YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 74



Lian yang sedang bercerita dengan Layla tentang masa lalu nya itu tidak menyadari kalau mami dan papi nya ada di depan pintu dan ikut mendengarkan pengakuan anak bungsu nya itu.


" Kenapa anak-anak juga harus mengalami apa yang dulu kita rasakan .. apa tidak cukup yang kita rasakan dulu " ucap Angela pelan pada Reiki.


" sudah Sweety , mungkin inilah yang terbaik . mungkin memang mereka harus melewati itu semua mengingat tantangan hidup yang harus mereka hadapi lebih berat daripada orang pada umumnya.. kita juga gak bisa melindungi mereka selamanya. biarlah itu jadi pelajaran dan pengalaman untuk mereka .. ya sweety " ucap Reiki menenangkan hati istrinya.


Angela pun mengangguk namun tetap saja hatinya pilu mengetahui apa yang anak-anaknya alami .


@


Sementara Edward yang tadi baru saja di marahi habis-habisan sama Lista, kini kedua sejoli itu duduk di depan tv sedangkan sisa prajurit yang membawa Edward dari perbatasan kini sudah kembali ke istana.


Dirumah itu hanya ada Lista dan Edward.


" Oh iya , aku lupa ngabarin mami sama papi kalau kamu gak apa-apa " ucap Lista menepuk keningnya.


" ya perkiraan ku sekarang mereka udah tau .. gak percaya , nih buktinya " ucap Edward menunjukkan ponselnya yang berdering menampilkan panggilan dari Nyonya Adinson.


" hehe.. ya sudah , jawab aja " ucap Lista.


Sedetik setelah Edward menekan ikon hijau , langsung terdengar suara yang amat Lista pahami.


" CALISTA DWI ADINSON !!! DIMANA KAMU ?!!! KENAPA DARI KEMARIN SAMPAI SEKARANG GAK NGABARIN MAMI !!! TUNGGU KAMU YA !! KALAU SAMPAI MAMI YANG KESANA , MAMI TARIK TELINGAMU ITU !!! " suara teriakan mami nya menggema di ruangan itu karena di loudspeaker oleh Edward.


Tubuh Lista langsung menegang mendengar omelan maminya itu.


Sedangkan Edward hanya tertawa kecil namun bisa didengar oleh Nyonya Adinson..


" DAN KAU ED !! KALAU SUDAH GAK APA-APA , CEPAT KESINI DENGAN LISTA.. ATAU KALIAN MAU KAMI YANG DATANG KESANA DAN MEMBAWA KALIAN LANGSUNG KE CATATAN SIPIL " omel Angela malah membuat Edward tambah sumringah.


" beneran aunty.. aku sih mau " jawab Edward antusias.


" enak aja.. emang nya semudah itu , ooo tidak semudah itu " ucap Lista jelas keberatan karena belum sehari mereka jadian masa iya langsung nikah .


" JANGAN DEBAT DISANA !! " Angela masih mengomeli keduanya sampai 15 menit berlalu di layar ponsel nya.


" sweety , sudahlah . biarkan aku yang bicara dengan mereka " ucap Reiki dibelakangnya.


" ha gimana ni. Ta pegang ponsel ku. tanganku gemetar ni " ucap Edward memberikan ponselnya pada Lista yang kini cengengesan karena Edward salah tingkah.


" Calista . gimana keadaan disana ? apa semua baik-baik saja ? " tanya Reiki lewat sambungan telepon itu.


" iya pi.. disini sudah terkendali. sisa-sisa pemberontak pun sudah di amankan. " jawab Calista


" gimana keadaan Edward , apa perlu papi kirim kereta atau mobil kesana ? " tanya Reiki


" pi.. disini kan gak bisa pakai mobil. papi lupa ? " ucap Calista


" iya papi ingat. kapan rencana kalian nyusul kesini atau kamu memang mau mami mu yang jemput kalian kesana ? " tanya Reiki sedikit mengancam putrinya itu.


" ah paman.. besok kami akan balik kesana " jawab Edward gak mau buat calon ayah mertuanya itu illfil dengannya.


" oh begitu ya. ya sudah . kalian jaga diri baik-baik ya " ucap Reiki.


Calista dan Edward bernafas lega begitu panggilan itu berakhir.


" kenapa kamu gak mau ke pencatatan sipil denganku.. apa kamu malu dengan keadaan aku yang sekarang ? " tanya Edward menunduk.


" bukan gitu , hanya saja aku gak mau ngeduluin kak Arthur dan kak Raya. biar bagaimana pun kak Arthur kan kakak tertua." ucap Lista


" ngomongin kak Arthur , gimana kabar mereka berdua sekarang ya ? " tanya Edward karena sudah lama gak ketemu Arthur dan Raya.


Di lain tempat ..


Raya kini sedang menunggu di bandara , menunggu kepulangan kekasih hatinya.


" dek , kamu yakin gak salah waktu nya ? " tanya Mike yang menemani sekaligus mengawal adiknya itu.


" ya kak. gak salah kok kak. ah itu mereka udah keluar " ucap Raya melihat para penumpang yang baru saja turun dari pesawat.


Raya mencari-cari sosok tunangannya diantara banyaknya orang yang berlalu lalang..


Senyum mengembang di wajah Raya saat melihat sang pujaan hati.


Tanpa perduli dengan pandangan orang , Raya langsung berlari dan memeluk erat Arthur.


" Sayang.. kamu nungguin aku dari tadi ? " tanya Arthur


" iya. habis aku takut kamu ngilang tiba-tiba lagi " jawab Raya membenamkan wajahnya ke dada Arthur.


" aku gak akan ngilang lagi kok. maaf ya karena lama ninggalin kamu sendiri disini " ucap Arthur mengelus lembut rambut Raya.


" aku kangen " ucap Raya manja menatap penuh cinta pada Arthur.


" aku juga kangen sama kamu sayang " ucap Arthur mencubit pelan pipi Raya.


" ehem.. bisa lanjutin itu nanti dirumah gak ? emangnya enak jadi bahan tontonan . gak kasian apa sama kaum jomblo seperti diriku ini " ucap Mike membuat sadar keduanya karena orang-orang berkerumun melihat mereka.


Ya bagaimana tidak , terlepas dari tampilan Arthur dan Raya. Mau bagaimana pun wajah dan nama Arthur sudah sangat terkenal di negera itu terlebih tentang kisah asmara nya dengan Raya yang membuat heboh seluruh kota bahkan sampai keluar negeri mengingat Arthur juga termasuk salah satu aktor internasional yang sangat dikagumi banyak orang.


" eto.. kenapa gak bilang daritadi sih kak " ucap Raya malu dan bersembunyi dibalik jaket Arthur.


" haha.. ya udah , ayo kita pulang " ucap Arthur membelai kekasihnya yang sedang malu-malu itu.


Sedangkan beberapa orang bodyguard yang dibawa Mike membuka jalan untuk mereka.


Mike duduk di samping supir sedikit terganggu dengan kemesraan sejoli yang duduk di kursi belakang itu.


" Hey kalian berdua !!! bisa gak jaga image sedikit. atau paling gak ya pikirin dong gimana perasaan jomblo kayak aku dan pak supir " omel Mike pada Arthur dan Raya.


" ya salah kau sendiri kenapa banyak pilih-pilih.. " ucap Raya


" aku bukannya banyak pilih . cuma aku belum nemu yang sesuai. eh aku ngomongin aku banyak pilih. lah kau sendiri juga kan baru-baru ini lepas masa jomblo.. jangan ngeledekin aku deh " ucap Mike


dan terjadilah apa yang biasanya dilihat dan didengar oleh pak supir.


" Tuan Arthur , jangan kaget dan heran dengan kejadian ini. mereka udah biasa mungkin hampir tiap ketemu pasti kelud dulu. hihi " ucap Pak supir yang sudah lumayan lama bekerja untuk Rean.


" haha iya pak. saya sudah biasa kok , namanya juga adek kakak . bapak yang sabar ya " ucap Arthur.


Raya dan Mike langsung diam karena di omongin sama pak supir dan Arthur.


" ya ya aku ngalah deh " ucap Mike kembali duduk tenang didalam mobil.


begitu juga dengan Raya yang juga duduk tenang disamping Arthur yang kini tersenyum dengan tingkah kakak beradik itu.


Sedangkan pak supir juga tetap fokus pada pekerjaannya walaupun bibir nya tersenyum.


To Be Continue 😘😊🤗