YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 81



Pada awalnya semua tampak normal.


Lalu seorang mahasiswa penyiaran sebagai MC untuk acara pun naik dan mulai berbicara.


" SAMA SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA. TAHUN INI KAMI JUGA MENGADAKAN KONTES INI DENGAN TUJUAN SUPAYA PARA TEMAN-TEMAN SEKALIAN BISA MENYALURKAN BAKAT MAUPUN HOBINYA. SESUAI PERATURAN YANG DISEPAKATI , PEMENANG KONTES INI AKAN DI PILIH BERDASARKAN PENJURIAN PARA AHLI DAN JUGA VOTING DARI PENONTON.. KALAU BEGITU TANPA BERLAMA-LAMA LAGI , KITA MULAI KONTES INI !!! " seru mahasiswa itu membakar suasana dan perhatian yang teralihkan tadi.


Satu per satu mahasiswa dan mahasiswi mulai berlenggak lenggok di atas catwalk dengan mempertontonkan busana yang mereka kenakan.


" kak itu dia yang nantangin kak Lista " bisik Lian saat gadis yang menantang Lista itu keluar memamerkan gaun yang ia pakai.


Gaun berwarna ungu dengan sebuah pita besar di punggungnya , gadis itu berjalan dengan santai nya seolah-olah ia adalah model terkenal.


" ya lumayan , ada " jawab Arthur


" ada cantik nya ?! " sindir Raya karena Arthur melihat gadis itu.


" bukan gitu sayang ku.. maksudnya itu ada basic modelling nya. dihatiku hanya kamu wanita tercantik dan tidak ada yang lain " ucap Arthur.


" hemm berarti mami gak cantik ya kak " goda Lian.


" mau gue getok lagi lu hah !! " geram Arthur menatap tajam adik bungsu nya , sedangkan yang ditatap malah tersenyum masa bodoh ..


" sudah , jangan berantem . tuh lihat giliran Calista " ucap Raya menengahi dua pemuda itu.


Dan benar saja , keduanya langsung berhenti dan mengalihkan pandangan ke Calista yang saat ini berjalan di atas panggung catwalk.


Dengan anggun dan berkharisma , Calista memperagakan busana yang ia kenakan.


Sebuah gaun pesta berwarna hitam dengan belahan dada V yang rendah dan juga bagian punggung yang sedikit terbuka ditambah belahan bawah gaun itu sejengkal diatas lutut , dipadukan dengan syal bulu berwarna krem yang menutupi sedikit bahu dan leher Calista.


Semua tatapan mata langsung fokus pada Calista terlebih para penonton pria yang sangat menikmati pemandangan tubuh Calista yang sedikit terekspos.


Begitu juga dengan Arthur dan Julian namun alih alih senang , duanya malah terbakar amarah karena busana yang dipakai saudari mereka itu.


" mulai besok akan ku boikot semua gaun seperti itu " gumam Arthur.


" eh bukannya cewek itu mantan nya Gani jurusan Bisnis ya " ucap salah satu penonton .


" iya benar. wah gak nyangka selera nya si Gani tinggi juga ya " sambung orang disebelahnya.


" kalau aku jadi Gani , gak bakal aku selingkuh sama yang lain. ngapain cari yang lain kalau udah dapat yang kualitas A++ gitu.. hahaha " ucap nya lagi..


Mendengar itu Lian makin memanas , ia hendak bangkit dari kursi dan melabrak dua penonton pria itu , namun sebuah tangan menghentikannya.


" Gaun nya gak bermasalah tuh. ya cuma , postur badan Calista yang terlalu bagus untuk ukuran gadis pada umumnya " ucap Lena lalu duduk di belakang Lian sedangkan Bari yang juga datang bersama nya memilih duduk di belakang Arthur , ya sama sih di samping Lena posisi nya.


" katanya mau balik , kok disini ? " tanya Arthur menoleh ke belakang.


" ya rumah gue kan disini. " jawab Bari


" ya ya . diam dan nonton aja bisa kan ?! " geram Raya karena sedari tadi mereka tak bisa diam sedangkan dirinya datang karena ada alasan lainnya.


" udah ketemu model yang cocok ? " tanya Arthur sedikit berbisik.


" ya ada beberapa sih. tapi gak tau juga sih mereka mau atau gak " jawab Raya menandai beberapa foto .


Arthur mengangguk dan lanjut melihat panggung catwalk itu.


Tak terasa kini pengumuman pemenang akan dibacakan oleh MC.


" Nomor urut 1 , 2 , 5 , 7 , 9 , 11 , 14 . harap maju selangkah " ucap MC dan mereka pun maju selangkah.


" Maaf kalian harus turun " ucap nya , ketujuh orang itu pun turun dengan kecewa.


" Calista nomor berapa ? " tanya Bari karena tadi tidak sempat melihat nomor Calista.


" ada ? " tanya Arthur , Raya pun menggeleng.


" dan sekarang kita mulai dari lima besar , posisi peringkat kelima diisi oleh peserta nomor urut ..... 4 .. Selamat ya .. " ucap MC dan salah satu panitia memberikan tanda mata padanya.


" posisi keempat didapat oleh peserta nomor urut.... 3 .. Selamat " Ucap MC pemula itu.


" nah posisi nomor dua ,, silakan maju peserta nomor urut ... 8 !!! Selamat ya !! " ucap MC dan salah satu juri maju untuk memberikan piala nya.


" nah inilah yang ditunggu-tunggu.. nomor urut 13 dan 17 silakan maju kedepan .. salah satu diantara keduanya ada di posisi pertama dan lainnya di posisi ketiga .. Kalau begitu kita buka hasil nya sekarang !!! " ucap MC itu dan lampu sorot pun berputar-putar di antara Calista dan gadis yang menantangnya itu.


Semua penonton sangat penasaran dan tidak sabar , begitu juga dengan Arthur ,Raya , Lena , Bari dan Lian yang deg-degan.


jantung gadis yang menantang Calista pun berdetak sangat cepat.


" kalau kau kalah , jangan nangis ya.. " ucap gadis itu pada Calista guna menutupi rasa gugup nya.


" ya siapapun yang menang gak akan berpengaruh ke aku. karena dia gak ada " ucap Calista pelan namun gadis itu mendengarnya , ia melihat mata Calista yang terus ke kiri dan kekanan mencari sesuatu.


" arah jam 10 kursi baris ketiga , bukannya dia ? " tanya Gadis itu tak paham karena Calista menggelengkan kepalanya pelan.


" BAIKLAH !! SELAMAT KEPADA JUARA PERTAMA DAN UNTUK JUARA KETIGA JANGAN BERKECIL HATI .. JUARA PERTAMA ADALAAAAAAHHH !!!! SELAMAT PESERTA NOMOR 17 !!!! " seru MC dan lampu sorot pun berhenti di Calista ,dengan senyum manis mengembang di bibir nya karena mata nya bertemu pandang dengan orang yang ia nantikan , orang itu datang bertepatan dengan pengumuman kemenangan..


Calista yang hendak turun pun berhenti karena MC berbisik padanya agar mengambil hadiah lebih dulu.


Juri utama naik ke panggung dan memberikan piala serta hadiah untuk Calista sebagai juara pertama.


Begitu hadiah sudah ditangan , Calista langsung bergegas turun dari panggung dan setengah berlari menghampiri orang itu.


" Ku kira kamu udah gak mau sama aku lagi.. ku pikir kamu pergi jauh tanpa ngabarin aku.. ku pikir aku gak bakal ketemu sama kamu lagi !! " seru Calista langsung memeluk erat orang itu yang tak lain adalah Edward kekasihnya.


" maaf ya karena buat kamu sedih " ucap Edward membalas pelukan itu.


Sedangkan para penonton dan juga semua orang yang ada di aula itu kaget karena Calista langsung berlari dari panggung dan memeluk seorang pemuda.


" kamu janji ya gak bakal kayak gitu lagi.. kalau kamu ngilang tanpa kabar lagi , jangan salahkan aku kalau ku pasang pengumuman pencarian orang di setiap tiang listrik bahkan sampai ke setiap sudut kota .. " ucap Calista menatap sendu kekasihnya itu.


" iya iya , aku gak bakal lakuin kayak gitu lagi. ehm gimana kalau dirumah aja lanjutin meluk nya , gak enak jadi tontonan " ucap Edward sedikit berbisik.


Seketika itu juga Calista merasakan hawa dingin di belakangnya . karena melihat Edward , ia bahkan melupakan kedua saudara nya yang saat ini pasti menahan emosi.


" kita kabur aja yuk " bisik Calista.


" mau kabur kemana kamu ?! Calista Dwi A " ucap Arthur tersenyum tapi aura nya sangat menakutkan.


" habislah aku " batin Calista langsung bersembunyi di belakang Edward yang hanya tertawa kecil.


Sedangkan semua orang yang tau jika Calista dan Julian mengaku sebagai tunangan malah jadi bingung karena saat ini keduanya bahkan tak marah saat pasangan mereka dekat dengan orang lain.


" bukannya Lian itu tunangan nya Lista ya , terus pemuda itu siapa ? kok Lian gak marah tunangannya meluk pria lain " ucap salah satu orang yang dari tadi menonton mereka.


" Lah itu siapa ? gadis di samping Lian , kok mesra amat sih " ucap yang lainnya.


Calista pun keluar dari tempat itu dengan merangkul manja lengan kekar Edward , sedangkan Lian berjalan dengan tunangannya ,Layla yang tadi datang bersama Edward.


" kok keliatan nya kayak lagi pamer pasangan ya " ucap Lena melihat si kembar dengan pasangan mereka.


" lah terus kau sendiri gimana ? " tanya Arthur melirik ke arah Bari.


" hehehe. biarin aja , loh mana Raya ? " tanya Lena tak melihat Raya.


" dia disana , lagi ngajak mereka buat jadi model nya di pameran bulan depan " jawab Arthur melihat ke arah tunangan nya yang sedang berbicara dengan beberapa model tadi.


To Be Continue 😊😘🤗