YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 029



Keesokan harinya..


Angela pergi menemui kakek Tio setelah Reiki pergi ke kantornya.


Semua pelayan menyambut kedatangan Angela dan Arthur begitu keduanya turun dari motor.


Angela langsung masuk ke kamar kakeknya , sedangkan Arthur bermain bersama Lena di ruang keluarga.


" kakek ? " panggil Angela membuka pintu secara perlahan.


" uhuk .. kapan kamu datang angel ? " tanya kakek Tio berusaha duduk .


" barusan kek.. kakek kenapa ? " tanya Angela melihat kondisi kakek Tio yang semakin kurus dari saat terakhir kali.


" kakek gak apa-apa sayang.. uhuk.. kamu kesini sendirian atau sama Reiki ? " tanya kakek Tio


" Angel datang dengan Arthur kek.. dia langsung main sama Lena " ucap Angela


kakek Tio hanya tersenyum.


" kakek udah makan ? " tanya Angela padahal ia tau kakeknya itu belum makan.


Kakek Tio menggelengkan kepalanya pelan.


" bentar ya kek " ucap Angela keluar kamar kakeknya.


Tak lama kemudian , Angela masuk lagi ke kamar kakek Tio sambil membawa sebuah nampan.


" Ayo kek , coba bubur buatan Angel.. dijamin Enaaakk " ucap Angela ceria.


Kakek Tio mengangguk lalu tersenyum.


Angela pun menyuapi kakeknya sambil sesekali membuat lelucon agar kakeknya merasa lebih baik.


Akhirnya , mangkok bubur itu licin karena sudah habis isinya.


Angela keluar dari kamar sang kakek setelah kakek Tio tertidur pulas.


" gimana keadaan kakek ? " tanya Leon yang sudah berdiri di depan pintu menunggu adiknya.


" ya . untuk sekarang baik-baik aja " ucap Angela menghela nafas berat


Angela berjalan ke arah ruang keluarga dan Leon pun mengikuti disampingnya.


" apa kakek udah bilang ? " tanya Leon


" gak .. kakek gak bilang apapun tadi " ucap Angela mengerti maksud Kakaknya.


" nanti sore Shiro akan kesini atau gimana kalau bawa kakek ke rumah sakit aja " ucap Angela


" gak.. kalau Shiro kesini yaudah.. tapi , kalau ke rumah sakit , kakek udah nolak dari kemarin " ucap Leon


keduanya pun menghela nafas berat.


" kak . kakak dapat undangan gak ? " tanya Angela


" undangan ? kapan ? " tanya Leon.


" malam ini di ballroom hotel X . ada ? " tanya Angela


" hmm.. kayaknya ada. tapi , kakak gak kenal nama keluarga itu . kalian juga ? " tanya Leon


Angela mengangguk.


" kakek juga dapat kayaknya " ucap Leon


" apa kakek kenal ? kalau iya , berarti kakek juga bakal ikut " ucap Angela


" kalau kakek benar-benar mau ikut , ya kita harus nemenin . bilang ke Reiki nanti " ucap Leon.. Angela hanya mengangguk setuju..


Mereka pun duduk di ruang keluarga melihat Arthur dan Lena bermain dan juga berbicara tentang bisnis sedikit.


#


Malam hari.


Angela dan Leon menunggu kakek Tio selesai bersiap-siap.


ya kakek Tio bersikeras mau datang ke acara itu. jadi Angela dan Leon yang menemani dan itu HARUS.


Tak lama kemudian , Kakek Tio ditemani kedua cucunya berangkat ke hotel X.


Sedangkan Reiki karena Angela berangkat dari mansion Anson. jadi ia pergi dari kantornya bareng Diyan tentunya.


Leon dan Angela sedikit heran karena kakeknya membawa hadiah yang lumayan banyak dan hadiah-hadiah itu bisa di golongkan harta langka..


Skip.


Perhatian tamu-tamu undangan di ballroom itu langsung terfokus ke arah rombongan yang baru aja masuk..


ya siapa lagi kalau bukan keluarga Anson.


dan juga deretan kado yang berjejer rapi di belakang mereka.


" lama tak jumpa " ucap kakek sang tuan acara.


" ya lama tak jumpa " ucap kakek Tio datar.


" Tio jangan aneh gitu .. sini coba ku lihat apa kamu hidup enak sekarang ? " tanya nenek sang tuan acara berdiri didepan kakek Tio.


" ya beginilah aku. sama seperti dulu " ucap kakek Tio.


hening..


lalu mereka bertiga tertawa bersama.


" hahahaha... Tio , kau memang gak berubah ya " ucap kakek tuan acara


" hahaha .. lalu dengan siapa kau datang ? " tanya nenek tua itu.


" kenalkan cucu-cucu ku . Leon Anson dan Angela Anson " ucap kakek Tio mengenalkan dua cucunya .


" hahaha.. cantik dan tampan ya.. " ucap nenek tua itu.


" ya kakeknya aja bibit unggul , tentu cucunya juga bibit unggul .. hehe " ucap kakek Tio tertawa.


" ya ya .. bibit unggul.. " ucap kakek Tua.


Leon dan Angela lebih memilih memisahkan diri dari para lansia yang baru bertemu lagi itu..


Saat ketiga lansia itu sedang bercanda ringan.


Datang lagi satu rombongan membawa beberapa hadiah.


" ah tuan Adinson terima kasih karena sudah bersedia datang. " ucap kakek tua


" ya . terima kasih atas undangannya tuan Po.. ini dari saya " ucap Reiki memberikan kotak hadiah.


" terima kasih tuan.. " ucap nenek Po menerima kado itu.


" kek .. maaf Iki terlambat " ucap Reiki mencium tangan kakek Tio.


" ya yang penting kamu udah datang.. Mereka disana " ucap kakek Tio.


" kalau gitu iki kesana dulu kek " ucap Reiki sopan. lalu ikut berkumpul dengan Angela dan Leon.


" itu cucu menantu ku " ucap kakek Tio ke pasangan Po.


" oh.. yang satu lagi mana ? kenapa gak ikut ? " tanya nenek Po.


" ada dirumah , nemenin anak " jawab kakek Tio


sebagian tamu undangan yang mengenal Reiki pun bertanya-tanya .


dan kini semua pertanyaan mereka terjawab sudah saat Reiki merangkul posesif pinggang Angela.


" ternyata berita itu gak benar "


" iya.. kukira itu benar . kalau benar berarti aku masih punya kesempatan kan "


" kalau pun berita perpisahan mereka itu benar. kita-kita gini tetap gak punya kesempatan "


" apa yang mau kau bandingkan . wajah , kalah jauh dengan Nyonya Adinson.. Body , apa kau yakin bisa ngalahin body super modelnya. Harta ? jangan mimpi.. sekali Nyonya Adinsom itu bersin , seluruh harta keluargamu akan lenyap "


bisik-bisik dari para tamu undangan yang kini malah fokus ke Reiki dan Angela bukannya ke sang tuan acara.


walaupun berbisik. tapi , tetap saja bisa didengar Angela dan Reiki.


Leon menatap aneh ke adik dan iparnya karena senyum-senyum sendiri.


" kalau mau gila jangan disini " ucap Leon lalu memisahkan dirinya dari pasutri itu.


Malam makin larut.


Acara pun telah selesai dan para tamu undangan pun mulai pergi.


tinggallah keluarga Anson Dan Adinson yang masih tersisa.


" kapan-kapan datang kerumahku ya.. pintuku selalu terbuka untuk kalian sahabat lamaku " ucap kakek Tio memeluk kakek Po.


" ya tentu. tapi jangan protes kalau aku habiskan makanan mu . hahaha " jawab kakek Po


" anak cantik. tolong jaga kakek tua ini ya.. dan juga semoga hubungan kalian berdua langgeng sampai maut memisahkan " ucap nenek Po menggenggam tangan Angela


" iya nek . nenek jaga kesehatan ya , kakek Po juga jaga kesehatan .. kalau ada apa-apa , bisa hubungi kami " ucap Angela.


" omo.. hahaha .. cantik , terimakasih ya " ucap nenek Po lalu memeluk Angela.


Leon dan Angela satu mobil , sedangkan kakek Tio ingin satu mobil dengan Reiki dan Diyan.


Selang beberapa menit.


mereka tiba di mansion kakek Tio.


karena malam sudah larut dan Arthur juga udah tidur pulas.


Akhirnya Angela dan Reiki menginap di mansion kakek Tio.


.


.


to be continue 🤗😘😊