YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
148



Setelah beberapa saat menunggu pesanan mereka .


Angela pun pamit ke kamar kecil


" aku ke kamar kecil dulu ya gak lama kok " ucap Angela ke Reiki.


" mau aku temenin gak ? " tanya Reiki dengan tampang menggoda.


KLETAK.


Kepalanya langsung di getok johan pakai ponselnya.


" apa loe mau nemenin adek gue. mau cari kesempatan ya loe " ucap Johan menatap jengkel ke reiki


" iya iya gak jadi. cuma bercanda doang kok kak " ucap Reiki mengelus kepala nya yang sedikit memerah.


" Angel , aku ikut ya " ucap Vero


" iya . ayo kak " ucap angela.


kedua gadis itu pun pergi menjauh meninggalkan Reiki yang terus mendapat ceramah dari johan yang entah kenapa lagi sensitif sekali dengan reiki


" loe kenapa han ? " tanya Hyper melihat Johan tak seperti biasanya.


" emang gue kenapa ? " johan balik bertanya.


" biasanya loe bisa ngendalikan emosi tapi kenapa hari ini loe kok kayak bom waktu ya " ucap hyper


" gak tau juga sih. gue kalau lihat nih bocah bawaan nya mau gue getok mulu " ucap Johan menatap reiki yang memasang tampang polos nya.


" emang apa salahku ? " tanya reiki memasang wajah memelas nya


" ihhh.. jijik gue lihat muka loe kayak gitu , gak sesuai tau " ucap Jordan pura-pura muntah


" loe mau ini lagi ? " ancam johan mengangkat ponselnya.


" uhh.. terserah kalian. aku gak ganggu lagi " ucap Reiki menyerah lalu mengeluarkan ponselnya.


" kenapa tuh bocah lama ya ? " tanya Leon yang merasa Angela dan Vero lama perginya.


" apa mau aku cek aja. sekalian panggil mereka " ucap Viona melihat pelayan keluar dari dapur membawa pesanan mereka


" yaudah kamu hati-hati . firasatku gak enak " ucap Leon. viona pun mengangguk.


" aku ikut. aku takut vero sakit lagi " ucap Johan


lalu keduanya pun menuju ke kamar kecil restoran itu yang ternyata bersebelahan dengan sebuah taman kecil.


" mereka dimana ya ? " tanya viona


" entah coba ku telpon vero dulu " ucap Johan mencoba menghubungi ponsel Vero.


" eh suara nya dari sana " ucap viona menunjuk ke arah tepi danau itu.


#


disisi lain.


" kenapa kamu bawa kami kesini , apa mau mu ?! " tanya Vero ke seorang pemuda yang menyuruh beberapa bodyguard untuk membawa Angela dan Vero menemuinya.


" bukannya sudah pernah ku katakan. datang secara baik-baik maka akan ku sambut dengan baik pula. lalu , sekarang ini apa maksudmu , Arta ? " tanya Angela ke pemuda yang ternyata Arta.


" well , aku gak sengaja melihat kalian disana kupikir kalian datang kesini hanya berlima tanpa mereka kawal " ucap Arta.


" lalu ? " tanya Angela


" jadi , biarkan aku jadi pengawal kalian selama kalian diluar tanpa mereka . bagaiman ? " tanya Arta.


belum sempat Angela dan Vero menjawab. ponsel vero pun berbunyi.


" sayangnya mungkin itu tak bisa " ucap Vero melihat ponselnya lalu memperlihatkannya ke Angela


" ANGEELLL ! VERO ! " teriak Johan dan Viona serempak saat melihat kedua gadis itu ditepi danau dikelilingi oleh beberapa bodyguard dan seseorang yang mereka kenal..


" Kau lagi !! sepertinya kau belum cukup puas mengikuti adikku " ucap Johan menerobos barisan bodyguard itu.


" halo calon kakak ipar. ah iya kakak ipar nya Nana. " ucap Arta ke Johan.


" ternyata kau ingat dengan adikmu itu ya " ucap Johan.


" ternyata kau bersama mereka. bagus lah kalau gitu " ucap Arta


" ya dan mereka juga ada disini " ucap johan mengkode Arta


" ah ternyata begitu. bagus kalau begitu. berarti Angela dan Nana aman selama disini " ucap Arta mengeluarkan 2 buah kotak kado


" ini apa ? " tanya Angela saat Arta memberikan kotak itu padanya.


" tolong berikan pada jordan dan yang ini untukmu " ucap Arta memberikan sebuah cincin yang sederhana namun elegan.


" kado ini bisa ku berikan pada jordan. tapi , ini untuk apa ? " tanya Angela sedikit kaget saat Arta memasangkan cincin itu di sebuah kalung.


" ini hanya untuk melindungimu. kita tak mungkin selalu kebetulan bertemu seperti ini. jadi , ini bisa mewakili ku melindungi setiap saat . tolong jangan tolak niat baikku ini " ucap Arta lembut.


" baiklah aku terima. tapi maaf , mungkin aku tak bisa memakainya " ucap Angela menerima kalung berbandul cincin itu.


" kenapa ? " tanya arta kaget


" karena tak mungkin baginya untuk melepaskan kalung mendiang bunda nya itu " ucap johan mengambil dua kotak di tangan Angela.


" ah baiklah aku mengerti. harusnya aku tau itu " ucap arta


" angel ayo. kami sudah lama menunggu kalian " ucap Viona menarik lembut Angela


" kalau begitu , kami permisi tuan Victor Arta Smith " ucap Johan menggandeng lembut Vero.


baru beberapa langkah keempatnya menjauh , tiba-tiba arta memanggilnya lagi.


" Angel.. ku harap kamu selalu baik-baik saja.. jangan lakukan hal bodoh lagi ya " ucap Arta sedikit kuat agar Angela bisa mendengarnya.


Angela hanya melambaikan tangannya lalu pergi bersama viona dan johan serta vero.


" komandan , apa harus kita tangkap lagi gadis itu ? " tanya seorang bodyguard


" tak perlu , cukup awasi dari jauh dan ingat jangan sampai ketahuan " ucap Arta tegas


" baik komandan " jawab bodyguard itu.


" tawa itu , semakin menghangat saat ia bersama mereka " ucap Arta melihat dari kejauhan Angela yang tertawa karena tingkah konyol Johan.


" kita kembali " perintah tegas Arta . lalu rombongan bodyguard itu pun mengikuti arta pergi.


#


Semua pesanan pun telah disajikan


" bisa tolong tambahkan 1 porsi puding coklat nya ? " tanya Reiki ke pelayan


" baik tuan akan saya siapkan " ucap pelayan itu lalu pergi.


" kenapa kalian lama sekali. apa kamar kecil nya jauh ? " tanya Leon saat Angela , viona dan Johan serta Vero tiba


" hahaha. maaf kak. kamar kecil nya didekat taman di tepi danau jadi aku sama kak vero foto-foto dulu hehehe " ucap angela cengengesan.


" sudahlah duduk aja. cepat makan entar aku habisin ni " ucap Hyper lalu Angela pun duduk kembali disamping Reiki dan Hyper


lalu seorang pelayan keluar dari dapur membawa nampan yang berisi puding coklat pesanan Reiki tadi.


" silahkan tuan " ucap pelayan itu menyajikan puding pesanan reiki setelah itu ia pergi.


" Sweety , untukmu " ucap Reiki sambil tersenyum manis memberikan puding itu untuk Angela.


" makasih sweety ." ucap Angela manja.


suasana makan bersama mereka pun berjalan kondusif tanpa ada masalah ataupun orang yang mengganggu atau mengenal mereka.


mereka berhasil berbaur dan makan dengan tenang untuk yang pertama kalinya selain makan dirumah mereka.


saat mereka tengah menikmati waktu berharga mereka itu .


tiba-tiba masuk rombongan penjahat.


BRAAK.


kepala rombongan penjahat itu menggebrak meja kasir restoran.


lalu bertanya dengan angkuhnya .


si pelayan dengan takut menunjuk ke arah meja rombongan Leon itu.


dengan sombongnya , para penjahat itu berjalan mendekati meja rombongan Leon.


BRAAK. lagi , kepala penjahat itu kini menggebrak meja rombongan Angela membuat puding coklat Angela yang berada sedikit ditepi meja pun jadi terjatuh tanpa sempat Angela makan.


sontak angela jadi emosi namun ia tahan karena melihat situasi dan kondisi sekitarnya.


" Apa super car didepan sana itu milik kalian ?! " tanya Kepala penjahag itu dengan nada meremehkan .


wajar saja. karena sebelum memutuskan tempat makan siang. rombongan Angela sepakat untuk berpakaian biasa sama seperti seorang mahasiswa biasa.


" memang nya kenapa ? " Hyper balik bertanya.


" siapa diantara kalian yang bawa super car warna silver itu ? " tanya nya lagi namun sedikit memaksa.


" apa urusanmu dengan mobil itu ? " tanya Johan sambil menutupi vero.


" aku mau mobil kalian ! berikan semua kunci mobil kalian !! " ucapnya tak tau malu.


" apa hak mu meminta mobil kami ? " tanya hyper.


" berikan saja selagi aku memintanya baik-baik " ucap nya mengancam.


" jika tidak ? " tanya Jordan


" maka jangan salahkan aku memakai kekerasan ! " ancam kepala penjahat itu.


" jika kau mampu " ucap Angela dingin .


" hahaha ternyata disini banyak gadis manis nya.. hahaha kalau gitu , berikan kunci mobil kalian beserta para gadis manis ini " ucap nya meremehkan.


" lebih baik kau ganti dulu puding ku " ucap Angela kesal.


" hahaha gadis manis , jika kau ikut aku maka bukan sekedar puding aja bahkan lebih dari itu pun bisa kau dapatkan manis " ucap nya menggoda angela sambil berusaha memegang tangan Angela.


" Jangan pernah sentuh wanita ku jika kau masih mau nyawamu ! " tegas Reiki menahan tangan kepala penjahat itu .


" hahahaha.. baiklah kalau gitu , jangan menyesal jika kau terluka " ejek nya.


" ku tunggu kalian diluar " ucapnya lalu keluar dari restoran itu bersama rombongan anak buahnya .


" jangan hiraukan mereka. habiskan dulu makanan kalian " tegas Leon.


Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan suasana sedikit suram.


" ah . kenyang juga akhirnya " ucap Hyper selesai menghabiskan makanan nya .


satu per satu dari mereka pun mulai selesai dengan makanan mereka.


" pelayan minta bill nya " panggil Leon.


pelayan pun datang membawa bill mereka.


" kali ini aku yang traktir . lain kali gantian kalian yang traktir . oke " ucap Leon melihat bill nya.


" okelah " jawab Johan dan Hyper serempak.


" aku harus nabung dulu . tabungan ku sebelumnya habis karena kalah taruhan " ucap jordan


" kalau gitu ayo taruhan dengan ku. siapa yang menang nanti . " ucap Leon .


" taruhan kayak biasanya ya " ucap jordan . Leon pun mengangguk..


Pelayan pun kaget saat Leon memberikan kartu hitam nya.


setelah selesai membayar. kelima pasangan itupun keluar dari restoran.


diluar rombongan penjahat itu sudah menunggu mereka.


" kayaknya mereka bakal habis hari ini " ucap johan


" mereka salah cari masalah dengan angel " timpal Jordan.


" lihat , kayaknya mereka berdua aja cukup .kita gak harus turun tangan kali ini " ucap Leon melihat Angela dan Reiki sudah mengeluarkan aura mematikan mereka.


" akhirnya kalian keluar juga. kenapa kalian lambat seperti banci " ucap nya mengejek.


" jangan banyak omong kosong. maju kalian jika berani " ucap Reiki dengan aura membunuhnya .


tak ada satupun dari rombongan penjahat itu yang berani maju setelah melihat aura Reiki.


to be continue 🤗😊😘