
Begitu Rean kembali ke rumah nya , ia sudah di suguhi dengan drama yang di bawa oleh adik keduanya.
" ada apa ini ?! " tanya Rean dengan wajah tegas dan dinginya.
" kak aku bisa jelasin .. ini gak seperti yang kakak lihat !! " ucap Mike takut dengan ekspresi sang kakak.
" sebaiknya penjelasan mu itu apa adanya , kalau tidak jangan salahkan aku kalau ku kirim kau ke tengah samudra " ancam Rean menatap tajam Mike dan seorang wanita menangis yang bersembunyi di belakang Mike.
" Tuan , wanita itu bilang dia sedang mengandung anak Tuan Muda . apa tidak sebaiknya masalah ini dibicarakan di dalam saja ? " bisik kepala pelayan mengingatkan Rean.
" kalian berdua , Masuk !! " ucap Rean tegas.
Mike dan wanita itu pun masuk mengikuti langkah kaki Rean.
Suasana sangat tegang dan mencekam bahkan para pelayan pun tak berani mendekat ke ruang tamu.
Kepala pelayan merasa kasihan dengan Tuan Muda nya itu tapi ia juga mengerti bagaimana marah dan kecewa nya Tuan Besar nya itu.
#
Raya yang baru pulang pun masuk kerumah tanpa tau apa yang terjadi.
ia kaget karena begitu masuk ke rumah , ia melihat kakak kedua nya tengah berlutut didepan kakak nya yang terlihat sangat marah.
" apa yang terjadi disini ? lalu , siapa dia ? " tanya Raya karena merasa tak mengenal dengan wanita yang ada disitu.
Sedangkan wanita itu justru terlihat tak senang dengan kedatangan Raya .
Wanita itu berusaha menyerang Raya.
" KAU DASAR WANITA PERUSAK HUBUNGAN ORANG !! BUAT APA KAU DATANG KESINI HAH !! APA TAK PUAS KAU SUDAH MEMBUAT ANAKKU AKAN LAHIR TANPA AYAHNYA !! APA BELUM PUAS KAU !! " bentak wanita itu mencambak rambut Raya secara tiba-tiba.
" HEI !! LEPASKAN !! KAU INI SIAPA !! HEI !! JANGAN SALAH KAN AKU KALAU AKU KASAR YA !! " bentak Raya membalas jambakan wanita itu lebih keras membuat wanita itu mengerang kesakitan.
" HEI DASAR PRIA TAK BERGUNA !! APA KAU TAK MAU MENOLONG AKU DAN ANAKMU INI !! LELAKI MACAM APA KAU ITU HAH !! " bentak wanita itu karena Mike tak bergeming dari tempatnya berlutut.
Raya berulang kali mendengar kata yang sepertinya menjadi penyebab kekacauan ini.
Raya melepas jambakannya dan beralih memegang lengan wanita itu lalu ia menjatuhkan wanita itu ke sofa .
" Hah hah.. apa apaan sih ini.. emangnya sambutan zaman kapan ini.. hei , jelaskan apa maksud ucapan wanita itu tadi !! cepat jelaskan !! dia pacarmu ?! " bentak Raya marah pada Mike.
" bukan !! dia bukan pacar ku " jawab Mike akhirnya membuka mulutnya.
" sayang , apa maksudmu.. bukannya kita sudah lama pacaran , kamu janji akan bertanggung jawab dan menikahiku " ucap wanita itu mencoba berdiri dengan wajahnya yang berurai air mata.
" Sebaiknya kau diam disitu , sebelum ku banting kau ke tanah !! ini urusan keluarga kami sebaiknya kau diam !! " bentak Raya semakin marah.
Wanita itu tetap menangis ditempatnya.
" aku jujur. dia bukan pacarku dan aku tak pernah berjanji apapun padanya. tapi mungkin itu memang salah ku. 2 bulan yang lalu aku mabuk di pesta kantor dan waktu bangun paginya , aku melihat dia tidur di sebelah ku. Tapi aku berani bersumpah. kalau itu hanya sekali saja . " jelas Mike.
Kepala pelayan masuk dan membawa seorang dokter wanita.
" periksa dia ! " ucap Rean pada dokter itu.
Raya langsung menarik paksa wanita asing itu untuk masuk ke kamar tamu walaupun wanita itu berontak.
Tak lama kemudian.
" selamat Tuan dan Nyonya. Janin dalam kandungan ibunya sehat " ucap dokter itu keluar bersama Raya dan wanita asing itu.
tampak raut wajah Raya sangat terkejut dengan ucapan dokter kandungan itu.
" berapa bulan ? " tanya Rean tanpa ekspresi.
" sekitar 4 bulan Tuan. sekali lagi selamat " ucap dokter itu.
" baiklah terima kasih. Pak , antarkan dokter ini keluar " ucap Rean .
" baik Tuan Besar. silakan dokter " ucap kepala pelayan.
Kepala pelayan dan dokter itu pun keluar dari ruang tamu.
PRAAAANNGGG !!
" Sekarang katakan !!apa tujuan kau memfitnah adikku !!? " tegas Rean bertanya pada wanita yang kini lehernya di tangan Rean.
Mike hendak menghentikan kakak sulung nya itu namun dicegah Raya.
" Diam disini. " tegas Raya menghentikan kakak nya.
Mike merasa sedikit tertekan dengan amarah dari sang adik yang biasanya pemaaf itu.
" Cepat katakan !! siapa yang menyuruhmu ?! " bentak Rean mencekik semakin kuat wanita itu.
" leee..pas..kan ... akuuu.. toloooongg " wanita itu memohon pada Rean dengan wajah yang semakin memerah.
" kak. lepaskan dulu. setidaknya janin itu tidak bersalah " ucap Raya menepuk pelan pundak Rean.
Perlahan Rean melepaskan cekikan nya hingga membuat wanita itu terduduk lemas di lantai.
" uhhuuuk uhuukkk "
" sekarang katakan apa maksud mu dengan sandiwara ini ?! " tegas Raya.
" memang nya siapa kau , kenapa aku harus menjelaskan nya pada kau . dasar perusak hubungan !! " gerutu wanita itu masih tak sadar siapa Raya.
PLAAAK
" jaga mulutmu !! dia adikku dan dia bukan orang yang bisa kau hina !! " ucap Rean menampar wanita itu hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.
" aahhh !! perut ku !! ahh !! sakit sekali !! " erang wanita itu sembari memegangi perut nya yang nyeri.
Raya menghela nafas panjang lalu membantu wanita itu berdiri.
" jangan bersandiwara lagi.. apa kau tak capek hah !! lagipula itu bukan milik kakakku jadi aku juga gak keberatan kalau langsung mengirim kau ke penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan . memang sih gak hukum mati , tapi ya paling tidak kemungkinan anak itu akan lahir di penjara " ancam Raya membuat wanita itu berhenti bersandiwara.
" maafkan aku. aku gak tau lagi harus kemana .. orang-orang mengusirku karena anak ini , orang tua ku menyuruhku membuang nya. Tapi , anak ini tidak bersalah " ucap Wanita itu mulai terbuka
" jadi kenapa kau menyalahkan kakakku ?! " tanya Raya sedikit mengintimidasi nya.
" setelah kejadian itu , hanya dengan kakakmu lah aku menghabiskan malam. ia memberikan ku uang dan juga memperlakukan aku dengan baik. karena itu aku pikir dia akan jadi ayah yang baik juga . maafkan keegoisan ku " ucap wanita itu penuh penyesalan.
" kak , ini memang salahku juga. andai waktu itu aku tidak hilang kendali , maka malam itu juga aku gak akan begitu .. maafkan aku " ucap Mike.
Rean duduk dan menghela nafas panjang.
" Pelayan !! " teriak Rean.
" iya Tuan Besar " ucap Kepala pelayan datang menghampiri Rean.
" antarkan orang itu ke rumah sakit. " ucap Rean . kepala pelayan mengangguk lalu membantu wanita itu untuk keluar dan masuk ke dalam mobil.
Walaupun masalah itu sudah jelas , tapi Rean tetap tak habis pikir dengan adiknya itu.
" Bukannya sudah berkali-kali ku peringatkan. jaga kelakuan mu diluar sana. beruntung kali ini memang bukan hasil olahraga mu itu . Tapi jika kamu terus seperti ini maka bukan tak mungkin suatu saat itu menjadi kenyataan. dan jangan harap aku mau menerima nya " ucap Rean tegas.
" baik kak " ucap Mike takut.
Raya mengambil tasnya lalu naik ke lantai atas tanpa memperdulikan apa yang di ceramahi kakaknya itu.
##
Setelah membersihkan diri dan makan di kamarnya , ia terus mengurung dirinya di dalam kamar.
Bukan nya beristirahat , Raya malah terus mengerjakan sebuah desain yang ia terima.
Setelah pameran pertama nya waktu itu , nama Raya mulai dikenal orang-orang.
Ditambah berita bahwa ia menjalin hubungan dengan Arthur yang seorang artis ternama.
Membuat orang-orang semakin penasaran dengan Raya dan mereka pun mengakui karya-karya nya itu.
" Dek .. Kamu lagi sibuk ? " tanya Rean masuk ke dalam kamar adiknya itu .
" ah lagi nyelesaikan desain aula hotel kak " ucap Raya.
" kakak pergi sebentar. tolong jagain Mike sebentar ya " ucap Rean.
" emm.. kencan buta " jawab Rean.
" ohh .. okay lah kalau begitu.. semoga lancar ya kak " ucap Raya tersenyum .
" hm ya. makasih. udah ya kakak pergi dulu " ucap Rean melambaikan tangannya pada sang adik.
#
Malam ini memang malam nya para kekasih memadu kasih karena itu tidaklah heran kalau melihat para pemuda pemudi berpasangan di sepanjan jalan..
" apa orang itu udah sampai ya " gumam Rean yang sebenarnya juga penasaran bagaimana sosok gadis yang akan menjadi teman kencan buta nya malam ini.
Tak lama kemudian , Rean pun memarkirkan mobilnya di tempat yang agak jauh dari tempat kencan buta nya.
Hanya memakai pakaian yang terbilang biasa , Rean yang berjalan sendirian itu pun tak mengundang perhatian banyak orang.
Kini tibalah Rean di cafe tempat yang dijanjikan.
" permisi , untuk satu orang Tuan ? " tanya pelayan cafe melihat Rean masuk sendirian.
" ah bukan , untuk berdua " jawab Rean.
pelayan itu tersenyum ramah lalu mengantarkan Rean ke meja yang kosong.
" terima kasih. ah saya pesan jus alvocad satu . yang lainnya nanti setelah teman saya datang " ucap Rean memesan minuman nya sebagai tanda bahwa ia bisa duduk menunggu disana.
" baik Tuan . pesanan anda akan segera kami siapkan " jawab pelayan itu lalu pergi.
Rean menunggu minumannya dan juga menanti pasangan kencan buta nya itu.
ia terus menunggu bahkan hingga gelas di depannya kini sudah menjadi gelas ketiga.
" lewat 1 jam setengah. akan ku tunggu sebentar lagi " gumam Rean melihat ponselnya.
Rean terus memperhatikan orang-orang yang keluar masuk cafe itu.
Sepuluh menit berlalu , Rean yang sudah lelah dan kesal pun bangkit dari kursi nya hendak pergi.
Namun bersamaan dengan itu , masuk seorang wanita bergaun merah dan langsung menghampiri Rean.
" ah maaf aku terlambat. jalanan nya macet sekali " ucap wanita itu langsung duduk semeja dengan Rean.
" maaf anda siapa ? " tanya Rean sopan.
" oh , bukannya anda kesini untuk kencan buta ? saya Popy yang ada di aplikasi dating " ucap wanita itu memperkenalkan dirinya.
" kalau begitu salam kenal " ucap Rean canggung .
Wanita bernama Popy itu pun memanggil pelayan dan memesan menu yang paling mahal di cafe itu.
Sementara menunggu pesanan nya tiba , Rean mencoba berbicara dengan Popy.
" Nona Popy. maaf jika saya lancang. tapi kalau boleh tau , apa anda pernah menikah ? " tanya Rean.
" kenapa ? apa anda sendiri pernah menikah ? " tanya Popy dengan wajah terkejut.
" saya belum pernah menikah " jawab Rean.
" kalau begitu sama. saya juga belum pernah. kalau boleh tau , apa pekerjaan anda ? " tanya Popy
" kantoran " jawab Rean singkat karena pelayan membawakan pesanan mereka.
Begitu pelayan itu pergi , Popy melanjutkan pertanyaan nya.
" kalau saya bekerja sebagai model di sebuah agensi. apa anda tidak keberatan jika pasangan anda seorang model ? " tanya Popy
" saya mencari pasangan yang siap di ajak serius . jika ia siap , saya bisa menghidupi nya tanpa harus ia bekerja di luar " jawab Rean.
" memangnya dengan gaji kantoran cukup untuk biaya hidup di kota besar seperti ini ? apalagi bagaimana jika sudah punya tanggungan " ucap Popy.
" saya tidak keberatan jika pasangan saya masih ingin bekerja di luar .Selagi tidak membuat malu nama saya dan keluarga . kalau Nona sendiri bagaimana ? " tanya Rean.
" ah untuk sekarang ini saya masih ingin bekerja , menikmati hasil keringat sendiri itu lebih enak " ucap Popy . Rean pun mengangguk tanda setuju.
Malam semakin larut , semua menu di meja pun sudah habis.
Rean melihat ada panggilan tak terjawab dari sekretaris nya , ia pun pamit ke toilet sebentar.
" maaf saya ke toilet sebentar " ucap Rean.
Popy hanya mengangguk .
Dalam hati , Rean merasa sedikit cocok dengan Popy setelah perbincangan mereka tadi.
Tapi ia masih belum yakin apa Popy juga merasakannya .
Sementara Rean menelpon sekretaris , Wanita bernama Popy itu terus menunggu di meja sambil memainkan ponselnya .
" iya sayang. sebentar lagi aku kesana kok. tunggu ya.. muaach " ucap Popy pada seseorang di seberang telepon.
dengan terburu-buru ia memutuskan panggilan itu begitu melihat Rean keluar dari toilet.
" maaf lama " ucap Rean.
" hmm jadi bagaimana sekarang . apa anda mau saya antar pulang nona ? " tanya Rean.
" tidak usah , terima kasih atas tawaran nya. saya bisa pulang sendiri " ucap Popy.
Rean pun memanggil pelayan dan membayar tagihan meja nya.
Rean mengantar Popy hanya sebatas di halte bus.
" Jadi , apa kita akan bertemu lagi ? " tanya Popy malu-malu.
" jika Nona tidak keberatan " jawab Rean.
" oh kalau begitu nanti saya yang akan tentukan tempat nya. terima kasih atas jamuannya malam ini " ucap Popy karena bus yang di tunggu sudah tiba.
Rean juga langsung pulang kerumah nya karena kencan buta nya sudah selesai..
##
Beberapa hari kemudian.
Arthur dan Raya yang sedang kencan di taman bermain melihat Rean tengah duduk sendirian di kursi taman.
" kak Rean ngapain sendirian disana ? " tanya Arthur
" oh katanya tadi sih mau kencan . mungkin nungguin si cewek kali " jawab Raya.
Dan benar saja , Popy pun muncul dari belakang dengan kedua tangan memegang es krim.
Arthur melongo melihat ekspresi Rean yang senang itu.
" kayaknya kencan buta nya yang waktu itu berjalan lancar ya " ucap Arthur.
" sepertinya sih iya. sudahlah , biarkan saja mereka berdua " ucap Raya.
Arthur merasa seperti pernah melihat wanita yang bersama Rean itu .
" kayaknya aku pernah lihat wanita itu.. tapi dimana ya " ucap Arthur.
" mungkin saja. kata kak Rean , dia itu model apalah namanya itu aku lupa. " ucap Raya.
Tak ingin mencari tau lagi , Arthur dan Raya pun melanjutkan kencan mereka.
Sementara Rean juga melanjutkan kencan nya dengan Popy . Tapi tetap dengan status nya yang kerja kantoran.
To Be Continue 😊😘🤗
Kalau sempat , up nya setiap hari .
Kalau ada halangan mungkin 2 hari.
maaf kelamaan ya. 🙏🙏