
Acara pertemuan kedua keluarga itupun berjalan dengan lancar.
Arthur mengantar pulang Raya dan Rean lebih dulu.
Sedangkan Mike diminta mengantar Calista dan Julian kembali ke kampus karena searah dengan tujuannya.
" baiklah. aku sampai sini saja. kalian berdua berhati-hati lah karena hari sudah malam." ucap Mike setelah Julian dan Calista turun dari mobilnya.
" terima kasih atas tumpangannya . kalau gitu kami permisi " ucap Calista sopan lalu menarik Julian pergi.
" hm ada-ada aja tuh bocah .malam-malam gini mau ngapain sih datang ke gedung kosong kayak gitu " gumam Mike karena tak tau alasan sebenarnya.
Begitu mobil Mike sudah tak terlihat lagi , Julian keluar dengan sepeda motor ninja nya yang sengaja di simpan di kampus.
" oke sekarang mau kemana ? " tanya Julian pada Calista yang duduk dibelakangnya.
" kemana aja . terserah " ucap Calista .
" hmm. pegangan , aku gak tanggung jawab kalau kau sampai jatuh " ucap Julian
" hmm ya ya . " ucap Calista langsung memeluk Julian dari belakang dan menyandarkan kepalanya ke punggung sang adik.
Julian paham dan juga bisa merasakan perasaan sakit hati dan kecewa dari sang kakak kembar.
Tanpa banyak kata , Julian melajukan motornya menjauh dari area kampus.
saudara kembar itu melalui Malam dengan terus berkendara sepanjang jalan tanpa ada kata yang terucap.
" si B******* itu.. tunggu tanggal mainnya . akan ku buat kau menyesal " batin Julian marah karena Gani telah membuat Calista menangis.
" apa didunia ini tak ada yang benar-benar tulus mencintaiku. kenapa cinta pertama kuharus setragis ini " batin Calista .
Sementara itu , Arthur sudah kembali ke mansion keluarganya.
ia bingung karena tak melihat tanda-tanda keberadaan kedua adiknya itu.
" pi , mi .. Si kembar kemana ? " tanya Arthur
" Lagi jalan-jalan . biarkan saja " ucap Reiki
" oh yaudah. kalau gitu Ar istirahat dulu ya.. muach mi " ucap Arthur lalu pergi kekamarnya setelah mencium pipi sang mami.
CUP..
" gak boleh ada bekas bibir lain selain bibir ku " ucap Reiki mencium pipi Angela tepat ditempat yang sama dengan Arthur tadi.
" ya ya.. tapi jangan terlalu cemburu dengan keturunan mu sendiri.. entar cucu mu gak mau main sama kita " ucap Angela.
" kamu cuma milikku.. milikku milikku " ucap Reiki menciumi kedua pipi istrinya itu.
" hus .udah ah. ayo istirahat , besok kita harus berangkat ke tempat ayah , ingat kan " ucap Angela.
" siap ibu ratu . ayo kita tidur " ucap Reiki menggendong istrinya ala bride .
#
Pagi pun menjelang.
Entah jam berapa Calista dan Julian pulang tadi malam.
yang pasti formasi di meja makan kini telah lengkap.
keluarga itu pun sarapan bersama sebelum melakukan aktifitas masing-masing.
" Pi , Lian gak jadi ikut ke tempat kakek ya.. soalnya jadwal kelas Lian padat minggu ini , ini juga mau mampir bentar ke perusahaan sebelum kampus " ucap Julian
" ya biar nanti papi sampaikan ke kakek.. ingat jaga kesehatan kalian. tak perduli sesibuk apapun kalian , jangan lupa untuk makan dan istirahat walaupun sebentar " ucap Reiki
" baik pi ! " ucap ketiga Adinson bersaudara.
" hmm. kak anterin aku ya . kan kita searah " ucap Calista .
" iya anak cantik " ucap Arthur mengacak rambut sang adik
" KAK !! JANGAN RUSAK RAMBUTKU !! " pekik Calista tak suka rambut yang sudah ia ikat rapi kini berantakan karena ulah kakak nya.
" hahahah !! " tawa Arthur senang mengoda sang adik..
Setelah sarapan , mereka pun pergi sesuai jadwal mereka hari itu.
Arthur mengantar Calista ke kampus lebih dulu sebelum ia menjemput Raya.
" kamu yakin nanti gak mau kakak jemput ? " tanya Arthur saat mereka sudah didepan gerbang kampus.
" iya kakakku. nanti Lista bisa pulang dengan Lian . kakak tenang aja " ucap Calista
" yaudah kalau gitu , sana belajar yang benar ya " ucap Arthur mengacak rambut adiknya.
" iya kakakku sayang.. bye " ucap Calista keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung fakultas nya.
Arthur pergi setelah melihat sang adik masuk ke gedung.
#
Dilain kampus , Bari terus memperbaiki tesis akhirnya.
dengan semangat dari Lena yang sangat menjadi motivasi tersendiri baginya.
Bari juga berusaha meningkatkan dirinya agar lebih baik dari saat ini , itu semua karena ia ingin bisa bersama dengan Lena tanpa takut tanggapan orang lain.
Bari hanya mahasiswa biasa .
Ddrrrtt
" aahh !! kaget aku.. !! siapa sihh !! " teriak Bari di perpustakaan yang langsung kena tegur petugas.
ia tersenyum saat melihat layar ponselnya.
dan ternyata ,,itu adalah kekasihnya .
Tak ingin ditegur petugas lagi , Bari pun keluar dari perpustakaan.
" halo .." ucap Bari begitu panggilan itu terhubung .
" halo .. hmm aku ganggu gak ? " tanya Lena dari seberang telepon.
" gak kok. aku juga lagi gak sibuk " ucap Bari
" baguslah kalau gitu. ehmm " ucap Lena sedikit ragu.
" kenapa ? gak ada masalah kan ? " tanya Bari..
" iya sebenarnya aku mau nanya sesuatu , boleh ? " tanya Lena
" lah ,, itu kan udah nanya .. hehe " goda Bari
" ihh.. kamu .. aku beneran mau nanya sesuatu " ucap Lena manja
" haha.. iya iya.. silakan , mau nanya apa sayangku " ucap Bari
" itu.. memangnya beneran ya , Arthur udah ngelamar Raya ? " tanya Lena karena dirinya sendiri tidak hadir saat pesta yang lalu , maklum , ada misi yang harus ia awasi.
" hmm.. iya.. mana mereka nelponin aku tengah malam tadi.. gara-gara mereka aku gak bisa tidur semalam. " ucap Bari yang tadi malam jadi tempat curhat Raya dan Arthur lewat telepon.
Bukannya merasa marah atau kesal , Lena justru tertawa mendengar pacarnya itu menggerutu tentang Arthur dan Raya.
Lama keduanya melepas rindu via telepon sebelum akhirnya Lena diingat tentang rapat oleh asistennya.
Bari pun melanjutkan belajarnya setelah sambungan itu terputus..
#
Calista baru saja keluar dari kelas pertama nya hari ini.
Namun , ia harus bertemu dengan Gani yang ternyata sengaja menunggunya didepan ruang kelas.
" Lista .. beri aku satu kesempatan. ku mohon.. " ucap Gani menghadang Calista
Tapi Calista tetap cuek dan terus berjalan tanpa menanggapi ucapan nya.
" Lis !! Lista !! Calista !! Tunggu !! " teriak Gani yang mencoba mengejar langkah kaki Calista.
" senior sepertinya anda salah gedung jurusan jurusan anda ada di sana bukan disini " ucap Calista menunjuk ke arah timur.
" Lis , tolong jangan hukum aku seperti ini. ku mohon , izinkan aku menjelaskannya " ucap Gani memegang tangan Calista.
" maaf. saya permisi " ucap Calista melepaskan genggaman tangan itu..
" Lis please .. jangan siksa aku begini.. dengarkan penjelasanku.. aku akan terima apapun keputusanmu setelah mendengarnya . please " ucap Gani memohon sambil berusaha memegang lagi tangan Calista.
Plak !
" Kau !! apa apaan kau ini Julian ! minggir , jangan ikut campur " ucap Gani marah karena Julian yang tiba-tiba datang langsung menampis tangannya.
" wah senior , kenapa senior marah-marah denganku " ucap Julian memasang wajah polosnya.
" Kau !! " geram Gani
" ah ya , kupikir ada dimana , udah lama aku tungguin loh. kok gak balas chat maupun telepon aku sih " ucap Julian beralih ke Calista dan tak menghiraukan kekesalan Gani terhadapnya.
" ah masa ? .. oh iya , aku gak sempat lihat ponsel " ucap Calista memeriksa ponselnya .
" yaudah , ayo pergi. aku lapar " ucap Julian menggenggam tangan Calista sengaja didepan Gani.
" jangan sentuh pacarku ! " Gani marah melihat itu.
" wah , senior . ku kira siapa.. maaf tapi siapa pacar anda ? Calista ? oh benar kah ? " tanya Julian dengan nada dibuat-buat.
" Lista pacarku.. sana kau pergi dari sini ! " Gani dengan marahnya mengusir Julian
" oh ternyata begitu ya.. tapi sayangnya , Calista tetap harus pergi denganku " ucap Julian .
" memangnya kau siapanya Lista , hah ! apa hak mu ! " ucap Gani makin marah dan geram.
" menurut mu apa ? " tanya Julian makin memancing amarah Gani karena dengan sengaja memperlihatkan cincin yang melingkar indah di jari tengah mereka berdua .
" kalian ! ini gak mungkin kan .. Lis ! ku mohon bilang itu gak benar " ucap Gani
" senior , hubungan kita sudah berakhir saat kau mengaku tak mengenalku di depan wanita asing itu. jadi tak ada yang harus kita bicarakan lagi. permisi ." ucap Calista tegas lalu pergi dan tak lupa menarik Julian bersama nya..
Bukan hanya Gani yang kaget dan tak percaya apa yang terjadi.
para mahasiswa maupun dosen yang sedari awal menjadi penonton pun ikut kaget karena mereka tak pernah menyadari cincin Julian dan Calista yang dibuat sepasang.
" Tidak !! aku tak percaya ! " gumam Gani lalu pergi dari tempat itu .
to be continue 😘🤗😊