YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
174



Reiki membawa Angela ke daerah pinggir kota.


" kita mau kemana ? " tanya Angela


" aku punya kejutan .. tapi , kamu tutup mata nya " ucap Reiki tersenyum lembut


Angela pun menurut dan memejamkan matanya.


Reiki tersenyum melihat ekspresi penasaran yang terlihat jelas di wajah istrinya itu.


" masih jauh ? " tanya Angela karena merasa sudah lama mereka berkendara.


" sebentar lagi sweety " ucap Reiki mengelus kepala Angela


" udah sampai ? " tanya Angela saat mobil sudah berhenti.


" iya kita udah sampai. tapi jangan buka mata dulu ya " ucap Reiki sambil berjalan keluar lalu dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Angela.


" hati-hati kepala " ucap Reiki lembut menuntun Angela keluar dari mobil..


Dengan perlahan dan hati-hati .. Reiki menuntun Angela untuk terus berjalan.


" sweety . sekarang kamu bisa buka mata " ucap Reiki.


Angela pun membuka matanya dengan perlahan.


ia kaget saat melihat sekelilingnya.


" Waahh .. cantik sekali " ucap Angela kagum dengan pemandangan itu.


" kamu suka sweety ? " tanya Reiki memeluk Angela dari belakang.


" suka.. aku suka sekaliii ! " jawab Angela kegirangan..


" syukurlah kalau kamu suka.. ini adalah rumah kita berdua. kamu lah nyonya disini. jika kamu mau merubah sesuatu atau apapun itu . lakukanlah.. " ucap Reiki mencium leher Angela.


" terima kasih sweety.. i love you hubby " ucap Angela berbalik dan memeluk Reiki..


" aku senang jika kamu senang istriku " ucap Reiki lembut membuat Angela senang mendengar kata 'istriku' .


" kamu mau lihat-lihat sekeliling permaisuri ku ? " tanya Reiki mengulurkan tangannya seolah mengajak berdansa seorang putri.


" dengan senang hati Raja ku " jawab Angela dengan senang hati menyambut uluran tangan suaminya itu.


Keduanya pun berkeliling rumah itu sambil bercanda dan sesekali Angela menandai perabotan yang dirasa tak begitu diperlukan dan menandai beberapa bagian yang hendak ia ubah sedikit.


dan kini tiba lah mereka di tempat terakhir.


kreek.


" ini kamar kita sweety " ucap Reiki membuka pintu kamar mereka yang memang sengaja Reiki pilih sedikit lebih ke sudut berbeda dengan rumah lainnya yang memilih kamar utama sebagai kamar pemilik rumah.


" kenapa disini ? " tanya Angela bingung.


" karena aku gak mau istirahat kita terganggu sweety " ucap Reiki lembut.


Angela tersenyum mendengar jawaban Reiki.


memang jika dilihat dengan seksama . kamar mereka lebih besar dari kamar tidur yang lainnya.


Kamar mereka berada di lantai 2 dan mempunyai balkon sendiri yang langsung menghadap ke danau.


" aku tau kamu suka pemandangan seperti ini. karena itulah aku memilih rumah ini " ucap Reiki memeluk Angela yang sedang menikmati angin sepoi di balkon kamar mereka.


" iya . makasih sweety. aku bahagia sekali " ucap Angela


" aku juga bahagia sweety " ucap Reiki menatap lembut wajah indah istrinya itu.


krruuyuuukk


Sesaat keduanya mematung lalu sedetik kemudian mereka tertawa karena suara yang dihasilkan oleh perut Angela .


" yaudah. aku ke dapur masak dulu ya. kamu istirahat aja disini " ucap Angela lalu berjalan keluar kamar.


Angela berjalan menuju dapur dan langsung membuka kulkas untuk melihat bahan makanan apa yang ada.


Saking sibuk nya Angela berkutat dengan wajan dan panci sampai ia tak menyadari bahwa sedari tadi Reiki setia di belakang nya , menonton dirinya sedang memasak.


15 menit kemudian .


Makanan nya pun telah siap .


Angela yang hendak berbalik untuk memanggil Reiki pun sedikit kaget melihat suami tercinta nya telah duduk di meja makan sambil tersenyum penuh cinta padanya.


Angela menata semua makanan sederhana yang ia masak .


" gimana , enak ? " tanya Angela mengingat ini pertama kalinya ia memasak untuk Reiki .


" ini makanan yang paling enak " jawab Reiki yang dengan lahap memakan masakan pertama yang istrinya masak untuknya.


" benaran enak.. bukannya juru masak di istana Es lebih enak " goda Angela.


" ini enak sweety.. kamu tau kenapa ? " tanya Reiki.


" kenapa ? " tanya Angela tak paham


" karena kamu memasak nya dengan cinta dan itu membuat makanan ini lebih enak dari apapun. " jawab Reiki tersenyum lembut.


Angela hanya bisa tersenyum manis menanggapi jawaban manis suaminya itu.


jika dibanding kan dengan masakan koki terkenal.


tentu masakan Angela sangat kalah jauh.. bagaimana bisa nasi goreng dan telur dadar gulung di bandingkan dengannya makanan buatan koki.. tapi itu tidak berlaku untuk Reiki.


#


Selesai makan .


Angela dan Reiki memutuskan untuk berbelanja kebutuhan mereka termasuk kebutuhan dapur.


Dan disini lah mereka sekarang.


disebuah pasar yang letaknya tak terlalu jauh dari rumah mereka.


Reiki dan Angela berjalan sambil memilih beberapa kebutuhan dapur.


namun bukan Reiki dan Angela namanya jika tak menimbulkan kehebohan tersendiri bagi beberapa orang.


banyak dari masyarakat yang berbelanja sengaja meminta keduanya untuk berfoto bahkan ada beberapa ibu-ibu hamil yang mencubit gemas pipi Reiki .


Angela tak bisa menolong Reiki dan memilih sedikit menjauh dan memberi ruang pada ibu-ibu hamil itu.


" sabar sayang. mungkin mereka lagi ngidam kali " ucap Angela menenangkan Reiki yang kini sudah tak dikerumuni lagi..


kini keduanya sedang duduk di sebuah stand makanan ringan.


Bapak penjual makanan ringan pun hanya bisa tersenyum melihat keadaan Reiki yang lusuh akibat ulah ibu-ibu tadi.


Setelah keduanya selesai berbelanja kebutuhan dapur..


keduanya langsung menuju ke toko furniture . tapi setelah berpikir ulang Angela tak jadi ke toko furniture itu.


" kenapa sweety ? " tanya Reiki heran


" kalau disana ada ibu-ibu lagi gimana ? " tanya Angela yang sebenarnya juga ngeri melihat kejadian tadi seolah-olah ikan piranha yang tengah berebut daging segar..


" kayaknya gak ada sweety " ucap Reiki melihat toko furniture itu tampak sepi.


ya sebenarnya mereka memang sudahsampai didepan toko nya. namun belum keluar dari mobil.


" bentar .. pakai ini dulu dan jangan dilepas ya. mobil biar parkir disini aja " ucap Angela memakaikan topi dan kacamata non minus untuk Reiki.


sedangkan dirinya juga memakai topi yang menghalangi wajah nya.


Reiki menerima semua itu karena ia tau istrinya tak mau dirinya terluka..


Keduanya keluar dari mobil lalu menyebrang jalan.


Baik Angela dan Reiki menghela nafas lega karena tak ada yang mengenali mereka.


Mereka masuk ke toko itu lalu berkeliling melihat-lihat furniture yang ada.


" maaf apa ada yang bisa saya bantu ? " tanya sopan pegawai toko.


" saya mau tau , berapa harga itu ? " tanya Angela menunjuk sebuah sofa warna silver


pegawai itu melihat sofa yang ditunjuk Angel lalu memperhatikan penampilan Angela dan Reiki .


" harganya sangat mahal. lebih baik kalian cari yang lebih murah seperti itu " ucap pegawai itu dengan nada merendahkan sambil menunjuk sebuah sofa yang memang sangat murah.


" dimana bos mu ? " tanya Reiki tak terima karena dianggap tak mampu membeli sebuah sofa saja..


" sudahlah sweety.. biarkan aja " ucap Angela berusaha lebih tenang.


" tapi .. " ucap Reiki .


" sudahlah sweety.. tidak baik membuang-buang waktu dan tenaga berurusan dengan orang hanya karena sebuah sofa " ucap Angela menggenggam lembut tangan Reiki.


" jika kau tak mau memberi tau harga nya , lebih baik minggir ! " ucap Reiki mendorong pegawai itu lalu menarik lembut Angela ke kasir.


" silahkan pak.. ada yang bisa saya bantu ? " tanya kasir itu.


" tolong hitung berapa harga sofa , lampu , lemari , kursi , dan meja itu " ucap Angela menunjuk ke semua benda yang ia mau.


" baik bu . silahkan tunggu " ucap kasir itu.


" bu ini total harga dari barang yang ibu tunjuk tadi " ucap kasir itu


" baiklah . saya ambil semua tolong di siapkan . " ucap Angela


" baik bu .. apa perlu kendaraan untuk mengangkut nya buk ? " tanya kasir itu lagi.


" tidak perlu " jawab Reiki masih sedikit kesal.


Barang-barang nya pun sudah di bungkus dengan baik .


" he. tampang nya aja udah keliatan gak punya duit. masih berani belanja disini " celetuk pegawai tadi bergosip dengan karyawan lainnya.


" maaf pak bu.. ini nota nya " ucap kasir itu sopan setelah mencetak nota .


" baik tunggu sebentar " ucap Reiki


" kenapa sweety ? " tanya Angela


" tunggu mereka datang dan barang diangkut baru kita bayar Sweety " ucap Reiki mengelus wajah Angela yang sedikit terhalang topi.


" heh.. bilang aja gak bisa bayar " komen pegawai nyinyir tadi . tapi baik Reiki maupun Angela malas menanggapinya.


Sementara pegawai nyinyir itu terus menyindir dan menghina .


Tak lama kemudian . sebuah Ferrari merah berhenti di depan toko dan dibelakangnya ada sebuah mobil kontainer yang juga ikut berhenti.


Seorang pemuda turun dari mobil box itu dan beberapa pemuda lainnya mengikuti dibelakang.


" master , tuan " ucap Shiro sopan


" tolong massukkan barang nya ke mobil. antar ke alamat ku " ucap Reiki


" baik tuan. Master , ada perintah lagi ? " tanya Shiro sopan


" haihs.. sudahlah. " ucap Angela melepaskan topinya.


begitu juga Reiki melepaskan topi dan kacamata nya.


" kamu urus surat pecat nya . karyawan yang seperti dia malah akan membuat toko ini bangkrut " ucap Angela .


" baik master " jawab Shiro.


Sontak semua karyawan toko kaget melihat kehadiran boss mereka dan terlebih lagi Shiro selaku boss toko itu bisa tunduk pada Angela.


" ini . untuk bayar semua barang itu " ucap Reiki memberikan black card nya.


Reiki dan Angela pun meninggalkan toko itu setelah membayar .. dan menyisakan rasa penyesalan yang besar bagi pegawai nyinyir tadi...


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊