
Ibu Mariana perlahan membuka mata nya.
ia mengingat-ngingat tempat dirinya berada saat ini.
Tangisan seorang ibu pecah kala ia melihat tubuh Jordan yang masih terbaring tak jauh darinya..
Dengan langkah lemah , ibu Mariana berusaha mendekati ranjang itu.
Namun kakinya terlalu lemah tak berdaya karena tak sanggup menerima pukulan yang begitu besar itu..
BRUK
Tubuh lemah wanita paruh baya itu pun terjatuh ke lantai karena sudah tak mampu melangkah lagi.
" Jordan. putra ibu .. hiks huu " ucap ibu Mariana ditengah tangisnya meratapi nasib yang menimpa keluarga nya
" bu .. " panggil Johan seraya mengangkat pelan sang ibu
" Han.. Jordan.. ini mimpikan sayang " ucap ibu Mariana belum bisa menerima kepergian sang putra .
" udah ya bu.. jangan seperti ini.. Johan juga butuh ibu , Angel juga " ucap Johan membantu sang ibu agar tetap berdiri
" Angel.. mana Angel han ? " tanya ibu Mariana panik karena tak melihat keberadaan putri nya .
" Angel.. koma bu " ucap Johan menunduk
Ya , begitu mendengar berita dari dokter , Angela yang kondisi tubuhnya memang sudah lemah pun tak sanggup bertahan.
Johan membawa ibu nya pergi ke kamar Angela untuk melihat kondisinya.
Namun , jarak 3 meter dari pintu kamar Angela . mereka sudah bisa merasakan hawa dingin menyelimuti area itu.
Setelah mengetuk pintu , Johan dan ibu Mariana pun masuk ke dalam kamar Angela.
bu Mariana pun menangis tanpa suara melihat putri yang ia sayangi kini juga terbaring tak sadarkan diri.
sekuat apapun Johan, ia tetaplah seorang manusia biasa ia hanya bisa berusaha tetap tegar walaupun dalam hatinya ia meringis . tapi ia harus tetap kuat karena ayah dan ibu nya membutuhkan dirinya.
" kenapa kalian kemari ? " tanya Reiki dingin tetap menggenggam lembut tangan istrinya.
" bagaimana keadaan putriku ? " tanya ibu Mariana lirih
" sementara ini nyawanya masih bisa ku pertahankan . tapi entah sampai kapan ia harus berbaring begini " jawab Reiki , bulir air mata pun jatuh membasahi punggung tangan Angela.
Hati ibu mana yang sanggup mendengar keadaan kritis putrinya tepat setelah kepergian putra nya.
Johan pun membawa sang ibu keluar kamar Angela.
Johan membawa ibunya ke kamar dirinya berharap sang ibu bisa menenangkan dirinya.
" ibu dan ayah disini dulu. biar Johan dan Hyper yang mengurus sisanya " ucap Johan karena sang ayah sudah lebih dulu di dalam kamar.
" nak .. ikhlas kan adikmu . biar dia tenang disana .. mungkin ini sudah yang terbaik untuk kita " ucap ayah Brian memegang pundak Johan , matanya yang merah tak menutupi rasa kehilangannya.
" iya yah " ucap Johan lirih
Johan pun keluar dari kamar nya dan menutup kembali pintunya.
Brak.
Johan terduduk lemas didepan pintu. ia menangis tanpa suara sambil memeluk kakinya yang di tekuk.
Vero dan keadaan kekasihnya yang makin terpuruk.
tanpa suara Vero memeluk erat Johan yang menangis itu.
" kenapa ini harus terjadi.. kenapa sekarang .. kenapa harus Jordan.. sekarang aku harus bagaimana lagi.. seharusnya itu aku.. aku yang mereka targetkan.. si bodoh itu selalu begini.. sekarang aku sendirian ." ucap Johan ditengah tangis pilu Nya
" lepaskan semua nya .. aku disini dan kamu takkan pernah sendirian .. aku akan tetap bersamamu .. lepaskan semuanya . lalu bangkitlah. ibu dan Angel masih membutuhkan kehadiranmu sayang " ucap Vero membelai lembut punggung Johan
Johan pun makin menangis . tangisan pilunya menggema ke seluruh mansion.
" AAAAKKKKHHH.. BOCAH AKAN KU JUAL SEMUA KOLEKSIMU !!! " teriak pilu Johan
para Anggota The Dark Knight yang mendengar berita kepergian Jordan makin sedih begitu mendengar teriakan pilu seorang kakak yang kehilangan adiknya.
" Memangnya apa salah koleksi ku ? " tanya seseorang berdiri didepan Johan dan Vero sambil menutup telinga nya
Johan dan Vero kaget dan langsung menoleh ke sumber suara.
" KAUU.. KAU .. " ucap Vero dan Johan tak percaya.
BUGH.
" aw sakit tau !! " protes Jordan memegang pipinya yang ditinju Johan
" ini gak nyatakan.. ini mimpikan !! " ucap Johan tak percaya dan lagi , ia kembali meninju Jordan hingga sudut bibir Jordan pun berdarah.
" KAK !! CUKUP !! KENAPA AKU DIPUKULIN SIH !! SAKIT TAU !! NIH COBA !! " protes Jordan
BUGH.
" ini nyata " ucap Johan linglung.
" kamu benar Jordan ? " tanya Vero mencubit kedua pipi Jordan
" aawww.. iya .. ini aku.. kalian kenapa sih !! " tanya Jordan memegang pipinya yang sakitnya berlipat ganda.
Johan dengan senang hati langsung memeluk erat adik kembar nya itu.
" KAU KEMBALI.. SYUKURLAH.. AKHIRNYA KAU KEMBALI LAGI !! " ucap Johan senang memeluk erat Jordan
" hmm kak.. aku gak bisa nafas ini ! " ucap Jordan berusaha melepaskan diri dari pelukan sang kakak..
" ah iya. maaf . ayo masuk " ucap Johan langsung menarik tangan sang adik masuk ke kamarnya.
ayah Brian dan ibu Mariana kaget dan tak percaya . putra bungsu mereka hidup kembali .
ibu Mariana memeluk erat Jordan dan Jordan pun tak keberatan karena sekuat apapun pelukan ibunya tetap kalah jauh dari pelukan Johan tadi.
" ayah , ibu.. Nana mana ? " tanya Jordan
" ada di kamarmu " ucap ayah Brian.
" kalau gitu aku mau ketemu Nana dulu bu " ucap Jordan lalu menuju kamarnya yang tepat berada di sisi timur kamar Johan.
tok tok tok
Nana pun membuka pintu kamar.
Sesaat keduanya diam tak berbicara hanya mata mereka yang mengungkapkan perasaan mereka.
" Hey Girl " ucap Jordan berdiri tepat di depan Nana
" Sebegitunya aku kehilanganmu ,sampai-sampai aku berkhayal dirimu saat ini.. Boy , kau tega " ucap Nana lirih sembari menunduk .
Nana memejamkan matanya lalu membukanya lagi.
dan Jordan masih tetap diam ditempatnya.
Nana diam .
" KAAUUU ... BOOOYY !! " teriak Nana memeluk erat kekasihnya itu.
" maafkan aku sayang.. aku udah buat kamu nangis " ucap Jordan pelan
" huuss... yang penting sekarang kamu kembali lagi " ucap Nana senang.
" ya kalian boleh senang sekarang. tapi saat ini Angela tengah berjuang sendiri . " ucap Hyper sedikit emosi
" Kenapa ? " tanya Jordan tak tau apapun.
" dia koma lagi dan itu karena KAU ! " ucap Hyper melayangkan tinju tepat ke wajah Jordan
" aku ?? aku kenapa.. aku baru bangun dan kalian malah memukuliku.. tadi kak Johan sekarang kamu. memangnya aku salah apa ? " tanya Jordan
" hah . berdoa aja semoga Reiki memukulmu pelan. tapi aku gak yakin itu " ucap Hyper lalu meninggalkan Jordan dan Nana
" dia saat ini lagi emosi. sebaiknya kamu lihat keadaan Angel maka kamu akan tau kenapa " ucap Aurora lalu menyusul Hyper menuju kamar Angela.
Jordan dan Nana pun ke kamar Angela dan Reiki.
Sama seperti Johan tadi . tapi kini hawa dingin makin menyebar.
" sebaiknya kamu kembali girl. kamu gak akan mampu menahan rasa nya didalam sana " ucap Jordan dan Nana pun menuruti perkataan Jordan.
Jordan masuk ke kamar Angela sendirian.
ia kaget melihat kondisi adik bungsunya itu.
Reiki yang menyadari kehadiran Jordan pun menatapnya seolah bisa melenyapkannya kapan saja.
" Kita tunggu Shiro sebentar lagi . sabarlah " ucap Hyper menenangkan sedikit Reiki
Jordan pun tak berani mendekat lebih dari tempatnya saat ini.
Mereka menunggu kedatangan Shiro yang membawa serum Angela dengan suasana tegang .
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊