YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 104



Selama sebulan lebih ini si kembar terus dikawal oleh bodyguard sang kakak dan hal itu membuat keduanya sedikit risih tapi apa daya , mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima nya.


Mau mengadu ke orang tua mereka , bukannya dibela mereka malah tambah di ceramahin oleh keduanya karena dikira berbuat hal yang aneh di luaran sana .


Sedangkan Arthur malah sibuk dengan tugas nya , baik tugas di markas The Dark Knight maupun tugas nya di HADK Techno.


Sama seperti saat ini , ia berperan sebagai salah satu direktur pelaksana pada sebuah proyek .


Arthur bersama tim nya menunggu klien yang membuat janji dengan mereka .


Tuk tuk Tuk Tuk


Tim Arthur berkeringat dingin karena sang atasan sudah hampir kehilangan kesabaran karena harus menunggu orang luar selama hampir 2 jam lamanya.


" apa kalian yakin jadwal ini benar ? " tanya Arthur dingin


" iya pak , kami yakin . Karena meeting ini sudah di jadwal kan lebih dari 3 bulan ." jawab asistennya.


" Sudahlah , batalkan saja ! " tegas Arthur bangkit dari kursi nya.


Baru saja Arthur hendak pergi namun tiba-tiba seorang wanita muncul dengan elegannya .


" Maaf atas keterlambatan saya dan terima kasih karena masih bersedia menunggu saya yang amatiran ini " ucap Wanita itu merendahkan dirinya .


" Kalau masih mau dilanjutkan , duduk lah ." tegas Arthur , wanita itu pun memilih duduk tepat di depan asisten Arthur.


Walaupun terlambat 2 jam , meeting itu pun berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan.


#


Siang berganti malam , Si kembar saat ini bertengkar kecil di ruang istirahat pembalap hanya karena hal sepele.


" ini kan udah jadi milik ku , kau sendiri yang bilang tadi !! " ucap Lista menarik sesuatu dari tangan adik kembarnya itu.


" Tapi kau kan gak bilang setuju tadi !! jadi tawaran ku tadi gak berlaku dong !! " sergah Lian membantah pernyataan kakak nya itu.


Keduanya terus saja memperebutkan sebuah benda kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari kepalan tangan Lian itu bahkan tanpa memperdulikan sekeliling mereka .


Para bodyguard suruhan Arthur itu pun tak bisa ikut campur pertengkaran antara keduanya , mereka hanya bisa menonton di samping sama seperti pembalap lain di ruang tunggu itu.


Entah bagaimana caranya Lian dan Lista berbaikan begitu saja .


" Udah kelar ? " tanya Layla datang bersama Edward .


" Udah " jawab Lista merangkul lengan kekasihnya itu. walaupun melihat Edward dan Layla datang bersama namun Lista dan Lian tidaklah marah maupun cemburu karena mereka tau jika Edward masih bertugas menjaga Layla seperti saat di kerajaan Trian .


Mereka pulang tapi dengan kendaraan masing-masing .


Sementara di markas The Dragon Eyes , Leon dan Viona hanya memantau para bawahan mereka yang tengah di latih oleh orang utusan Angela.


Dari ekspresi nya , Leon terlihat sangat puas dengan metode dan hasil dari pelatihan itu.


#


Entah akan ada badai apa , hanya saja firasat Arthur sejak meeting itu menjadi sangat tidak bagus.


" kenapa sayang ? " tanya Raya pada sang tunangan.


" gak bukan apaapa . cuma entah kenapa perasaan ku gak tenang karena situasi akhir-akhir ini terlalu damai " ucap Arthur .


" semoga semua itu hanya perasaan mu saja " ucap Raya menenangkan Arthur.


@


Waktu pun berlalu dengan cepat , tak terasa hari-hari damai di keluarga besar itu berlangsung dengan begitu lama.


Meskipun Sikembar harus beberapa kali berpisah jarak dengan kekasih mereka karena Layla yang harus sering-sering kembali ke Trian dan tentu saja Edward yang harus ikut kembali karena mengawal sang putri mahkota Trian itu .


Sama seperti sekarang , Lista sedang duduk santai di sebuah cafe tiba-tiba melihat Rean yang sedang di ikuti oleh seorang gadis yang tak lain adalah Popy , gadis yang menantangnya untuk Fashion show.


" bukannya itu kakak sulung kak Raya , itu cewek buat ulah apa lagi sih " gumam Lista.


Melihat raut wajah Rean yang risih dengan sikap egois Popy itu membuat Lista turun tangan.


" Kak , sebelah sini !! " Teriak Lista melambaikan tangannya ke Rean.


" kamu ... bukannya adik Ar ? " tanya Rean berdiri di depan Lista.


" iya kak. kalau kakak gak keberatan . mau duduk disini ? ya hitung-hitung nemenin aku ngerjain skripsi " ucap Lista melirik Popy yang tidak berani mendekat.


" kamu kenapa sendirian disini , mana saudara mu ? " tanya Rean lalu menarik kursi di depan Lista.


" Dia ? jangan tanya , dia sibuk di kantor papa " jawab Lista memanggil pelayan cafe.


Setelah Rean memesan , Popy pun ikut duduk dicafe itu sambil terus memperhatikan Rean.


" kak , kalau boleh tau. kakak ada masalah sama cewek itu kah ? " tanya Lista mengkode Rean.


" bisa dibilang gak ada. tapi begitulah, entah kenapa cewek itu muncul terus " ucap Rean menerima pesanannya.


Tak lama kemudian , seorang yang ia lupakan malah muncul di depan nya.


" sudah lama dek ? " tanya Lena menghampiri Lista.


" oh kakak udah datang. gimana perjalanan nya , seru ? " tanya Lista menggoda sang kakak sepupu.


" dia siapa , pacar barumu ?! " tanya Lena menggoda Lista saat menyadari keberadaan Rean yang terdiam melihat dirinya .


" huss kakak jangan ngaco ah . ini kakak iparnya kak Ar ." ucap Lista memperkenalkan Rean .


Sedangkan Rean sedikit kecewa karena Lena tidak mengenalinya padahal mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.


" haha .. tau kok. kakak cuma godain kamu aja . ngomongin itu , kenapa kau disini dengan adikku ?! " tanya Lena menatap tajam Rean yang ia kira sedang merayu adik sepupunya itu.


Rean pun menjelaskan situasi nya kepada Lena dan Lista yang sebenarnya juga gak terlalu tau masalah Rean yang pernah dekat dengan Popy itu.


Antara kasian dan kesal yang dirasakan Lista dan Lena setelah mendengar penjelasan dari Rean tapi di satu sisi mereka juga mengerti alasan Rean melakukan itu.


" entah siapa yang salah. Tapi harusnya kau bersyukur karena di perlihatkan sifat asli mereka sebelum hubungan kalian lebih dalam lagi " ucap Lena.


" ya aku bersyukur , tapi entah kenapa orang itu terus mengekori ku kemanapun " ucap Rean .


" mungkin dia tau siapa kakak sebenarnya , makanya dia nyesal terus sekarang nyoba mancing kakak lagi " ucap Lista.


Rean termenung mendengar perkataan Lista itu.


Disaat ketiganya mengobrol dengan serius masalah Rean , Bari pun datang dan langsung duduk tepat di kursi samping Rean.


" oh kak Bari juga ikut ternyata " celetuk Lista.


" iya tadi habis cari parkiran dulu maka nya agak lama " jawab Bari menoleh ke Rean lalu tersenyum.


" oh ini kak Rean , kakak nya kak Raya " ucap Lista memperkenalkan Rean pada Bari.


" iya aku tau kok. kan aku kakak nya Raya juga " ucap Bari karena memang sudah lama mengenal Rean dan Mike.


To be continue 🙏🙏😊😘🤗