jalan kaki " ucap Calista turun dari motor Julian dan memberikan helmnya pada sang adik.


" oh oke oke. kirain bakal ada yang jemput lagi. hehe " ucap Julian menggoda kakak kembarnya itu.


" kenapa ? kau mau keluyuran kemana lagi hah !! ingat Layla dek !! " tegas Calista


" ya aku tau. kau juga , jangan terlalu lama gantungin si Edward. entar di ambil orang loh " ucap Julian terus menggoda kakak nya.


" ya . aku tau. tapi nanti lah ku putuskan bagaimana hubungan kami " ucap Calista melihat kejauhan.


Lian mengangguk dan berjalan bersama kakaknya.


Semua mata tertuju pada Lian dan Lista yang sudah lama tidak terlihat.


Begitu juga dengan Gani yang juga baru hari ini masuk kuliah.


Lian tak perduli dengan Gani selagi Gani tidak menggangu Lista walaupun kini mereka satu kelas pelajaran.


" bisa bicara sebentar ? " tanya Gani berdiri di samping Lian yang tengah mencatat materi yang tertinggal.


" ada apa ? " tanya Lian melirik Gani sesaat.


" aku tunggu di taman belakang . " ucap Gani lalu pergi dari kelas yang sudah usai.


Lian adalah orang yang menepati janjinya. Jadi begitu selesai mencatat materi yang ia yang lewatkan. Lian pun ke taman belakang sesuai yang Gani ucapkan.


" Katakan . ada urusan apa ? " tanya Lian datar dan dingin.


" kau .. jawab dengn jujur. Apa hubunganmu dengan Lista ? Jujur saja , aku tidak percaya kalau kalian pacaran atau lebih dari itu. " ucap Gani .


" hubungan ku dengan Lista , apa urusannya dengan mu ? mantan terjahat " ucap Lian menusuk tepat ke hati Gani


" karena aku sadar , Lista terluka karena perlakuanku. jadi karena itu aku ingin dia bahagia dan memiliki pasangan yang setia . bukannya seorang playboy " ucap Gani membalas Lian.


" kalau gitu bukan urusan mu . hubungan ku dan Lista adalah urusan kami dan bukan urusan orang luar " ucap Lian berbalik hendak pergi.


" Jujur saja. kalian bukan pacaran ataupun tunangan kan. tapi kalau memang benar , berarti Lista seorang Playgirl . kalau begitu kalian cocok , playboy dan playgirl bersatu " ucap Gani memancing emosi Lian.


" kau bilang apa tadi ? Lista apa ? " ucap Lian dengan nada dinginnya. Lian berbalik dan berjalan mendekati Gani .


Gani kaget karena tiba-tiba Lian sudah ada di depan mata nya padahal tadi jarak antara mereka itu sekitar 6-7 meter.


" kau !! coba bilang sekali lagi , Lista apa kata mu !! " ucap Lian menatap tajam Gani , Gani merasa tertekan dengan aura hitam dari Lian.


Bahkan Gani sampai tidak bisa bergerak sedikitpun.


Tanpa Gani tau , ada sedikit api biru yang keluar dari kepalan tangan kiri Lian.


" LIAN !!! CUKUP !! BERHENTI !! " teriak Lista .


Gani bertambah kaget karena Lista juga ada di depannya dalam waktu sekejap karen ia yakin saat Lista berteriak tadi Lista jauh di belakang Lian .


Lista menggenggam tangan Lian dan berusaha menenangkannya.


" Cepat pergi dari sini ! " tegas Lista melihat Gani.


Gani yang ketakutan pun langsung kabur begitu saja.


" kenapa kau lepaskan B******* itu ..!! si k****** itu menghina dirimu didepanku..Berani nya !! dan kau malah membelanya !! " Geram Lian.


Lian terdiam sejenak lalu tertegun.


" hampir aja !! kalau gak , ihh. aku gak mau dikurung di ruang bawah tanah lagi " ucap Lian bergidik ngeri.


Lista tersenyum lalu melepaskan pelukannya.


Kedua bersaudara itu pun pulang ke mansion dengan motor Lian.


#


Seminggu kemudian .


Edward yang kini berada di hutan perbatasan kerajaan Trian, mengirim pesan kepada Lista , gadis yang ia cintai dengan segenap hati . dan selama seminggu ini juga keduanya lancar berkomunikasi walaupun Edward sedang bertugas di daerah pelosok, hubungan keduanya pun kian berjalan baik . Edward yang saat ini duduk dibawah pohon dengan baju tempurnya yang kini bersimbah darah.


Tepat satu jam yang lalu , Camp tempat pasukannya berjaga tiba-tiba diserang pasukan musuh. Hampir separuh pasukannya dibantai.


Dan Edward yang terluka parah pun terpaksa mundur dan bersembunyi menunggu pasukan bantuan datang.


Kesadaran nya makin lemah , saat ia mendengar suara orang berkuda . saat itulah ia kehilangan kesadarannya .


Beruntung yang datang adalah pasukan bantuan dari kerajaan Trian. Pasukan yang di pimpin oleh kakak dari Aurora pun bergegas membawa Edward kembali ke kerajaan.


Sedangkan Lista yang mendapat pesan dari Edward pun jatuh lemas saat membaca pesan itu seolah kehilangan jiwanya.


" kak kenapa ? " tanya Lian yang saat ini sedang istirahat dari latihan rutin bersama kakaknya itu.


Lista tak mampu menjawab pertanyaan adiknya , dengan cepat Lian mengambil ponsel Lista dan membaca pesan dari Edward.


Lian juga merasakan apa yang dirasakan kakaknya saat ini.


hatinya juga ikut terluka dan sedih seperti yang Lista rasakan .


Tanpa banyak bicara , Lian membawa sang kakak dalam pelukannya. Hangat tubuh Lian serta ikatan batin diantara keduanya membuat air mata Lista jatuh begitu saja.


Rintihan pilu dari tangisan Lista terdengar hingga keluar membuat seluruh anggota The Dark Knight yang ada ditempat menjadi panik dan serba salah. Begitu juga dengan Arthur dan kedua orang tuanya.


Reiki dan Angela juga ikut pilu mendengar buah hati mereka menangis sedih seperti itu.


Arthur yang juga ikut membaca pesan dari Edward pun akhirnya paham apa yang terjadi pada adiknya.


' Mungkin ini adalah pesan terakhir ku. terima kasih karena kamu bersedia menjadi penyemangat ku dan maafkan aku atas segala kesalahan yang ku berbuat padamu . jangan bersedih karena aku. kuharap kamu akan bertemu dengan pria yang akan mencintai dan membahagiakan mu. walaupun waktu kita singkat tapi waktu singkat inilah yang sangat membahagiakan di sisa hidupku. Aku akan selalu mencintaimu meskipun aku tidak ada lagi. aku akan selalu menjagamu walaupun dari alam yang berbeda . Terima kasih dan Aku akan selalu mencintaimu '


itulah pesan yang dikirim Edward lengkap dengan sebuah foto . foto sosok Edward yang tersenyum walaupun bersimbah darah.


Reiki dan Angela yang juga membaca pesan itu pun kaget . saat mereka akan menelepon Hyper , Diyan sudah lebih dulu menelepon mereka.


" oke aku tunggu . " ucap Reiki menjawab panggilan Diyan.


" Lian , kamu jaga kakakmu ya. papi sama mami dan Arthur akan berangkat ke Trian bersama paman Diyan kalian. ingat jangan biarkan kakakmu sendirian " ucap Reiki ke Lian


" NGGAK !! PI !! AKU IKUT !! AKU HARUS IKUT !! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI DI SINI. BIARKAN AKU IKUT, PALING TIDAK BIARKAN AKU MELIHATNYA WALAUPUN UNTUK YANG TERAKHIR KALI INI. KU MOHON !! " ucap Lista setengah berteriak memohon pada orang tuanya.


Angela mengangguk ke Reiki tanda setuju.


" tapi dengan satu syarat.. hapus air matamu dan bersiap lah. karena paman Diyan akan segera tiba . begitu ia tiba kita akan langsung berangkat . oke cantik " ucap Maminya menghapus air mata di pipi anak gadis nya.


Lista mengangguk dan bergegas kekamarnya ,berganti pakaian dan mengambil barang yang ia lihat.


Begitu juga Lian dan Arthur . keduanya membawa beberapa senjata yang mungkin di perlukan.


Tak lama kemudian , Diyan serta anak keduanya pun tiba. Mereka pun langsung terbang menuju kerajaan Trian.


To Be Continue 😘😍😊🤗