
Acara itu pun berjalan dengan lancar .
walaupun ada beberapa hati yang patah karena pertunangan itu.
selama pesta , banyak juga yang bertanya-tanya tentang siapa orang tua Arthur karena hanya pihak dari Raya saja yang keluar menyambut tamu undangan.
tapi hal itu sudah dibicarakan oleh kedua pihak keluarga oleh karena itu baik orang tua maupun paman dan bibi dari Arthur ada di salah satu ruangan berakses VVIP.
Rean pun juga bergabung ke ruangan itu setelah menyaksikan secara langsung sang adik yang kini telah resmi menjadi tunangan putra sulung Adinson itu.
" selamat ya dek. Putra sulung mu sekarang udah punya pendamping " ucap Leon
" ya kakak juga selamat ya . mungkin gak lama lagi Lena menyusul Arthur " ucap Angela
kedua kakak beradik itu bertingkah kekanakan lagi karena saling mengejek satu sama lainnya.
Suasana diruangan itu pun terasa sangat hangat karena mereka sangat akrab.
" Ki.. soal Vila kalian di daerah pinggir pantai itu , gimana ? mau dijual gak ? " tanya Johan yang datang jauh-jauh dari Athan.
" kalau itu tanya istriku . karena dilihat gimanapun , Vila itu istriku yang beli " ucap Reiki
" maaf apa maksudnya Vila pantai di perbatasan KN Metrocity itu ? " tanya Rean.
" hahaha jangan terlalu tegang. sekarang kita udah jadi satu keluarga . jadi jangan terlalu tegang ya " ucap Hyper yang juga datang bersama istrinya , Aurora.
" iya . Vila itu ada di area perbatasan dan sekarang ini tinggal Vila itu saja yang masih berdiri disana , ya kayaknya udah lebih dari 30 tahun Vila itu disana " ucap Angela tampak memikirkan Vila tempat biasa ia berlibur dulu , saat sebelum bersama suaminya sekarang.
" apa Nyonya pernah membawa seorang anak laki-laki ke Vila itu , sekitar 19 tahun lalu ? " tanya Rean.
" hmm.. kayaknya pernah kan dek. soalnya waktu itu Arthur sama Lena di rumah . kamu bilang mau ketemu adik kelas mu kalau gak salah kan " ucap Leon
" iya . pernah. anak itu mirip dengan kita kak " ucap Angela melihat kakaknya.
" jadi , gimana keadaannya ? " tanya Leon
" well , dulu sih anak itu bilang mau mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya serta mencari kedua saudaranya. yang ku dengar , anak itu memang berhasil menemukan satu adiknya dan masih mencari yang satu lagi . tapi entah lah , udah lama aku gak dengar berita tentang anak itu lagi " ucap Angela
BRUK !
Semua mata langsung tertuju ke Rean yang tiba-tiba berlutut dilantai.
" nak , kamu kenapa ? ayo bangun , jangan begini " ucap Nana .
" Nyonya , saya sangat berterima kasih kepada anda atas segala pertolongan Nyonya waktu itu. berkat pertolongan Nyonya saya dapat mengambil alih segala hak kami dan sekarang saya juga sudah bersatu lagi dengan adik bungsu saya . maafkan saya yang tak bisa membalas segala pertolongan Nyonya... Terima Kasih " ucap Rean
" itu.. jadi kamu anak itu ? " tanya Angela
" iya Nyonya. jika Nyonya tidak percaya , ini buktinya. dulu Nyonya pernah bilang kalau ini kalung keberuntungan Nyonya dan Nyonya memberikan ini ke saya dulu " ucap Rean mengeluarkan sebuah kalung panjang yang ada di lehernya.
" dek , bukannya itu kalung yang ku buat ya " ucap Johan yang mengenali hadiah ulang tahun ke 11 sang adik yang secara khusus ia buat sendiri dan ala kadarnya aja..
" hehe iya.. tapi terbukti kan manfaatnya. lihat anak ini juga berhasil membuktikan nya. " ucap Angela.
" jangan mengalihkan pembicaraan dek " ucap Johan
" oke oke.. maaf . dan kamu , selamat ya karena bisa membalas perbuatan mereka dulu. jadi sekarang berdiri lah " ucap Angela
" maafkan saya Nyonya . sampai sekarang saya belum berhasil menemukan para ba****** itu .. " ucap Rean meremas lututnya
" tenanglah , mungkin memang belum saatnya kamu menemukan mereka. mungkin saja saat ini mereka tengah menjalani hukuman di tempat lain " ucap Angela .
" terima kasih Nyonya " ucap Rean
" sekarang berdirilah. tak enak dilihat orang kalau kamu terus berlutut begini. kesannya seolah-olah kami ini menindasmu " ucap Angela membantu Rean berdiri.
" Terima kasih banyak Nyonya atas segala nya selama ini " ucap Rean terus berterima kasih
" sudahlah . bukannya itu semua karena kerja keras mu sendiri.. jangan terus berterima kasih padaku " ucap Angela
" nanti si pak tua itu cemburu loh " bisik Angela padahal jelas terdengar oleh mereka semua.
" ya sweety , sumbu pak tua ini sudah semakin pendek loh " ucap Reiki tersenyum devil.
" saya iri dengan Arthur karena punya keluarga yang harmonis dan lengkap . tidak seperti kami " ucap Rean.
" kalau gitu kamu bisa datang kerumah kami. lagipula kamu kan juga bagian dari keluarga kami sekarang " ucap Angela
" ehem.. i see you boy " ucap Reiki
" hahaha sudahlah. ayo keluar , diluar juga udah pada bubar jalan semua tuh " ucap Jordan melihat monitor besar di ruangan itu.
" ya ayo keluar " ucap Johan.
Akhirnya setelah para tamu undangan pergi , mereka sekeluarga besar bisa keluar dan bertemu langsung dengan si bintang acara malam itu.
" selamat ya cantik. dan selamat datang di keluarga " ucap Nana memeluk Raya bergantian dengan Aurora.
" Ar , jaga dia. ingat benar-benar jaga ya " ucap Johan
" Son.. maaf ya karena kakek Layla gak bisa datang malam ini " ucap Hyper
" gak apa-apa kok paman. dengan kedatangan paman dan bibi aja Ar juga senang " ucap Arthur
" Ar , ini titipan dari kakek dan nenek . dibuka nya nanti aja ya . ini untuk kalian berdua " ucap Vero memberikan 2 buah kotak kecil ke Arthur .
" terima kasih .. bibi " ucap Raya masih kikuk..
" hahahah.. sudahlah kak.. toh mereka kan baru bertunangan bukannya baru menikah kan " ucap Angela
" well , kalau nikah bukan cuma hadiah nya yang datang.. orangnya juga pasti hadir lah " ucap Leon
" ya ya.. kak apaan tuh disana " ucap Angela menunjuk ke arah panggung.
" apaan sih . AAAHHH !! Putriku !! " teriak Leon karena melihat Bari memakaikan kalung ke Lena di atas panggung kecil itu.
" tahan pak tua ini !! " ucap Reiki langsung menahan sang kakak ipar bersama Johan , Jordan dan Hyper .
" hahaha ... biarin aja sih Eon.. toh bukan nya hal yang aneh-aneh kan.. Lena juga udah cukup umurnya . " ucap Johan.
" ah putriku !! " ucap Leon berdrama.
" hahaha " tawa Reiki..
setelah Leon tenang , barulah mereka melepaskannya.
tak lama kemudian.
terlihat juga Calista yang duduk bersama Mike .
" gak bukan apa-apa. " gumam Reiki.
" iya bukan apa-apa. toh Mike itu kan kakaknya Raya. jadi itu gak mungkin terjadi " ucap Angela
" oh iya mi.. itu anak om diyan. kapan pulangnya ? terus si bungsu nya kemana kok gak pernah kelihatan lagi " tanya Arthur.
" kalau si tengah mungkin sekarang udah pulang kerumahnya.. kalau si bungsu ,yang mami dengar sih bentar lagi juga bakal pulang " ucap Angela
" baguslah kalau gitu " ucap Arthur.
#
Sementara di belahan Dunia yang lain.
Seorang pemuda berdiri tegak diantara tumpukan mayat .
" ah , akhirnya selesai juga. sekarang saatnya bertemu dia dan menagih janjinya " ucap pemuda itu melihat jam tangan pintar nya.
pemuda itu pun berjalan menjauh dari lokasi pembantaian itu sembari mengelap bekas darah di pedang kembarnya.
To be continue 😘😊🤗
maaf ya karena part ini kebanyakan bagian dari Angela cs..
😅😉😊