YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 01.. AWAL BARU



Pagi menjelang siang..


dimana para mahasiswa terlihat ramai memenuhi area kampus .


Mulai dari yang berlari mengejar jam kelas sampai yang hanya berjalan santai sambil kencan.


Dan yang lebih menarik perhatian adalah di sebuah lapangan .


Seorang pemuda berbaju kotak-kotak dengan kacamata tebalnya dan juga tak ketinggalan celana kodoknya.


di depan pemuda itu berdiri seorang gadis yang memakai baju kurang bahan yang menampilkan paha dan juga dadanya.


Gadis itu menatap jijik pemuda didepannya.


pemuda yang sedang memberikan bunga untuknya.


" Sonya .. aku suka padamu .. maukah kau menjadi pacarku ? " tanya pemuda itu lantang dengan wajah penuh harap.


ya sejak 1 tahun lalu , sejak ia mulai kuliah di kampus itu.


ia telah jatuh hati pada sosok gadis didepannya ini.


namun baru kali ini ia berani mengungkapkan perasaan yang ada didalam hatinya.


" Kau ? suka padaku .. hahahaha ! " tawa gadis yang berdiri bersama 3 sahabatnya itu.


" apa kau masih waras ? apa dirumah mu itu tak ada cermin.. sana pulang dan bercermin dulu .. kau itu tak pantas untuk sonya " ucap salah satu sahabat gadis bernama Sonya itu.


" iya kau tak pantas ! " timpal yang lainnya


" aku tanya padamu .. apa kau bisa memberikan apapun yang Sonya mau ? " tanya yang lainnya.


" aku bisa ! " jawab tegas pemuda itu .


jawaban tegas dari nya malah membuat dirinya jadi bahan tertawaan orang-orang yang menonton aksi 'gila' nya itu.


" sebaiknya kau pulang dan lihat dirimu sendiri.. kau tak pantas untukku .. kau hanya anak miskin yang untuk makan aja masih harus hemat apalagi untuk belanja.. lebih baik kau pikirkan biaya kuliah mu daripada cewek yang sudah pasti tak bisa kau dapatkan " ucap Sonya menatap rendah pemuda dihadapannya itu.


" kau itu hanya cocok untuk jadi kacung.. jadi jangan pernah berharap untuk bisa bersama ku.. karena kau BUKAN Tipe ku ! " ucap Sonya mendorong pemuda itu hingga terjatuh dan membuang bunga yang diberikan olehnya.


" lalu , seperti apa tipe mu itu Sonya . sehingga aku tak pantas untukmu ? " tanya pemuda itu seraya bangun .


" seseorang yang punya masa depan tentunya.. yang punya rumah , punya mobil , punya gaji yang tinggi dan yang penting anak orang kaya yang tampan " jawab Sonya dan diangguki oleh beberapa gadis yang menonton disana.


" sedangkan kau ? apa yang kau punya hah ? apa kau punya apa yang kusebutkan itu ?! " caci Sonya.


" hanya itu , ku pikir kau berbeda dengan gadis lainnya ternyata kau sama saja Sonya.. selama ini aku sudah salah menilai mu " ucap pemuda itu.


" memang benar . aku tak punya gaji tinggi , aku tak punya sebuah rumah , aku tak punya sebuah mobil .. tapi aku punya kesetiaan dan cinta yang tulus untuk gadis yang juga tulus denganku.. terima kasih untuk jawabanmu .. dan jika suatu saat nanti kau bertemu denganku disuatu tempat , anggap saja kau tak mengenalku maka kau akan selamat " ucap pemuda itu lalu berjalan pergi menembus kerumunan penonton yang tak diundang itu.


" dasar cupu.. cuma bisa gertak aja " ucap Sonya kesal lalu pergi dari tempat itu bersama 3 sahabatnya.


Sedangkan pemuda tadi kembali ke asramanya.


Ya pemuda itu tinggal diasrama yang disediakan pihak kampus bagi para mahasiswa nya.


Pemuda itu masuk kekamar asramanya dengan langkah gontai dan tak bersemangat.


pemuda itu terus hanyut dalam pikirannya.


" sebuah rumah ? aku memang gak punya rumah tapi aku punya gedung .. gaji tinggi ? aku gak punya gimana aku bisa punya gaji sedangkan aku yang menggaji .. mobil ? aku bosan dengan mobil-mobil yang ada digarasi .. hah ternyata aku salah menilai lagi " batin pemuda itu.


" HEI !! AR!! ARTHUR !! " teriak Bari teman sekamar nya .


" ah iya kenapa ? " tanya Arthur dengan wajah bingungnya.


Ya perkenalkan ..pemuda yang berpenampilan culun dan yang baru saja ditolak itu adalah Arthur Adinson.. Putra sulung dari pasangan Reiki Adinson dan Angela Anson..


Arthur terpaksa melanjutkan kuliahnya kembali setelah cuti beberapa tahun karena paksaan dari orangtua serta kedua adiknya.


Arthur yang saat ini berusia 24 tahun memang sulit mencari teman atau sahabat apalagi kekasih yang tulus padanya tanpa memandang status dan penampilan nya.


untuk pacar mungkin ia belum bisa menemukannya.


Namun untuk sahabat , Arthur punya.


Bari memang tulus menerima Arthur apa adanya.


keduanya selalu berbagi suka dan duka bersama.


sama seperti saat ini.


Bari duduk didepan Arthur berusaha menenangkan Sahabatnya itu.


" jadi ditolak lagi ? " tanya Bari


Arthur hanya mengangguk .


Ya ini bukan usaha Arthur yang pertama tapi entah sudah yang keberapa kalinya dan selalu penolakan yang ia terima bahkan sekarang ditambah penghinaan .


" lebih baik kamu nyerah aja.. cewek matre kayak dia itu cuma pentingin isi dompet aja.. lebih baik fokus kuliah dulu. urusan jodoh belakangan aja. entar kalau kita udah sukses , cewek-cewek pasti ngantri " ucap Bari


" ya dan aku lebih milih cewek yang gak ikut ngantri aja " ucap Arthur


" ya karena yang gak ikut antri itu bisa dibilang gak matre , kau mau bilang gitu kan ? " goda Bari..


" hahah .. kau tau aja. ngomong-ngomong aku lapar ni.. jajan yuk , tenang aku yang traktir " ucap Arthur melihat perubahan ekspresi sahabatnya saat diajak jajan.


" tapi , masa kamu terus yang traktir . aku malu " ucap Bari


Arthur tersenyum mendengar pengakuan Bari.


" tenang , sekarang aku yang traktir.. nanti saat kita lulus dan dapat pekerjaan , kamu harus traktir aku makan enak sepuasnya .. gimana ? " tawar Arthur.


" siap.. siapa takut .. ayo jalan " ucap Bari semangat.


Arthur tertawa kecil melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Kedua sahabat itu pun pergi ke sebuah warung makan tak jauh dari area kampus itu hanya sekedar untuk mengisi perut.


# di saat yang sama namun beda tempat.


Sepasang suami-istri yang sedang santai dirumah dikejutkan dengan laporan yang disampaikan bawahannya itu.


Sang istri memerintahkan bawahannya itu untuk terus memantau putra sulungnya itu.


" mau sampai kapan dia begitu ya sweety ? " tanya si istri menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


" biarkan dia belajar sesuai kemauannya.. ingat pengalaman hidup yang akan membuatnya lebih baik " ucap sang suami mengelus kepala istrinya dengan lembut.


#


Disuatu sekolah menengah Atas.


tampak seorang siswi tengah berdiskusi penting dengan seorang siswa yang tak lain adalah adiknya sendiri.


Hanya dengan penampilan , mereka berdua bisa memikat siapa saja.


Berbeda dari sang kakak , kakak adik ini lebih memilih cara mereka sendiri agar tak diganggu oleh lawan jenis.


" jadi gimana , kita lanjutkan rencana itu ? " tanya siswi itu


" ya harus.. toh sekarang tinggal beberapa minggu sampai hari kelulusan.. kita tetap jalankan rencananya " jawab siswa itu.


" oke tunggu tanggal mainnya "


" kakakku sayang . hehe " ucap keduanya serempak sambil membayangkan ekspresi sang kakak sulung..


Sedangkan Arthur yang tengah makan siang dengan Bari tiba-tiba merasakan hawa dingin.


" kayaknya tuh bocah-bocah kumpret nyumpahin gue lagi.. awas aja kalau ketemu , jangan harap lolos bocah " batin Arthur .


To be Continue 🤗😘😊


maaf jika episode awal ini kurang bagus..


silakan komen dan sarannya.. 🤗😊