
Setelah duduk di kursi pesawat dalam waktu yang cukup lama , akhirnya ia dan rombongan nya tiba di tempat tujuan.
Entah mengapa ia merasa ada yang kurang beres dengan orang-orang yang menjemputnya di bandara.
Arthur memberi kode pada bodyguard yang menemaninya untuk bersiap karena mereka tidak tau siapa yang menjemputnya , apakah kawan atau lawan.
Dan tentu saja Arthur dan para bodyguard nya bersiaga.
" apa sudah diselesaikan ? " tanya Arthur memancing orang yang membawa mereka.
" maksudnya apa Tuan ? " tanya orang itu.
" siapa yang mengutusmu ? " tegas Arthur dengan cepat menodongkan pistol ke kepala orang itu.
Namun , bukannya gemetar ketakutan dan gelisah . orang itu masih saja tetap tenang mengemudikan mobil van itu.
" Tuan sebentar lagi kita sampai di hotel ." ucap orang itu.
Arthur masih tetap menodongkan pistol nya tepat di kepala orang itu.
" saya juga harus menyampaikan pesan dari Tuan Besar agar Tuan Muda tidak gampang percaya dengan wajah memelas orang dan supaya Tuan tetap berkepala dingin dalam segala situasi " ucap orang itu begitu mobil berhenti di depan hotel tempat Arthur dan rombongan nya tinggal selama disana.
Orang itu tau jika Tuan Muda nya itu tidak percaya akan apa yang ia katakan , karena itulah ia memperlihatkan sebuah tato tanda keanggotaan nya sebagai bagian The Darkness , yang tergambar di leher belakangnya.
Arthur langsung menyimpan kembali pistol nya karena sangat mengenali keaslian tanda itu.
" bagaimana keadaan disini ? " tanya Arthur datar.
" menjawab Tuan Muda . keadaan disini lumayan kacau , banyak warga sipil yang menuntut pertanggung jawaban mengenai masalah pembebasan lahan " ucap orang itu.
" ikut aku , ceritakan didalam " perintah Arthur lalu keluar setelah beberapa orang bodyguard nya memeriksa keamanan hotel tersebut.
Begitu masuk ke kamar presiden suite itu , Arthur kembali bertanya pada utusan papi nya itu.
" Sebetulnya perusahaan sudah mengeluarkan dana terkait pembebasan lahan tersebut serta memberikan solusi lain untuk warga sipil yang kehilangan tempat tinggal. Tapi dana tersebut sampai sekarang belum mereka terima. " ucap orang itu
" maksudmu ada orang yang berani menggelapkan dana perusahaan , begitu ? apa kalian punya bukti ? " tanya Arthur.
" untuk sementara bukti yang kami kumpulkan belum cukup kuat untuk bisa memberi mereka pelajaran . kami masih berusaha terus mencari bukti yang sangat kuat Tuan Muda " jawab orang itu.
Kreeek
Klotak Klotak Klotak.
" Tentu saja mereka tidak bisa menemukan semua bukti yang kita butuhkan karena para tikus itu menemukan sarang baru yang bisa menyembunyikan jejak mereka " ucap Lena masuk dengan sebuah map ditangan nya lalu memberikan map itu ke Arthur.
Dibaca isi map itu dengan serius dan teliti.
" ternyata mereka biang kerok nya. aku tak menyangka kalau kekuasaan mereka bisa sampai disini " ucap Arthur mengenali beberapa foto di dalam map yang diberikan Lena.
" jadi bagaimana sekarang ? kita biarkan saja dulu atau langsung habisi seperti perintah awal ? " tanya Lena mengeluarkan pedangnya karena tak sabar ingin menghabisi para tikus got itu.
Utusan Reiki dan bodyguard yang ada didalam kamar itu langsung ketakutan begitu melihat pedang milik Lena.
" kita lihat saja dulu bagaimana mereka akan memperlakukan kita. bukannya mereka tak tau kalau kita akan datang " ucap Arthur tersenyum licik.
#
Disaat keluarga Anson , LU , dan Adinson tengah menghadapi hari yang menegangkan.
Rean justru terlihat gembira karena ia diajak berkunjung ke rumah Popy dan berkenalan dengan orangtua nya.
Raya yang kebetulan ada dirumah merasa aneh melihat tingkah kakak sulung nya itu.
" kak Rean kenapa ? kesambet kah ? " tanya Mike juga heran dengan tingkah laku kakaknya itu.
" entahlah. mungkin " jawab Raya.
Raya dan Mike diam sambil terus memperhatikan tingkah Rean yang sama seperti gadis kecil .
" kak.. ngapain ? " tanya Mike.
Rean langsung berpaling melihat Mike yang berdiri di ambang pintu .
" Ayo masuk . aku butuh bantuan " ucap Rean langsung menarik Mike yang sebenarnya enggan melangkahkan kaki nya masuk ke kamar kakak nya yang kini berubah bak kapal pecah.
" bantuan apa maksud kak ? " tanya Mike
" menurut mu bagus yang mana . ini atau yang ini ? " tanya Rean menunjukkan setelan jas di tangan kanan dan kiri nya pada Mike.
" kayaknya sama deh kak. sama-sama warna hitam tuh " jawab Mike
" yang ini hitam . yang ini bukan hitam tapi abu-abu " ucap Rean .
Mike semakin bingung dengan tingkah kakak nya itu.
" emangnya kakak mau kemana ? " tanya Raya hanya berdiri di dekat pintu.
" ehmm itu.. ada teman yang ngajak kakak main kerumahnya. Tapi dirumah itu ada orangtua nya juga jadi gak ada salahnya kan kalau berpakaian yang pantas dan sopan didepan orangtua ? " ucap Rean sedikit berkilah.
Raya dan Mike langsung paham maksud perkataan kakaknya yang kini malu-malu itu.
" ooohh teman.. kalau gitu ngapain pakai jas , emang kakak mau ngelamar kerja .. bentar aku pilih kan dulu " ucap Mike memilah baju yang bercampur aduk di atas ranjang Rean.
Begitu dapat apa yang ia cari , langsung ia berikan ke Rean.
Beberapa saat kemudian .
Rean dengan percaya diri nya mengambil kunci motornya lalu pergi.
" emangnya gak masalah kalau kak Rean tampilannya kayak gitu ? " tanya Raya .
" ada yang salah ? bukannya pemuda zaman sekarang kalau mau ketemu orangtua pacar juga kayak gitu pakaiannya . kamu tenang aja dek, kalau cewek itu lurus , dia gak akan mempermasalahkan tampilan ataupun kendaraan kak Rean. Justru sebaliknya , kalau dia memang mempermasalahkan hal kecil begitu artinya dia gak baik buat kak Rean dan buat keluarga kita. paham kan ? " jelas Mike.
Raya mengangguk karena ia sangat paham akan hal itu.
#
Saat ini Rean sudah tiba di alamat yang Popy berikan.
Rean turun dari motornya dan tak lupa buah tangan yang ia beli di perjalanan tadi.
Popy membukakan pintu rumah untuk Rean dan mempersilahkan masuk .
Awalnya ia berbincang seperti biasa dengan Popy namun Rean menyadari satu hal , sorot mata dan nada bicara Popy padanya berubah.
Rean yakin hal itu karena begitu orangtua nya muncul , sikap kedua orangtua Popy padanya terkesan cuek dan sarkas.
apalagi saat ayah Popy bertanya tentang pekerjaan Rean dan keluarga nya.
" saya yatim piatu dengan 2 orang adik. belum lama ini saya bekerja disebuah perusahaan didaerah ini . sebelumnya saya bekerja di kota KN " jelas Rean.
Ayah dan ibu Popy memperhatikan Rean dari atas ke bawah.
Popy yang tadi pergi ke dapur entah kenapa muncul dengan seorang pemuda yang dari atas hingga ke bawah semuanya barang bermerek.
" oh kamu datang ? ayo duduk sini. Nak cepat buatkan minum untuknya . " ucap ayah Popy menyambut dengan hangat pemuda itu dan tak menghiraukan Rean.
" oh kau masih disini ? maaf ya kami ada acara keluarga " ucap ibu Popy mengusir Rean secara halus.
Sedangkan Popy bahkan tak mau melihat nya lagi padahal Rean sudah membawa kotak berisi cincin di saku nya karena ia berniat langsung melamar Popy begitu bertemu keluarga nya.
Namun semua itu kandas begitu saja bahkan sebelum itu benar-benar dimulai.
Akhirnya Rean pergi dengan perasaan kecewa dan sakit hati bahkan mereka tak mau merespon saat Rean pamit.
To Be Continue 😊😘🤗