YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 6



Setengah jam sebelum acara pameran di buka untuk umum.


Raya yang tadinya senang sekarang jadi bingung karena banyak wartawan dari berbagai media datang dan juga ikut bersiap didepan studionya.


" maaf kakak-kakak.. tapi , anda semua meliput apa disini ? " tanya Raya


" ah apa anda Nona Raya tuan rumah acara pameran ini ? " tanya salah satu wartawan yang memasang kamera.


" iya benar.. jadi kalian disini meliput apa ya ? " tanya Raya lagi


" selamat ya.. coba anda lihat di internet , maka anda akan paham " ucap wartawan itu lalu pergi .


Raya yang penasaran pun masuk kembali ke ruangannya dan membuka laptopnya.


ia kaget karena acara pamerannya disebut sebagai salah satu jadwal kunjungan keluarga konglomerat dinegara itu..


" LUNA !! CEPAT KESINI !!! " teriak Raya


Luna pun datang dengan tergesa-gesa.


" kenapa sih , gue lagi meriksa ulang koleksi loe .. tau gak " ucap Luna kesal .


" lihat ini .. " ucap Raya menunjukkan berita dilayar laptopnya itu


Sama seperti Raya tadi , kini Luna pun lebih kaget .


Luna langsung keluar dan mengumpulkan seluruh rekan-rekan yang membantu mereka..


" Teman-teman sekalian.. dalam acara kali ini kayaknya kita bakal kedatangan tamu kehormatan jadi perhatikan semuanya dengan baik , pastikan acara ini berlangsung sukses.. dan juga , kemaskan diri kalian ya .. " ucap Luna


Mereka semua paham dan langsung meneruskan pekerjaan , ada juga yang mulai merapikan diri.


#


Acara pun resmi dibuka untuk umum .


Raya berdiri di depan pintu masuk , menanti kedatangan seseorang tapi bukan keluarga konglomerat itu melainkan seseorang yang mengisi hatinya.


Bahkan saat rombongan konglomerat itu datang , Raya hanya menyambut mereka tanpa berniat memandu mereka .


dirinya tetap berada di pintu masuk menunggu kedatangan kekasihnya.


Saat menunggu , seorang pemuda datang menghampiri Raya.


" hai , boleh kenalan .. Julian . Julian Satria Adinson . salam kenal " ucap seorang pemuda 18 tahun mengulurkan tangannya ke Raya


" Oh tuan muda kedua adinson.. salam kenal " ucap Raya tak mau menjabat uluran tangan Julian


Julian sedikit kaget dengan sikap Raya yang sepertinya membangun tembok disekitarnya .


" oh iya , apa boleh aku minta Nona yang cantik ini untuk menemaniku jalan-jalan " ucap Julian


" maaf tuan muda kedua ..tapi saya sedang menunggu pacar saya " ucap Raya tersenyum sopan.


" benarkah, kalau gitu aku aja yang nemanin Nona cantik disini " ucap Julian .


" maaf tuan muda kedua , sepertinya itu tak pantas . harap ingat status anda . tak baik jika ada rumor tentang ini " ucap Raya memberi pengertian ke Julian dengan sopan.


" aku memaksa " ucap Julian tak mau di bantah lagi.


Raya pun hanya menghela nafas berat .


beruntung tempat Raya menunggu sedikit tak terlihat awak media.


Raya duduk dan bersabar karena pemuda disampingnya terus saja bicara tanpa henti membuatnya sedikit risih karena mau bagaimanapun dirinya dan pemuda di sampingnya itu berbeda derajat dan itu tak baik dipandang orang.


Sementara di dalam Tuan dan Nyonya Adinson serta Kedua putra dan putrinya melihat segala sikap Raya yang jelas menolak Julian .


" jadi gimana mi , masih mau dilanjutkan atau udah ? " tanya Tuan Adinson


" ah udahlah.. Arthur , sana temui pacarmu " ucap Nyonyamu Adinson pada putra sulung yang datang bersamanya dengan penampilan nya sebagai tuan muda pertama.


" iya mi " jawab Arthur lalu berjalan ke pintu masuk sekaligus pintu keluar.


Julian melirik sambil tersenyum saat Arthur melewati dirinya dan Raya yang sibuk dengan ponsel .


" temboknya terlalu tinggi dan tebal jadi susah untuk lelaki lain menembusnya.. tapi , tangkapan yang bagus untukmu kak " tulis Julian mengirim pesan singkat ke ponsel Arthur , kakak sulungnya.


" jangan berani macam-macam ! " balas Arthur membuat Julian tertawa seketika


" tuan muda kedua , anda sehat kan ? apa perlu dokter ? " tanya Raya .


" wah !! Nona cantik terima kasih perhatiannya " ucap Julian tak tau malu membuat Raya memutar bola matanya jenuh.


Tring


" aku udah didepan , tapi tiketnya hilang jadi satpam gak kasih izin masuk 😫😫 " pesan dari Arthur.


Raya pun langsung tertawa membaca pesan Arthur dengan emoticon.


" Nona cantik , anda sehat kan ? " tanya Julian menaik turunkan alisnya.


##


Di depan gerbang utama , Tampak Arthur dengan penampilan culun nya memegang sebuah paperbag sambil duduk di pos satpam menunggu Raya.


Tak lama kemudian , Raya pun berdiri dengan nafas yang masih ngos-ngosan didepan Arthur


" maaf aku lama " ucap Raya


" gak lama kok. aku juga baru sampai .. maaf aku telat ya " ucap Arthur menyeka keringat Raya.


wajah Raya pun langsung memerah malu.


" makasih.. ayo kedalam.. kami permisi ya pak " ucap Raya pada satpam yang sudah kenal dengannya.


Arthur dan Raya pun berjalan berdua walaupun belum terlalu mesra tapi tak terlalu kaku seperti pagi tadi.


" ra. aku boleh nanya sesuatu ? " tanya Arthur


" boleh . tanya apa " ucap Raya


" berapa banyak mantanmu ? " tanya Arthur


" hm.. gak ada. kamu ... cinta pertamaku .. " jawab Raya malu


Arthur tersenyum mendengarnya


" lalu , kenapa kamu suka sama aku .. kamu suka apa dariku ? " tanya Arthur


" gak tau.. hanya aja , pertama kali aku lihat kamu saat kamu hampir kecelakaan di jalan xx beberapa bulan yang lalu gara-gara bocah nyebarang sembarangan dan karenamu bocah itu selamat "


" mungkin kamu gak ingat , tapi sejak saat itu . bagiku kamulah yang terbaik " ucap Raya


" itu .. kalau waktu itu bukan aku dan orang lain. apa kamu juga akan suka orang itu ? " tanya Arthur


" gak.. karena bagiku , kamu tetap yang terbaik dan sempurna " ucap Raya menatap mata Arthur.


Sejenak mata keduanya bertemu.


" jika suatu saat kamu tau kalau aku gak sebaik yang kamu pikirkan.. bagaimana ? " tanya Arthur


" aku akan tetap menerimamu baik dalam keadaan apapun dan aku tetap mencintaimu " ucap Raya .


Arthur melihat ketulusan dari sorot mata Raya untuknya.


" ah udah sampai. ayo aku ajak keliling " ucap Raya menggandeng tangan Arthur.


Dari jauh , keluarga Adinson melihat dengan jelas interaksi dua sejoli itu.


" kalian lihat kan.. carilah yang benar-benar menerima kalian apa adanya.. jangan ada apanya kalau itu sampai terjadi , bersiap hidup dari nol " ucap Tuan Adinson tegas pada dua anaknya.


" iya pi " jawab serentak si kembar.


sementara sang mami menyuruh bawahannya menyelidiki gadis yang kini menjadi kekasih putranya itu..


#


Beberapa saat Arthur dan Raya berkeliling studio yang tak terlalu besar itu.


Raya mengajak Arthur duduk di kursi tepat dihadapan sebuah lukisan.


" karya-karya disini bagus . penuh emosi " ucap Arthur


" terima kasih " ucap Raya


" ini.. hadiah untukmu.. mungkin tak terlalu mahal dan mewah. tolong terima " ucap Arthur memberikan paperbag yang ia bawa.


" ah seharusnya gak perlu repot-repot.. tapi , terima kasih . aku suka " ucap Raya tersenyum melihat sebuah kotak kamera didalam paperbag itu.


" ya sama-sama.. selagi kamu senang , aku juga senang " ucap Arthur memandang wajah Raya dengan lembut.


Pada dasarnya , Arthur tipe yang mudah jatuh hati dan mudah berpaling saat disakiti dan dikhianati.


tapi juga tipe orang yang setia dan sangat mencintai pasangannya selagi pasangannya juga setia dan mencintainya..


Singkatnya , jika kau berpaling , dia akan berpaling


jika kau setia dia akan setia.


jika kau menyakitinya maka dia akan lebih menyakitimu..


tergantung mana yang kau pilih.


dan saat ini ,Raya memilih mencintainya tanpa syarat.


maka Arthur juga akan belajar mencintainya.


to be continue 😊😘🤗