YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 005



Pagi itu , setelah mengantarkan Angela .


Reiki langsung berangkat ke perusahaan nya.


Reiki berjalan naik ke ruangannya tanpa menjawab semua sapaan dari para karyawan nya.


" Yan .. apa jadwal ku hari ini ? " tanya Reiki pada Diyan yang baru masuk


" pagi ini hanya mengecek proposal yang di laporkan.. lalu siang nanti ada meeting dengan klien , sore juga ada meeting diluar dan malam nanti ada undangan dari keluarga GE. " ucap Diyan


" majukan semua meeting siang dan sore itu ke pagi ini dan untuk keluarga GE , kau saja yang pergi " ucap Reiki


" kenapa ? " tanya Diyan


" siang ini aku mau ke rumah sakit , sudah janji dan lagipula malam ini aku mau nunggu Angela pulang dengan selamat sampai rumah " ucap Reiki


" ya baiklah .. terserah kau aja .. kalau gitu aku keluar dulu " ucap Diyan mengerti perasaan sahabatnya itu


Dan sesuai jadwal yang dimajukan .


Kedua meeting itu berjalan dengan lancar dan para mencari dana itu merasa senang karena bisa bertatap mata langsung dengan CEO Adinson Corp yang terkenal itu.


Siang itu , Reiki sudah ada janji dengan dokter dirumah sakit terbesar di metrocity .


Dengan santai nya ,ia berjalan masuk menuju ruang laboratorium.


" selamat siang dok " ucap Reiki masuk ke laboratorium dan bertemu dengan dokter yang sudah ada janji dengannya itu.


" ah selamat siang tuan .. silakan duduk " ucap dokter itu mempersilakan Reiki duduk di salah satu kursi didepannya


" jadi dok bagaimana , apa sudah ada hasilnya ? " tanya Reiki to the point


" ah iya . mengenai itu sudah ada hasilnya. mari ikuti saya " ucap dokter itu mengajak Reiki ke ruangannya.


" silakan duduk tuan " ucap dokter itu lalu mengambil sebuah map cokelat di laci brangkas nya.


" ini tuan " ucap dokter memberikan map itu ke Reiki


Dengan gugup Reiki membuka isi map itu.


dan wajahnya langsung berubah ekspresi antara senang , sedih , menyesal , dan juga kesal secara bersamaan.


" apa ini benar dok.. ?! " tanya Reiki tak percaya.


" ya tuan itu benar.. berdasarkan hasil dari sampel rambut yang tuan berikan waktu itu . memang cocok.. DNA mereka 100% cocok .. jadi bisa dibilang , mereka oorang tua dan anak " terang dokter


" anak... terima kasih atas bantuannya dok.. saya permisi " ucap Reiki lalu keluar dari ruang dokter itu.


setelah Reiki keluar , dokter itu menghubungi seseorang.


" tugas saya sudah selesai . beliau sudah tau hasilnya " lapor dokter itu ke orang diseberang sana..


Tanpa menjawab , orang itu langsung mematikan panggilan.


Sementara Arthur meletakkan kembali ponselnya ke meja setelah menutup panggilan itu. wajahnya datar dan hanya ada sedikit tarikan diujung bibir mungilnya itu..


" ternyata benar dugaan ku.. berarti ada masalah antara mami dan papi selama ini yang membuat aku harus tinggal dengan paman " ucap Arthur


" dan juga , apa papiku itu bodoh ya.. kenapa berpikir aku gak tau kalau rambutku dicabut.. mana sakit pula " ucap nya mengelus kepala nya sendiri.


" baiklah , misi selanjutnya .. menyatukan lagi Mami sama Papi " ucap Arthur duduk di depan sebuah laptop didalam kamarnya.


#


Reiki yang perasaan nya saat ini sedang campur aduk pun akhirnya tanpa sadar melajukan mobilnya menuju kediaman kakek Tio.


" benar , Arthur putra ku.. jadi sudah sewajarnya dia tinggal denganku dan untuk Angela.. akan ku jemput dia nanti " gumam Reiki menyusun rencana nya sebelum masuk ke dalam mansion besar itu.


Reiki pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion dan menemui kakek Tio di halaman belakang.


" ada apa ? " tanya Kakek Tio seolah paham maksud ekspresi Reiki


" kek.. saya mau menjemput pulang Arthur dan Angel " ucap Reiki sungguh-sungguh.


" kenapa , atas dasar apa kau mau mengambil cucu dan cicitku ? " tanya kakek Tio tanpa melihat Reiki yang berdiri dibelakangnya


" atas dasar saya suami nya serta ayah kandung putra ku " jawab Reiki mantap.


" apa bukti mu ,kalau cicitku itu putra kandungmu ? " tanya kakek Tio kini berputar dan menatap tajam ke arah Reiki walaupun didalam hatinya sedikit kaget.


Reiki pun memberikan map cokelat yang dipegangnya ke kakek Tio.


Kakek Tio melihat laporan hasil tes DNA yang dibawa Reiki.


" panggil tuan muda kecil kemari " ucap kakek Tio pada kepala pelayan yang menemaninya.


Tak lama kemudian.


" kakek buyut "teriak Arthur langsung menghambur ke pelukan kakek Tio


" anak baik.. kakek mau tanya sesuatu .. kamu jawab jujur ya " ucap kakek Tio tersenyum penuh arti.


Arthur menelan ludah nya sendiri.


lalu menganggukkan kepalanya.


" apa kamu berulah lagi ? " bisik kakek Tio


" gak kok kek.. Arthur gak nakal kok " jawab Arthur pelan


" lalu apa kamu menyuruh dokter untuk hasil tes ini ? " bisik kakek Tio


" Arthur cuma bilang sama dokter , kalau ada pria ini datang bawa sampel rambut untuk tes DNA Arthur suruh buat hasilnya secepat mungkin. " ucap Arthur menunduk


" darimana kamu tau kalau bakal ada yang tes pakai rambutmu ? " tanya kakek Tio lagi


" masa iya Arthur gak tau.. kalau nyabutnya aja kuat , mana sakit lagi " ucap Arthur cemberut.


" hah.. baiklah.. lain kali jangan nakal ya.. atau kakek buyut bilangin ke mami mu " ucap kakek Tio.


" jangan kek " ucap Arthur memelas dengan puppy eyes nya.


" ehem.. Arthur , gak mau peluk papi ? " tanya Reiki karena sedari tadi dicuekin sama dua orang didepannya itu.


Arthur langsung menghambur ke pelukan Reiki.


Dengan perasaan senang dan haru , Reiki memeluk erat Arthur.


Kakek Tio tersenyum kecil karena akhirnya cicitnya dapat merasakan apa yang namanya pelukan seorang ayah..


" Arthur , mau gak ikut papi jalan-jalan ? " tanya Reiki lembut


" MAU MAU " teriak Arthur senang.


" yaudah , sekarang pakai bajumu ya. senyaman mungkin .. oke boy ? " ucap Reiki


" ay ay kapten. " jawab Arthur meletakkan tangan ke keningnya ala militer lalu langsung berlari menuju kamarnya.


" bukannya aku setuju kau bawa cicitku tinggal dengan kau.. tapi , ini hanya jalan-jalan . keputusan akhir tetap ditangan Angela. " ucap kakek Tio


" baik kek " jawab Reiki


Tak lama , mobil Reiki pun melaju meninggalkan area mansion kakek Tio dan melaju pelan membelah jalanan kota.


Reiki mengajak Arthur ke taman bermain lalu ke mall..


dan malam pun tiba .


" kamu lelah ? " tanya Reiki melihat Arthur sudah menguap beberapa kali.


" Arthur capek pi.. Arthur juga lapar " ucap Arthur


" yaudah , kita pulang ke rumah kita ya.. nanti papi masakin makan malam.. Arthur mau apa ? " tanya Reiki sambil melajukan mobilnya ke pinggir kota menuju rumahnya.


" terserah papi.. Arthur mau semua yang dimasak papi " ucap Arthur manja.


Skip


Reiki dan Arthur tiba di rumah pribadi Reiki dan Angela sebelum mereka terpisah.


Arthur ikut ke dapur menonton papinya memasak untuk nya.


Sambil sesekali melirik jam yang menggantung didinding.


Ada senyum kecil diwajah imut Arthur membayangkan apa yang ia impikan selangkah lebih dekat.


.


.


.


.


.


.


.


To be continue 🤗😘😊


hayo .. kalau ada pendapat tentang visual nya Arthur dan Lena . komen ya.. nanti Author pilih 1 untuk S3 nya 🤗😊