YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 03



Warning !!


Cerita Ini Hanya Kisah Fiktif Belaka..


Mohon Maaf Bila Terjadi Kesamaan Tempat , Karakter , Dll ..


Happy Reading !!


Cinta datang tanpa mengenal tempat , waktu , dan suasana.


Apa kalian percaya dengan cinta pada pandangan pertama ??


sebagian orang pasti berpendapat tidak.


Tapi , seorang gadis dengan lantangnya mengatakan percaya.


Seorang mahasiswi semester akhir saat ini sedang merasakan pilu dihatinya .


ada rasa sakit dan cemburu saat melihat pujaan hati yang hanya bisa ia lihat dari jauh , kini menarik tangan seorang gadis yang kecantikannya bahkan melebihi sang ratu kampus yang baru-baru ini menolak pemuda itu.


Ada perasaan sakit dan ada juga rasa penasaran dalam hatinya.


" siapa dia ?" batin gadis itu bertanya-tanya tentang gadis cantik yang sedang bersama pemuda itu.


" Raya !! " teriak sahabat gadis yang bernama Raya itu.


" ah , kenapa ? " tanya Raya bingung


" hah .. mau sampai kapan kamu terus kayak gini Ray.. ungkapkan atau lepaskan , tentukan pilihanmu " ucap Luna sahabat Raya .


" aku ... aku.. aku bingung . dan lagi aku kan gak secantik mereka " ucap Raya menunduk lesu


" hei..cantik kan gak harus dinilai dari fisik seseorang. cantik itu juga dinilai dari hati kita .. percuma kan punya fisik cantik tapi hati jelek " ucap Luna menghibur sahabatnya itu


" kalau kamu memang benar-benar sayang dengannya.. maka , katakan yang sejujurnya padanya.. selagi belum diambil orang loh " goda Luna sukses membuat Raya berpikir lagi.


Sejenak Raya berpikir.


" hmm.. kamu benar.. kalau gak sekarang , kapan lagi " ucap Raya tiba-tiba semangat.


" semangat ya !! udah ah bahas ini mulu.. yuk kita udah dipanggil dosen pembimbing " ucap Luna


lalu kedua sahabat itu pun menuju ruang dosen yang dimaksud.


Diwaktu yang sama


Arthur menarik Lena ke parkiran mobil namun ia bingung sendiri.


" mana mobilmu kak ? " tanya Arthur pelan


" bengkel " jawab Lena mengeluarkan ponselnya


" kapan ? kenapa ? " tanya Arthur


" tadi pagi .. ditabrak " jawab Lena agak kesal mengingat kejadian pagi tadi.


" ah udahlah.. kita pakai sepeda ku aja . ayo " ucap Arthur kini tak lagi menarik tangan Lena melainkan hanya mengajaknya.


Kedua saudara sepupu itu pun beralih ke parkiran sepeda.


Namun , Arthur langsung kesal sendiri saat sepeda nya ternyata digantung diatas pohon .


" wah wah wah !! ternyata ada juga yang berani ya " ucap Lena karena Lena mengenali sepeda kesayangan adik sepupunya itu.


Jangankan orang lain , dirinya sendiri pun gak akan berani menyentuh sepeda itu jika tidak dapat izin dari sang empunya.


" tunggu apa lagi ? ambil gih " ucap Lena


Arthur melihat sekelilingnya terlebih dahulu .


Saat ia hendak melompat ke atas pohon , ia dikagetkan dengan suara seseorang .


" hai cantik .. boleh kenalan ? namaku Petrus , salah satu pangeran dikampus ini " ucap pemuda bernama petrus itu berlagak keren didepan Lena yang hanya memasang wajah dinginnya.


" sayang.. udah ah , entar aja ngambil sepedanya.. yuk aku lapar " ucap Lena melingkarkan tangannya ke lengan Arthur.


" kak . kau ngapain ? " tanya Arthur berbisik


" udah ah.. males aku lihat cecunguk ini " jawab Lena juga berbisik


" kita kerumahku aja ya sayang.. ayo " ucap Arthur ikut memainkan peran dadakan nya.


sedangkan pemuda bernama Petrus itu menahan kesal karena dipermalukan Arthur si culun.


" lihat aja nanti.. akan ku buat kau bertekuk lutut sambil memohon untuk dekat denganku " ucap Petrus menahan amarahnya melihat Arthur dan Lena yang kian menjauh.


Arthur dan Lena terpaksa jalan kaki menuju gedung apartemen Arthur yang kebetulan tak terlalu jauh dari kampusnya.


Sejenak , Lena menatap sekeliling memastikan tak ada yang mengikuti mereka.


Saudara sepupu itu pun segera masuk ke gedung berlantai 15 itu .


" kak .. anggap rumah sendiri , kalau mau minum ambil aja ya .. aku ganti baju dulu " ucap Arthur setelah masuk ke apartemen nya.


" oke . jangan lama ya . aku udah lapar " ucap Lena .


Tak menunggu lama , Arthur pun keluar dengan pakaian casualnya bukan pakaian culun seperti tadi.


" nah gini kan enak dilihat " ucap Lena memberikan sebotol jus untuk Arthur


" hm.. " jawab Arthur


" jadi , kau ditolak lagi ? " tanya Lena memilih duduk di kursi mini bar dapur


Arthur hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kakak sepupunya itu.


" hah .. sudahlah , lebih baik cari yang lain aja.. gak terlalu cantik fisiknya juga gak masalah kan.. yang penting setia dan nerima kamu apa adanya " ucap Lena menghibur adik sepupunya itu.


" iya .. yaudah yuk keluar cari makan " ucap Arthur lalu mengambil secara acak tumpukan kunci mobil didalam lacinya.


Lena dan Arthur pergi meninggalkan area gedung apartemen itu dan berkeliling kota DA dengan mobil putih Arthur


Sesaat kemudian , mereka berhenti di sebuah rumah makan di pinggir jalan.


" kak.. sejak kapan kakak lanjut kuliah lagi ? " tanya Arthur .


mereka memilih kursi di sudut belakang , jauh dari pandangan orang yang masuk ke rumah makan itu.


" kata siapa ? gak kok . " ucap Lena


" lalu , kakak kesini ngapain ? " tanya Arthur


" Mami mu nyuruh kakak kesini . entah mau ngapain , aku juga bingung " jawab Lena mengingat Aunty Angel nya tiba-tiba menghubunginya tadi malam.


" hm. kalau gitu , nanti kakak bisa pakai mobilku . terserah yang manapun kakak mau . " ucap Arthur


##


Malam pun tiba.


Bari yang sedari siang tadi penasaran pun akhirnya bisa tidur nyenyak karena perutnya sudah kenyang.


" apa memang gak ada yang mau dengan orang kayak aku ini ya .. hah " keluh Arthur pelan.


Arthur memandangi langit malam yang dihiasi bintang-bintang.


Sementara Raya, juga tengah memandang langit malam dari balkon asramanya.


" pokoknya aku harus berani. terima atau enggak , itu urusan nanti " ucap Raya meyakinkan dirinya.


Raya , seorang gadis 21tahun.


Sejak umur 2 tahun , ia hidup di sebuah panti asuhan .


karena terbentur biaya , terpaksa pendidikan nya harus berhenti sesaat. saat ini , ia baru kembali dari cuti panjangnya.


##


Pagi hari , seperti biasa , Arthur pasti bangun pagi untuk sekedar jogging.


Namun kali ini perasaan berbeda.


ada firasat sesuatu akan terjadi pagi ini.


dan firasat itu benar , saat ia melihat sepedanya kini terparkir ditempat biasa ditambah ada sebuah paperbag bergantung di stangnya.


' mungkin ini terdengar aneh bagimu. tapi biarkan aku jujur akan sesuatu. aku suka padamu , terlepas dari bagaimana cara orang memandangmu.. dimata ku , kau adalah bintang yang sangat bersinar terang .. jika kamu tak keberatan , bolehkah kita saling mengenal lebih dekat ? .. kalau kamu keberatan , aku juga gak apa-apa 😢 ... # RY '


Arthur tersenyum membaca sebuah surat yang menemani roti dan jus didalam paperbag itu.


" terima kasih " ucap Arthur pelan.


" tapi , kenapa gak ada kontak atau fotonya ya " ucap Arthur.


" Apanya gak ada !!? " tanya Bari mengagetkan Arthur.


" KODOK LARI!! " celetuk Arthur karena kaget.


Bari tertawa terbahak-bahak melihat Arthur yang kaget.


Bari langsung merampas surat ditangan Arthur dan membacanya.


" wah.. berani juga ya Raya " batin Bari . Ya Bari dan Raya memang saling kenal . lebih tepatnya , mereka berdua dibesarkan dipanti asuhan yang sama.


" gimana kalau kamu tulis aja jawabanmu disini.. siapa tau entar ada balasannya " ucap Bari menunjukan surat itu.


Arthur mengangguk lalu menuliskan jawabannya dan memasukkan lagi ke paperbag da digantung ke tempatnya semula.


Setelah Arthur dan Bari pergi Jogging, Raya pun melompat turun dari pohon didepan parkiran sepeda.


Dengan cepat ia membaca balasan dari Arthur.


' aku tunggu di gedung kolam renang sekarang ' balas Arthur


Raya pun senyum-senyum sendiri membacanya..


dengan buru-buru ia berlari ke asramanya untuk berdandan.


to be continue 😊😘🤗