YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 86



Calista dan Edward menunggu Lena keluar dari ruangan itu .


Hampir 2 jam mereka menunggu hingga akhirnya Bari keluar bersama Lena yang masih sedikit lemah.


Melihat keadaan Lena , Calista pun bergegas menghampiri keduanya.


" kak.. kakak kenapa ? " tanya Calista khawatir sembari membantu memapah kakak sepupunya itu.


" maaf aku belum mampu menjaganya " ucap Bari pelan .


Edward pun membantu Bari berjalan karena bisa dilihat jika kaki Bari pun lemas entah karena syok ataupun karena sesuatu.


" sebaiknya sekarang kita bawa mereka kembali " ucap Edward.


Tanpa mereka sadari , Anton melihat itu.


Dalam hatinya ada rasa pilu tapi ada juga rasa sesal dan kesal karena ucapan Bari tadi.


" bantu mereka " ucap Anton pada bodyguard nya.


" baik Tuan " jawab mereka serempak lalu pergi menjalankan perintah Tuan mereka.


Di halaman luar sudah ada mobil van yang menunggu mereka.


" mobil siapa lagi itu " gumam Anton karena mobil itu bukan mobil yang di pakai Bari tadi.


Anton hanya melihat dari jendela mobil van itu perlahan menghilang.


Diwaktu yang sama , Julian menarik kembali hampir seluruh pasukan kecil yang di bawa nya tadi dan hanya meninggalkan beberapa orang saja untuk mengawasi.


#


Hari berganti , Bari dan Lena pun sudah kembali pulih seperti sedia kala.


Tapi karena berita tentang Lena yang diculik sudah terdengar sampai ke telinga Papa nya , maka tidak heran kalau sekarang markas The Dark Knight kini semakin ramai karena kehadiran Leon Anson .


" Paman , sejak kapan paman datang ? " tanya Julian sedikit kaget melihat Leon .


" kau , kenapa baru bangun ? apa kau tak tau sekarang ini bukan lagi siang ataupun pagi !! Lihat !! sudah sore tapi kau baru bangun.. Mau jadi apa kau hah !! " ucap Leon sedikit meninggi .


Julian hanya bisa diam dan menyesali pertanyaan nya .


" andai tadi aku diam aja , kalau perlu tutup pintu kamar " batin Julian harus menerima karena dijadikan pelampiasan kekesalan pamannya hanya karena bertemu didepan pintu kamar Lian.


" kak. ikut aku " ucap Angela menarik lengan kakaknya itu.


" Baru bangun ? " tanya Reiki pada putra bungsunya itu.


" iya kali baru bangun pi.. Lian udah bangun dari tadi pagi cuman masuk lagi demi menghindari amukan .. eeehh taunya malah kena " ucap Lian .


" yasudah , sana makan dengan saudara-saudara mu " ucap Reiki


" iya pi " jawab Julian lalu berjalan menuju dapur.


Suasana di dapur saat ini masih menegang karena amukan emosi Leon beberapa saat yang lalu di tempat itu.


" loh.. kenapa ? habis ada apaan sih , kok pada mengkerut ? " tanya Julian duduk di kursi sebelah Lista.


" jangan diungkit " bisik Lista pelan.


Julian pun hanya mengangguk kan kepalanya .


Suasana sangat tegang sampai-sampai ekor nyamuk pun enggan mengganggu mereka.


Selesai dengan makanan nya , Julian dan Lista langsung melarikan diri dari sana.


Di ruang makan itu tinggallah Arthur , Lena dan Bari yang masih tak bisa bergerak dari tempatnya.


#


Di kediaman Rean .


Raya tengah bersiap hendak berangkat ke aula tempat pameran nya memantau pekerjaan dari karyawan nya.


" mau bareng kakak ? " tanya Rean menawarkan diri


" kemanapun kamu mau " jawab Rean tersenyum.


" haha sudahlah kak. aku tau senyum kakak manis tapi jangan cuma senyum didepan ku aja dong. kalau mau cari pacar biar bisa senyum dengan cewek selain aku " goda Raya


" ya ya .. kalau ada stok boleh kenalin ke kakak mu ini " ucap Rean.


" gampang bisa diatur , tapi tunggu kalau ada 2 orang ya biar adil. hehe hehe " ucap Raya.


" terserah deh. yuk kakak antar " ucap Rean memamerkan kunci baru di tangan nya.


" makasih " ucap Raya.


Kedua saudara itu pun berangkat bersama , sedangkan Mike yang kini sangat sibuk dengan perusahaan entertainment yang ia kelola jadi sangat jarang ia pulang ke rumahnya.


" kapan ini selesainya .. aahh !! kepala ku pusing !! " teriak Mike memegangi kepalanya karena melihat setumpuk pekerjaan yang tertunda.


" Maaf Pak . Tolong periksa berkas ini " ucap Sekretaris Mike masuk membawa beberapa berkas.


" haha .. ini perusahaan atau kantor agensi dunia hiburan sih !! kok banyak banget kertas putih begini " protes Mike.


" Pak . ini Perusahaan yang bergerak di bidang entertainment . jadi wajar jika banyak berkas yang harus bapak periksa . dan juga bukannya berkas-berkas ini menumpuk karena Anda sendiri yang menunda nya " ucap sekretaris Mike sekaligus utusan dari Rean


" ya ya aku tau . sudah lah , kalau boleh pulang duluan " ucap Mike melihat jam yang menunjukkan pukul 7 yang artinya jam kantoran sudah berakhir beberapa jam yang lalu .


" terima kasih , tapi saya akan tetap disini selagi Anda masih berada disini " jawab sekretaris nya itu lalu keluar dari ruang kerja Mike.


" hah dasar si tua , memang sih aku minta sekretaris yang profesional dan bisa diandalkan . tapi kenapa harus orang kayak gitu sih " gumam Mike tak tau harus bagaimana menghadapi orang kaku bak robot profesional utusan kakaknya itu.


Mike kembali bergelut dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya itu hingga tanpa terasa malam pun semakin larut .


Disisi lain , Anton menghubungi Edward setelah berulang kali berpikir.


" Besok siap kan jamuan yang lengkap karena akan datang tamu istimewa " ucap Anton pada kepala pelayan di rumah nya.


" baik Tuan " jawab kepala pelayan.


#


Rembulan kini telah berganti dengan sang mentari.


Mansion The Dark Knight kini kembali ke aktifitas mereka seperti biasanya.


Begitu juga Arthur dan kedua adik nya.


" kalau kalian ada waktu , jangan lupa datang ke gedung Lavender . boleh ajak teman ataupun kenalan kalian ya . " ucap Arthur menghentikan Julian yang hendak memakai helm.


" memang jam berapa acara nya kak ? " tanya Lian


" Dari jam 9 pagi sampai 9 malam " jawab Arthur memeriksa pesan masuk dari kekasihnya.


" iya kak. nanti aku ajak Ed kesana . udah ya aku duluan takut telat.. bye byee " ucap Calista melambaikan tangannya lalu mulai menjalankan sepeda motornya.


" aku juga berangkat dulu kak. bye " ucap Lian menyusul kakak kembar nya.


" Dasar bocah.. ah sudahlah , lebih baik aku juga berangkat sekarang " ucap Arthur masuk ke dalam mobil nya.


Sementara di ruang makan , orangtua mereka sedikit kecewa dengan tiga bersaudara itu.


" pi , mereka gak ingat kalau kita ada di rumah ya. kok gak pamitan sama kita " ucap Angela.


" ya sudah lah sweety , mungkin mereka lupa . kan masih ada aku disini " ucap Reiki memegang tangan istrinya.


" iya mungkin mereka buru-buru . semoga mereka selamat sampai tujuan " ucap Angela mendoakan ketiga anaknya itu.


Sementara tiga bersaudara itu mengingat-ngingat sesuatu karena sepertinya ada yang tertinggal..


Tiba di persimpangan , Calista mengambil jalan lurus menuju kampus nya. Sedangkan Lian ke arah kanan , menjemput Layla.


Arthur pun mengambil jalan ke kiri , jalan tercepat menuju kediaman Rean untuk menjemput Raya , tunangannya.


Dan nasib apes untuk sebuah mobil yang mengikuti mereka karena tak bisa mengikuti jejak dari tiga kendaraan sekaligus .


To Be Continue 😊😘🤗