
Hari ini , Julian mengajak Calista pergi ke mall.
saudara kembar itu berkeliling di dalam mall itu tanpa ada apapun yang mereka beli.
" ian , memangnya kamu mau beli apaan sih ? " tanya Calista lelah lalu duduk di kursi.
Julian tak menjawab pertanyaan saudarinya itu namun matanya terus mengamati sekelilingnya.
Calista merasakan bahwa saudara kembarnya itu sedang merahasiakan sesuatu darinya.
" tuh lihat , bukannya itu ah siapa ya namanya ,, pokoknya gebetannya kak Lena. iyakan ? " tanya Julian menunjuk ke arah jam 10.
Calista pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk Julian .
" iya , itu dia . kalau gak salah namanya Bari , gebetan sekaligus sahabatnya kak Arthur dan juga bisa dibilang kakaknya Raya secara mereka tumbuh besar bersama kan " ucap Calista
" wah kok kau tau betul sih " ucap Julian
" itu gak penting , yang penting dengan siapa si Bari itu kesini " ucap Calista memperhatikan tingkah Bari
Julian dan Calista terus memperhatikan bahkan membuntuti kemana Bari pergi.
keduanya sedikit bingung karena Bari terus masuk ke toko baju ataupun aksesoris wanita tapi ia tak membeli apapun .
Akhirnya keduanya pun membagi tugas , Julian mengikuti Bari sedangkan Calista juga masuk ke toko dan mencari tau jawaban dari pertanyaan nya.
Disisi lain , Bari masuk ke sebuah toko perhiasan .
ia melihat berbagai cincin maupun kalung yang terpajang di toko itu.
" ada yang bisa saya bantu pak ? " tanya pelayan toko.
" boleh saya lihat yang ini ? " tanya Bari menunjuk ke sebuah kalung yang terpajang di meja kaca.
pelayan toko pun mengeluarkan kalung itu dan memperlihatkannya pada Bari.
" ukurannya cukup dan modelnya juga sesuai " gumam Bari melihat kalung itu
" kalung itu didesain khusus untuk wanita jadi pacar anda pasti akan sangat menyukainya " ucap pelayan itu.
" berapa harganya? " tanya Bari
Bari kaget saat si pelayan menyebut harganya yang sangat mahal bagi Bari .
Bari mengembalikan kalung itu pada pelayan toko lalu pergi .
Calista yang berada tak jauh dari meja itu pun mendengar dengan jelas dan akhirnya tau kenapa Bari keluar dari semua toko itu selalu dengan tangan kosong.
Julian yang masih mengikuti Bari pun kini keluar dari mall itu dan masuk ke sebuah warung makan sederhana.
" aku di warung makan tiga didekat gerbang keluar " ucap Julian menghubungi Calista.
Tak lama kemudian , Calista pun juga datang ke warung makan itu lalu duduk satu meja dengan Bari dengan alasan tak sengaja bertemu.
Calista dan Bari pun berbincang sebentar sebelum akhirnya berpisah .
Beberapa hari kemudian .
tepatnya hari ini adalah hari dimana berkumpulnya seluruh anggota keluarga besar mereka.
Kali ini tempat yang disetujui adalah mansion besar markas The Dark Knight sama seperti tahun lalu.
suasana yang ramai kini semakin ramai karena Hyper dan keluarga nya serta keluarga LU dari ATHAN juga datang.
Arthur tiba terakhir namun ia tak sendiri , ia datang bersama Bari.
Bari yang masih belum tau siapa Arthur dan Lena jadi sangat kaget saat masuk ke mansion besar itu.
" kau yakin tempatnya disini ? " tanya Bari ragu-ragu
Arthur mengangguk sambil tersenyum .
Bari mundur selangkah saat melihat beberapa anggota The Dark Knight lengkap dengan pistol menghampiri Arthur .
" jangan takut , selagi kita gak buat masalah , mereka gak bakal berani ganggu kok " ucap Arthur.
" aku pulang aja ya . lagian inikan acara keluarga kalian " ucap Bari
" tapi sayangnya kau belum boleh pulang. paman sama bibi ku yang mau kenalan dengan kau .. ayo " ucap Arthur mendorong Bari masuk ke dalam .
" jangan khawatir kan mereka , mereka gak akan berbuat macam-macam disini " ucap Arthur mengajak Bari naik lewat tangga biasa.
" tapi .. itu , yakin itu gak masalah ? " tanya Bari melirik berbagai senjata yang siap siaga.
" gak masalah kok. kau bisa tenang disini , disini tempat teraman .walaupun diluaran sana lagi ada perang sekalipun , tempat ini gak akan terpengaruh " ucap Arthur
Keduanya naik tangga ke lantai 1 lalu naik satu lantai lagi hingga sampai ke lantai 4.
Bari mengikuti Arthur kemanapun Arthur melangkah karena ia takut membuat marah penghuni mansion itu.
" ayo sini " ucap Arthur menyuruh Bari duduk disofa ruang tv .
Bari duduk di ujung sofa panjang , ia bingung harus bagaimana karena diruang Tv itu bukan hanya ada dirinya seorang melainkan ada 3 orang gadis .
Ketiga gadis itu langsung beranjak saat Arthur pergi dari ruang Tv itu.
" kakak duduk aja dulu disini ya. anggap rumah sendiri aja " ucap Laila tersenyum pada Bari.
Bari juga tersenyum walaupun sedikit canggung.
Tak lama setelah ketiganya pergi , hati Bari sedikit lega dan senang saat melihat Lena masuk ke ruang Tv dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
Bari berdiri dan langsung mengambil nampan ditangan Lena.
" ini berat , coba panggil aku aja tadi " ucap Bari meletakkan nampan itu ke atas meja.
" makasih " ucap Lena lalu duduk di sofa.
Bari pun duduk disamping Lena.
" aku gak tau kamu suka apa , jadi aku cuma bawa ini . semoga kamu suka " ucap Bari mengeluarkan kotak kecil warna biru lalu memberikannya ke Lena.
" ini kamu buat sendiri ? " tanya Lena melihat kalung didalam kotak itu.
" ya bisa dibilang gitu. awalnya aku mau beli , tapi maaf aku kurang mampu , jadi aku buat sendiri di panti . gak bagus ya.. maaf " ucap Bari.
" gak kok , ini bagus karena ini buatan mu sendiri khusus untukku .. makasih ya " ucap Lena yang memang senang dengan pemberian Bari.
keduanya pun berbincang sebentar , tiba-tiba aura disekitar mereka berubah menjadi panas padahal pendingin ruangan menyala.
" pa , jangan mulai deh " kesal Lena tau kalau papanya lah penyebabnya.
Bari dengan spontan langsung berdiri tegak saat tau yang masuk adalah seorang Kepala keluarga Anson. Leon Anson serta istrinya Nyonya Anson.
" jangan tegang gitu , rileks aja . papa Lena gak gigit kok " ucap Viona menggandeng tangan suaminya.
Leon diam tapi matanya menatap tajam Bari dari atas sampai ke bawah.
Bari berusaha menahan rasa gugupnya .
" papa.. " panggil Lena lembut.
" ya sayangku " ucap Leon lembut.
" ingat janji papa ya " ucap Lena mengingatkannya.
" ha baiklah " ucap Leon lalu duduk tepat didepan Bari dan Lena . viona pun ikut duduk di samping suaminya.
" ayo duduk " ucap Lena melihat Bari terus berdiri.
Bari pun duduk disamping Lena.
suasana di ruangan TV kini berubah hening.
sementara Arthur , Laila , Anggita, dan Calista diam-diam mengintip dari luar.
" kak , kira-kira gimana hasilnya ya ? " tanya Laila
" kita lihat aja nanti , ini juga jadi pelajaran untuk kalian . tapi bedanya dengan Kak Lena , kalian juga harus melewati kakak dulu. paham " ucap Arthur
" iya kak , kami paham " ucap Calista
mereka pun terus mengintip dari luar.
to be continue 😘😊🤗