YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 95



Karena tugas mereka sudah selesai dan masalah yang terjadi di proyek pun sudah diatasi , maka Arthur dan Lena pun memutuskan untuk segera kembali mengingat situasi di markas mereka masing-masing sedang dalam kondisi yang tidak aman.


" Terus kasih kabar ke kami tentang situasi kalian disana ya " ucap Arthur pada Lena saat keduanya hendak berpisah jalan karena lain tempat tujuan.


" ya aku tau . kalian juga ya. kalau gitu aku duluan ... bye " ucap Lena menarik kopernya masuk ke pesawat milik Anson Grup.


Sedangkan Arthur masuk ke pesawat milik Adinson Grup.


Kedua pesawat pribadi itu pun lepas landas secara bergantian.


#


Disaat yang sama.


Johan akhirnya berhasil memperbaiki alat komunikasi mereka setelah semalaman terjaga.


" bagaimana , sudah bisa ? " tanya Hyper


" ya sudah bisa . hanya saja , kita kan belum tau siapa yang berani mengkhianati kita. Jadi ku sarankan kalau mau menghubungi seseorang , hubungi lah yang benar-benar bisa dipercaya " ucap Johan.


Keenam orang tua itu pun berdiskusi tentang siapa yang akan di hubungi itu.


sekian lama dan dengan proses yang berbelit , Akhirnya Angela menghubungi anak-anak nya terlebih dahulu.


Tapi tak ada satu pun yang menjawab , begitu juga Leon yang menghubungi Viona maupun Lena dan hasilnya juga sama.


Hyper dan JJ pun juga mencoba tapi sayang tak ada satupun dari mereka yang menjawab telepon nya.


Tanpa mereka ketahui jika orang-orang yang mereka telepon saat ini sedang sangat sibuk.


Bagaimana tidak , berita tentang para kepala keluarga yang sangat terpandang dan berpengaruh tersebut menghilang sudah tersebar ke seluruh negeri.


Dan saat ini baik di perusahaan maupun di rumah , semua tempat sudah dikepung oleh para awak media.


Lena dan Arthur yang harusnya mendarat dibandara terpaksa harus mendarat di kediaman keluarga mereka masing-masing.


Viona sibuk mengarahkan anak buah suaminya untuk terus mencari jejak keberadaan mereka dan Skype pun juga ikut sibuk menangani masalah di perusahaan.


Dan yang agak parah adalah Adinson bersaudara ,dimana mereka tetap harus menyembunyikan identitas asli nya seraya terus mencari jejak orangtua nya serta mengarahkan 3 markas besar yang ada di tiga kota pula .


" Kayaknya keadaan The Darkness semakin lama semakin parah. apa tidak sebaiknya kita lakukan pembersihan sekarang ? " tanya Lian.


" belum waktunya. kita tunggu dulu sampai semua lintah itu kenyang dan menampakkan wujudnya , barulah kita lakukan pembersihan " ucap Lista.


Arthur pun tiba tepat waktu dan langsung ikut berdiskusi bersama kedua adiknya , sedangkan Edward dan Layla membantu mereka mengawasi dan mengarahkan anggota The Dark Knight yang untuk sementara dilatih lebih ketat lagi.


Sebenarnya mereka tidak ambil pusing dengan beberapa wartawan yang berjaga di luar menunggu bahan berita mereka.


" bagaimana dengan para wartawan itu, kak ? " tanya Lista pada Arthur.


" biarkan saja mereka selagi tidak menggangu dan berbuat nekad dengan memaksa masuk . siapkan saja beberapa makanan kotak dan minum untuk mereka . hitung-hitung berbagi , toh kita juga gak kekurangan kan " jawab Arthur , Lian dan Lista pun menyetujui nya.


" kalau begitu kita putuskan begini saja. Kakak akan ke HADK Techno , sedangkan Lian ke kantor cabang papi sekaligus membantu paman Diyan ah kalau Ed mau ikut juga gak masalah. Dan untuk mu Lista , terus lacak keberadaan mami dan papi. besar kemungkinan mereka tidak bisa menghubungi kita karena bisa saja ada yang menyadap , hati-hati dengan Gadget kalian. " jelas Arthur.


" baik kak " jawab mereka serempak.


#


Hari pun berganti , tak terasa sudah hampir seminggu penuh berita tentang menghilangnya kepala keluarga Anson , Adinson dan LU terus muncul di berita.


Makin hari makin banyak rumor yang tak jelas.


Sementara sang bahan berita malah asyik menyantap buah sambil menonton tv.


" apa itu sangat menarik ? " tanya Arthur.


" oh , sayang . kamu udah pulang. pesanan mami mana ? " tanya Angela dengan wajah penuh harapnya.


" nak , ada beberapa hal yang tak perlu kita jelaskan . bukannya bagus juga beginikan , kalau gini kan papi sama mami bisa istirahat dari kantor " ucap Reiki pada putra sulung nya.


Ya benar !!


Reiki dan Angela sudah kembali, begitu juga dengan JJ , Leon , dan Hyper.


" kalau mau istirahat kan bisa kasih tau aku , biar aku yang ngurus perusahaan . Gak perlu kayak begini caranya " gerutu Arthur karena kesibukannya inilah ia semakin jarang bertemu Raya.


" kalau gitu , emangnya kamu udah siap go publik ? " tanya Angela serius.


" ah udahlah. mami sama papi bisa disini sampai kapanpun terserah. Arthur mau balik ke rumah dulu " ucap Arthur lalu pergi dari gedung apartemen nya yang kini menjadi tempat persembunyian orang tua nya itu.


Sementara di lain sisi , tampak seseorang duduk dengan cerutu ditangannya.


Orang itu tersenyum misterius.


" apa kalian pikir aku bakal percaya dengan umpan kalian ini. ah sudahlah , kayaknya memang sudah lama kita tak berjumpa . Musuhku " ucapnya melihat berita di layar kaca.


" Tuan , apa anda yakin ingin pergi kesana ? " tanya seorang di belakangnya.


" ya . persiapkan semuanya ah dan jangan lupa dengan hadiah untuk si tua itu. " perintahnya tegas.


Orang kepercayaan dibelakang nya pun mengangguk lalu pergi.


Sementara pria misterius itu terus meremas sebuah foto .


#


Di metrocity , Leon yang juga tengah bersembunyi dikediaman nya juga tidak bisa keluar walau sebosan apapun.


" ah apa gak ada orang dirumah ?! " gerutu Leon.


" pa , Bari datang tuh " ucap Lena membuka pintu ruang kerja papa nya itu.


" oh benarkah ? kalau gitu tunggu bentar " ucap Leon yang tiba-tiba menjadi sangat bersemangat.


Bagaimana tidak , beberapa hari yang lalu . Disaat yang lain tak menjawab telepon mereka , hanya Bari lah yang menerima panggilan telepon itu dan dengan beberapa kata Bari pergi ke sesuai yang diarahkan Leon.


Bari datang tidak dengan tangan kosong. ia mengendarai mobil box pemberian Anton yang lebih besar dari milik resto nya.


Karena itulah , mereka bisa terselamatkan .


Dan oleh karena itu jugalah Bari mendapat restu dari Leon bahkan malah lebih perhatian pada Bari daripada Lena putrinya sendiri.


Sama seperti sekarang , dua orang pria beda generasi itupun asyik dengan permainan kartu mereka sedangkan Lena yang juga duduk menonton hanya diam karena tidak dihiraukan .


" Leon Anson !!! " teriak Viona masuk dengan terburu-buru.


" kenapa , ada apa ? " tanya Leon langsung menghampiri istirnya yang datang seperti dikejar hantu.


" Makam ayah diobrak-abrik dan sekarang beritanya udah tersebar ke mana-mana " ucap Viona kesal dan marah.


" Siapa yang berani begitu ?! " tanya Leon dari raut wajah nya terlihat sangat tidak senang.


Disaat keduanya dilanda kesal dan amarah , tiba-tiba Angela menghubunginya dan mengatakan siapa pelakunya .


" berarti orang itu menyatakan perang terbuka , begitu maksud mu ? " tanya Leon


" ya , jadi bersiaplah . karena besar kemungkinan orang itu sudah ada di kota mu " ucap Angela.


" kalian juga bersiap " ucap Leon mengakhiri panggilan itu.


To Be Continue 😊😘🤗