
Pagi hari , Angela sudah bangun dari tidur cantik nya..
Para dayang pun langsung mengantar angela ke kolam pemandian..
Angela merasa kagum dengan keindahan kolam itu..
" cantik nya " ucap angela.
" Maaf tuan putri.. kolam pemandian ini dibuat khusus atas perintah dari mendiang Ratu Diana.. dulu beliau juga senang sekali berendam disini " ucap kepala dayang yang memang sudah lama bekerja di kerajaan Phoenix itu..
Angela melihat keseluruhan ruang pemandian itu..
" kalian boleh keluar.. aku mau sendiri disini " ucap angela setelah mengambil sabun merah harum nya bagai bunga mawar segar
Para dayang pun segera berjaga diluar..
Angela langsung melepas baju nya hingga tak tersisa sehelai benang pun..
ia masuk ke dalam kolam , merasakan hangat nya air seperti hangat nya pelukan sang bunda
" Bunda.. angel suka tempat ini. makasih bunda " ucap angela pelan..
kolam itu memang tak terlalu besar ataupun dalam . tapi , nyaman untuk sekedar mandi berendam ..
##
" kenapa kalian disini , Dimana tuan putri ? " tanya alvin menghampiri para dayang yang berjaga di pintu depan ruang pemandian itu..
" maaf Yang Mulia.. Tuan Putri sedang mandi didalam. " jawab kepala pelayan dengan sopan
" lalu ,kenapa kalian diluar sini ? " tanya Alvin tegas
" Tuan putri yang memerintahkan kami keluar Yang Mulia " jawab nya lagi
" paman , sudahlah.. angela memang tak terbiasa dilayani kayak gini.. apalagi kalau mandi. dia gak suka paman.. " ucap Leon yang juga datang bersama Reiki yang kebetulan melihat Raja Alvin memarahi pelayan yang ditugaskan untuk angela..
" Kalian , jaga tuan putri dengan baik " ucap Raja Alvin lalu pergi
" tuan putri didalam ? " tanya Leon.
" benar pangeran.. tuan putri sedang mandi didalam " jawab pelayan itu dengan sopan
" aku mau masuk . buka pintu nya " perintah Leon .. dua dayang pun membuka pintu itu..
Leon pun masuk ke dalam , reiki pun juga ikut masuk..
Angela yang terlena dengan air kolam itu tak menyadari kakak dan tunangan nya masuk ke ruangan itu..
Leon pun langsung berhenti tepat didepan Reiki saat melihat adiknya berendam tanpa sehelai pakaian pun .. beruntung rambut panjang nya menutupi tubuh nya yang membelakangi kedua pemuda itu..
" Hiiaaa.. Angel.. kenapa kau tak pakai baju hah ? " teriak Leon membuat angela dengan spontan menenggelamkan tubuh nya hingga leher..
" kakak.. kakak ngapain sih masuk kesini.. aku lagi mandi tau.. " gerutu angela
Reiki yang penasaran pun memiringkan kepalanya melihat kedepan ..
" sweety , ngapain kamu juga masuk sini ?! " teriak angela kaget melihat reiki dibelakang Leon..
reiki pun langsung diam mematung menahan hasrat nya saat melihat sang pujaan hatinya didepan nya tanpa sehelai benang pun .
reiki menelan ludah nya..
" KAU.. PIKIR APA KAU.. MAU KU CUCI OTAKMU ITU HAAH ?! " bentak Leon menyadarkan reiki dari lamunan nya..
" maaf sayang. kakak keluar sekarang .. ingat jangan lama lama berendam nya ya.. kita harus pulang hari ini " ucap Leon lalu beranjak keluar.. tapi , melupakan sesuatu hingga ia masuk lagi..
" Kau !! Juga ikut keluar " ucap Leon kesal menarik Reiki keluar bersamanya..
" jangan sampai ada yang masuk sebelum tuan putri memanggil kalian.. paham ? " ucap Leon tegas..
" baik pangeran " jawab kepala dayang
Leon pun pergi sambil tetap menarik Reiki bersama nya
" jangan mikir yang aneh aneh loe.. kalau memang serius.. minta percepat pernikahan kalian.." celoteh Leon sambil terus menarik Reiki menuju ruang makan..
#
Tiba di ruang makan.. raja Alvin dan Raja Rius serta kakek Tio sudah menunggu mereka..
" Leon.. ngapain kamu tarik tarik dia ? " tanya kakek tio melihat reiki di tarik Leon lalu didudukkan di kursi sebelah raja rius
" paman , kakek.. kapan pernikahan mereka dilangsungkan ? " tanya Leon to the point
" emang kenapa ? " tanya raja alvin
" bisa gak paman , kakek.. lebih dipercepat aja.. tuh bocah kayak nya udah gak sabar.. lihat masih bengong gitu " ucap leon
" yaudah.. hari ini kita pulang.. dan tanya sama tuan LU .. kapan waktu nya pernikahan mereka " ucap kakek tio
" mereka disini kok kek. " ucap Leon memperlihatkan pesan dari johan bahwa ayah dan ibu nya berangkat ke Kerajaan Phoenix..
" yasudah.. ayo makan.. sebelum makanan nya dingin " ucap raja alvin begitu melihat angela masuk ke ruang makan
sedangkan di Kota DA..
seperti pagi ini..
Vero yang baru tiba langsung di bully oleh mahasiswa yang lain..
" kalian siapa ? " tanya vero melihat sekumpulan mahasiswa/i menghadang nya
" kampus ini nggak nerima murid murahan sepertimu.. kami gak sudi.. " ucap salah satu nya
" nama baik kampus ini jadi tercemar karna kelakuan busuk mu.. dasar ****** murahan " kesal yang lainnya
vero hanya diam mendengar setiap kata yang merendahkannya.. bahkan tetap diam saat mereka mulai memukuli nya
" BERHENTI !! " teriak seseorang menghentikan mereka
" nona , mari saya bantu " ucap SAM membantu Vero berdiri..
Sedangkan kumpulan mahasiswa/i tadi diam tak bergerak karna merasakan hawa mencekam dari johan yang menatap tajam mereka
" Tuan.. tuan jordan sudah datang " ucap SAM melihat mobil jordan masuk ke area kampus ..
" kak.. kenapa ? " tanya Jordan karna mendapat telpon dari kakak nya yang dari nada bicara nya seperti hampir meledak..
" aku mau kau keluarkan mereka dari kampus sekarang juga.. dan masukkan mereka ke penjara " ucap johan dingin
" kenapa , apa hak kalian mau mengeluarkan kami ? kalian kan bukan siapa siapa " ucap salah seorang gadis yang tadi sempat menampar vero..
" kau berani kurang ajar dengan kakak ku .. beraninya kau !! " geram jordan
" kenapa harus takut dengan pemuda yang cuma menang tampang aja.. ngurus dirinya aja gak bisa.. berdiri nya gak mampu " ledek seorang pemuda yang tadi sempat meraba dada vero ditengah kekacauan..
" KALIAN !! " ucap Jordan makin geram..
hendak memberi pelajaran ke mereka..
namun ditahan johan..
jordan menatap tak paham ke kakak nya itu..
" kau bilang , aku tak punya hak untuk mengusir kalian dari kampus ini , dan apa kau bilang tadi.. aku tak bisa ngurus diri sendiri dan tak mampu berjalan.. ?? " ucap johan dingin..
lalu berdiri dan berjalan dengan santai mendekat ke pemuda tadi.. hal itu membuat jordan kaget begitu juga vero.. dan lebih tak terduga lagi..
BRAAAKK BUUGHH
dengan cepat johan menendang pemuda itu hingga terlempar ke pilar kampus..
sontak itu jadi tontonan bagi yang lainnya..
" dan kau bilang aku tak punya hak mengusir kalian bukan , coba kita buktikan " ucap johan dingin tepat didepan gadis tadi..
" pak rektor yang terhormat.. apa anda disini !! " teriak johan..
sang rektor pun langsung bergegas menghampiri johan sambil membawa berkas
" Saya disini tuan " ucap nya ngos ngosan
" saya mau anda keluarkan mereka yang melakukan penganiayaan tadi.. hari ini juga " tegas Johan.
" baik tuan.. " ucap rektor
" haah.. pak anda tak bisa mengeluarkan saya begitu aja.. ayah saya salah satu donatur dikampus ini " ucap gadis itu tak terima
" seperti nya anda keliru nona.. kampus ini sudah tak menerima donatur lain .. " ucap johan
" kau .. siapa kau ? " tanya gadis itu sambil marah marah
" aku.. pemilik kampus ini " ucap johan dingin menatap datar gadis itu..
" kau.. kau bohong.. pembohong " sangkal nya..
lalu johan mengeluarkan surat kepemilikan kampus itu dari tas yang di bawa SAM..
" sekarang , kalian siap siap masuk ke penjara.. karna kalian sudah ku tuntun " ucap johan tegas memperlihatkan selembar kertas gugatan dihadapan mereka..
lalu pergi membawa vero yang terluka naik ke mobil nya..
" SAM , sejak kapan kakak bisa jalan lagi ? " tanya jordan yang berjalan dibelakang johan Bersama SAM
" saya pikir , mungkin sekitar 1 minggu yang lalu tuan " jawab nya
" dan selama itu , kau tak memberitahukan nya ke master mu.. waah hebat kau SAM.. kalau angela tau kira kira kau dapat hukuman apa ya ? " goda jordan
sontak wajah SAM langsung pucat pasi mengingat sang Master nya itu..
" semoga master memaafkan ku.. aku gak sanggup kalau dihukum lagi " batin SAM bergidik ngeri..
jordan tertawa geli melihat reaksi SAM..
lalu mereka membawa vero ke rumah sakit Adinson Grup..
to be continue 🤗😘😍😊