YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 36



Setengah jam berlalu.


Satu per satu anak panti pun mulai masuk ke dalam bus.


Sampai anak yang terakhir masuk barulah bus berangkat.


Suasana hangat sangat terasa didalam bus itu.


Sedangkan di dalam mobil merah , Raya terus memandangi Arthur yang tengah menyetir.


" aku ganteng kan ? " tanya Arthur menggoda Raya.


" iya ganteng , sampai-sampai aku gak rela nunjukin ke publik " jawab Raya


" ya , aku tau. sekarang kan aku udah gak nerima job lagi . jadi sekarang hanya kamu seorang yang bisa mandangin aku kayak gini " ucap Arthur tersenyum ke Raya


" begini lebih bagus " ucap Raya lalu CUP . sebuah kecupan mendarat mulus ke pipi Arthur.


" Wah.. Mami aku kena cium " ucap Arthur pura-pura kaget.


" his kamu tuh " ucap Raya malu.


" hahaha pacarku malu . imutnya " ucap Arthur mengelus lembut kepala Raya .


Sepanjang perjalanan , pandangan Raya tak lepas dari kekasihnya itu.


20 menit kemudian , Bus yang ditumpangi penghuni panti pun tiba di taman bermain.


Begitu juga rombongan Mike dan bodyguard nya dan yang terakhir tiba adalah Raya dan Arthur.


" kamu temani ibu sama anak-anak . aku ke loket dulu " ucap Arthur membukakan pintu untuk Raya.


" oh baiklah. " jawab Raya lalu keduanya berpisah di situ. Arthur pergi ke loket sedangkan Raya ikut bergabung dengan rombongan anak-anak panti.


" mana pacarmu itu , kabur ? " tanya Mike


" siapa bilang dia kabur. bentar lagi juga kesini kok " jawab Raya .


" oke terserah " ucap Mike


sembari menunggu , Raya ikut bernyanyi bersama anak-anak itu.


Senyum bahagia mengembang di wajah Raya tatkala melihat Arthur datang.


" maaf lama bu. ini tiketnya anak-anak untuk wahana bermain dan yang ini untuk mereka makan atau kalau pengen beli sesuatu. " ucap Arthur menyerahkan tas kecil berisi tiket dan kupon khusus .


" apa tidak terlalu boros nak ? " tanya bu Rol


" gak kok bu. kalau adik-adik ini senang , saya juga ikut senang bu " ucap Arthur


" baiklah , terima kasih nak " ucap ibu Rol lalu pergi membagikan tiket wahana bermain kepada setiap anak.


" kupon itu .. bukan kupon dari pihak taman bermain kan ? " tanya Mike


" ya anggap aja dari pihak taman bermain . mumpung udah disini , sebaiknya kau juga ikutan coba main wahana aja sana kalau perlu ajakin ajudan-ajudan mu itu " ucap Arthur


" heh wahana disini cuma cocok buat anak mami kayak lo " ucap Mike mengejek Arthur.


" well , toh gak ada salahnya juga jadi anak mami. lagipula mami ku gak keberatan tuh " jawab Arthur.


" terserah lo " ucap Mike lalu pergi karena malas meladeni Arthur.


" lagian kalau orang tau siapa mami ku mungkin pada gak percaya kali ya " gumam Arthur.


Arthur pun menyusul Raya yang tengah menggendong salah satu balita penghuni panti.


" sini biar aku aja " ucap Arthur lalu menggendong balita itu.


Raya tertawa kecil melihat pemandangan didepannya.


" kenapa sayang ? " tanya Arthur


" kalau diperhatikan , kayaknya kamu udah cocok banget jadi ayah ya .. haha. pamud " ledek Raya


" memangnya kamu udah siap jadi mamud nya ? " tanya Arthur


" ngapain kalian bahas-bahas hal itu hah !! " bentak Mike membuat Raya dan Arthur kaget.


UAAA WUUAAA HUAAA


" nah loh kak. tanggung jawab lo bikin anak orang nangis " ucap Raya kembali menggendong balita yang kini menangis akibat ulah Mike.


" lah kok aku .. kan bukan aku yang buat nangis " ucap Mike masih tak sadar akan ulahnya.


" nih , hibur dia sampai gak nangis lagi " ucap Raya menyerahkan balita itu ke Mike dan dengan refleks Mike pun langsung menggendongnya.


Tawa Arthur pun pecah karena Mike hanya bisa diam dan mendengarkan ceramah dari Raya.


" diam lo ! " bentak Mike.


Balita yang tadinya hampir diam kini menangis lagi dan semakin kuat tangisannya.


" ini semua gara-gara lo " ucap Mike kesal dengan Arthur lalu pergi menjauh dari Arthur bersama balita itu.


Sepanjang hari , anak-anak itu bermain sepuas-puasnya.


hingga menjelang petang barulah rombongan itu kembali ke panti asuhan.


" bu saya bawa Raya pergi dulu ya " ucap Arthur meminta izin ke ibu Rol


" mau kemana kalian ?! " tanya Mike


" mau belanja buat makan malam nanti kakakku sayang " ucap Raya berdiri dibelakang Mike


" kalian boleh pergi asalkan kakak ikut " ucap Mike tegas


" ha .. yaudah , ayo pergi sekarang " ucap Arthur menghela nafas panjang.


>>Skip


Mereka pun tiba di pasar swalayan.


Raya dan Arthur aktif berlari kesana-kemari , berpindah dari pedagang satu ke pedagang yang lain.


Sementara Mike hanya bisa diam dan mengikuti kemana pun mereka pergi.


" kalian masih lama kah ? " tanya Mike .


" kakak capek ? " tanya Raya melihat kakaknya


Mike pun mengangguk .


" yaudah , kita kesana aja dulu. kasian orang capek " ucap Arthur menunjuk sebuah stan pinggir jalan.


Ketiganya duduk di kursi stan itu sedangkan rombongan bodyguard berjaga disekitar mereka.


Saat tengah menikmati pesanan, tiba-tiba datang segerombolan orang yang tak dikenal .


BRAK !!


Para bodyguard langsung mengelilingi meja tempat Mike dan Raya duduk.


" apa mau kalian ? " tanya Mike tak suka sikap orang asing itu.


" serahkan gadis itu maka nyawa kalian akan kami ampuni " ucap ketua gerombolan itu menunjuk jari ke Raya.


" siapa yang mengutus kalian ?! " tanya Arthur.


" lebih baik kau diam , sebelum aku hancurkan aset keartisan mu itu " ancam ketua itu sambil menunjuk Arthur.


" cukup satu , sisanya selesaikan " perintah Mike.


Dengan adanya perintah itu , bodyguard yang semula hanya diam kini mulai turun tangan.


BUGH BUGH BUGH BRAAK PRANG!!


SYUUTT !!!


namun sayang , 10 orang bodyguard yang terlatih harus kalah ditangan 12 orang asing berbadan standar.


" HAHAHAHA !! TERNYATA HANYA SEGINI KEMAMPUAN PELINDUNG KALIAN !! HAHAHA " ketua gerombolan itu menyindir keras Mike dan 10 bodyguard nya.


Mike sendiri juga tak percaya itu. bodyguard yang ia pilih bisa kalah di tangan orang asing.


" gadis manis , sekarang ikut kami dengan baik-baik. sebelum 2 orang ini terpisah dari lehernya. " ucap orang itu mengancam Raya.


Dengan tak sabar , orang itu hendak menarik Raya.


" oooh mau jadi pahlawan kesiangan ya , jangan berakting disini . aku gak mau lihat , minggir . dasar aktor gadungan " sindir orang itu karena Arthur menahan tangannya.


" kalau kalian gak bisa ngurus cecunguk-cecunguk ini. sana pergi urus warga sipil " tegas Arthur menatap tajam 10 bodyguard Mike.


Para bodyguard itu langsung paham dan segera menjalankan perintah Arthur.


" maaf " ucap Arthur menatap lembut mata Raya.


Raya terdiam dan masih tak paham maksud kekasihnya itu.


" hey hey !! lepaskan tangan menjijikkan ini ! " bentak orang asing itu.


Orang asing itu langsung terdiam melihat tatapan mata Arthur.


KREK .


" AAAKKHHHH !! TANGANKU !! " teriaknya kesakitan saat Arthur mematahkan tangannya.


to be continue 😘😊🤗