
Raya yang lelah berjalan akhir akhirnya tertidur diatas hamparan pasir.
Mike yang melihat itu segera menghampiri sang adik , dengan hati-hati ia menggendong Raya kembali ke kastil mereka.
#
Malam itu , Arthur dan Lena menerima sebuah misi yang tak bisa diselesaikan anggota The Dark Knight karena terbilang susah.
Arthur dan Lena sudah siap dengan perlengkapan senjata dan baju tempur mereka.
Setelah menerima rincian misi itu , keduanya pun langsung pergi ke lokasi.
Tanpa banyak kata .
BOOM BOOM BOOM
Arthur meledakkan pintu besi sebuah bunker di pinggir kota.
Lena melajukan motornya masuk ke dalam bunker itu.
Dor dor dor dor
Srreet srreekkk .. BUKK BUGH BUGH..
Malam itu keduanya bekerja sama , Lena menyerang dengan pistolnya sedangkan Arthur dengan pedang kembarnya.
Hanya butuh waktu 10 menit untuk keduanya membasmi para musuh yang mengepung mereka tadi .
" kita kesana " ucap Arthur mengkode Lena
Lena mengangguk lalu mengikuti langkah Arthur.
BRAAK !!
" SIAPA KALIAN ?!! " bentak seorang pria yang tengah memadu kasih dengan 3 wanita.
Lena sedikit kaget saat melihat pria itu.
antara kaget dan jijik lebih tepatnya. bagaimana tidak , ia juga seorang wanita tapi harus melihat hal yang sangat tak enak dipandang.
lain Lena lain juga Arthur. ia memperhatikan ketiga wanita itu .
" mereka dipaksa " gumam Arthur namun dapat didengar oleh Lena.
" dasar B****** !! ba***g**!! " geram Lena
Dengan kesal dan marah , Lena mengarahkan peluru ke arah pria itu.
DOR !!
" AAAKKHHH !! " teriak wanita yang dijadikan tameng oleh pria itu.
" hahaha , ternyata kalian disini untuk membunuhku " ucap Pria itu tertawa.
Lena semakin geram mendengar tawa pria itu menggema padahal ada wanita yang tewas karenanya.
" kemarilah gadis manis.. biarkan aku mencicipi rasanya benda kenyal itu " ucap pria itu menggoda Lena sembari tangannya melemparkan tali untuk menangkap Lena.
Sreek !
" jangan jauh-jauh dari aku " ucap Arthur memotong tali itu.
" dasar makhluk tak berguna.. !! kau merusak kesenanganku !! enyahlah !! " bentak pria itu kesal dan marah karena Arthur memotong talinya.
" Awas !! " Arthur langsung menarik Lena sedikit menjauh dari jangkauan tali itu.
Lena dan Arthur terus menghindar dari tali pria itu , tapi setelah beberapa kali menghindar.
Lena malah menangkap tali yang mengarah padanya.
" hahaha !! kenapa manis , kau lelah .. kalau begitu kemarilah " ucap Pria itu mendorong 2 wanita lain yang ada disampingnya.
Arthur melihat perubahan dari sorot mata Lena.
Dengan cepat ia mengamankan 2 wanita asing itu ke tempat yang aman.
" kalian pergilah dari sini , lebih jauh lebih baik !! cepatlah !! " ucap Arthur memberikan 2 gaun yang ada didekatnya.
seolah mengerti , 2 wanita itu pun langsung melarikan diri sekuat tenaga.
Sementara Lena , bukannya tertarik oleh tali itu . malahan tali itu yang ditarik Lena beserta pria setengah b**** itu.
Saat jarak diantara mereka semakin menipis , Lena langsung mengeluarkan api birunya dan membakar tali itu.
melihat hal itu , pria asing itu langsung ketakutan dan jatuh terduduk .
" itu .. api itu..kau !! DK !! " teriak pria itu ketakutan.
sejenak Lena lengah , melihat gadis didepannya sedikit lengah .
pria itu langsung mengikat kuat tubuh Lena ke sebuah tiang.
" HAHAHAHA !! siapa sangka , aku yang seorang bos geng kecil seperti ini bisa mengalahkan seorang master terkenal DK.. hahaha !! sebentar lagi akan ku cicipi tubuh indah ini .hahaha !! " tawa pria itu menggema membuat Lena semakin panas.
saking senangnya , pria itu bahkan tak sadar tali yang mengikat Lena kini telah terlepas.
" benarkah ?! " tanya Lena tepat di telinganya.
Pria itu langsung menjauh .
Lena mendekat dengan sorot membunuhnya , kini bukannya pistol yang ada ditangannya melainkan sebuah pisau kecil yang berselimut cahaya biru.
Arthur yang kembali juga kaget melihat Lena yang seperti itu.
" wah wah ! tuh laki-laki tadi ngapain Lena ya . sampai Lena marah besar kayak gitu " ucap Arthur hanya melihat dari depan pintu.
" Kau ..KAU .. KAU !! KAU !! bagaimana kau bisa lepas !! " ucap pria itu kaget dan takut
" pertama , aku paling benci orang salah mengira aku. kedua aku paling benci playboy yang suka main wanita . ketiga aku paling benci dengan orang licik dan tak tau malu . dan beruntungnya kamu , itu semua ada dikamu " jelas Lena dingin.
" jangan.. jangan bunuh aku !! " ucap pria itu hendak memeluk kaki Lena lagi.
Syuut !! BUGH !! BRUK !!
" Aw ! pasti sakit " komentar Arthur melihat pria itu melayang ditendang Lena dan menghantam dinding besi.
" am..pu..ni.. sa..ya " ucap pria itu kesakitan..
" awalnya aku akan bawa kau hidup-hidup . tapi sepertinya aku berubah pikiran " ucap Lena memainkan pisau kecilnya itu.
Lena mengarahkan pisau itu tepat ke pria itu namun hal itu dicegah Arthur.
" maafkan aku kak. tapi , ingat tugas kita . membawa orang ini hidup-hidup " ucap Arthur sedikit berbisik.
" bawa b******* ini . aku muak melihatnya " geram Lena langsung keluar dari tempat itu dengan motornya.
Arthur menyeret pria itu lalu melemparkannya ke bagasi mobil.
Lena kembali lebih dulu ke markas The Dark Knight dibanding Arthur.
Setelah menyerahkan pria itu ke anggota yang lain. Arthur masuk ke kamarnya membersihkan diri lalu beristirahat.
##
Hari ini , tak seperti biasanya .
Gedung HADK Techno yang biasanya sangat ramai kini terlihat sepi.
sebagian karyawan memang diliburkan hari itu hanya ada beberapa yang masuk.
Arthur masuk ke ruang rapat sendirian.
" maaf sudah membuat tuan-tuan menunggu " ucap Arthur meminta maaf atas keterlambatannya .
" ya , kami harap Tuan muda pertama tak seperti ini lagi di masa depan " ucap salah satu pemegang saham
" baiklah karena semua orang sudah berkumpul. kita mulai saja dari sekarang " ucap Angela selaku pimpinan sekaligus pemegang saham terbesar.
1 jam berlalu , akhirnya mereka mencapai kata sepakat .
Siang itu , mereka sekeluarga makan siang bersama di sebuah restoran.
" Ar ,mulai dari sekarang tanggung jawab mu bertambah. walaupun kamu berada diatas ,tapi ingat jangan pernah memandang rendah orang lain. " nasihat dari sang mami
" iya mi Ar bakal ingat pesan mami " ucap Arthur
" tapi jika ada yang berani berulah hingga merugikan. janganlah segan. hukum berat pengacau itu " ucap sang papi.
" iya pi " jawab Arthur
" kalian berdua ,belajar baik-baik. sekarang kakak kalian , nanti ada waktunya giliran kalian , pahamkan ? " tanya sang papi.
" kami paham pi " jawab Calista dan Julian.
" udah pi biarkan mereka makan " ucap maminya.
Mereka lima beranak pun makan dengan suasana hangat.
diwaktu yang sama , Rean mendapat pemberitahuan dari perusahaan HADK Techno bahwa proposal mereka sudah disetujui dan mengatur janji secepatnya.
" MIKE !! RAYA !! SIAPKAN BARANG KALIAN !! KITA PERGI KE KOTA DA BESOK !! " teriak Rean antusias.
" kota DA ? Ar , aku rindu kamu " batin Raya.