
Setelah beberapa hari Angela , Johan , Reiki dan Jordan berpencar mencari keberadaan kelompok yang membajak pesawat hingga menewaskan Nana serta tuan Smith.
Akhirnya mereka menemukan titik terang keberadaan kelompok itu..
tak butuh waktu lama untuk keempatnya menyerang markas kelompok itu hingga menyisakan beberapa orang saja.
" katakan , siapa yang menyuruh kalian membajak pesawat waktu itu " ucap Johan menodongkan pisau ke leher salah seorang dari anggota kelompok itu.
" aku tak tau.. kami hanya menjalankan tugas " ucap nya takut namun bukan takut dengan pisau dilehernya melainkan takut dengan sosok dibelakang Reiki dan Angela . siapa lagi kalau bukan Jordan.
Jordan yang kini sudah sangat emosi berhasil ditahan oleh Reiki dan Angela walaupun dengan susah payah.
mendengar itu Johan langsung menebas orang itu.
lalu beralih ke orang disebelahnya.
" katakan apa yang kau tau " ucap Johan kembali menodongkan pisau nya keleher orang itu.
orang itu ketakutan karena di pisau itu masih ada sisa darah dari temannya..
" saya.. saya...hanya tau kalau target kami seorang wanita dan pria paru baya " ucapnya gugup..
" apa perintah nya ? " tanya Reiki sambil sedikit menahan Jordan yang agak tenang.
" bawa mereka pergi dan lenyapkan sisanya " ucapnya
deg. Jordan kaget mendengar perintah yang didapatkan kelompok itu.
" lalu dimana mereka sekarang ? " tanya Johan
" kami .. kami tidak tau.. kami kehilangan mereka " ucapnya gugup
" bagaimana bisa ? " tanya Angel
" kami di sergap di lereng bukit lopu dan kami terdesak hingga kereta yang membawa mereka jatuh ke jurang sungai " ucapnya lagi.. kini ia pasrah akan hidupnya.
" KALIAN !!! HARUS MATI !! " teriak Jordan emosi
" tenang dulu.. jangan lenyapkan dia.. kita suruh dia untuk tunjukkan tempat yang tadi ia sebutkan . gimana , mau ? " tanya Reiki
" huh.. berdoalah agar mereka bisa ditemukan.. atau jangan harap badanmu akan utuh " ancam Jordan.
orang itu menganggukkan kepalanya.
Johan pun menyeret pria itu mmenggunakan kudanya.
sedangkan Reiki dan Angela segera melenyapkan sisa-sisa kelompok pembajak itu sebelum akhirnya mereka pun mengikuti Johan dan Jordan.
Sepanjang jalan pria itu mengeluh kesakitan dan lelah karena harus berjalan.
saat mereka hampir tiba di tempat yang disebutkan pria itu , mereka dihadang oleh beberapa orang berpakaian serba merah.
" Berhenti !! " ucap salah seorang nya.
" ada urusan apa kalian dengan kami ? " tanya Johan.
" kami tak punya urusan dengan kalian . tapi dengan pria itu " jawab seseorang maju sambil menunjuk ke arah pria yang ditarik kuda..
pria itu ketakutan..
" maaf tapi urusan kami dengan pria ini belum selesai.. kami permisi jika tak ada urusan lagi " ucap Reiki.
" siapa kalian , dari mana asal kalian ? " tanya orang berbaju merah itu.
" kami hanya penduduk " jawab Johan
namun rombongan berbaju merah itu curiga karena Johan , Jordan , Angela dan Reiki menutup wajah mereka serta membawa senjata
" kalian pejuang atau pengkhianat ? " tanya orang berbaju merah tegas.
" apa maksudmu ? " tanya Reiki
" kalau pejuang , kita bersaudara .. tapi , kalau pengkhianat , maka tinggalkan nyawa kalian disini " ucapnya serius sambil menggenggam gagang pedangnya.
" hah.. aku tak mau mencari musuh. aku hanya ingin pria ini menunjukkan dimana ia kehilangan istriku yang telah mereka culik.. jadi sebaiknya kalian menyingkir " ucap Jordan turun dari kudanya.
rombongan itu tetap tak mau mengalah dan mereka juga tak percaya dengan ucapan Jordan
" kalian bisa pergi setelah menyerahkan harta kalian " ucap orang itu
" jangan pura-pura. kami tau kalian orang kaya dan kalian juga gak akan kekurangan uang jika kami meminta sedikit harta kalian " ucap temannya.
" bandit-bandit gunung itu " batin Angela
" jika kalian bosan hidup , majulah " ucap Jordan mulai kesal karena mereka menghalanginya mencari Nana.
rombongan itu heran dengan senjata yang dipakai di tangan Jordan
" sebaiknya kalian menyingkir sebelum dia lepas kendali " ucap Reiki
" Dan.. relax oke.. mereka bukan musuh.. ingat prioritas kita " ucap Angela berdiri disamping Jordan.
Rombongan berbaju merah itu kaget dan bingung sejak kapan wanita berbaju biru itu berdiri disamping pria itu padahal mereka melihat dengan jelas kalau wanita itu ada disisi pria berbaju hitam.
Dengan perlahan , rombongan itu pun menyingkir dari jalan mereka.
Angela cs pun melanjutkan perjalanan ke lereng bukit lopu.
" apa kau yakin tempatnya disini ? " tanya Reiki saat mereka sudah berada dilokasi yang pria itu katakan..
" iya.. benar.. saya sendiri juga ikut dalam rombongan malam itu " ucapnya pasrah
" jurang ini mengarah langsung ke sungai besar " ucap Angela melihat ke bawah.
Tanpa pikir panjang , Jordan langsung melompat kebawah .
" dasar bocah.. emangnya dia punya nyawa berapa sih " gerutu Johan kesal melihat tingkah Jordan..
" kau ikut turun " ucap Angela melemparkan pria yang diseret kuda tadi ke bawah jurang menyusul Jordan.
" AAAAHHHH " teriak pria itu saat dilempar Angela..
lalu Angela , Reiki dan Johan ikut menyusul.
Sampai di bawah , tepatnya dipinggir sungai.
Jordan yang mendarat lebih dulu dengan cepat mencari jejak Nana.
" gimana , dapat sesuatu ? " tanya Reiki mendarat setelah nya.
" belum.. tapi aku yakin pasti ada " ucap Jordan tanpa mengalihkan perhatian nya..
" ada ? " tanya Angela pada Reiki.
Reiki menggelengkan kepalanya lalu raut wajah nya berubah.
" mau sampai kapan pria itu disitu ?! " geram Reiki.
" ah maaf , aku lupa " ucap Angela lalu menjatuhkan pria yang tadi di angkatnya .
" huh " ucap Reiki cemburu lalu merangkul Angela , menjauhkan nya dari pria itu..
" kau .. jangan coba-coba kabur " ucap Johan menarik pria itu lagi.
pria itu pasrah ditarik kesana-kemari oleh Johan.
sedangkan Angela membakar ikan hasil tangkapan Reiki barusan.
" Kita makan dulu baru teruskan mencarinya " ucap Reiki pada Jordan
" kalu kau gak punya tenaga . gimana kamu bisa menemukan nya " timpal Angela .
Akhirnya Jordan pun mau makan walaupun hanya sedikit.
Johan yang selesai lebih dulu pun langsung mencari disekitar sungai persis ditempat mereka mendarat.
beberapa saat mencari , Johan menemukan sebelah sepatu kets yang ia tau itu pasti milik Nana.
dengan segera ia terus mencari disekitarnya lalu kembali ke tempat dimana Jordan dan lainnya sedang makan.
" Hah hah hah .. aku ketemu " ucap Johan mengatur nafasnya.
Jordan yang melihat barang-barang di tangan Johan pun langsung mengambilnya.
" ini punya Nana.. Sayang.. kamu dimana ?! " teriak pilu Jordan memegang jam tangan dan topi Nana yang ditemukan Johan.
" kita cari sekarang " ucap Reiki
" pegang ini untuk penerangan kalian " ucap Angela memberikan kayu yang ia sulap jadi obor.
blaar..
pria yang bersama mereka kaget melihat api biru dari tangan Angela.
" itu.. apa mungkin ,tuan putri phoenix , pangeran es dan pangeran kembar " batin pria itu menatap satu per satu orang di depannya itu.
mereka berempat pun berpencar untuk mencari jejak keberadaan Nana..
" sayang ku mohon tunggu aku.. aku pasti menemukanmu " batin Jordan
to be continue 🤗😘😊