
Setelah puas memukuli Barok yang kini babak belur , Raya mencoba menenangkan emosinya.
" beruntung hari ini kau selamat.. jika suatu saat nanti aku melihatmu lagi , aku pastikan akan memotong dan mencincang halus kebanggaanmu itu ! " ucap Raya .
Lalu berbalik pergi meninggalkan lokasi yang kini ramai.
Luna dan Pras mengikuti di belakang Raya.
baru beberapa langkah , sebuah motor berhenti tepat di depan Raya .
" hai cantik , mau tumpangan ? " goda Arthur tanpa membuka kaca helm nya.
Pras mencoba mencari perhatian Raya , ia langsung berdiri didepan Raya menghalanginya.
" sebaiknya kau pergi dari sini selagi aku masih bicara baik-baik " ucap Pras mengancamnya.
" hah ? maksudnya ? " tanya Arthur bingung.
" apaan sih Pras , ini Arthur pacarku " ucap Raya mendorong pelan Pras.
" hai , kita ketemu lagi " ucap Arthur membuka kaca helm nya lalu turun dari motornya.
" kamu !! Arthur yang aktor itu kan ?! " tanya Pras spontan.
" iya , dan juga kalau kamu punya kemampuan kenapa gak gunakan kemampuanmu untuk yang tadi itu " sindir Arthur melirik Barok yang pingsan.
Raya dan Luna kaget mendengar ucapan Arthur.
Orang-orang mulai berkerumun melihat kedatangan Arthur.
" ayo sayang.. aku antar pulang " ucap Arthur merangkul Raya.
Keduanya pun naik motor dan melaju meninggalkan lokasi itu.
#
Malam hari..
Calista dan Julian yang sedari tadi diam dikamar mereka akhirnya bisa sedikit lega karena sang mami dan papi mereka pergi menghadiri undangan .
" kasian kak Arthur kalau harus pensiun dini " ucap Julian.
" ya mau gimana lagi , kamu kan juga tau kalau mami sebenarnya gak terlalu suka dengan profesi kak Arthur yang sekarang " ucap Calista
" aku tau. tapi mau gimana lagi , nama besar kak Arthur udah dikenal diseluruh penjuru. kamu juga kan tau sendiri gimana gilanya fans kak Arthur disekolah kita " ucap Julian memberikan secangkir coklat panas ke saudara kembarnya itu
" untung aja mereka gak tau kalau kita adiknya kak Arthur.. bisa-bisa kita gak bisa bebas " ucap Calista.
" jangankan itu , kalau sampai mereka tau kita bukan pacaran tapi saudara , bisa-bisa kita di kerumunin lagi kayak waktu SMP .. iiihh aku gak mau ah " ucap Julian bergidik ngeri mengingat kejadian yang membuat dirinya dan Calista terpaksa harus pindah sekolah.
Keduanya punya pikiran yang sama , lalu sama-sama merinding sendiri.
" mau cari kak Arthur gak ? " tanya Calista
" cari kemana ? apartemen nya gitu ? " tanya Julian.
" gimana kalau... arena balap ? " tanya Calista mengangkat-angkat alisnya.
" tapi pakai satu motor aja ya. aku malas nyetir " ucap Julian bermaksud menebeng sang kakak
" sepakat , ayo siap-siap " ucap Calista pergi ke kamarnya setelah menghabiskan coklat panasnya.
Begitu juga Julian , ia juga ke kamarnya untuk bersiap-siap.
10 menit kemudian .
keduanya pun keluar dari mansion besar itu.
tepatnya markas The Dark Knight , beberapa anggota yang berpapasan dengan mereka pun memberi hormat.
Dengan wajah yang tertutup masker , ekspresi sebal Julian tetaplah terlihat.
bagaimana enggak , saat dirinya tadi hendak naik ke buntut motor sang kakak , sang kakak malah mendorongnya maju setelah menghidupkan mesin motor.
Alhasil , kini dirinya yang harus membonceng sang kakak.
" kira-kira kak Arthur ad disana gak ya ? " tanya Calista
Julian teringat sesuatu lalu menepikan motornya.
" bentar deh , ini malam apa sih ? " tanya Julian
" malam minggu , kenapa ? " tanya Calista
" ya kali , inikan malamnya orang pacaran.. kita pulang aja ya .. mungkin kak Arthur lagi sama pacarnya " ucap Julian
" ah nanggung banget sih , udah hampir nyampe juga.. kesana bentar aja yuk.. aku mau lihat tempat biasanya kak Arthur dapat duit.. siapa tau kita bisa ikutan juga " ucap Calista
" yaudah ayo " ucap Julian kembali menjalankan motornya.
5 menit kemudian
Julian memarkirkan motornya ditempat parkir yang telah disediakan.
lalu keduanya berjalan bergandengan menembus ramainya kerumunan.
Tiba tepat di baris depan mereka mencari keberadaan Arthur.
" kayaknya gak ada " ucap Julian sedikit keras .
Calista hanya mengangguk menjawab Julian.
Akhirnya keduanya pun hanya menonton pertandingan balap itu dari barisan penonton.
sampai akhirnya mata mereka menangkap sosok yang sedari tadi mereka cari.
Ya Arthur datang lengkap dengan masker dan sarung tangannya keluar dari mobil merahnya.
Semua penonton pun bersorak girang karena sang raja balap yang ditunggu telah datang .
" AYOO !! SEMANGAT KING !! " teriak salah satu penonton tepat di samping Calista.
" kita pindah kesana aja.. lebih dekat . tapi ingat jangan sampai ketahuan kak Ar " ucap Julian tepat ditelinga Calista.
Sejenak Calista diam lalu menahan tangan Julian yang hendak pergi.
" kita ketahuan " ucap Calista pelan tapi sanggup didengar Julian dan Julian pun mengikuti arah pandangan Calista.
Julian pun langsung diam saat matanya bertemu dengan tatapan tajam dari sang kakak sulung.
" habislah kita .. gimana ni " ucap Calista
Arthur menggerakkan jarinya memanggil kedua adiknya itu namun yang dipanggil justru diam membeku karena takut.
" ayo kita kesana , sebelum ditarik kak Ar " ucap Julian menarik Calista saat melihat Arthur hendak melangkahkan kakinya ke arah mereka.
Dengan perasaan takut dan penasaran.
Keduanya berjalan mendekati Arthur , hal itu tentu saja menarik perhatian penonton yang datang.
" ngapain kalian disini ? " tanya Arthur saat keduanya berdiri tepat didepannya.
" kami.. kami .. cuma jalan-jalan " ucap Calista gugup.
" iya , dirumah gak ada orang. papi sama mami pergi ,kakak juga gak ada. jadi kami kesini " ucap Julian.
" berarti mami gak tau kalian kesini ? " tanya Arthur.
Calista dan Julian mengangguk dengan cepat.
Arthur menghela nafas berat.
" Ter , kapan gue tandingnya ? " tanya Arthur ke penanggung jawab jadwal pertandingan.
" bentar lagi , kenapa ? " tanya Tere.
" yaudah , buatin minum jus 2 ya.. masukin ke buku gue " ucap Arthur
" oke bos " ucap Tere masuk ke kios nya.
" kalian tunggu disini . ingat jangan pergi kemana-mana. kalau ada yang gangguin kalian selagi kakak gak ada , hajar aja " ucap Arthur
" iya kak " jawab Calista dan Julian.
" ingat jangan kemana-mana , pesan aja apapun yang kalian mau selagi ada didaftar menu.. kakak tanding dulu " ucap Arthur mengambil kunci mobilnya.
Arthur menjauh meninggalkan keduanya yang kini duduk manis di meja yang selalu menjadi tempat istirahat Arthur setelah bertanding.
" ini jus kalian.. kalau butuh sesuatu bilang aja ya , adik-adik manis " ucap Tere.
Calista dan Julian sedikit kaget tapi segera disembunyikan.
Tere pun masuk lagi ke kiosnya , sementara Calista dan Julian menonton jalannya pertandingan balap mobil Arthur dari sebuah monitor.
Malam semakin larut , Akhirnya Arthur menyelesaikan pertandingan terakhirnya untuk malam ini.
Arthur mengantar pulang kedua adiknya itu .
Walaupun dari belakang dengan mobilnya.
Melihat kedua adiknya sampai dengan selamat , barulah Arthur kembali ke apartemen nya.
Setelah membersihkan dirinya , Arthur menelpon Raya.
Namun tak kunjung diangkat.
Arthur baru sadar kalau sudah tengah malam tentu saja kekasihnya itu pasti sudah terlelap.
Arthur pun merebahkan tubuhnya ke ranjang , tak lama kemudian dirinya juga masuk ke alam mimpi.
To be continue 😘😊🤗