
Disaat Rean dan Mike membawa Raya pulang ke rumah utama, disaat yang hampir sama Arthur pun tiba di mansion mewah dan megah dengan halamannya yang sangat luas.
dimana lagi kalau bukan mansion tua keluarga Anson.
baru saja ia turun dari mobil , ia pun disambut para maid yang berbaris rapi.
" SELAMAT DATANG TUAN MUDA Pertama !! " sapa mereka serempak.
" ya terima kasih " jawab Arthur seraya terus berjalan masuk.
Arthur langsung duduk di sofa ruang tamu.
" Ar kapan sampai ? kok gak langsung naik ? " tanya Viona , mama dari Lena.
" barusan aunty. Ar disini aja dulu masih capek. entar baru naik ke kamar " ucap Arthur melihat sang bibi.
" yaudah kalau gitu aunty ke dapur . istirahat aja dulu ya " ucap Viona lalu beranjak ke dapur beserta para maid yang menenteng belanjaannya.
Setelah aunty nya tak terlihat , Arthur langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa itu tanpa perduli dengan maid disekitarnya.
Baru hitungan detik , Arthur sudah tertidur dan masuk ke dunia mimpinya.
" wah wah bocah satu ini . bisa-bisanya dia tidur disini bukannya diatas . dasar bocah " ucap Lena baru pulang dan melihat adik sepupunya itu tidur lelap.
" jangan ganggu tidurnya. biarkan dia tidur disini " ucap Lena pada para maid yang langsung membubarkan diri .
Lena tersenyum teduh melihat Arthur tidur nyenyak sekali padahal sofa itu tak seempuk ranjang Arthur.
" pasti kamu lelah. sama aku . tapi inilah takdir yang harus kita jalani . aku harap kamu bisa menemukan yang benar-benar menerimamu tanpa perduli sekotor apapun kamu . sama sepertiku " gumam Lena
Lena hanya melihatnya tanpa menyentuh Arthur.
lalu ia berjalan menuju kamarnya sendiri meninggalkan Arthur yang tidur karena kelelahan.
Dari siang hingga menjelang Sore , Arthur baru terbangun dari mimpi indahnya.
" hooaamm .. eh , kok gue bisa tidur disini ya " gumam Arthur baru sadar tempatnya saat ini masih di ruang tamu.
Dengan setengah berlari ia menuju kamarnya lalu membersihkan dirinya yang sudah lengket karena keringat.
Tak lama setelah Arthur masuk ke kamarnya , kedua orangtua nya pun datang bersama sang paman.
Ketiganya sibuk dengan pembicaraan seputar bisnis sampai tak sadar Viona sudah berdiri di depan mereka .
" Sayang . selamat datang " ucap Viona menyambut Suaminya.
cup cup
" ya aku pulang sayang " ucap Leon mengecup kening istrinya.
" ehem , kak .. jangan abaikan kami disini " ucap Reiki
" biarin , toh kau juga punya istri mu.." jawab Leon
" udah tua juga masih aja suka ribut hal remeh .. dasar " ucap Angela lalu berjalan masuk bersama Viona.
" sweety , tunggu .. jangan tinggalkan aku ! " teriak Reiki mulai berdrama.
sedangkan di atas Arthur yang baru keluar dari kamarnya pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd sang papi.
" itulah papiku kalau udah dirumah. super lebay. kalau orang luar lihat tingkahnya itu , mungkin pada muntah darah semua " ucap Arthur menuju dapur.
ya
#
Malam pun tiba.
Arthur dan Lena sudah siap dengan setelan jas dan gaunnya.
tadi sore Leon mengatakan akan mengajak mereka ke sebuah acara mengingat keduanya sudah mulai mengambil alih kepemimpinan perusahaan secara perlahan.
" katanya jam setengah tujuh. coba lihat sekarang udah jam 7 . tapi mereka dimana sih. " gerutu Lena yang tak suka memakai gaun terlalu lama.
" sabar kak. tunggu sebentar lagi. " ucap Arthur.
selang beberapa menit mereka menunggu para orang tua mereka didepan pintu rumah.
Arthur Dan Lena kaget setengah mati mendengar bunyi klakson mobil.
" yo .. ngapain kalian berdua masih disitu. ayo cepat !! " ucap Leon sambil melambaikan tangannya memanggil keduanya.
" Hey !! ini salah mu tau !! " teriak Lena kesal setengah mati dengan papanya yang sangat jahil itu.
" HAHAHA !! kalau gak gitu , kapan lagi bisa lihat kamu pakai gaun.. hahaha " tawa Leon.
" Arthur , Lena . ayo berangkat. jangan hiraukan papa mu itu " ucap Angela keluar dari dalam rumah , sedangkan Reiki keluar dari garasi mengendarai mobilnya.
" iya mi. ayo kak " ucap Arthur membuka pintu mobil untuk Lena.
Sedangkan Leon dan Viona berangkat sambil tertawa melihat Lena mengamuk.
#
20 menit kemudian , kedua mobil pun tiba di tempat acara.
Leon dan Viona serta Reiki dan Angela masuk lebih dulu sedangkan Arthur dan Lena menyusul di belakang mereka.
begitu tiba didalam ballroom , mereka memisahkan diri dari para orang tua dan memilih duduk agak jauh.
" sebenarnya ini acara apaan sih , coba lihat . disana juga banyak anak-anak muda seumuran kita. lalu disana juga ada yang seumuran dengan papa atau mungkin lebih tua.. coba kamu tebak acara apaan ni ? " tanya Lena
" diam dan makan saja hidangannya.. jangan terlalu mencolok. aku gak mau ada orang yang mengenaliku disini " ucap Arthur meletakkan sepotong kue ke mulut Lena.
Lena memakan kue itu dengan cemberut.
Keduanya hanya makan sambil melihat ke arah meja orang tua mereka.
" kayaknya bakalan lama ni " batin Lena
Arthur berdiri dan berjalan ke arah meja prasmanan.
Tiba-tiba BRUK !
" maafkan saya , saya tidak sengaja " ucap seorang gadis tak sengaja menabrak Arthur hingga minuman yang ia pegang mengenai jas Arthur.
Arthur diam dan tak mempermasalahkan itu.
hanya saja Arthur tak senang karena gadis asing itu mencoba menahannya yang hendak pergi.
" kumohon jangan pergi dulu. aku bersalah , ku mohon biarkan aku mengganti rugi. " ucap gadis itu menahan Arthur sambil menangis.
dan mulai lah terdengar bisik-bisik dari para tamu melihat seorang gadis menangis sambil menahan seorang pemuda.
" apa yang terjadi disini , kenapa putriku menangis ? apa yang kau lakukan ?! " seorang pria paru baya bertanya sekaligus menuduh Arthur.
Sementara gadis itu terus menangis tanpa berkata apapun lagi.
" sebaiknya anda tanya putri anda lebih dulu sebelum menuduh orang lain " sergah Lena .
" siapa kau ?! jangan ikut campur urusan orang lain. sana pergi ! " ucapnya mengusir Lena
" hey , apa kau masih mau menangis selayaknya korban disini ! " tegas Lena membuat gadis itu semakin menangis.
" kak sudahlah , ayo pergi sebelum ini tambah besar " bisik Arthur.
" ah aku tau sekarang ! kalian disini pasti hanya ingin berhubungan dengan kalangan elit kan ! jangan harap sampah seperti kalian bisa merangkak naik !! " ucap pria paru baya itu menuduh telak Arthur dan Lena.
Arthur semakin marah mendengar kakaknya dituduh seperti itu.
ia membuka jas nya lalu melemparkan nya ke gadis asing itu.
" kau bilang mau ganti rugikan .. silakan !! kirimkan lagi jas ku itu pun jika kalian mampu menggantinya " ucap Arthur dengan nada merendahkan lalu pergi bersama Lena.
Pria paru baya itu melihat dengan jelas sebuah logo di jas itu , pria paru baya itu langsung terdiam . seluruh tubuhnya gemetar.
ia melihat ke arah Reiki dan Leon yang tengah menatap tajam dirinya.
" matilah aku " batinnya sadar akan kesalahan yang ia perbuat.
To Be Continue 😘😊🤗