
Malam pun tiba dan malam ini ada pesta berdirinya perusahaan Jordan LU , JD Corp.
Karena itulah Angela meminta anak-anaknya untuk datang juga.
Kini Arthur dan Lian serta Edward sudah ada dilokasi , Namun mata Arthur terus mencari keberadaan tunangannya yang sampai sekarang belum juga terlihat.
" kak tenang aja. mereka disana kok " bisik Lian melihat kakaknya gelisah lalu menunjuk ke arah meja hidangan.
Arthur tersenyum saat melihat Raya bersama Calista dan Ayana tengah menikmati hidangan yang sudah disediakan.
" untunglah tema pesta nya pesta topeng jadi kita gak perlu khawatir kalau dikenalin ke orang luar. iya gak kak ? " tanya Lian ke kakak nya itu.
" ya kalau itu kita belum pasti kan. bisa aja ada orang yang bisa ngenalin wajah kita walaupun udah pakai topeng gini . " ucap Edward menimpali.
" tapi apa kau gak sadar Lian , selama kita angkat senjata apa pernah kita pamer muka ? gak kan . malah sekarang kakak jadi berpikir , diantara banyak orang ini sudah ada yang mengenali kita sebagai anggota di The DK . jadi sebaiknya kalian waspada dan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. paham kan ?! " ucap Arthur langsung menghampiri maminya dan mengungkapkan apa yang ia pikirkan .
" kalian tidak perlu khawatir karena yang paman undang bukan lah dari pihak musuh tapi sekutu kita. jadi jangan terlalu tegang ya " ucap Jordan mengerti kegelisan hati keponakan nya itu.
" tapi untuk berjaga-jaga , Paman. apa boleh Ar lihat ruang pengawas ? " tanya Arthur.
" baiklah kalau itu mau mu. silakan " jawab Jordan tersenyum karena ia paham betapa keras kepala nya Arthur dan terkadang firasat nya itu tidak meleset.
Sementara Arthur pergi ke ruang pengawas , Edward dan Julian menghampiri para gadis.
" loh , kakakmu kemana ? " tanya Raya tak melihat tunangan nya itu.
" kak Ar lagi ngecek sesuatu di ruang pengawas dan untuk malam ini aku harap kalian jangan berkeliaran sendiri ya , terutama kamu Ayana . Diantara kita , kamu lah sasaran empuk kalau ada yang berniat jahat pada kita . Jadi jangan jauh dariku , oke " ucap Lian tegas padahal diantara mereka berenam , Lian lah yang termuda .
" okelah. jadi sekarang bolehkah diriku lanjut makan lagi ? " tanya Ayana yang sedari tadi memegang sepiring penuh cemilan.
" terserah " jawab Lian cuek.
Sedangkan Calista dan Edward malah saling suap .
Tanpa mereka sadari sebenarnya ada beberapa orang yang sedari awal sudah mengintai dan memperhatikan gerak-gerik mereka.
" ternyata benar dugaan ku. mereka anak-anaknya DK " ucap seorang pria yang berpakaian pelayan pada teman-temannya lewat alat komunikasi kecil.
" karena anak-anaknya disini , kemungkinan DK dan yang lainnya juga ada disini. bagaimana sekarang , masih mau lanjut atau mundur dulu " ucap yang lainnya.
" sudah terlanjur kita disini dan semua persiapan juga sudah selesai hanya tinggal tunggu eksekusi aja. kenapa harus mundur " timpal yang lainnya lagi.
" baiklah kita sepakat ya . lanjutkan sesuai rencana " ucap yang menyamar sebagai pelayan lalu bergerak ke arah Ayana dengan membawa nampan berisi anggur.
BRUKK !!
Ayana kaget karena gaun putih nya itu kini basah dan bernoda .
" ahh gaun ku !! " jerit Ayana.
" kau tak apa ? " tanya Lian langsung memakaikan jas nya menutupi tubuh Ayana .
" kau !! kau sengaja kan !!! " teriak Ayana marah membuat pelayan gadungan itu sedikit terlonjak kaget .
" maafkan saya nona . saya tidak sengaja , maafkan saya " ucap nya ketakutan.
" hah sudahlah , ayo kuantar ganti baju dulu. Sebelum kau digotong SEMUT ! " ucap Lian memberi tanda pada Calista , tanda rahasia antara mereka berdua .
" awas kau !! " ancam Ayana menatap tajam pelayan gadungan itu .
Lian pun membawa Ayana pergi dari aula pesta itu, sementara Nana melihat semua kejadian itu dan ia pun ditahan oleh Jordan.
" biarkan mereka yang mengurusnya. Jangan perlihatkan diri dulu. Penyusup itu bukan hanya satu , tunggu semuanya muncul ya " ucap Jordan pelan tapi cukup terdengar jelas oleh Angela dan Reiki .
" loh kok kita kesini Lian ? " tanya Ayana bingung
" Yana , kamu disini dengan kakak. jangan keluar dari sini. lihat mereka masih mencari-cari kamu " ucap Arthur menunjuk salah satu monitor CCTV .
Ayana duduk di kursi sebelah Arthur dan memperhatikan dengan seksama beberapa layar monitor didepannya itu.
" jadi maksud kakak mereka sengaja ? dan sudah merencanakan ini ? " tanya Ayana serius
" ya benar . jadi sebaiknya kamu disini aja ya " ucap Arthur .
" baiklah , tapi bagaimana denganmu dan Lista , ian ? " tanya Ayana menoleh kebelakang mencari Lian yang sudah hilang entah kemana.
" jangan dicari lagi. Lian udah balik ke aula " ucap Arthur.
Ayana dan Arthur memperhatikan dari layar monitor sembari memperhatikan orang-orang yang mencurigakan.
Sementara Lian yang sudah kembali ke aula , berkumpul lagi dengan para saudara nya.
Tak berselang lama , acara pun mencapai puncaknya.
Saat Jordan selaku pemimpin perusahaan naik ke atas panggung untuk memberikan sepatah dua patah untuk para karyawan dan tamu undangan nya.
Tiba-tiba ..... !!
DORR !! DOORRR !!
" LEBIH BAIK KALIAN DIAM DI TEMPAT KALAU MASIH SAYANG DENGAN NYAWA !! " teriak seorang pria menghujani ruang aula itu dengan timah panas.
Semua orang pun ketakutan saat peluru demi peluru di tembakan.
" Semua nya jangan panik dan berjongkok lah . " ucap Jordan yang masih ada di atas panggung.
" HEY KAU PAK TUA !! SEBAIKNYA KAU DIAM SAJA !! ATAU KU BUNUH KAU DIDEPAN MEREKA !! " bentak seorang lainnya mengarahkan pistol ke arah Jordan.
" Sebagai tuan rumah sudah jadi kewajiban ku untuk melindungi dan membuat aman semua tamu undangan " ucap Jordan membuat lima orang bersenjata itu kesal.
" DIAM LAH !! " bentak salah seorang pria bersenjata itu menembakan timah panas ke arah Jordan..
DOOOR!! SYUUT !!
Lima pria itu tercengang saat melihat timah panas itu malah bersarang ke dinding bersama sebuah pisau kecil.
" sial !! kemana mereka ?! " bentak pria yang tadi menyamar sebagai pelayan .
" hey !! bukannya tugas mu mengawasi gerak-gerik mereka !! " bentak pria yang tadi mengarahkan senjata ke Jordan.
" Ah diamlah kalian !! sebaiknya sekarang kita musnahkan saja mereka semua , dengan begitu anak-anak DK itu pasti akan merasa bersalah dan terpukul lalu stress dan bundir .. hahahaha " tawa pria yang sepertinya ketua mereka.
Saat lima pria itu bersiap menghabisi satu per satu orang yang ada di aula , Saat itu jugalah Lian keluar bersama Lista lengkap dengan senjata di tangan mereka.
" kalian mencariku ? Kalau begitu ini hadiah untuk kalian " ucap Lian melemparkan sebuah bom asap ke arah kelima pria itu .
PPSSYYUUUTT !!
DOR DOR DOR DOR !!
Begitu asap menghilang , 3 dari 5 pria itu kini bergantung di dinding. Sedangkan 2 lainnya menghilang..
To Be Continue 😊😘🤗