
Calista dan Edward menunggu Lena keluar dari ruangan itu .
Hampir 2 jam mereka menunggu hingga akhirnya Bari keluar bersama Lena yang masih sedikit lemah.
Melihat keadaan Lena , Calista pun bergegas menghampiri keduanya.
" kak.. kakak kenapa ? " tanya Calista khawatir sembari membantu memapah kakak sepupunya itu.
" maaf aku belum mampu menjaganya " ucap Bari pelan .
Edward pun membantu Bari berjalan karena bisa dilihat jika kaki Bari pun lemas entah karena syok ataupun karena sesuatu.
" sebaiknya sekarang kita bawa mereka kembali " ucap Edward.
Tanpa mereka sadari , Anton melihat itu.
Dalam hatinya ada rasa pilu tapi ada juga rasa sesal dan kesal karena ucapan Bari tadi.
" bantu mereka " ucap Anton pada bodyguard nya.
" baik Tuan " jawab mereka serempak lalu pergi menjalankan perintah Tuan mereka.
Di halaman luar sudah ada mobil van yang menunggu mereka.
" mobil siapa lagi itu " gumam Anton karena mobil itu bukan mobil yang di pakai Bari tadi.
Anton hanya melihat dari jendela mobil van itu perlahan menghilang.
Diwaktu yang sama , Julian menarik kembali hampir seluruh pasukan kecil yang di bawa nya tadi dan hanya meninggalkan beberapa orang saja untuk mengawasi.
#
Hari berganti , Bari dan Lena pun sudah kembali pulih seperti sedia kala.
Tapi karena berita tentang Lena yang diculik sudah terdengar sampai ke telinga Papa nya , maka tidak heran kalau sekarang markas The Dark Knight kini semakin ramai karena kehadiran Leon Anson .
" Paman , sejak kapan paman datang ? " tanya Julian sedikit kaget melihat Leon .
" kau , kenapa baru bangun ? apa kau tak tau sekarang ini bukan lagi siang ataupun pagi !! Lihat !! sudah sore tapi kau baru bangun.. Mau jadi apa kau hah !! " ucap Leon sedikit meninggi .
Julian hanya bisa diam dan menyesali pertanyaan nya .
" andai tadi aku diam aja , kalau perlu tutup pintu kamar " batin Julian harus menerima karena dijadikan pelampiasan kekesalan pamannya hanya karena bertemu didepan pintu kamar Lian.
" kak. ikut aku " ucap Angela menarik lengan kakaknya itu.
" Baru bangun ? " tanya Reiki pada putra bungsunya itu.
" iya kali baru bangun pi.. Lian udah bangun dari tadi pagi cuman masuk lagi demi menghindari amukan .. eeehh taunya malah kena " ucap Lian .
" yasudah , sana makan dengan saudara-saudara mu " ucap Reiki
" iya pi " jawab Julian lalu berjalan menuju dapur.
Suasana di dapur saat ini masih menegang karena amukan emosi Leon beberapa saat yang lalu di tempat itu.
" loh.. kenapa ? habis ada apaan sih , kok pada mengkerut ? " tanya Julian duduk di kursi sebelah Lista.
" jangan diungkit " bisik Lista pelan.
Julian pun hanya mengangguk kan kepalanya .
Suasana sangat tegang sampai-sampai ekor nyamuk pun enggan mengganggu mereka.
Selesai dengan makanan nya , Julian dan Lista langsung melarikan diri dari sana.
Di ruang makan itu tinggallah Arthur , Lena dan Bari yang masih tak bisa bergerak dari tempatnya.
#
Di kediaman Rean .
Raya tengah bersiap hendak berangkat ke aula tempat pameran nya memantau pekerjaan dari karyawan nya.
" mau bareng kakak ? " tanya Rean menawarkan diri
" kemanapun kamu mau " jawab Rean tersenyum.
" haha sudahlah kak. aku tau senyum kakak manis tapi jangan cuma senyum didepan ku aja dong. kalau mau cari pacar biar bisa senyum dengan cewek selain aku " goda Raya
" ya ya .. kalau ada stok boleh kenalin ke kakak mu ini " ucap Rean.
" gampang bisa diatur , tapi tunggu kalau ada 2 orang ya biar adil. hehe hehe " ucap Raya.
" terserah deh. yuk kakak antar " ucap Rean memamerkan kunci baru di tangan nya.
" makasih " ucap Raya.
Kedua saudara itu pun berangkat bersama , sedangkan Mike yang kini sangat sibuk dengan perusahaan entertainment yang ia kelola jadi sangat jarang ia pulang ke rumahnya.
" kapan ini selesainya .. aahh !! kepala ku pusing !! " teriak Mike memegangi kepalanya karena melihat setumpuk pekerjaan yang tertunda.
" Maaf Pak . Tolong periksa berkas ini " ucap Sekretaris Mike masuk membawa beberapa berkas.
" haha .. ini perusahaan atau kantor agensi dunia hiburan sih !! kok banyak banget kertas putih begini " protes Mike.
" Pak . ini Perusahaan yang bergerak di bidang entertainment . jadi wajar jika banyak berkas yang harus bapak periksa . dan juga bukannya berkas-berkas ini menumpuk karena Anda sendiri yang menunda nya " ucap sekretaris Mike sekaligus utusan dari Rean
" ya ya aku tau . sudah lah , kalau boleh pulang duluan " ucap Mike melihat jam yang menunjukkan pukul 7 yang artinya jam kantoran sudah berakhir beberapa jam yang lalu .
" terima kasih , tapi saya akan tetap disini selagi Anda masih berada disini " jawab sekretaris nya itu lalu keluar dari ruang kerja Mike.
" hah dasar si tua , memang sih aku minta sekretaris yang profesional dan bisa diandalkan . tapi kenapa harus orang kayak gitu sih " gumam Mike tak tau harus bagaimana menghadapi orang kaku bak robot profesional utusan kakaknya itu.
Mike kembali bergelut dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya itu hingga tanpa terasa malam pun semakin larut .
Disisi lain , Anton menghubungi Edward setelah berulang kali berpikir.
" Besok siap kan jamuan yang lengkap karena akan datang tamu istimewa " ucap Anton pada kepala pelayan di rumah nya.
" baik Tuan " jawab kepala pelayan.
#
Rembulan kini telah berganti dengan sang mentari.
Mansion The Dark Knight kini kembali ke aktifitas mereka seperti biasanya.
Begitu juga Arthur dan kedua adik nya.
" kalau kalian ada waktu , jangan lupa datang ke gedung Lavender . boleh ajak teman ataupun kenalan kalian ya . " ucap Arthur menghentikan Julian yang hendak memakai helm.
" memang jam berapa acara nya kak ? " tanya Lian
" Dari jam 9 pagi sampai 9 malam " jawab Arthur memeriksa pesan masuk dari kekasihnya.
" iya kak. nanti aku ajak Ed kesana . udah ya aku duluan takut telat.. bye byee " ucap Calista melambaikan tangannya lalu mulai menjalankan sepeda motornya.
" aku juga berangkat dulu kak. bye " ucap Lian menyusul kakak kembar nya.
" Dasar bocah.. ah sudahlah , lebih baik aku juga berangkat sekarang " ucap Arthur masuk ke dalam mobil nya.
Sementara di ruang makan , orangtua mereka sedikit kecewa dengan tiga bersaudara itu.
" pi , mereka gak ingat kalau kita ada di rumah ya. kok gak pamitan sama kita " ucap Angela.
" ya sudah lah sweety , mungkin mereka lupa . kan masih ada aku disini " ucap Reiki memegang tangan istrinya.
" iya mungkin mereka buru-buru . semoga mereka selamat sampai tujuan " ucap Angela mendoakan ketiga anaknya itu.
Sementara tiga bersaudara itu mengingat-ngingat sesuatu karena sepertinya ada yang tertinggal..
Tiba di persimpangan , Calista mengambil jalan lurus menuju kampus nya. Sedangkan Lian ke arah kanan , menjemput Layla.
Arthur pun mengambil jalan ke kiri , jalan tercepat menuju kediaman Rean untuk menjemput Raya , tunangannya.
Dan nasib apes untuk sebuah mobil yang mengikuti mereka karena tak bisa mengikuti jejak dari tiga kendaraan sekaligus .
To Be Continue 😊😘🤗