
Raya keluar dari persembunyian nya setelah rombongan orang asing itu pergi.
" Ar , bangun .." ucap Raya berusaha menyadarkan Arthur yang pingsan.
" ah kepala ku sakit " gumam Arthur akhinya sadarkan diri setelah puluhan kali di bangunkan oleh Raya.
" kamu akhirnya sadar . aku takut sesuatu terjadi padamu " ucap Raya memeluk Arthur .
" ini... kemana mereka ? apa yang terjadi ? " tanya Arthur.
" Lena dan Bari dibawa pergi mereka " ucap Raya .
" hah !! Ke arah mana mereka ? ayo kita susul " ucap Arthur .
" tapi kamu masih lemas Ar . istirahat dulu " ucap Raya.
" ya kak , sebaiknya kakak istirahat dulu. Anak buah ku udah ngejar mereka. " ucap Lian yang baru datang bersama Layla dan rombongan bodyguard nya .
Akhirnya Arthur mau ikut dengan Lian dan Layla begitu juga Raya .
Sementara mobil Lena yang sudah diisi bahan bakar dibawa oleh anak buah Julian.
#
Disisi lain , Lena yang sudah sadar dari pengaruh obat bius pun sedikit kaget saat tau jika dirinya ada didalam mobil asing terlebih dengan kondisi nya yang terikat.
" siapa kalian ?! apa mau kalian !! " bentak Lena
Tapi tak ada satu pun dari penculik nya yang mau menjawab pertanyaan Lena bahkan terkesan mencueki nya.
Dalam hati Lena merasa kesal dan ingin menghajar seisi mobil itu namun apa daya tubuh nya masih lemah akibat obat bius tadi.
Entah berapa lama Lena ada di dalam mobil itu hingga akhirnya mobil itu berhenti di suatu tempat.
" mana mereka ? " tanya pria yang tadi memimpin penculikan itu.
" maaf tuan , mereka berhasil tertangkap " ucap salah satu bawahan nya yang menjadi pengendara motor .
" si*l.. bagaimana bisa secepat itu mereka menyusul kita .. apa kau mau tanggung jawab di depan bos !! " umpat Pria itu.
" Tapi tuan , bukannya kita masih punya dia . kita bisa jadikan dia sebagai umpan " usul yang lainnya melirik ke Lena.
" NGAPAIAN KAU LIHAT-LIHAT !! MAU KU CONGKEL MATA MU HAH !! " bentak Lena .
" gadis manis sebaiknya kau jaga sikapmu ya . jangan sampai jadi pelampiasan emosi ku . " ucap pria itu mengancam Lena.
" gertakan remahan begitu gak akan buat aku takut sama kalian . kalau berani lawan aku langsung jangan berani nya main ikat-ikatan " ucap Lena memancing amarah pria itu.
Pria itu sangat kesal dan marah dengan ucapan Lena tapi ia ingat pesan dari bos nya jika tak boleh menyentuh ataupun menyakiti Lena dan Bari.
Karena itu lah ,pria itu malah kembali menyuntik Lena dengan obat bius agar Lena diam.
" cepat cari tau siapa yang berani merebut target asli kita !! " teriak pria itu membuang jarum suntikan bekas itu.
" baik Tuan " jawab anak buahnya.
#
Malam berganti pagi.
Saat ini Arthur telah kembali fit , ia langsung bergegas ke ruang perawatan dimana tempat Bari beristirahat.
" gimana keadaan mu ? " tanya Arthur melihat Bari yang sudah sadar.
" Apa yang terjadi ? Lena dimana ? " Tanya Bari.
Belum sempat Arthur menjawab , Julian sudah lebih dulu melapor.
" maaf ya kak , ada hal penting yang mau aku sampaikan. pertama tadi malam kalian dicegat sama kelompok bayaran lebih tepatnya buronan internasional. entah dengan obat apa mereka berhasil melumpuhkan kalian bertiga dan hasilnya kak Lena dan kak Bari berhasil mereka culik. Walaupun anak buah ku sudah mengejar mereka , tapi sayangnya hanya kak Bari yang bisa kami selamatkan tadi malam " ucap Lian.
" Jadi Lena ? " tanya Bari
" maaf kak. kak Lena masih ditangan mereka . tapi kami masih terus berusaha melacak keberadaan mereka hingga pagi ini jejak terakhir mereka terlihat di sebuah hutan " ucap Lian.
" apa paman udah tau masalah ini ? " tanya Arthur
Baik Arthur maupun Bari paham apa maksud Lian.
" Aku siap dengan resiko nya. karena aku yang gagal menjaga Lena " ucap Bari
" boleh aku nanya sesuatu ? Sebenarnya apa hubungan kak Bari dengan keluarga Max ? " tanya Lista muncul di belakang Lian.
" apa maksudmu ? " tanya Bari bingung.
" mereka mengundang mu ke acara keluarga mereka . tapi setahu ku , acara ini khusus untuk keluarga dekat ataupun kolega terpercaya mereka " ucap Raya masuk membawa sebuah undangan berbungkus indah.
" Keluarga Max ? siapa ? aku gak tau " jawab Bari.
" kita akan tau jawaban nya begitu sudah tiba disana " ucap Arthur.
Lian dan Lista tau maksud kakak sulung nya itu lalu keluar dari ruangan itu dan langsung mengatur para anggota The Dark Knight menjadi beberapa pasukan kecil.
#
Disaat Markas The Dark Knight mengatur strategi dan pasukan.
Di kediaman keluarga Max juga tengah sibuk mempersiapkan acara keluarga yang kali ini istimewa.
Lena perlahan membuka matanya dan melihat seisi ruangan yang penuh dengan foto beragam ukuran.
" oh ternyata kamu sudah sadar . hemm . lumayan cantik sih , tapi tetap saja apa kamu pantas bersanding dengan Bagas " ucap seorang pria dewasa yang duduk di depan Lena.
" siapa kau ? dan juga Bagas itu siapa ? " tanya Lena
" oh aku lupa memperkenalkan diriku. aku Anton Maxi kepala keluarga Max. soal Bagas siapa , apa semua ini kurang jelas ? " tanya pria bernama Anton.
" Bagas ?? Dia Bagas !!!?? " ucap Lena kaget
" ya ternyata kau cukup pintar juga ya .. ya , Dia Bagas , orang yang paling ku sayang di dunia ini " ucap Anton
" aku tak percaya . kau bohong " bentak Lena
" oopppss ,, manis , jangan berpikir yang aneh-aneh ya. kalau kamu mau jawaban yang sebenarnya , lebih baik kamu bekerja sama denganku malam ini. karena aku yakin jika Bagas akan datang kesini " ucap Anton percaya diri.
Mau tak mau Lena pun menuruti apa yang dikatakan Anton , Lalu masuklah beberapa pelayan ke dalam kamar itu .
" lakukan tugas kalian sebaik mungkin , aku gak mau gadis ini jadi tampak menyedihkan saat Bagas melihatnya nanti " ucap Anton lalu keluar dari kamar itu dan menyerahkan Lena pada para pelayan.
#
Malam pun tiba .
Kediaman keluarga Max kini di penuhi dengan sanak keluarga dan kolega terdekat .
Bari yang juga menerima undangan mereka pun baru tiba dengan setelan yang di siapkan oleh Arthur .
Tak jauh dari kediaman itu , pasukan kecil Lian dan Lista juga berjaga dan memantau situasi yang ada.
Yang heran adalah Edward juga mendapat kartu undangan itu.
Edward datang bersama Calista , terpisah dari Bari yang datang sendirian.
Ketiga nya pun masuk ke dalam rumah besar yang menjadi tempat pesta klasik itu.
" kamu dekat dengan tuan rumah nya sayang ? " tanya Lista pada Edward.
" ya bisa dibilang lumayan. ayo ku kenal kan dengan tuan rumah nya " ucap Edward.
Dan benar saja , Edward membawa Calista berkenalan dengan Anton.
" Lama tak berjumpa . apa kabar ? " tanya Anton.
" lama tak jumpa . aku baik , kau sendiri gimana ? apa sudah ketemu dengan orang yang kau cari itu ? " tanya Edward.
" ah ya sudah dan nanti kau akan tau siapa dia " ucap Anton melihat Bari di salah satu meja tamu.
To Be Continue 😊😘🤗