YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 61



Tak terasa waktu cepat sekali berlalu.


Selama sebulan pasca penyamaran sikembar di metrocity .


Kini sikembar memulai kembali aktivitas sebagai mahasiswa normal.


Baik Julian maupun Calista sibuk mengejar pelajaran yang tertinggal hingga keduanya tak sempat membantu tugas kakak sulung nya yang menghandle 2 perusahaan sekaligus.


Lain Adinson bersaudara , Lain juga Lena dan Bari.


Bari yang sudah mulai membuka usaha restoran nya sendiri , kini harus pintar-pintar membagi waktunya dengan Lena yang sekarang ini harus siap terbang kesana kemari untuk urusan pekerjaan.


Sama seperti seminggu ini , Bari menyibukkan dirinya di restoran sedangkan Lena berada di belahan dunia lainnya .


dan dalam beberapa hari terakhir ini , ada seseorang yang selalu mencari Bari di restoran nya tapi Bari sendiri tak mengenal orang itu.


" maaf bos , diluar ada yang mencari anda " ucap salah satu pramusaji menghampiri Bari didapur.


" apa orang itu lagi ? " tanya Bari to the point


" iya tapi kali ini orang itu tidak sendirian bos " ucap pramusaji itu.


" haha .. yaudah lebih baik hadapi sekarang biar jelas apa tujuan mereka " ucap Bari meletakkan pisau dagingnya. ya Bari juga merangkap sebagai koki disitu , maklum belum banyak karyawan yang bisa ia gaji.


Bari menghampiri orang asing itu.


" permisi apa ada yang bisa saya bantu ? " tanya Bari sopan


" anda yang bernama Bari ? " tanya orang itu


Bari meneliti lawan bicaranya itu , lelaki dewasa mungkin usianya masih sekitar 40an.


" ya dengan saya sendiri ..kalau boleh tau ada perlu apa ya pak ? " tanya Bari masih sopan.


" hahaha ternyata kamu sudah besar ya !! hahaha " lelaki dewasa itu tertawa sedangkan Bari makin bingung dengan lawan bicaranya itu.


" maaf tapi anda siapa ya ? " tanya Bari semakin penasaran.


" oh lihat lah ingatan ku ini. hahaha.. saya paman mu Nak , saya kakak dari mendiang ibundamu " ucap lelaki itu.


Mendengar itu Bari langsung berubah.


" maaf sepertinya anda salah orang.. saya adalah anak yatim piatu.. sedari kecil saya tidak punya orang tua " tegas Bari merasa kalau orang didepannya itu berbohong.


" ah . saya paham jika kamu merasa saya berbohong. saya tau jika selama ini kamu sudah sangat menderita karena perlakuan ayahmu itu dan maafkan saya yang baru sekarang menemui mu. tapi percayalah , saya benar kakak dari mendiang ibu kandungmu. " ucap lelaki itu mencoba meyakinkan Bari.


" maaf jika tidak ada keperluan lagi , saya permisi " ucap Bari tak ingin berlama-lama disitu dan segera pergi .


" OKE !! BESOK SAYA KESINI LAGI !! SAYA JANJI AKAN MENEBUS KETERLAMBATAN SAYA SELAMA INI " ucap lelaki agak keras karena Bari sudah menjauh , untung Restoran nya belum buka jadi belum ada pengunjungnya.


Dari balik kaca , Bari melihat lelaki itu pergi menggunakan motornya.


" ibu gak pernah cerita kalau punya saudara ataupun keluarga . ah mungkin itu penipu , sebaiknya aku hati-hati " gumam Bari


Sementara Leon diruang rahasianya sedang meneliti data seseorang baik latar belakangnya maupun masa lalunya tak ada satu pun yang terlewat. ya siapa lagi kalau bukan data Bari.


" ternyata itu alasannya kenapa anak itu bisa berakhir dipanti asuhan. ya sebaiknya Lena tidak tau hal ini atau bisa-bisa benaran jadi yatim piatu si Bari itu " gumam Leon terus melihat data didepannya.


" tapi kalau dilihat-lihat.. kenapa wajah ni bocah makin mirip dengan seseorang ya. ah perasaanku aja mungkin " gumam Leon.


Disisi lain.


Mike datang ke kampus Calista untuk menjemput si kembar.


" maaf anda siapa ya ? " tanya Mike melihat seseorang yang diam-diam mengambil foto Calista .


" anda sendiri siapa . jangan ikut campur urusan orang lain " jawab pemuda itu , ya siapa lagi yang berani memotret Calista kalau bukan Edward.


" oh ya , memangnya anda siapa nya ? " tanya Edward tak gentar.


" Ah **** !! urusan kita belum selesai . awas kau ! " ancam Edward langsung menghilang di hadapan Mike .


Mike langsung terdiam karena pemuda asing didepannya tadi mendadak menghilang begitu aja.


" yo kak Mike. kenapa bengong aja disitu. entar kesambet baru tau rasa loh " ucap Julian mengejutkan Mike .


Ya Edward memang sudah melihat Julian sedang menuju ke arah mereka , makanya ia langsung pergi begitu saja.


" ah kau bocah. ku kira siapa ..kakakmu mana ? " tanya Mike tak melihat Calista yang biasanya pulang bareng adiknya itu.


" oh Lista lagi ke perpus. katanya sih mau cari materi tugas " ucap Julian


" jadi sekarang bagaimana ? kita tungguin disini atau pulang dulu " tanya Mike karena ia diminta untuk menjemput si kembar yang pulang searah dengannya.


" kalau kak mike mau nungguin , ya silakan. aku mau pulang aja. " ucap Lian


" emang gak apa-apa kakakmu ditinggal sendirian gitu " ucap Mike


" lagian siapa sih yang berani gangguin Lista . udah deh kak. aku jalan dulu ya " ucap Lian


" hemz , ya udah bareng aja kalau gitu. biar entar Lista ku jemput nanti " ucap Mike masuk ke mobilnya.


Lian pun mengangguk lalu masuk ke mobil Mike.


mobil ungu itu pun perlahan menjauh.


Sedangkan Calista yang menikmati kesendirian di pojok perpustakaan pun sedikit terganggu karena kehadiran Gani yang tanpa kata langsung duduk di depan Calista.


" mau apa lagi kamu sekarang ?! " tanya Calista risih.


" Lis , kamu tenang aja . aku gak akan berbuat macam-macam. aku lihat kamu sendirian . aku takut kamu digangguin orang asing , makanya aku duduk sini . aku gak ada niat jahat kok " ucap Gani


Calista enggan menjawab nya dan langsung mengemas barang miliknya lalu beranjak pergi.


Melihat itu , Gani pun mengikuti Calista dari belakang.


Ya Gani memang tak punya niat buruk , ia hanya ingin menemani Calista . paling tidak orang asing gak akan berani mendekati Calista selagi melihat dirinya ada di dekatnya.


Tapi ,Gani merasa sedikit tak nyaman saat ada seorang pemuda yang wajahnya hampir tertutup topeng menghentikan langkah Calista.


" kau siapa ?! " sergah Gani langsung berdiri didepan Calista bersiap melindungi nya.


" Hay Lis. maaf aku lama ya . " ucap pemuda itu lembut.


" kamu ? " tanya Calista sedikit bingung.


Pemuda itu tersenyum sambil memperlihatkan gelang ditangannya.


" ah ternyata kamu . ku kira siapa " ucap Calista berjalan melewati Gani begitu saja.


" Lis. dia siapa ? " tanya Gani


" aku ?? Calon tunangan Lista. kamu sendiri siapa , ngapain kau dekat-dekat pacarku " ucap pemuda yang tak lain Edward dengan sedikit menekan Gani


" Tunangan ? Lis , kalau dia tunanganmu lalu Lian siapa mu ? bukannya kalian memakai cincin pasangan " ucap Gani semakin bingung.


Sedangkan Calista sendiri juga kaget saat Edward bilang mereka akan bertunangan.


" itu bukan urusanmu. ya udah ayo kita pulang sayang. mami udah nungguin kita dirumah " ucap Edward merangkul Calista lalu menjauh dari Gani yang masih terdiam.


to be continue 😘🙂🤗