
Beberapa saat berkendara , akhirnya Arthur dan Raya tiba di tempat tujuan.
Hari ini tujuan mereka adalah taman bermain. Walaupun bukan yang terbesar tapi fasilitas disini sangat lengkap , wahana bermainnya juga banyak..
Keduanya masuk sambil bergandengan tangan setelah memarkirkan motor ditempat yang tersedia.
" enaknya naik apa dulu ya ? " tanya Raya
" aku terserah , yang penting sama kamu " ucap Arthur tersenyum manis.
" dah pintar gombal ya sekarang " goda Raya mencolek hidung Arthur.
" harus dong.. Biar bisa gombalin pacarku tersayang ini " jawab Arthur mencubit pelan pipi Raya
" udah ah , malu dilihatin orang.. Kesana yuk " ucap Raya menarik Arthur menuju wahana baling-baling.
Seharian ini keduanya habiskan dengan mencoba semua wahana bermain yang diperbolehkan.
Dan yang terakhir , rumah hantu.
Sejenak Arthur ragu untuk masuk kedalam wahana ini.
Berbeda dengan Raya , wajahnya sangat antusias saat keduanya mengantri di pintu masuk.
" sayang , kamu gak apa-apa ? " tanya Raya melihat Arthur diam.
" ya aku gak apa-apa .. Tapi , apa harus kesini ya ? " Arthur balik bertanya.
" kenapa ?? .. Jangan bilang kamu.... Takut hantu ya " goda Raya.
" bukan takut.. Cuma... Aku gak bisa kaget , takutnya malah ada yang cedera " ucap Arthur.
" mas , mbak .. Jadi masuk gak ? Yang lain udah ngantri tuh " ucap petugas loket masuk.
" iya iya. Ayo , tenang aja ada aku " ucap Raya menggandeng Arthur.
Baru beberapa langkah masuk ke dalam , Arthur dan Raya dikagetkan dengan suara teriakan dari pengunjung lain.
Sejenak keduanya saling pandang lalu tertawa.
Arthur dan Raya masuk semakin dalam wahana rumah hantu itu..
Tetap dengan bergandengan tangan , tangan kanan Arthur memegang senter sedangkan Raya memegang ponselnya.
Tiba-tiba.......
Baaaa
Arthur dan Raya kaget karena salah satu hantu jadi-jadian muncul secara mendadak tepat di depan mereka.
Arthur yang kaget secara spontan melayangkan tinjunya dan tepat mengenai dagu hantu jadi-jadian itu..
Sama hal nya dengan Raya yang juga kaget secara refleks menendang kaki hantu jadi-jadian itu..
Petugas yang menyamar jadi hantu itu pun hanya bisa mengaduh sambil berguling-guling kesakitan dilantai..
" maaf maaf , kami gak sengaja " ucap Raya merasa tak enak hati.
" sekali lagi maaf pak.. Ini untuk biaya berobat.. Sekali lagi kami minta maaf " ucap Arthur menyerahkan beberapa lembar uang besar untuk petugas itu.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menelusuri wahana itu setelah beberapa rekan petugas itu datang membantunya.
Sisa perjalanan mereka tak terlalu mengasyikkan karena para petugas yang menyamar jadi hantu malah lebih takut dengan Arthur dan Raya.
Para petugas hantu jadi-jadian itu pun bernafas lega saat Arthur dan Raya keluar melalui pintu keluar.
Rasa lelah menghampiri keduanya dan tak terasa waktu pun sudah semakin sore menjelang malam.
Arthur mengajak Raya untuk makan di salah satu stand didalam taman bermain itu..
Mereka makan sambil bersenda gurau dan tak ketinggalan juga mengabadikan momen itu melalui lensa kamera yang selalu menemani Raya.
Hari sudah malam , ponsel Raya pun berdering dan ternyata itu dari ibu Rol yang menanyakan tentang kapan dirinya pulang.
" Sayang aku ke kamar mandi dulu ya " ucap Arthur lalu beranjak setelah Raya mengangguk.
Baru beberapa saat Arthur ke kamar mandi , tiba-tiba seseorang datang dan duduk di kursi Arthur.
" maaf anda siapa ya ? " tanya Raya waspada.
" nona jangan khawatir , saya tidak punya maksud jahat . saya kemari hanya ingin memberikan sebuah titipan dari seseorang untuk nona .. Kalau begitu , saya permisi " ucap orang itu pergi setelah memberikan sebuah kotak dan juga sebuah map coklat.
Raya yang penasaran membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah kotak musik lengkap dengan boneka kecil yang menari balet.
Ada sebuah catatan kecil didalam kotak musik itu.
' maafkan aku '
" maaf untuk apaan sih ? " gumam Raya bingung.
Raya segera memasukkan map coklat beserta kotak musik itu ke dalam tas nya sebelum Arthur kembali.
" gak lama kok " jawab Raya.
Arthur yang peka sadar bahwa ada seseorang yang baru saja duduk di kursinya.
Tapi Arthur diam tak ingin membuat Raya berpikir dirinya tak mempercayai Raya.
Setelah makan , Arthur mengantarkan Raya kembali ke panti asuhan .
Arthur langsung pergi setelah Raya masuk ke dalam karena hari juga sudah larut.
Baru setengah jalan , ponsel Arthur berdering dan yang menelponnya adalah si kembar ..
Arthur pun melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata saat mendengar suara sang mami dibelakang sang adik.
Buru-buru Arthur masuk ke dalam mansion besar itu tanpa memperdulikan para anggota The Dark Knight yang berpapasan dengannya.
Dipikirannya hanya satu , semoga sang mami baik-baik aja..
Arthur langsung berlari naik ke lantai 4 , lantai khusus keluarga nya.
ia mencari di seluruh kamar , namun tak juga menemukan salah seorang dari keluarganya.
Arthur berlari lagi turun ke bawah , dengan buru-buru ia membuka kunci ruangan 0. ia berpikir mungkin keluarganya ada di ruangan itu.
namun , hasilnya nihil. ruangan itu kosong.
Selama setengah jam Arthur berlari mengelilingi mansion besar itu .
namun belum juga menemukan orang tua dan kedua adiknya.
" eh.. Tuan Muda , anda kenapa ? " tanya seorang maid melihat Arthur kelelahan.
" hah.. mana mami , papi sama bocah-bocah itu.. kenapa gak ada disini ? " tanya Arthur sambil mengatur nafasnya.
" ha ? bukannya Tuan dan Nyonya pergi ke rumah Tuan Muda ? " maid itu bingung.
" Calista sama Julian kemana ? " tanya Arthur
" ikut Tuan dan Nyonya " jawab Maid itu.
Arthur berlari meninggalkan maid itu dalam keadaan bingung..
" Blue .. hubungi mami atau papi.. sekarang !! " perintah Arthur begitu masuk ke kamarnya.
" nomor Ketua dan tuan besar tidak dapat dihubungi " lapor Blue.
Arthur menenangkan dirinya sejenak sebelum pergi lagi dengan motornya.
motor Arthur melaju sedang menembus dinginnya angin malam..
Sesaat kemudian , ia tiba di gedung apartemen nya.
" ah itu bos.. ada yang nyariin.. " ucap security menghentikan Arthur yang hendak masuk lift.
" sudah lama ? " tanya Arthur
" sudah dari sore bos " jawab security
"baiklah , lanjutkan kerjamu " ucap Arthur masuk lift.
Ting !
Lift berhenti di lantai khusus apartemen Arthur.
tiiit tiit
Arthur masuk ke rumah 'kecilnya' dan perasaannya pun jadi lega saat melihat keluarga nya sedang menonton tv di dalam rumahnya.
" mami " ucap Arthur memeluk manja sang mami.
" oh udah pulang.. mandi gih sana , kamu bau tau " goda Angela.
" gak ah.. aku masih mau sama mami " ucap Arthur yang sedang dalam mode manja tingkat dewa..
" kak.. kita nginep disini ya " ucap Julian langsung memisahkan sang kakak dari mami mereka.
" jauh-jauh sana .. mami punyaku " ucap Arthur kembali memeluk sang mami..
" ehem ehem.. sekarang udah larut.. sebaiknya kalian bertiga pergi tidur .. Arthur , mandi dulu sebelum kamu tidur " ucap Reiki langsung memeluk pinggang istrinya.
Ketiga anak itu akhirnya tau dari mana mereka bisa punya sifat yang sangat posesif .
" rupanya papi " batin mereka memalingkan wajah tak tertarik lalu masuk ke kamar masing-masing.
Malam itu , Arthur tidur dengan nyenyak karena Julian menjadi bantal gulingnya..
Sedangkan Raya kaget dan tak percaya dengan isi map coklat itu.
To Be Continue 😘😊🤗