YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
150



Malam itu mereka memutuskan untuk tidur di rumah lama Leon dan Angela yang kebetulan rumah itu memiliki banyak kamar jadi cukup untuk mereka semua.


Jordan menemani Nana yang duduk di atas pasir pantai.


sedangkan yang lainnya menikmati malam yang bertabur bintang dengan mengadakan pesta kecil.


Ya rumah Bara Anson memang terletak tepat di daerah pantai sehingga halaman belakang rumah itu adalah pantai lengkap dengan hamparan laut yang luas.


pesta kecil itu lengkap dengan acara makan makan.


" kok Angela sama Aurora lama ya ? " ucap Hyper yang ditinggal Aurora pergi berbelanja ke supermarket bersama Angela


" paling bentar lagi maklum aja namanya juga cewek " ucap Leon menyusun tumpukan kayu bakar yang rencananya untuk api unggun.


" nih udah siap tinggal nunggu daging sama api nya aja nih " ucap Johan yang bertugas menyiapkan peralatan memanggang .


" kalau daging kita nunggu Angela sama Aurora . tapi kalau api suruh dia aja tuh kan praktis " ucap Jordan bergabung dengan mereka bersama Nana


" kok gue sih " ucap Leon


" ya terus siapa lagi , disini kan cuma elo yang punya api praktis " ucap Hyper


" dia aja lah kan dia juga bisa " ucap Leon menunjuk Reiki yang juga menata meja serta piring untuk mereka.


" aku ? boleh aja kalau kalian mau nya ini " ucap Reiki sambil mengeluarkan uap dingin dari jari nya


" ah gue sih gak mau. udah cukup angin malam ini aja yang dingin. udah cepetan gih nyalain api unggunnya " desak Johan


" kasian tuh Viona kedinginan " ucap Hyper memancing Leon.


Sedangkan Viona yang sedang ngobrol dengan Vero dan Nana pun memandang polos Leon.


Melihat itu , Leon pun merasa luluh. akhirnya mau tak mau ia pun mencoba menyalakan api unggun itu.


" sebaiknya kalian menjauh dulu , kak Leon kan belum terlalu bisa mengendalikannya " ucap Reiki ke Johan , Jordan dan Hyper yang duduk dekat Leon.


mendengar itu mereka semua sedikit menjauh dari Leon yang tengah berusaha mengeluarkan api seperti Angela.


sedangkan Reiki sudah siap menahan api Leon dengan tameng es nya.


Syuut blaarrr.


" HOREE !!! AKU BISA . HOREE !!! " teriak Leon senang melihat api nya bisa menyala tepat di tumpukan kayu bakar itu.


" kak Leon , matikan itu dulu entar kakak gak pakai baju loh " ucap Reiki yang menutupi tubuh Leon yang ternyata sudah tak memakai kaos nya yang tak sengaja ikut terbakar.


Viona , Vero dan Nana pun langsung balik badan tak mau melihat nya padahal jarang-jarang bisa melihat perut six-pack milik Leon.


" yon . kayaknya loe gak boleh nyalain api nya sembarang tempat. bisa-bisa entar ada berita heboh tentang kotak-kotak ini " goda Johan sambil menunjuk perut Leon


" ya gimana dong. terus angel kok bisa santai aja ya dan gak perduli dimana , dia bisa langsung keluarin apinya " ucap Leon bingung


" ya wajar aja sih. Kalau Angela kan udah latihan sejak dari kecil nah kalau elo kan belum juga ada sebulan " ucap Hyper


" lagi bahas apaan sih ? " tanya Aurora datang bersama Angela dan 4 keranjang belanjaan.


" kak , itu kakak yang nyalain ? " tanya Angela melihat api unggun itu sudah menyala dan Angela tau itu bukan api biasa.


" iya dong. kakak hebat kan . hehehe " ucap Leon bercanda


" iya hebat sekali " puji Angela tak mau membuat Leon jadi patah semangat.


" yaudah nih daging nya , yang ini bumbu ,ini minuman nya " ucap Aurora memberikan keranjang belanjaan pada Hyper.


" kok aku semua honey ? " tanya Hyper karena aurora memberikan 3 keranjang untuk Hyper


" yang lainnya kan bisa bantuin honey " ucap Aurora lembut.


" loe ikut gue . ini loe yang siapin ya " ucap Hyper memberikan 1 keranjang berisi minuman ke Reiki dan menyuruh Johan untuk membantunya memotong daging itu.


" aku ngapain ? " tanya Jordan


" sini bantu aku kak " ucap Reiki lalu jordan pun menghampiri Reiki di depan meja makan yang penuh dengan minuman dan cemilan.


" kakak gak ganti baju dulu ? " tanya Angela ke Leon


" ah iya kakak lupa !! kakak masuk dulu ya " ucap Leon langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


saat para pria itu menyiapkan segala yang dibutuhkan , para gadis itu pun sibuk sendiri dengan aktifitas mereka.


yang terdengar dari para gadis adalah suara tawa dan canda yang terdengar sangat merdu dan indah ditelinga para pemuda itu.


Leon yang sudah berganti pakaian pun ikut bergabung dengan Johan dan Hyper.


15 menit kemudian.


Hyper yang bertugas memanggang bersama Johan .


Malam itu mereka menikmati waktu santai yang berharga itu dan melupakan sejenak masalah yang menanti mereka.


#


Pagi hari


Angela dan Leon yang mendapat panggilan dari markas mereka masing-masing pun segera bersiap.


" kamu mau kemana dek ? " tanya Leon melihat Angela keluar dari kamar memaki baju tempur nya.


" kakak sendiri mau kemana ? " tanya Angela melihat Leon sama seperti dirinya.


" kalian mau kemana , ada hal penting yang mendesak kah ? " tanya Johan yang duduk diruang tengah bersama Vero sambil menikmati teh hangat dan cemilan , heran melihat dandanan Anson bersaudara itu.


" iya kalian mau kemana sih ? " tanya Jordan keluar dari kamar nya


" aku mau ke markas pusat dulu , ada panggilan mendadak " ucap Angela


" kakak juga mau ke markas " ucap Leon


" master apa saya boleh ikut ? " tanya Viona


" kak viona , kamu sekarang kan sudah bukan anggota Pasukan Bayangan jadi kakak gak bisa ikut aku kesana. kakak tau kan peraturannya " ucap Angela melirik Leon


" sayang kamu disini aja ya. kamu sekarang bukan bawahan Angel lagi tapi kakak nya jadi kamu hanya perlu jaga diri kamu . ya sayang " ucap Leon lembut sambil memegang tangan Viona


viona pun mengangguk mengerti.


" kalian hati-hatilah " ucap Viona


Leon dan Angela mengangguk serempak.


" ah aku lupa bilang. Reiki sudah pergi tadi subuh . katanya sih ayahnya minta jemput " ucap Johan


" Nana sama kak Aurora mana ? " tanya Angela


" Nana masih tidur sama aurora juga " ucap Hyper karena semalam Nana tidur sekamar dengan aurora.


" yaudah , kami pergi dulu ya . anggap aja rumah sendiri " ucap Leon lalu mencium lembut bibir Viona


" woi masih pagi tau !! " protes Hyper


" iya nih gak lihat tempat ada bocah disini " ucap Jordan menutup mata Angela dengan tangannya.


" ya ya. sampai kapanpun aku ini tetap bocah di mata kalian " ucap Angela pasrah


mereka pun tertawa mendengar ucapan Angela itu


" yaudah ayo bocah . berangkat bareng kakak aja lagian kan satu arah satu tempat pula cuma bersebrangan aja " ucap Leon mengacak rambut Angela.


Angela mengangguk ,lalu keduanya pun berangkat dengan mobil Leon.


#


Angela dan Leon tiba dimarkas mereka masing-masing .


shiro memberikan kotak dan amplop ke Angela


begitu juga Leon yang mendapat kotak dan amplop yang sama seperti yang didapat Angela.


" Shiro.. siapkan peralatan dan senjata ku ." perintah Angela tanpa melihat ke arah shiro.


" baik master " jawab Shiro lalu meninggalkan ruangan Angela.


Leon pun sama dan ia lebih kaget dari Angela


" kakek , Leon titip markas dan perusahaan sama kakek dulu ya. ada sesuatu yang harus Leon kerjakan " ucap Leon menghubungi kakek Tio.


" oke kamu hati-hati " ucap kakek tio di seberang telpon.


" semoga kali ini semua nya tuntas " ucap Leon pelan.


#


disisi lain ,Reiki pun tiba dibandara untuk menjemput ayahnya.


" REIKIII !! " teriak seseorang memanggil Reiki


reiki pun menoleh ke arah sumber suara namun ia kaget saat seorang gadis langsung memeluk erat dirinya ditengah keramaian itu.


to be continue 🤗😘😊